
Mama Bara yang kesal dengan perkataan David mengumpat dalam hati, dia benar-benar sedang merasa diperas oleh keponakannya sendiri, akan tetapi karena dirinya benar-benar membutuhkan dan menginginkan informasi itu bisa secepatnya dia dapatkan maka mau tidak mau Mama Bara menerima tawaran yang David berikan kepadanya.
"Busyet tuh anak hanya untuk sebuah informasi dan Alamat Aku harus kehilangan uang seratus juta benar-benar keterlaluan jika bukan karena butuh rasanya ogah Aku menggeluarkan uang sebanyak itu, " sungut Mama Bara dengan perasaan kesal dan geram.
Mama Bara yang kesal langsung menyambar kunci mobil dan tas hitamnya, dengan sedikit terburu-buru Mama Bara keluar dari dalam kamarnya menuruni anak tangga berjalan menuju ke luar rumah dengan menggunakan mobil berwarna hitam, Mama Bara langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah perumahan yang jaraknya tidak begitu jauh dari Rumahnya.
30 menit kemudian mobil Mama Bara memasuki sebuah apartemen megah berpagar besi berwarna biru tua setelah membunyikan beberapa kaki klakson mobil perlahan-lahan pagar pintu besi terbuka, setelah pagar pintu besi terbuka Bara segera melajukan mobilnya masuk ke dalam kemudian turun dari mobil dan memberikan kepada sang penjaga pintu masuk ke dalam Rumah, di mana ketika di depan pintu tanpa membunyikan bel rumah pintu rumah sudah dibuka dari dalam, rupanya sang pemilik Rumah mengetahui kedatangan dari Mama Bara.
"Hai Sukma cepat sekali mobilmu sampai di Rumah kamu ngebut ya? "tanya salah satu wanita yang membukakan pintu untuk Mama Bara dimana wanita itu adalah teman arisan dari Mama Bara yang selama ini menjadi teman sohibnya dan bisa dikatakan Bestie dari Mama Bara.
" Tidak juga cuma karena jalanan sedikit sepi dan tidak begitu rame untuk itu, Aku bisa cepat sampai, "
"Hmmm, ayo masuklah, tumben lo sore sore datang ke sini, pasti ada yang penting, Aku yakin orang sepertimu kalau tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak tidak akan pernah datang menemui temannya, benar begitu kan, Ayo katakan sekarang hal penting apa yang kamu bawa sehingga kamu meluangkan waktu untuk datang kesini. "
" Kebiasaan Tuan Rumah yang kurang baik setiap kali ada tamu yang datang langsung ditanya tentang Apa tujuan dan maksudnya datang berkunjung, sementara sebagai seorang Tuan Rumah kamu tidak mengerti jika Kamu ini sedang kehausan Cepatlah bikinkan aku minuman yang segar dan enak karena Aku sangat haus sekali. "
"Hahaha dasar tamu tidak tau malu belum ditawarin sudah meminta duluan Tunggu sebentar Aku akan membuatkan untukmu dan Aku rasa sepertinya kamu bukan kehausan tapi hati kamu yang sedang kekeringan Emangnya masalahmu Sebesar apa sih sampai-sampai kamu seperti itu."
" Sudah cepat ke dapur sana bikinkan Aku minum ceritanya nanti saja sekarang buatkan Aku minuman yang paling segar agar seluruh tubuhku ini menjadi sangat segar dan kembali nyaman."
"Ok, baiklah tunggu sebentar Aku akan buatkan minuman yang paling segar untukmu, "
bergegas wanita itu langsung masuk ke dapur tidak lama kemudian dia sudah keluar lagi dengan membawa satu cangkir minuman dingin untuk Mama Bara dan tanpa basa-basi lagi Mama Bara langsung meneguk minuman yang tertuang di dalam gelas dengan sangat terburu-buru membuat sahabatnya yang bernama Yuli menggelengkan kepala.
"Astaga Sukma, lu itu apa habis Maraton dan melihat setan minumnya terburu-buru seperti itu memangnya ada apa sih sepertinya sangat mengganggu sekali.
" Kamu ingat Putraku Bara kan? "
"Ya Aku ingat mana mungkin Aku lupa Anak dari temanku ini yang paling tampan, "
"Aku tidak sedang bercanda Yuli, Aku bicara serius kepadamu dan kamu dari tadi menganggap Aku bercanda semua Apa kamu tidak tahu wajahku begitu tegang, diriku begitu sangat kebingungan bisa-bisanya kamu bercanda ,"Sungut Mama Bara pura-pura kesal kepada temannya membuat wanita yang ada di depannya tertawa Wanita itu sangat mengenal Sukma sehingga apapun yang dikatakan Sukma sahabatnya semua tidaklah membuat hatinya sakit dan terluka.
