
Faisal yang sudah tersulut emosi bergegas keluar rumah akan tetapi sampai di luar Faisal kembali lagi masuk ke dalam rumah.
"Aruum..!!!
"Iya, Bang..! "
"Mana...? "
Arum yang tidak paham dengan apa yang ditanyakan Abangnya menjadi ikut kebingungan.
"Mana..?
" Iya, Mana?
"Mana apanya Bang...?
" Astaga goblook sekali kamu, tentu saja uangnya, apa kamu pikir Aku harus jalan kaki? "
"Sudahlah Abang, Nanti biar Arum yang bicara sendiri dengan Bos Arum , "
"Apa? Berani kamu melawanku..?
Faisal berteriak sambil kembali menarik Rambut Arum.
" Aduuh, Abang. sakit jangan di tarik rambut Arum. "
"Kalau begitu cepat ambil uangmu, " geram Faisal sambil mendorong Arum hingga jatuh tersungkur.
Dengan sedikit kesulitan Arum bangkit dari terjatuhnya menuju kamar dan tidak lama kemudian Aru mengulurkan uang kepada Faisal.
"Ini, Bang. '
" Bagus..! Kamu tenang saja Aku yang akan bereskan Bos mu itu. "
"Abang tidak perlu biar Arum sendiri yang akan bicara dengan Bos Arum.
__ADS_1
"Sudah kamu tenang saja dan tunggu hasilnya, " seru Faisal sambil keluar pintu.
Faisal pergi dengan menggunakan taksi online menuju ke sebuah perusahaan terkenal dan ternama, Faisal sudah sering tau jika Arum Adiknya bekerja di perusahaan Xx di London dan Faisal juga mengetahui Alamat dari perusahaan nya, karena tidak ada satupun yang tidak Faisal ketahui tentang Arum bahkan Gadis itu memiliki kekasih ataupun tidak Faisal pun juga mengetahui karena Faisal meminta kepada Arum untuk selalu bercerita tentang pribadinya, karena jika tidak maka Faisal akan berbuat kasar dan menyakitinya bahkan pernah Faisal mengancam akan membunuhnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang Tak lama kemudian mobil pun sudah berhenti di sebuah perusahaan dengan gedung yang sangat tinggi dan luas rupanya Faisal sudah sampai di perusahaan tempat Arum bekerja, kala itu hari sudah siang sehingga para karyawan sudah berada di dalam gedung.
Faisal segera memasuki gedung akan tetapi di depan pintu Faisal dihadang oleh dua orang satpam yang berjaga dan bertugas di tempat itu.
" Maaf Pak Anda siapa dan apa tujuan Anda mau datang ke sini Apakah Bapak sudah membuat janji dengan bos kami. "tanya salah satu satpam sambil melihat wajah dari faisal mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki Faisal yang menyadari dirinya sedang diperhatikan bahkan terlihat seperti dicibir dan diledek dengan tersenyum miring Faisal mendekati Pak satpam.
" Apa lihat-lihat?
Dengan sedikit gugup Satpam itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada pak, maaf, jika Bapak tidak membuat janji dengan bos maka Bapak tidak diizinkan untuk masuk ke dalam untuk itu bapak silakan membuat perjanjian ingin bertemu dengan bos dan kami akan sampaikan kepada bos.
" Minggir kalian, jangan halangi jalanku karena jika kalian berani menghalangi jalanku maka aku akan buat kalian seperti perkedel , "bentak Faisal dengan garang.
" Maaf, pak. ini peraturan dan Bapak tidak diizinkan untuk masuk, sepertinya Bapak bukanlah tamu undangan atau pun sudah membuat perjanjian dengan bos kami untuk itu kami tidak mengijinkan bapak untuk masuk.
"Kalian belum tahu aku rupanya bagus sekali lagi Aku perintahkan pada kalian minggir dengan baik-baik atau aku yang akan membuat kamu minggir dengan terpaksa.
Dengan tersenyum miring Faisal melangkahkan kakinya satu langkah lebih dekat dengan salah satu penjaga yang ada di depannya, tangan Faisal sebelah kanan langsung menggulung baju lengan kanan dan kirinya kemudian Faisal membunyikan jentik jarinya sehingga menimbulkan suatu bunyi setelah itu tangannya menujuk ke depan.
"Cepat, minggir..!
