
Masuk ke dalam kamar mandi dengan Wajah kesal dan geram, Vanessa mengguyurkan Air sower pada tubuhnya sambil memejamkan mata.
"Pok...!
" Pok..!
"Pok...! sebuah suara tepuk tangan dengan bibir tersenyum miring.
" Bodoh , mau di sentuh oleh nya, dasar Wanita bodoh sejak dulu kapan kamu bisa pintar Nes, "
"Diam, kau..!
" Hei, mengapa mesti marah bukankah Aku bicara yang sebenarnya, kamu itu bodoh sudah di selingkuhin masih bertahan, Anak di bawa pergi entah kemana masih diam bahkan mau bersenang-senang hahahaha, dasar bodoh, "
"Diam kau...!
" Kamu bodoh, "
"Diaaamm..!
" Pyaar...! "
Vanessa yang kesal melemparkan ssemua peralatan yang ada di dalam kamar mandi, hingga membuat kaca yang ada didalam nya hancur.
Bara yang kala itu berada di luar sangat terkejut dan buru-buru meloncat turun dari Ranjang menuju kamar mandi dan segera membuka pintu tapi sayangnya pintu kamar mandi dikunci dari dalam.
"Tok..!
" Tok..!
"Tok..!
"Nesa, Sayang ada apa kamu baik-baik saja kan, buka pintunya itu tadi suara apa? "
Di dalam kamar mandi Vanessa yang kesal masih terus melemparkan benda-benda yang ada.
"Semua gara-gara kamu, kamu itu brengsek kamu yang harus bertanggung jawab atas semuanya. '
" Hahaha, Bodoh, kalau punya keberanian lawan dia jangan hanya menangis tapi kamu mana bisa begitu kamu itu lemah.. kamu wanita lemah. "
"Diaaaaamm...!" teriak Vanessa dengan suara keras.
" Tok.. Tok... Tok... Nes, buka pintunya ada apa? Nesa.
Ketukan pintu yang cukup keras membuat Vanessa menoleh ke arah pintu, kemudian Wajahnya kembali menoleh kesamping.
"Mana, dimana laki-laki brengsek itu, dia hanya bisa menertawakan Aku tanpa mau peduli Anaknya dasar brengsek dimana dia..! "
__ADS_1
Vanessa menatap ke sekeliling tidak ada siapapun, kemudian Vanessa menyandarkan tubuhnya di dinding sambil mengusap kasar Wajahnya kemudian menggigit satu jarinya.
"Astaga Aku hanya berhalusinasi, tapi kenapa semua seperti nyata, Mas Rendra mengejekku, Dia mana tau keadaan Anaknya Dia sudah bersenang-senang dengan anak dan istrinya mana peduli dengan Anaknya saat ini."
"Brengsek...!
" Duuuuzzz..! Vanessa yang kesal memukulkan tangannya ke dinding yang akibatnya membuat dirinya meringis sendiri.
"Auuuuwhh, sakit,"
"Nes...! kamu tidak apa-apa kan buka pintunya ada apa? "
"Mas, Bara itu brisik banget sih, Auuuwh sakit..!
Vanessa meniup niup tangannya yang lecet karena memukul dinding. Kemudian
Vanessa menoleh sekilas setelah itu kembali menyelesaikan Ritual mandinya dengan cepat setelah dirasa semua sudah selesai Vanessa membuka pintu. "
"Sayang kamu tidak apa-apa kan? ucap Bara khawatir dan berusaha menyentuh tangan Vanessa.
" Aku tidak apa-apa? " Jawab Vanessa dingin sambil menepis tangan Bara.
"Diiih, kenapa lagi ini bukannya tadi sudah jinak dan sudah mau menurut tapi kenapa sekarang mulai dingin lagi, "gumam Bara bingung sambil
Bara mengusap kasar Wajahnya.
Vanessa tersenyum kemudian berjalan mendekati Bara.
"Apa kamu pikir Aku bodoh siapa yang menjamin Anakku baik-baik saja orang seperti mu apa masih bisa di percaya, kalau kamu mau tidur bersama ku Ayo tapi aku tidak mau melakukan di kamar ini, "
"Lalu mau di mana sayang Aku setuju saja, "
"Baiklah ayo ikut Aku, "
Vanessa segera turun dari kamar kemudian berjalan menuju ke Ruang tamu dan mendekati kamar utama milik Arum.
