
Apa yang dikatakan sopir taksi ternyata terdengar oleh telinga tajam Faisal yang kala itu duduk di belakangnya, Faisal segera menegur sopir taksi yang dirasa sangat ikut campur dan sok perhatian.
"Kamu bicara apa, sudah cepat di percepat laju mobilnya, "
Tanpa bicara apapun lagi sopir taksi itu pun menganggukkan kepala sambil menambah kecepatan laju mobilnya.
*****
"Ting... tong... !
" Ting... tong...!
Seorang Wanita paruh baya segera berjalan menuju ke pintu.
"Jangan dibuka Bik, biar Aku yang akan buka, "
Wanita paruh baya itu segera mengaggukan kepala sambil mundur ke belakang. Dengan senyum mengembang di bibir Wanita itu langsung membukakan pintu.
"Mas Rendra....!"sudah ku duga pasti Malam ini Mas Rendra akan pulang. "cicit Alena sambil menyentuh tangan Rendra dan berniat untuk menciuumnya akan terapi dengan cepat Rendra mengangkat tangannya ke atas.
" Tidak usah pakai itu, Mbok yem tolong bawain koper masuk ke dalam. "
"Baik, Den..!
Sambil menahan senyum Mbok Yem mengambil koper yang ada di tangan kiri Rendra.
" Hihihihi, sukurin bukan muhrim kok mau nyosoor main ciuum Suami orang saja, tapi ngomong ngomong Den Rendra sudah ketemu dengan Non Vanessa belum ya, itu Si Robi bilang kan katanya mau membawa Den Rendra ke London untuk memberikan kejutan pada Den Rendra, katanya mau mempertemukan mereka berdua, Kira-kira bagimana bertemu nya dan apa kabarnya Non Vanessa, Duh jadi ikut dilema kangen." gumam Mbok Yem bermonolog sendiri.
__ADS_1
"Alena yang di tolak Wajahnya berubah menjadi masam dan sedih terlebih penolakan itu dilakukan Rendra di depan sang pembantu sudah pasti harga dirinya seakan akan di jatuhkan dengan sangat dalam hingga kedasar jurang rasanya.
Alena mencoba untuk bersikap sabar dan tenang mengikuti langkah kaki Rendra yang berjalan menuju ke Ruang tamu.
"Apa Arxel sudah tidur? '
" Iya, Mas, apa Mas Rendra mau mandi biar Aku siapkan Air panas nya. "
"Trimakasih, tidak usah repot repot biar semua dikerjakan Mbok Yem kamu beristirahat saja."Rendra menjawab pertanyaan Alena dengan melangkah menuju ke dalam kamar nya.
Alena yang sedih dan sedikit kesal karena Sikap Rendra masih sangat dingin dan cuek padanya tapi tidak bisa dipungkiri jika rasa rindu nya masih sangat besar kepada Rendra sangat Dokter tampan akan tetapi sangat dingin kepadanya.
Bahkan Alena sendiri siap memberikan kehangatan seandainya Rendra mau, tapi rupanya Rendra begitu gigih dalam kesendirian nya.
Sakit dan kesakitan tapi tidak membuat Alena kapok, Alena terus mengikuti langkah kaki Rendra yang masuk ke dalam kamar.
"Mbok jangan keluar dulu tolong siapkan air panas Aku mau mandi, "
"Tunggu, Mbok, biar Aku yang siapkan Mbok yem boleh pergi, "
"Tapi, Non..!
" Sudah, pergilah Mbok, "
"Dengan terpaksa akhirnya Mbok yem pergi keluar. "
"Mbok, kamu mau kemana? apa Airnya sudah siap, "
__ADS_1
"Anu Den, Air panasnya di buatkan oleh Non Alena dan saya disuruh pergi, "
"Hmmm, baiklah, siapkan Aku makan malam saja kalau begitu tadi di dalam kapal Aku tidak makn karena malas, jadi sekarang Aku lapar Mbok yem buatkan Aku makan ya? "
"Baik, Dengan. "
bergegas Mbok Yem keluar dari dalam kamar sementara Rendra menunggu Alena selesai menyiapkan air panas sambil membaca buku sementara pandangan matanya tertuju pada sebuah foto berbingkai yang ada di depannya.
foto pernikahan antara dirinya dan Vanessa masih terpajang rapi dan tidak berubah dari tempatnya, perlahan Rendra mengambil foto itu kemudian membelanya dengan lembut sambil tersenyum kecut.
"Maafkan Aku Nes, Aku sudah membuat kamu seperti ini, apa yang terjadi, ini semua karena kesalahan ku dan kebodohan ku, apa mungkin kita bisa bersama lagi, apa mungkin Aku bisa memelukmu lagi, Nes...
Aku kesepian tanpa mu, Aku sangat merindukan kehadiran mu dan putri kita Aku mohon kembalilah padaku, apa kamu bisa melihat Aku sedih dan sendiri begini, Aku tidak percaya kamu sudah tidak mencintai ku lagi, kamu pasti berbohong, Aku yakin itu, hati-mu masih milikku meskipun kini ragamu milik orang lain dan meskipun hidupmu kini bersama dengan orang lain tapi Aku yakin Akulah yang masih berada di dalam hati dan jiwa mu, "
"Mas, Airnya sudah siap..!
" Oh, iya. Trimakasih, "jawab. Rendra buru-buru dengan meletakkan foto berbingkai dalam posisi terbalik.
Alena yang sempat melihat Rendra duduk dengan memandangi sesuatu membuat Alena penasaran, Diam-diam Alena menunggu Rendra masuk ke dalam kamar mandi untuk melihat apa yang baru saja di lihat orang yang sangat di cintainya.
"Kamu boleh keluar, "
"Iya, Mas. "
Alena berpura-pura berjalan keluar menuju ke pintu, jalan nya diperlambat sampai Alena benar-benar melihat Rendra sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Alena sudah mendengar Rendra menutup pintu kamar mandi bergegas Alena membalikkan badan dan berjalan dengan cepat menuju ke meja dimana Rendra duduk sambil menatap sesuatu yang membuat Alena penasaran, dan ketika Alena sudah berada di depan meja Alena melihat ada sebuah bingkai foto yang diletakkan dalam keadaan terbalik.
__ADS_1
Perlahan-lahan Alena meraih bingkai foto yang ada didepan nyanya karena ada rasa penasaran.
"Ini foto Mas Rendra dengan seorang Wanita, siapa Wanita ini, apakah wanita ini mantan istri Mas Rendra? "