
Seruan dan juga teriakan Arum yang meminta Faisal untuk mempercepat laju mobilnya membuat Faisal menambah kecepatan dari laju mobilnya.
Pada Awalnya Faisal akan membawa Arum ke puskesmas terdekat akan tetapi setelah melihat Arum mengalami pendarahan setelah makan buah Nanas miliknya Faisal mulai merasa khawatir dan langsung berubah pikiran, Faisal langsung membawa Arum ke Rumah sakit agar segera ditangani.
Faisal yang sudah menerka dan mengira-ngira jika Arum menggalami sesuatu hal yang serius maka Faisal ingin Arum segera mendapatkan pertolongan dengan cepat.
Mobil yang melaju dengan sangat kencang kini mulai berada di halaman Gedung Rumah sakit yang cukup besar dimana ditempat itu Arum akan bisa mendapatkan perawatan dengan baik dan Faisal berharap apa yang menjadi pikirannya itu salah.
Datang dengan sangat tergesa-gesa bahkan sambil berteriak membuat para staf dari Rumah sakit segera datang menghampiri dan dalam waktu yang tidak lama Arum sudah di bawah ke dalam Ruangan dan kini langsung mendapatkan perawatan.
Faisal berkomat kamit dalam hati, berharap agar Arum tidak menggalami sesuatu hal yang buruk.
"Smoga bayi dari benih orang kaya itu selamat karena jika tidak bagaimana Arum bisa menguasai harta dan juga kepercayaan dari Suaminya bisa-bisa Suaminya akan membuang Arum jika tau Arum kenapa-napa, ini Dokter lama sekali memeriksanya. "
Faisal mondar-mandir dengan pikiran tidak tenang, bayangan buruk mulai menari-nari di peluupuk matanya.
Setelah menunggu dengan hati resah Akhirnya seorang Dokter memanggil Faisal.
"Bagaimana Dok, apa yang terjadi mengapa Adik saya bilang sakit."
"Maaf dengan sangat berat hati saya harus mengatakan jika Bayi yang ada di dalam kandungan adik Tuan tidak bisa kami selamatkan."
"Maksudnya Dokter apa? "
Faisal bertanya dengan Wajah yang sangat panik dan tegang bayangan yang awalnya Faisal coba untuk tepiskan sepertinya kini sedang terjadi.
"Adik Tuan menggalami keguguran, "
"Apa keguguran, "
Faisal mengusap kasar Wajahnya.
"Dok Apa tidak bisa di selamatkan lagi, tolong selamatkan berapapun biayanya saya akan bayar. "
"Sekali lagi maaf, tidak bisa Tuan."
Dengan senyum terpaksa, Faisal menganggukkan kepala.
"Baiklah Dok, lalu bagaimana keadaan Adik saya apakah sudah boleh pulang? "
"Sudah, kebetulan keadaan dari Adik Tuan dirinya sangat kuat jadi tidak berpengaruh apa-apa, Adik Tuan hanya butuh minum obat dengan teratur."
"Baik, Dok. trimakasih, kalau begitu saya akan bawa adik saya pulang. "
Faisal berjalan mendekati Ruangan tempat Arum di rawat.
"Abang..!
Seru Arum ketika melihat Kakaknya masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Arum, ayo kita pulang, "
"Tunggu, apa kata Dokter Abang, "
"Kamu keguguran, "
"Apa? "lalu bagaimana Nasib Arum Abang Mas Bara pasti mengusir kita dan Aku, ___
Arum yang syok dan merasa sedih langsung menangis.
" Diam jangan cengeng, ini semua salah kamu yang ceroboh makanya kalau punya anak itu di jaga bukan bertindak sembarangan. "
"Abang Arum mana tau akan begini, sekarang aa yang harus Arum lakukan Arum takut Abang, "
"Bodoh, apa kamu mau bicara jika kamu keguguran bukankah itu bodoh, "
"Lalu apa yang harus Arum lakukan? "
"Tetap berpura-pura hamil sambil mencari jalan agar Bara mau menyentuhmu lagi agar kamu bisa hamil secepatnya, "
"Abang benar mereka tidak ada yang tau jika Aku keguguran baiklah Abang Arum akan terus berpura-pura hamil. "
"Bagus, ayo sekarang kita pulang, "
Arum menganggukkan kepala menerima ajakan dari Abangnya dan Arum tidak lagi merasa sedih dan khawatir karena keguguran yang dia Alami tidak ada yang mengetahui untuk itu dirinya yakin masih bisa terus berasa di Rumah itu dan tetap menjadi Istri Bara.
