
Terlihat wanita yang ada di depan Arum tersenyum sebelum dia menjawab pertanyaan dari wanita yang ada di depannya yang tak lain adalah Arum, di mana Arum merasa sangat heran dan juga bingung karena tidak ada yang mengetahui tentang alamat Di mana dia berada selain dirinya dan Bara, sudah jelas dan pasti Arum akan memberikan Alamat Rumah nya kepada Bara sang suami setelah dirinya memilih dan memutuskan untuk tinggal dimana, akan tetapi Mengapa tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menemui dirinya, ada sedikit rasa was-was dan juga khawatir akan tetapi Arum berusaha menyembunyikan perasaan itu dengan tersenyum.
"Maaf, Anda mencari siapa?
Arum kembali bertanya karena Wanita cantik yang ada di depannya terlihat lelet tidak segera menjawab pertanyaannya. untuk itu Arum menggulangi pertanyaannya.
" Boleh Aku masuk, "
"Ya, silahkan, duduklah dan tolong katakan siapa Anda dan darimana anda tau tentang Rumah saya."
Tampak wanita yang ada di depan Arum duduk dengan tenang kemudian lagi-lagi wanita itu menyunggingkan sebuah senyuman dan Hal itu membuat Arum semakin bingung dan merasa aneh karena wanita yang ada di depannya seolah-olah sangat mengenal dirinya sedangkan Arum sendiri tidak pernah bertemu ataupun melihat wanita yang ada di depannya.
"Maaf jika saya boleh tahu sebenarnya Ibu ini siapa dan sebenarnya Ibu ini mencari siapa? karena sepertinya kita tidak saling mengenal dan kita belum pernah bertemu Apakah ibu salah alamat, "
"Tidak Aku tidak salah Alamat bukankah kamu ini Istri Bara Wijaya. "
"Deg...!
Hampir saja Arum terlonjak jatuh apabila dia tidak segera berpegangan pada kursi yang didudukinya dikarenakan Arum sungguh sangat terkejut dan tidak menyangka jika wanita yang ada di depannya mengetahui tentang dirinya, yang mana sesungguhnya tidak ada satu orang pun yang tahu tentang hubungan dirinya dan Bara selain Bara sendiri, Hal itu membuat Arum was-was dan khawatir.tiba-tiba Arum merasa gelisah dan duduk seolah-olah tidak tenang berhadapan dengan wanita yang ada di depannya sungguh dirinya benar-benar tidak mengerti tentang maksud dari wanita yang ada di depannya ingin bertanya akan tetapi ada perasaan takut yang secara langsung mencegah dirinya untuk bertanya.
berapa kali Arum menekuk ludahnya dengan kasar.
"Da-darimana Ibu tau jika saya Istri dari Mas Bara Wijaya. "
Wajah Arum benar-benar terasa panas seolah olah ada yang sedang menampar dirinya.
"Itu tidak penting untuk kamu tau cukup kamu tau Aku ini Mamanya Bara, "
"Bruugh..!
__ADS_1
Bagaikan ada gempa kursi yang dipegang Arum tiba-tiba jatuh.
Arum yang terkejut dengan ucapan Mama Bara dan langsung bangkit dari duduknya menatap nanar pada kursi yang dipegangnya terjatuh, dengan tubuh bergetar.
Sudah sangat banyak pertanyaan yang hadir di dalam hati dan perasaan dan pikirannya yang mana Arum berfikir pastilah Mama Bara akan mengusir dirinya dan meminta dirinya untuk meninggalkan putranya, dikarenakan Mama Bara sudah pasti tidak ingin memiliki menantu kedua karena Mama Bara pastilah sangat mencintai dan menyayangi menantu pertamanya,
Melihat Wajah Arum yang sangat tegang dan ketakutan lagi-lagi Mama Bara tersenyum membuat Arum benar-benar semakin merasa sangat ketakutan di mana wanita di depannya terlihat sangat santun akan tetapi seperti yang ada di dalam drama-drama sinetron yang pernah dia lihat, kebaikan mertua hanya terlihat di depan akan tetapi di belakangnya seringkali Mama mertua itu adalah seorang nenek sihir yang sangat jahat bahkan bisa disamakan dengan Mak Lampir sangat jahat tentunya dan juga sangat menyebabkan.
