
Karena merasa putus asa dan sudah sangat khawatir dengan keadaan Putrinya maka Vanessa memutuskan untuk kembali pulang ke Rumah.
Dimana dia akan meminta Bara untuk membawa Mikha ke Rumah dan dia bersedia menerima semua apa yang menjadi permintaan Bara kepadanya dan Mengabaikan semua larangan dan juga perintah dari Robi, yang meminta Vanessa agar tidak kembali pulang ke Rumah.
Vanessa sudah tidak ingin menunggu lagi dan bermain dengan resiko di mana Dia sangat yakin, jika Putrinya saat ini pasti sangat ketakutan sedih dan juga menangis.
Vanessa tidak akan bisa melihat hal itu tidak penting dirinya bisa bahagia atau tidak, karena yang terpenting dan yang terutama bagi seorang Ibu adalah melihat Anak-anaknya hidup bahagia.
Tidak perduli perih dengan batin tersaayaat bagai sembilu yang terpenting Mikha bisa hidup dengan ceria dan bahagia, bersabar dan berserah diri kepada yang membolak-balikkan sebuah hati dan kehidupan manusia, Vanessa yakin dan percaya semua duka dan semua derita yang dirinya alami suatu saat akan mendapatkan titik cerah dan bahagia meskipun tidak tahu kapan datangnya.
Dengan pandangan Mata kosong Menatap ke samping jendela Mobil, di mana mobil berlalu Lalang dengan sangat ramai, Vanessa tersenyum kecut pada dirinya sendiri pada kehidupannya yang seolah-olah penuh dengan penderitaan dan dipermainkan entah kapan dirinya bisa tenang dan bisa merasakan suatu hidup layaknya seperti orang-orang lain bisa selalu tersenyum bahagia.
"Ciiiiiiiitttttttt....!
" Duuuuukkh, Auuuuwwww...!" teriak kecil Vanessa.
Vanessa yang melamun dan tiba-tiba mobil taksi yang dikendarainya berhenti mendadak. sambil mengusap dahinya Vanessa menatap ke depan dan bertanya kepada sopir taksi yang ada di depannya.
"Ada apa Pak, kenapa berhenti mendadak? " tanya Vanessa bingung karena dirinya yang sedang melamun tidak mengetahui apa-apa.
"Maaf, Non, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di depan itu, karena disana banyak orang yang sedang berkerumun, Saya turun sebentar untuk melihat Nona di dalam saja, saya akan bertanya ada apa, " ucap Sopir taksi yang langsung turun dari Mobil tanpa menunggu jawaban dari Vanessa.
Di dalam kamar Bara sedang tersenyum bahagia, bibirnya berkali-kali mengulas senyum.
"Aku sangat hafal dengan sikap Vanessa dia tidak akan mengorbankan Anaknya untuk kebahagiaan nya, pasti Nesa akan segera kembali dan tunduk dengan semua keinginanku, melalui Geogel Maps yang Aku aktifkan untuk melacaknya, Vanessa sedang menuju kesini, cepat datang sayang, Aku sudah tidak sabar menunggu mu, Oh ya Aku harus mandi dan terlihat segar dan Wangi di depan nya, agar ketika Vanessa datang bisa membuatnya menggagumi Aku. "
Bara segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, semua dia lakukan untuk menyambut kedatangan dari Vanessa Istrinya.
__ADS_1
Lima menit setelah Bara masuk ke dalam kamar.
"Sepi, kemana Mas Bara, mungkin dia sedang berada di dalam kamar mandi, Aku harus mencari ponsel hpnya,"
Arum segera masuk dengan sangat perlahan kedua bola matanya menatap dan melihat ke sekeliling, Arum sedang mencari ponsel hp milik Bara dan bibir Arum tersenyum ketika mengetahui ponsel hp Bara Suaminya tergeletak dengan sangat manis di atas narkas, tidak tersimpan dengan sangat tersembunyi dan rapi, Hal itu membuat Arum tidak perlu mencari ponsel hp Bara dengan sangat susah dan lama karena hanya mengedarkan pandangan kedua bola matanya sudah bisa menemukan keberadaan dari ponsel hp milik Bara.
"Itu, Ponsel nya, ini adalah suatu keberuntungan yang sangat bagus buatku karena aku tidak perlu bersusah payah untuk mencari dan mendapatkan ponsel hp Mas Bara, Aku harus cepat-cepat memindahkan Nomor wanita sialan itu ke dalam ponsel hp-ku agar Aku bisa mengetahui Di mana keberadaan dia sekarang.
Sebelum Arum melakukan apa yang ingin dia lakukan, Arum melihat ke sekeliling untuk sesaat Arum khawatir jika tiba-tiba Bara muncul dan ada di sampingnya untuk itu Arum melihat dan memastikan terlebih dulu suasana keadaan di dalam kamar itu dan ketika semua dirasa Aman tidak ada sesuatu hal yang bisa membahayakan dirinya dengan cepat Arum langsung membuka ponsel hp Bara yang kebetulan ponsel hp Bara tidak menggunakan kata kunci atau sandi sehingga dengan mudah Arum bisa melihat nama-nama yang ada di dalam ponsel hp suaminya.
Bibir Arum mengulum senyum ketika sudah mendapatkan nomor ponsel dari Vanessa dengan cepat Arum langsung memasukkan ke dalam ponsel hp-nya Nomor Ponsel HP milik Vanessa.
"Berhasil, ini akan menjadi semakin seru, Aku harus cepat-cepat pergi dari kamar ini sebelum Mas Bara keluar dari dalam kamar mandi, karena jika dia mengetahui Aku berada di dalam kamarnya, dia bisa marah dan memaki-maki diriku.
