DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 46.CEMBURU


__ADS_3

Mikha yang bersemangat karena akan diajak ke taman bermain oleh Rendra tanpa sadar membiarkan Rendra menggendong dirinya sementara saat di restoran dengan jelas Mikha mengatakan jika tidak boleh siapapun menggendong dirinya selain Papanya, Akan tetapi karena perasaan senang dan rasa sukacita membuat Mikha lupa akan pesan Papa Bara nya.


Vanessa yang mengikuti langkah kaki Rendra di belakangnya menatap Haru pada tubuh tinggi dan gadis mungil yang ada di gendongan nya, Diam-diam Vanessa menyunggingkan sebuah senyuman.


"Mikha terlihat begitu bahagia bersama Mas Rendra, jika Mikha tau Mas Rendra adalah Papa kandung nya bagaimana sikap anak itu kepada Mas Bara dan Mas Rendra kemudian, akankah Mikha tidak terluka karena nya, smoga Mas Rendra tidak pernah mengatakan jika dia adalah Papa kandung nya. "


"Mama, Ayo masuk..! teriak Mikha ketika dirinya sudah duduk di belakang bersama dengan Rendra. "


"Iya, sayang,"


Buru-buru Vanessa membuka pintu taksi di depan, akan tetapi ketika tangan Vanessa hendak menyentuh handle pintu tiba-tiba Mikha berteriak melarang sang Mama membuka pintu.


"Mama duduk sini..!


Mendengar teriakan dari putri nya Vanessa mengulum senyum.


" Sayang, di belakang sempit, biar Mama duduk di depan saja ya? "


"Tidak sempit Mama, Mikha kan duduk di pangkuan Om Tampan, ayo Mama duduk sini, "


"Tapi, Nak, __


" Ayolah, Mama Mikha kan kalau ngatuk bisa pindah duduk di pangkuan Mama kasian Om Tampan Nanti capek, "


"Turuti kemauan Putrimu Nes, biar kita bisa cepat berangkat agar tidak lama-lama disini, "


Dengan terpaksa akhirnya Vanessa duduk di samping Rendra, sungguh duduk di dekat mantan Suami terlebih hati masih ada cinta itu membuat Vanessa sedikit menjadi salah tingkah.


Terlebih Rendra seolah-olah sengaja menaruh tangannya di pinggir belakang kursi tempat di mana Vanessa duduk sehingga Vanessa tidak akan bisa bersandar pada kursi karena ada tangan Rendra disana.


Rendra hanya tersenyum simpul melihat Vanessa yang salah tingkah.


"Om, Tampan..!" seru Mikha sambil menepuk pipi Rendra hingga membuat senyumnya langsung lenyap karena terkejut.


" Ah, iya sayang ada apa? "


"Om, Tampan. Rumah nya dimana? "


"Om, di Jakarta sayang."


"Jauh ya, Om! "


"Lumayan, kalau kesana Mikha harus Naik kapal lebih dulu, "


"Apa Om Tampan sudah punya anak ? "

__ADS_1


"Iya, sudah," jawab Rendra dengan senyum mengembang di bibir sambil mencubit pipi chubby Mikha.


Rendra tidak tau dan tidak melihat raut wajah kecemasan dari Vanessa kerena Rendra sibuk berbincang dengan Mikha.


Rendra tidak tau jika jantung Vanessa kali ini benar-benar hendak lepas, rasa takut dan Was-was membuat Vanessa berkali-kali meneguk kasar ludahnya.


"Apa Mas Rendra akan mengatakan pada Mikha jika dia itu adalah Putri nya, astaga jika hal ini sampai terjadi Aku harus bagaimana? "


Vanessa duduk dengan perasaan gusar dan resah yang mana Vanessa merasa sangat was-was dan khawatir jika Rendra tiba-tiba mengatakan Jika dia adalah Papa kandung dari Mikha.


"Mikha sayang duduk sini di pangkuan Mama, kasian Om Tampan capek Nanti, "


"Tidak mau Mama, Nanti saja Kalau Mikha mau bobo, Mikha masih mau bertanya sama Om Tampan, "


"Tapi, sayang, ___


" Tidak apa-apa Nes, biarkan saja Mikha berbuat sesuka nya Aku senang kok, dia mau duduk bersama ku, "


"Tapi Mas, ___


" Sudah, kamu duduk dan tenang saja biarkan Anakmu bicara dan memilih sesuka nya, Mikha sayang belum ngantuk ya, ini perjalanan kita masih cukup lama lho,"


"Belum Om, Mikha kan mau bertanya, "


"Memangnya Mikha mau tanya apa? '


Vanessa berusaha agar Mikha tidak bertanya tanya pada Rendra siapa anak Rendra karena Vanessa tidak yakin Rendra akan tetap menjaga Rahasia jika Mikha adalah putrinya.


