DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 76.MARAH


__ADS_3

Vanessa bisa melihat betapa panik dan terkejutnya Bara ketika melihat dirinya sedang memegang ponsel hp miliknya, sementara Vanessa sendiri tidak memahami dan tidak mengerti mengapa Bara begitu terlihat ketakutan ketika dirinya ingin mengangkat telepon yang kemungkinan besar menurut Vanessa telepon dari Papa Bara.


"Kenapa Mas, takut amat, Mas angkat dong kasian Papa pasti susah menghubungi kita, jangan buat orang tuan Mas Bara cemas deh,"


"Hehehe, Iya sayang ini juga Aku mau angkat maaf ya karena pembicaraan ini sangat rahasia untuk itu Aku ijin menjawab nya diluar ya, "


"Ya, pergilah Aku tunggu Mas dikamar Mikha jangan lupa pesanan makanannya Nanti Mikha marah kalau lkeburu lapar, "


"Iya, sayang tenang saja semua pasti aman, Aku pergi dulu, " Bara segera berlari keluar dari dalam kamar.


Bara segera mengangkat telepon yang dari tadi berdering ketika Bara sudah berada di tempat yang sunyi di mana Bara memilih di samping hotel, yang mana tidak akan dilewati banyak orang dan pastinya Bara bisa bebas berbicara tanpa ada yang mendengarkan pembicaraannya. tapi sebelum itu Bara memesan makanan dan meminta kepada pelayan untuk langsung mengantar makanan itu masuk ke dalam kamar Mikha putrinya, Bara khawatir dia akan lama untuk itu Bara terlebih dahulu memesan makanan untuk putrinya.


Ketika semua dirasa sudah beres Bara segera mengangkat telepon di tempat yang cukup sepi dan sunyi.


"Halo....! Bara menunggu beberapa saat balasan jawaban dari suara teleponnya di mana sang penelpon tidak mematikan ponsel hp-nya akan tetapi sang penelpon juga tidak menjawab telepon yang ditujukan padanya.


hal itu sedikit membuat Bara kesal dan geram yang pada akhirnya Bara bicara dengan sedikit berteriak.


"Halo.. Arum mau apa lo telpon Gue..? "


"Ehemm, Mas Bara kok berteriak-teriak sih, "ucap Arum dari samping Bara.


"Deg...!


sebuah suara yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya membuat bara sangat terkejut dan sedikit syok pasalnya Arum sudah berdiri di depannya.


" Kau, bagaimana kau bisa tau Aku berada disini? "


"Mas Bara ini gimana sih kan Aku pakai geogel Map, "


"Oh... jadi lo ngelacak keberadaan gue, mau apa menemuiku, apa uang kamu habis, "


"Haisss... Mas Bara ini gimana sih, kenapa setiap kali kita bertemu selalu saja tanya uang, "

__ADS_1


"Kalau bukan uang lalu apalagi? "


"Mas, Aku mau besok kita menikah, "


"Apa? lo gillaa apa ya, Aku tidak mau, ' sinis Bara dengan sangat ketus dan kasar.


" Apa Mas Bara mau ingkar janji bukan kah Mas berjanji Akan menikahi Aku, "


"Iya, tapi bukan sekarang . "


"Lalu, kapan?


" Tunggu Aku masih memikirkan nya. "


"Oh begitu ya, " Arum bicara sambil mengulum senyum sambil berjalan mendekati Bara bahkan membiarkan jarak diantara mereka hanya tinggal 100 sentimeter.


"Arum mundur, jangan terlalu dekat Aku ini Suami orang, "


"Jangan terlalu bermimpi kamu, apa yang terjadi diantara kita itu bukan atas kemauan ku itu karena Aku tidak sadar jadi aku harap kamu sadar dan tau batasanmu, "sinis Bara dengan nada penuh penekanan.


Arum hanya tersenyum simpul ketika Bara memberikan perkataan perkataan yang kasar dan dingin pada nya.


Arum menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan, kemudian tersenyum miring.


" Mas memang benar Aku tidak boleh berharap banyak pada Mas dimana Mas adalah Bos Aku, tapi apakah Mas mau liat keseriusan ku, Aku benar-benar ingin Mas menikahi Aku secepatnya karena jika tidak, Abangku pasti akan marah dan sudah bisa dipastikan Abang akan menyebarkan video malam panas kita dan Aku yakin Mas pasti tidak mau hal itu terjadi bukan jadi bagaimana Apa Mas memilih Video kita tersebar atau Mas besok menikahi ku, "


"Kau mengancamku? "


"Bisa di bilang iya, bagaimana? "


Bara tersenyum miring sambil mendorong tubuh Arum menjauh darinya.


"Ancaman kamu tidak ada artinya bagiku, lagi pula mana ada video malam panas kita jadi kamu jangan ngaco, "

__ADS_1


"Sudah kuduga Pasti Mas tidak akan percaya, Mas Lupa siapa Abangku, sebelum Abangku pergi dari London dia sudah pergi ke hotel tempat dimana kita melakukan hal itu dan Abangku sudah mengambil rekaman CCTV kita yang kebetulan Abangku kirim rekaman itu ke ponsel HP Aku apa Mas mau melihat nya, tunggu akan Aku tunjukkan.


Arum segera merogoh ponsel hpnya dan memutar sebuah Video yang terekam di sana, Bara sangat terkejut karena apa yang dikatakan Arum benar adanya rekaman CCTV tentang malam panas itu benar-benar ada.


Bara yang geram dengan gerakan cepat dan kasar meraih ponsel HP Arum dan berniat menghancurkan nya.


Tapi sebelum ponsel HP itu dihancurkan Arum sudah bicara dengan lantang.


"Percuma pak Bara menghancurkan ponsel HP saya karena rekaman aslinya masih ada di ponsel HP Abangku dan Abangku meminta Aku untuk secepatnya meminta Pak Bara untuk menikahiku, karena jika tidak jangan salahkan jika rekaman itu akan tersebar luas.


" Kau benar-benar licik Arum, '


"Aku tidak licik Pak Bara sayang, Aku hanya meminta apa yang seharusnya menjadi hakku karena Pak Bara sudah merampas kehormatan ku untuk itu Pak Bara harus bertanggungjawab secepatnya, bagaimana mau video kita tersebar atau besok Pak Bara menikahiku, "


"Kau, ___


Bara menggangkat tinggi tangannya dan berniat memukul Arum akan tetapi Bara urungkan.


Arum yang melihat itu tersenyum, dengan langkah yang semakin berani Arum mendekati Bara dan tanpa merasa malu dan canggung dengan berani Arum langsung melingkar kan tangannya pada leher Bara dan mengecuuup lembut bibir Bara yang mana Bara tidak bisa menolak nya sehingga membiarkan bibirnya dinikmati Arum sesukanya.


Merasa berada diatas angin karena menang Arum melepaskan pelukannya kemudian tersenyum.


" Sampai ketemu ditempat ini besok Pak Bara calon suamiku, selamat malam semoga mimpi indah tentang kita, " ucap Arum sambil melangkah pergi.


Sementara Bara menggerakkan kedua tangan nya dengan kuat dan dengan kuat Bara memukul dinding yang ada di sampingnya dengan keras sambil berteriak.


"Araaaaaagggh,..! Bara berteriak sambil memukul dinding yang ada di dekatnya.


" Duuuuzzz.... Duuuuuuzzz!


Darah segar mulai menetes dari tangan nya yang terluka.


"

__ADS_1


__ADS_2