_______
Dimana laki-laki itu Eva yakinin bisa mengetahui tempat atau keberadaan dari kakaknya Vanessa, yang sudah lama Eva cari.
"Ayo cepat lambat sekali jalanmu, masak seorang polisi jalannya kayak kataak begitu. "
"Hmmm, kamu itu tidak ada etika baiknya sama suami sudah diantar, sudah mendapatkan informasi, Aku masih saja di bentak bentak begini. "
"Mas, Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan laki-laki itu, Mas tadi sapa tadi namanya Bara ya, Bara Wijaya ya Namanya, "
"Iya Bara Wijaya, "
"Nah itu Aku mau bertemu dengannya dan bertanya apakah dia tau keberadaan mbak Nesa. "
"Tapi sebaiknya kamu di Rumah saja, biar Aku yang bertanya tidak bagus seorang Wanita pergi nemuin laki-laki. "
"Diiih, kan cuma tanya saja apa salahnya, sudah Ayo, "
Eva yang sudah tidak sabar segera menarik tangan Baim suaminya untuk segera keluar dari dalam Rumah sakit dan pergi ke alamat tempat dimana seorang laki-laki bernama Bara Wijaya yang Eva yakini dia teman dari kakaknya dan mengetahui keberadaan dari Kakaknya.
"Tunggu Va..!
" Apa lagi, bilang saja malas mengantarkan Istri, "
__ADS_1
"Ssssstt, lihat bukankah itu Wanita yang bersama dengan Bara kemarin di Rumah sakit ini, "
"Mana? "
"Tuh..sedang berjalan ke tempat parkir!Sepertinya mereka baru dari Rumah sakit ini juga, "
"Ah Iya, kok sama laki-laki berbeda ya, apa laki-laki itu selingkuhannya malang benar temannya Mba Nesa ini, "
"Sepertinya bukan lihat cara berjalannya mereka tidak semesra dengan Bara, Aku penasaran kok sering ke sini apa Wanita itu memiliki penyakit yang sangat serius. "
"Kamu benar Mas jangan jangan Wanita itu sangat tidak ingin Suaminya tau penyakitnya makannya dia pergi dengan laki-laki lain, "
"Tunggu disini Aku penasaran mau tanya pada Dokter itu, "
"Aku juga ikut, kasian kan kalau Suaminya tidak tau jika Istrinya memiliki penyakit serius, seorang Wanita itu kadang begitu menyembunyikan kesedihan dan deritanya kasian, "
"Ya sudah ayo, "
Bergegas Baim dan Eva menemui salah satu Dokter yang kebetulan sedang berjalan di depan mereka.
"Permisi Dok, boleh saya Bertanya?
" Ya, silakan..!
"Dok, itu Wanita dan laki-laki yang baru saja keluar dari sini itu apakah sedang sakit karena kemarin Aku juga melihat dirinya di Rumah sakit ini keby dia sering kesini Doj, Apa Wanita itu memiliki penyakit yang serius, "
"Oh, Wanita itu, "
"Iya, apakah dia punya penyakit yang serius? "
"Tidak, Wanita itu datang karena dirinya mengalami keguguran, "
"Apa keguguran, kasian sekali, tapi tunggu dulu itu laki-laki sepertinya bukan laki-laki kemarin yang bersama dengan Wanita itu, apa laki-laki itu, ____
" Dia Abangnya, kakak laki laki dari wanita itu,
"Oh, jadi keguguran, kasian sekali, kalau begitu trimakasih atas infonya kami pegi dulu, "
Eva dan Baim segera keluar dari dalam Rumah sakit. "
"Kasian sekali kan wanita Mas, '
" Iya tapi tetap Aku tidak izinkan kamu ikut datang ke alamat Rumah nya Bara, tidak baik seorang Wanita datang menemui laki-laki jadi biarkan Aku sendiri yang bertanya apa kamu mengerti Va, "
"Tapi, ___
" Sudah tidak ada tapi pokoknya tidak boleh percayalah padaku Aku akan tanyakan semuanya, "
"Baiklah, kalau begitu, "
__ADS_1
Baim tersenyum senang karena Eva sudah tidak lagi membantah dan mau mendengar perintahnya.