Sungguh sangat menyebalkan dan ingin rasanya aku memaki dirinya akan tetapi karena Aku juga membutuhkan dirinya Untuk itu aku harus bisa bersabar dan mengalah meskipun Sesungguhnya aku tidak mau jika dijadikan istri kedua apalagi tidak diberikan perhatian seperti istri pertama nya, Huuuuufffp sangat membosankan akan tetapi mau bagaimana lagi Aku harus bisa bersabar. "
Arum segera meletakkan kembali ponsel hp milik Bara kemudian dengan berjinjit sebelum keluar dari kamar Bara Arum melihat sekeliling dirasa hal itu aman dengan cepat Arum melangkahkan kakinya Ke Pintu dan menutup pintu dengan sangat perlahan, bahkan tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
"Apanya yang Aman Arum?" tanya sangat Mama Mertua dengan tiba-tiba.
Dengan gerakan spontan mendengar perkataan dari Mama mertuanya Arum langsung membalikkan badan dan menoleh ke sumber Suara.
"Mama..! Mama disini? "tanya Arum dengan wajah terkejut, sungguh Arum sangat tidak menyangka jika mama mertuanya tiba-tiba sudah berada di depan pintu kamarnya.
Dengan senyum mengembang di bibir Mama Sukma menganggukkan Kepala.
" Wanita Tua ini kenapa selalu muncul dengan sangat tiba-tiba dan sangat misterius Bahkan aku tidak tahu jika dia ada di belakangku, huuuuuffff benar-benar menyebalkan. "
__ADS_1
"Arum, apa yang membuat kamu bisa lega, kamu belum menjawab pertanyaan ku, "
"Oh itu, perut ku tidak sakit lagi Ma, Oh ya Arum sampai lupa Arum mau ke dapur sebentar Ma, mau buat susu sebentar biar Arum tambah sehat."
Tanpa menunggu jawaban Arum segera pergi meninggalkan kamar sementara Mama Sukma menunggu Arum di dalam kamar sambil sesekali melihat keluar jendela di mana dengan melihat-lihat suasana di luar ruangan agar Mama sukma tidak merasa bosan selama menunggu Arum datang dari dapur, kedua bola mata Mama Sukma menatap heran pada sebuah tali memanjang di dekat ranjang milik Arum perlahan-lahan Mama Sukma berjalan mendekati dan terlihatlah tali panjang yang memiliki bentuk seperti sebuah bantal berbentuk persegi empat dengan titik bagian tengah cembung yang bagian luar sangat tebal.
"Apa ini mengapa ada talinya juga, talinya ada empat kalau untuk sebuah alasan duduk kenapa bentuknya cembung? ucap Mama Sukma dalam hati.
Ketika Mama Sukma sibuk bertanya-tanya tentang benda yang memiliki empat tali tiba-tiba terdengar suara pintu hendak dibuka dari luar dengan sedikit terburu-buru mau masuk mah bangkit berdiri kemudian berpura-pura duduk di dekat jendela.
"Kreeekk...!
dengan senyum di bibir Mama Sukma mendekati Aru sambil mengulum senyum.
" Apakah kamu sudah membuat susu dan sudah meminumnya tanya Mama Sukma pada Arum yang langsung Arum berikan angkutan kepala sebagai tanda jawaban jika apa yang ditanyakan oleh Mamanya sudah dia lakukan, tampak Mama Sukma tersenyum sambil memangguk-nganggukkan kepala,
"Bagus, kamu memang harus selalu menjaga kesehatan, baiklah karena Mama hanya Ingin mengetahui keadaan kamu sekarang Mama mau kembali ke kamar Mama, Aku pergi dulu kamu beristirahat lah, gunakan Siang ini untuk banyak beristirahat. "
"Baik, Ma, "
Mama Sukma pergi meninggalkan Kamar Arum dan Arum langsung pergi menutup pintu.
"Akhirnya Wanita tua itu pergi, Aku mau pergi ketempat Wanita sialan itu berada dengan menggunakan Google msps maka Aku akan bisa menemukannya, iiih, sungguh merepotkan hampir saja Aku lupa menggunakan perut bohongan ini, entah sampai kapan menggunakan benda sialan ini Aku benar benar merasa bosan. " grutu Arum sambil memakai perut bohongan yang ada di atas Ranjang.
Tanpa Arum sadari apa yang dia lakukan di lihat oleh Mama Sukma yang kala itu sengaja tidak pergi dan mengintip Arum dari kaca jendela yang sengaja Mama Sukma kelambu nya dia buka agar bisa melihat keadaan di dalam kamar.
Msma Sukma mendelik tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
__ADS_1
"Astaga Arum, jadi bantal berbentuk segi empat dengan tali di semua itu adalah perut bohongan dan apakah selama ini Arum yang bilang tentang kehamilannya adalah bohongan Benarkah Arum sedang berbohong jika Sebenarnya dia tidak hamil jika memang benar seperti itu maka barang harus tahu tentang hal ini agar dengan cepat wanita itu keluar dari kehidupan para karena aku tidak mau memiliki seorang menantu yang suka berbohong." gumam Mana sukma yang langsung beringsut pergi dan sialnya ketika Mama Sukma sedang membalikkan badan hendak pergi, tiba-tiba salah satu port yang ada di dekat kamar Arum tersenggol sehingga jatuh dan suaranya membuat arum yang kala itu sedang memakai perut palsunya terkejut dan dengan sigap Arum menuju ke dekat jendela dan membuka kelambu tampaklah olehnya Mamanya sedang pergi dengan terburu-buru.
"Mama apakah dia tau tentang perut palsu ini, baiklah jika memang benar Mama Sukma mengetahui tentang perut palsu ini maka tidak ada pilihan lain selain aku juga harus menyingkirkannya dengan segera, "gumam Arum dalam hati sambil tersenyum miring.