
Udara pagi yang segar di suasana liburan akan sering membuat orang malas untuk melakukan sesuatu apapun, lebih suka menghabiskan waktu untuk berleha leha dan bersantai Ria.
Akan tetapi tidak dengan Rendra yang sudah bersiap dengan rapi parfum sudah di semprot sana sini dan rambut sudah disisir dengan rapi.
Robi yang melihat kelakuan Rendra bagaikan seorang pemuda yang sedang kasmaran dengan gaya ala ala anak muda yang sedang di mabok cinta membuat Robi mengeryitkan dahinya.
"Ren tumben sudah cakep pakai parfum segala mau kemana pagi pagi begini."
Semalam Aku menunggu mu kamu tidak pulang pulang Aku mau kasih tau jika Aku sudah menemukan Vanessa dan anakku, hari ini Aku akan menjemput mereka, Aku sudah tidak sabar ingin bertemu, kamu tunggu di Rumah Nanti Aku akan bawa Vanessa dan anakku kesini, " ucap Rendra dengan bersemangat.
"Serius lo Ren, sudah ketemu mereka,"
"Tentu saja, sudah Aku pergi dulu, "seru Rendra yang langsung menyambar jaket dan berjalan kearah pintu.
" Ren tunggu Aku belum selesai bertanya? "
"Rendra tidak memperdulikan triakan dari temannya dia hanya melambaikan tangan sambil berlaku pergi.
Tinggal lah Robi yang gusar karena di tinggal seorang diri.
" Bagaimana ini, Aku kan juga ingin bertemu dengan Vanessa apa Aku pergi sendiri saja kebetulan Arman sudah memberikan alamat Brosurnya, tapi jika Aku langsung kesana itu akan menggangu Pertemuan Rendra dan Vanessa, untuk sementara biar Aku tunggu di Rumah saja Aku besok saja, menemui Vanessa dan memberikan hadiah boneka ini pada putri nya. " ucap Robi memutuskan.
Rendra yang sudah memesan taksi online sudah berada di dalam mobil taksi yang kini mulai melaju ke arah Butik di mana Vanessa dan putri nya kemarin berada.
"Ternyata gadis lucu dan menggemaskan itu adalah anakku, pantas saja Aku langsung suka dan tertarik padanya ternyata dia darah daging ku," gumam Rendra dalam hati.
Tidak menunggu lama mobil taksi yang ditumpangi oleh Rendra sudah sampai di depan butik yang kemarin Rendra Datangi di mana Di tempat itulah Vanessa dan Vika berada.
__ADS_1
Hari ini Rendra datang lebih pagi karena dia ingin sekali segera bertemu dengan Vanessa dan putrinya yang mana kali ini Rendra bertekad untuk membawa mereka kembali pulang bersamanya.
Sampai di depan butik Rendra segera turun dari mobil kemudian berjalan masuk ke dalam, ketika itu butik masih sangat sepi di mana Rendra memang sengaja datang dengan sangat pagi di mana butik belum terlalu banyak para pengunjung yang datang.
"Maaf Pak, Butik belum buka Nanti pukul 8.00 Butik di buka, "ucap Satpam yang kala itu sedang bertugas dan kebetulan melihat Rendra yang hendak masuk ke dalam butik.
" Kalau begitu saya tunggu disini saja boleh kan Pak? " tanya Rendra yang langsung mengambil kursi duduk yang kala itu ada di luar butik.
"Oh, Boleh Pak, kalau boleh saya tau kenapa Bapak datang begitu pagi apa Bapak takut kehabisan diskon di butik ini? "
"Tidak Pak, saya tidak ingin berbelanja tapi saya sedang menunggu seseorang disini. "
"Oh, lagi ada janji dengan siapa, karna jika dengan petugas Butik seperti nya semua sudah datang. "
Mendengar perkataan dari Pak satpam di depan nya kedua bola mata Rendra berbinar senang karena ternyata semua sudah datang dan itu artinya Vanessa sudah berada di dalam Butik.
"Apa benar semua sudah datang Pak? "
" Bukan begitu maksdnya, saya mau bertanya apakah Ibu, Vanessa sudah datang? "
"Bu Vanessa, kenapa tadi seperti nya saya belum melihat nya tunggu saya tanyakan ke dalam.'
Dengan santun Rendra menunggu meskipun Entah mengapa tiba-tiba perasaan hatinya merasa tidak enak dan tidak yakin jika Vanessa sudah ada di dalam butik tetapi perasaan itu Rendra terpisah dan buang jauh-jauh.
Tidak lama kemudian Bapak petugas yang baru saja masuk sudah keluar, melihat kedatangan dari bapak petugas hati Rendra semakin berdebar-debar dan was-was seolah-olah tidak sabar menunggu perkataan dan jawaban dari bapak petugas?
"Maaf Mas, anda boleh tinggalkan pesan, karena ternyata Bu Vanessa hari ini tidak masuk. '
__ADS_1
" Apa? tidak masukmasuk! "kenapa bisa begitu memang nya kenapa dia tidak masuk, "
" Mungkin sibuk ada urusan keluarga, '
Rendra tersenyum kecut ada rasa kecewa yang tiba-tiba datang mengusik relung hatinya perasaan bahagia yang tadinya baru muncul kini tiba-tiba sirna.
"Oh, begitu ya Pak, tapi mungkin datang siang Pak biar saya tunggu sebentar lagi, "
"Silakan terserah Bapak biasanya Bu Vanessa kalau tidak masuk itu lagi jalan jalan sama Pak Bara mereka berdua benar benar keluarga yang Harmonis Pak,"
"Oh, ya, Apakah Bu Vanessa terlihat sangat bahagia? '
"Bapak ini kalau bertanya bagaimana sih tentu saja sangat bahagia, mereka juga sudah memiliki putri yang cantik dan lucu."
"Itu, bukan putri mereka Pak, oops. " Rendra segera menutup mulutnya dengan satu tangan, karena keceplosan bicara.
Sementara sang Bapak mulai terlihat bingung dengan apa yang diucapkan oleh Rendra.
"Maksudnya Bapak apa?
" Oh, bukan apa apa saya salah bicara saja lupakan, Bapak bisa melanjutkan pekerjaan Bapak biar saya menunggu di sini. "
"Baik, Pak! tapi apa yang Bapak Katakan Sebenarnya ada benarnya juga wajah non Mikha tidak sama sama sekali dengan Tuhan Bara, Tuan Bara berkulit sedikit kuning sementara non Mikha kulitnya sangat putih bersih bahkan mirip seperti bapak ini kulitnya, hei hidungnya juga, matanya juga alisnya Kenapa bisa sama jika saya perhatikan dengan seksama. "
"Ah Bapak ini ada ada saja, Bapak pergi bekerja saja jangan bergosip pagi. "
"Baiklah Pak, saya permisi dulu. "
__ADS_1
Petugas satpam itu segera pergi sementara Rendra menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan ada rasa senang dan bahagia tersendiri ketika dirinya dikatakan mirip dengan Mikha putrinya,
"Mikha, Papa Rindu Nak, ayolah Nes datang apa kamu tidak merindukan Aku, jangan sampai kamu tidak datang karena kamu tidak ingin bertemu dengan ku jangan berpikir kamu bisa menjauhkan Aku dari anakku, karena Aku tidak akan membiarkan semua terjadi, kamu sudah mengenalku kan jika tidak bisa dengan cara baik baik Aku bisa melakukan dengan cara yang tidak baik, " gumsm Rendra dalam hati.