"Baiklah sekarang kita bicara serius, ada apa dengan putramu, "
"Dia baru datang bersama istrinya dan Aku yakin istri barunya juga ada di kota ini, Aku ingin memberi pelajaran pada menantuku agar dia tidak lagi sok kecantikan agar dia tau kalau Putramu juga bisa dengan Wanita lain. "
__ADS_1
"Tunggu.. Aku bingung maksud kamu bagaimana? "
"Pasti seru Aku mau buat mereka satu Rumah, "
"Apa lo gilaa sukma Putramu pasti akan marah dan membencimu dan dirumahmu pasti akan ada perang selalu, kamu jangan cari masalah Sukma Aku tau kamu sangat mencintai Putramu dan tidak tidak bakalan mampu menerima kebenciannya. "
"Aku tidak bodoh Yuli, tentu saja ada taktik dan cara yang rapi agar Putraku Tidak pernah membenciku, "
tampak Yuli sahabat dari Mama Bara menggelengkan kepalanya kemudian tanpa sadar meraih gelas minuman jus dingin yang diberikan kepada Mama Bara dia teguk sampai habis.
"Hei, itu minumanku Yul kenapa jadi lo yang minum, "
"Hauus dan Aku tidak mau ikut campur urusan kamu ini, saranku batalkan niat konyol mu itu karena hal itu hanya akan membuat masalah baru dan Bara putramu akan membencimu, apa kau yakin bisa dan sudah siap untuk hal itu, "
"Tenang saja Aku sudah ada rencana terindahnya, "
"Terserah kamu sajalah, Aku tidak mau ikut campur, "
"Ya, tenang saja Aku kesinii juga ingin mengajakmu, "
"Ke Rumah gadis itu setelah Aku dapatkan Alamatnya, "
"Apa mengajakku buat apa Aku tidak mau dan sudah kukatakan padamu Jika Aku tidak mau ikut campur tentang urusan pribadimu ini tidak benar dan pasti kamu akan menyesalinya Sukma, kamu tahu putramu pasti akan membencimu dan kamu akan tersiksa karena hal itu sebelum semuanya terlambat urungkan niat burukmu dan biarkan kehidupan mereka mereka sendiri yang mengaturnya."
"Kamu cuma Aku minta untuk menjadi sopir pribadiku saja bukan mau minta yang lain-lain tenang saja tentang Putramu ini Nanti akan Aman. "
"Terserah kamu, Ayo kita makan malam kamu pasti belum makan malam kan, Aku lagi masak enak hari iniini, "
Dengan bibir tersenyum Mama Bara menganggukkan kepala Dia sangat suka dengan masakan dari sahabatnya karena masakan sahabatnya terbilang sangat nikmat dan lezat meskipun yang dimasak hanyalah sederhana seperti hari ini sahabat dari teman arisannya yaitu Yuli sedang membikin pepes sambal ikan tuna dengan lalapan sayur dan timun.
Mama Bara dan Yuli menikmati makan malam dengan sangat lahap sambil sesekali bersendagurau, Tiba-tiba ponsel HP Mama Bara berdering.
"Sukma telpon kamu berbunyi, angkat dulu sana siapa tau penting. "
"Biarkan saja dulu nanggung Nih tinggal sedikit lagi makanku selesai. "
__ADS_1
Mama Bara yang mengabaikan ponsel hp-nya dan memilih untuk tetap menikmati makananya membuat sang penelpon terlihat geram terbukti setelah panggilan telepon berakhir masih ada panggilan telepon lain lagi Hingga berkali-kali dan kali ini Mama Bara yang sudah sangat kesal karena dering telpon terus Mengaggunya akhirnya mencuci tangannya dan mengangkat telepon yang tidak tertera nama di sana.
"Siapa sih, Halo..!
" Kirim uang secepatnya Tante, Alamat akan segera Aku kirimkan saat ini juga, "
"Apa, secepat ini, kamu serius, "
"Ya, Tante tapi kalau Tante tidak segera menggirimkan uangnya, David juga tidak akan mengirimkan Alamat nya, David tunggu, jangan lama-lama, "
"Tit..!
David lagi-lagi mematikan ponsel hpnya tanpa bicara apapun lagi. Mama Bara terlihat gusar dan bingung dikarenakan dia keluar tidak membawa uang sementara David meminta uang saat ini juga.
Yuli yang melihat Mama Bara begitu gelisah berjalan mendekati dan Bertanya kepadanya karena dia merasa sangat penasaran siapa penelpon dan mengapa tiba-tiba wajah dari temannya menjadi sangat masam.
"Ada apa? "
"Bantu gue Yul siapin uang 100:juta hari ini juga, "
"Apa 100 juta buat apaan uang sebanyak ituitu? "
"Buat ponakan sialanku, cepatlah besok Aku ganti, "
"Iya, baiklah, "
Dengan terpaksa akhirnya Yuli mengeluarkan uang 100 juta yang langsung dia transfer ke nomor rekening yang diberikan oleh Sukma kepadanya.
"Sekarang ikut Aku kita berangkat, "
"Kemana? "
"Sudah jangan banyak tanya Nanti kamu juga akan tau,"
Meskipun ragu-ragu akhirnya Yuli menerima ajakan dari Mama Bara.
__ADS_1