"Sayang ngapain kamu membawa Aku kesini, "
"Minta sama Istrimu itu jangan sama Aku karena Aku juga tidak bisa percaya apakah kamu tidak berbuat Buruk pada Putriku, dan malam ini kamu tidur disana jangan mengagguku. "
Bara mendelik.
"Nes, kamu jangan macam macam Aku bisa berbuat nekad pada Anakmu, "
"Terserah Aku tidak peduli, "
"Issh, kesambet apaan Nesa bisa keras kepala lagi, "
__ADS_1
Bara segera berlari mengikuti Vanessa yang kembali naik dan masuk ke dalam kamar.
Vanessa segera menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang dimana Bara mengikutinya dari belakang.
"Mau apa ngikutin Aku, bukankah kamu butuh Vitamin pergi ke Istri keduamu karena Aku tidak akan mau, "
"Kamu berani membantahku,apa kamu tidak takut jika Aku, ___
" Aku tidak peduli dan Aku peringatkan jangan macam-macam dengan Mikha karena jika terjadi apa-apa dengan nya Rendra tidak akan melepaskan mu, "sinis Vanessa yang kembali membalikkan badan berniat untuk melangkah pergi.
"Rendra itu bodoh dia tidak akan tau, apa-apa? '
Vanessa tersenyum miring, kita lihat saja Darah lebih kental dari pada Air dan Ikatan batin lebih tajam dari apapun, "
Vanessa segera berlari cepat Naik ke kamar atas setelah mengucapkan hal itu. Sementara Bara tertegun dengan apa yang dikatakan Vanessa.
"Ikatan Batin, tidak mungkin hanya yang benar-benar tulus bisa memiliki hal itu Rendra dan Vanessa tidak mungkin memiliki hal itu, tapi mereka sering bertemu, tidak itu hanya kebetulan saja kenapa Aku harus mau di bodohi dengan hal hal yang konyool begini dimana belum tentu ada kebenarannya.'
Menyadari itu semua Bara segera berlari Naik ke kamar atas akan tetapi Bara terlambat karena Vanessa sudah menguncinya dari dalam.
"Aaah, sial, bukankah tadi hampir saja mendapatkan kehangatan darinya kenapa sekarang jadi begini, Nesa ini bikin bingung saja Aku yakin tadi sudah benar-benar jinaak jinaak merpati tapi mengapa tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat apa yang membuat nya tiba-tiba berubah dan berani Aaaaaraaagh pusing dah malam ini tidur di kamar Mikha saja dari pada kedinginan di luar. "
Bara kembali turun dari tangga menuju ke dalam kamar Mikha.
________
"Sial.. sial.. benar-benar sial kenapa di kantor pakai acara makan bersama pula jadi malam kan Aku datangnya ke Alamat Rumah Bara dan kalau Eva tau bisa marah dia, kalau malam begini bagaimana Aku bisa bertanya mereka pasti pada beristirahat dan kedatangan Aku pasti mengaggu, duuuuh bikin pusing saja, tuh kan sampai sini pukul 8.40, Astaga tidak sopan sekali kalau Aku nekad masuk, lebih baik Aku pulang dan Aku harus berbohong pada Eva jika Bara tidak ada di Rumah besok Aku datang lagi.
Baim yang memutuskan untuk kembali pulang karena sampai di Rumah Bara sudah malam samar-samar mendengar sebuah teriakan kecil yang membuat nya menoleh ke sumber suara.
"Tolong, lepaskan.kalian siapa dan mengapa membawa kami, Non Mikha turunkan Non Mikha, Tolooong...!
" Diam..Buuugh."
"Kau memukulnya? "
"Mau bagaimana lagi Wanita ini sangat berisik dan merepotkan dia bisa membuat orang orang yang ada di kawasan sini curiga. "
"Kalau begitu cepat gendong dan bawa masuk ke dalam Mobil kita harus cepat sampai ke tempat yang sudah Bos siapkan. "
"Siap,"
Kedua orang laki-laki membawa tubuh Mba Sri yang sedang pingsan dan Mikha masuk kedalam Mobil.
Tidak jauh dari tempat itu seorang laki-laki berseragam kepolisian menatap Nanar kedua orang yang membawa masuk satu orang Wanita dewasaa dan satu Anak kecil.
"Ini sangat mencurigakan Aku akan ikuti mereka, " Gumam Baim dalam hati yang setelah beberapa saat menunggu mobil yang membawa kedua orang Wanita dewasaa dan Anak kecil itu pergi baru Baim melajukan mobilnya mengikuti.
__ADS_1
"