"Ya, Mama cuma tanya sedikit saja tidak boleh, Om tampan Mikha tanya sdikit boleh tidak Om? "


Sambil membelai Rambut Mikha Rendra menganggukkan kepala.


"Boleh, Mikha mau tanya apa? "


"Hmm, Mikha sedikit terlihat berpikir seperti tingkah orang dewasa.


" Om, anaknya laki-laki apa perempuan? "


"Deg..!


Vanessa langsung terperanjat kaget dengan pertanyaan Putri nya, apa yang di khawatirkan akhirnya terjadi juga.


Dengan jantung yang ikut berdebar-debar Vanessa menatap sendu pada Rendra berharap Rendra menatap nya dan memahami maksud dari tatapan matanya.


Rendra yang kala itu ingin berkonsentrasi dengan pertanyaan Mikha terpaksa konsetrasi nya pecah dan terbagi karena ponsel hpnya yang sedang berdering.

__ADS_1


Dengan gerakan spontan Rendra langsung meraih ponsel hp-nya dan menatap satu nama di depan layar pendaki miliknya.


"Alena..! mengapa dia menelpon ku apakah Arsel lagi sakit atau dia sedang rewel, " Rendra sibuk bertanya dan bermonolog sendiri dalam hati sehingga tidak sadar jika Vanessa menatap sendu padanya dan berharap agar Rendra tidak mengatakan jika Mikha adalah putri nya.


Mikha yang menunggu Jawaban dari Rendra dn Rendra belum juga menjawabnya, membuat Mikha mengoyangkan lengan Rendra.


"Om, kenapa pertanyaan Mikha belum di jawab. "


"Oh, iya. Om punya anak ini dia, sedang menelpon Om, sebentar ya Om angkat telpon dulu, Mikha duduk yang Manis. "


Jawaban yang diberikan Rendra memang membuat Vanessa bisa bernapas dengan lega dan senang tapi nyatanya justru membuat hati Vanessa semakin merasa sakit, entah mengapa pengakuan Rendra yang mengatakan jika dia sudah memiliki anak dan kini Anaknya sedang menelpon dirinya benar-benar membuat hati Vanessa seperti dihantam batu yang sangat keras hingga untuk bernapas rasanya sulit.


Kesal, marah dan kecewa akan tetapi tidak di pungkiri juga ada perasaan kepo, ingin tau seperti apa Anak yang sedang menelpon Mantan Suaminya.


Diam-diam Vanessa mempertajam indra pendengarnya agar bisa mendengar semua percakapan antara Rendra dan anaknya.


"Hallo...! "


"Halo, Mas.. Arsel sangat rewel sekali, dia selalu menanyakan kapan Mas Rendra pulang?


Vanessa semakin dibuat penasaran karena telinga nya bukan mendengar suara anak kecil melaikan suara dari seorang Wanita, Lagi-lagi Vanessa dibuat kepo sehingga tanpa sadar ekor mata Vanessa melirik pada layar ponsel Rendra yang sedang bicara melalui video call.


Semakin panas dan kesal ketika Vanessa bisa mengetahui Wajah dari si penelpon yang pastinya itu adalah Wahah dari istri Rendra mantan suaminya.


Rendra yang merasakan Vanessa mengintip dan melirik pada layar ponselnya diam-diam Rendra tersenyum miring.


"Ternyata masih kepo dan cemburu juga melihat Aku dengan yang lain, kerjain dikit pasti menyenangkan. " guman Rendra dalam hati sambil tersenyumtersenyum miring.


"Halo, sayang. kamu juga harus jaga kesehatan jangan sampai telat makan besok Aku pulang, jangan lupa masakin yang enak , kalau Aku pulang, Aku sudah kangen banget ini, "


"Uhuk...


" Uhuk.


"Hei, Nes, kamu kenapa? minum nih! "


Rendra pura-pura terkejut mendengar Vanessa yang tiba-tiba terbatuk.


"Trimakasih, " ucap Vanessa sambil meraih botol mineral yang di ulurkan Rendra dengan kasar. Melihat hal itu hati Rendra semakin berbunga senang, ternyata masih cemburu dia.


"Oh, ya sayang Mana Arsel putra kita? '


Perlahan-lahan layar pipih yang tadinya menampakkan wajah wanita cantik kini mulai menampakan Wajah sosok pemuda kecil yang tampan.


" Papa...!suara riang terdengar dari sebrang.

__ADS_1


" Hai sayang, '


Vanessa yang mendengar dan melihat Rendra sedang bicara dengan manis dengan anaknya dengan cepat buru-buru Vanessa melengos ke samping, melihat hal itu Rendra semakin senang.


__ADS_2