"Kamu itu kenapa? "
"Apa benar Anda ini Mama Mas Bara? "
"Iya, benar Namaku Sukma, namanu siapa? '
" Sa-saya Arum, kalau Boleh saya tahu sebenarnya Mama datang ke sini mau apa apakah mama disuruh oleh Mas Bara. "
"Tidak, Bara tidak tau kedatangan ku,"
"Tidak perlu panik Aku tidak berniat jahat dan buruk padamu Aky datang hanya ingin memberikan penawaran padamu itupun kalau kamu mau, "
"Penawaran, penawaran apa Ma? "
Mama Bara bangkit dari duduknya kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan Mama Bara berjalan menuju ke jendela kedua bola matanya menatap lurus keluar kemudian membalikan badan menatap pada Arum yang terlibat sangat ketakutan dan wajahnya menampakan kecemasan terlihat jelas jika dirinya menunggu jawaban dari sang Mama dengan cemas.
"Apa kamu tidak ingin tinggal satu Rumah dan setiap hari bisa bersama dengan Suamimu? "
"Maksudnya Mama bagaimana? "
"Apa kamu lebih suka tinggal di Rumah sendiri menunggu kedatangan suamimu, Bukankah akan lebih enak dan lebih nyaman jika kamu bisa berada dalam satu atap dengan suamimu daripada kamu di tempat ini selalu menunggu dan menunggu yang belum tentu kamu akan didatangi dan ditemui oleh Bara Suamimu bahkan mungkin kamu harus melakukan beberapa cara dulu agar dia bisa datang menemuimu, "
__ADS_1
"Glegekk.!
Arum meneguk kasar ludahnya sungguh apa yang dikatakan Mama Bara sangat benar dan tepat dia harus berusaha mencari alasan dan cara agar Bara mau datang menemui dirinya.
" Bagaimana apa kamu mau memilih tinggal disini sendiri atau kamu mau tinggal bersama Suamimu. "
" Tidak ada satu istri pun yang ingin berpisah jauh dari suaminya tapi bagaimana mungkin Aku bisa Satu Atap dengan mas Bara sedangkan dia sudah memiliki istri dan Aku ini hanyalah istri simpanannya yang tidak pernah diakui dan juga tidak pernah dia pikirkan, bahkan keberadaanku pun mungkin tidak pernah ada di dalam pemikirannya. "
"Aku memiliki solusi dan cara tapi cara ini apa kamu mau, karena ini tidak mudah bagimu dan keuntungannya kamu bisa setiap hari melihatnya bahkan bisa mencuri waktu bersamanya bagaimana? "
"Apapun caranya Aku mau Ma asal Aku bisa melihat dan bersma dengan Mas Bara apalagi bisa tinggal satu atap dengannya ini impianku, katakan caranya bagaimana Ma? "seru Arum dengan Antusias dan wajah berbinar senang.
Arum yang tadinya takut dan was-was menjadi berbinar senang dan bahagia karena ternyata Wanita yang mengatakan jika dirinya adalah Mama Bara Suaminya justru memberikan jalan agar dia bisa dekat dan bersama dengan Bara itu artinya secara tidak langsung Mama Bara menyetujui dirinya sebagai menantunya.
"Yakin apapun, "
"Yakin Ma, apapun, Aku pasti akan melakukan, "
"Baiklah kamu datang ke Alamat ini besok, ini adalah Alamat Rumah kami dan kamu datang untuk menjadi pembantu di Rumah kami bagaimana dengan cara itu Bara tidak bisa berkutik dia mau tidak mau akan makan masakan kamu dan mau tidak mau segala kebutuhan dia kamu yang melakukan kalian akan bisa lebih dekat Mama akan pura-pura tidak tau dan pastinya Bara juga akan pura-pura tidak menggenalmu kan, karena disana ada Istrinya, tapi Aku percaya kamu wanita yang cerdas jadi semua pasti bisa kamu lakukan, bagaimana apa kamu mau, "
"Mau Ma, sangat Mau trimakasih Mama sudah memberikan jalan agar Aku bisa dekat dengan Suamiku juga, "
"Baiklah Aku pulang dulu ingat kita berpura-pura tidak saling mengenal selain hubungan ikatan karena kamu adalah Pembantu yang melamar bekerja di tempat ku, "
"Iya, Ma Arum mengerti dan Arum paham, "
"Baiklah kunci kembali pintunya Aku pulang dulu Aku tunggu kedatangan kamu besok kita akan berikan kejutan buat Suamimu dan istrinya. "
"Iya, Ma, "
__ADS_1
Arum segera Mengunci pintu ketika Mama Bara sudah keluar dari rumahnya dan setelah pintu terkunci Arum berputar-putar dan menari-nari dengan hati yang sangat senang dan bergembira
"Yess... Aku akan tinggal dengan Mas Bara yesss.... yesss.... yesss..!