" Maaf, Pak, tidak bisa, "
"Baik, trima ini...!
" Duuuuuzzz... Duuuuzzzz..!
Faisal langsung melayangkan sebuah pukulan dan tendangan kepada salah satu satpam yang ada di depannya dan salah satu satpam yang ada di sampingnya segera melerai dan berusaha menangkap Faisal agar tidak berbuat yang tidak menyenangkan.
rupanya Faisal seorang yang memiliki tenaga dalam cukup tinggi serta menguasai ilmu bela diri, sehingga salah satu satpam yang hendak melerai cuma diberikan tendangan kaki satpam itu sudah terpental jatuh dan satpam satunya yang dia pukul dengan menggunakan tanganpun menggalami luka memar di wajahnya.
__ADS_1
Faisal benar benar memukul tanpa Ampun, dengan kekuatan nya Faisal membuat kedua satpam itu babak belur karena nya.
Merasa lawannya sudah tumbang Faisal tersenyum miring kemudian melangkah kan kaki masuk ke dalam gedung dengan santai karena sudah tidak ada lagi satpam yang menghalangi.
Beberapa karyawan yang ada di dalam tersetak kaget ketika melihat Faisal masuk tanpa ada satpam atau pengawal yang menemaninya.
beberapa karyawan laki-laki segera Menghadang langkah Faisal.
"Berhenti.. kau mau kemana dan siapa kau? "
dengan tersenyum miring Faisal berkacak pinggang menatap tajam pada beberapa laki-laki yang Menghadang langkah kakinya.
"Tunjukkan padaku, dimana Bos kalian? "
"Hei, tampangmu seperti ini mau bertemu Bos siapa kamu, pengemis gelandangan yang nyasar ke perusahaan kami, "
"Apa, kamu bilang? pengemis siapa yang pengemis Aku bukan pengemis cepat tunjukkan ruangan Bos kalian jika tidak aku akan hancurkan tempat ini, "
"Hahaha, lihat kawan pria kumal dan dekil ini mau bertemu dengan Bos bahkan pakai acara mengancam segala, bagaimana apa kita bereskan saja orang ini dari pada membuat keonaran di tempat ini, "
"Tentu saja Ayo kita seret pria ini, "
bergegas ketika karyawan pria segera mendekati Faisal dan mereka berdua sudah bersiap untuk menangkap dan memukul Faisal akan tetapi sebelum mereka sampai di dekat Faisal Faisal sudah berteriak dengan sangat lantang.
"Stop, jangan mendekat kalau kalian tidak mau menyesal, Aku hanya ingin bertemu dengan Boss kalian cepat katakan baik-baik, Aku lagi malas mengotori tanganku, "ucap Faisal dengan santai.
" Lihat tampang pengemis belagu sok jagoan, Ayo kita beri dia pelajaran sepertinya orang ini sengaja datang untuk membuat kekacauan. "
"Kau benar ayo..! "
Tanpa memperdulikan teriakan dari faisal dan gertakan dari faisal ketiga pria karyawan itu segera mendekati Faisal dan bersiap untuk memukul dan menangkap Faisal yang sudah membuat keributan di perusahaan itu.
Dengan gerakan cepat ketiga karyawan laki-laki itu segera memberikan tendangan dan pukulan kepada Faisal akan tetapi dengan tersenyum miring Faisal menunggu serangan dari ketiga orang yang ada di depannya dan ketika mereka sudah dekat dengan gerakan cepat Faisal yang sudah berpengalaman dalam ilmu bela diri bisa dengan mudah memberikan serangan pada ketiga pria yang menyerangnya, satu tendangan kaki untuk karyawan yang tengah dan pukulan tangan kanan dan kiri masing-masing untuk karyawan yang berada di sebelah kanan dan kiri.
Pukulan yang sangat cepat bahkan lebih cepat dari gerakan ketiga karyawan yang ada di dalam perusahaan itu, sehingga membuat mereka bertiga jatuh tersungkur di lantai secara bersamaan.
__ADS_1
Faisal yang sudah mulai tersulut emosi, kembali memberikan pukulan kepada ketiga karyawan yang sudah tersungkur di lantai.
Melihat hal itu semua karyawan yang melihat merasa panik dan diantara mereka segera menelpon petugas kepolisian setempat dan ada juga yang sengaja telpon menghubungi Boos mereka.