DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 83.PENASARAN


__ADS_3

Merasa sesak napas dan mual itulah yang dirasakan Bara kala dirinya harus satu mobil dengan gadis yang tidak di cintainnya apalagi gadis yang ada di sampingnya yang dulunya sangat pemalu dan santun kini tiba-tiba menjadi sangat Agresif dan tidak tau malu, bahkan di dalam mobil taksi saja sudah berani merebahkan kepalanya di atas bahu Bara, ingin rasanya Bara melemparkan gadis yang ada disampingnya jauh-jauh ketengah laut, agar dirinya tidak lagi bisa dan berani menganggu dirinya.


Bara memilih membuang muka dan mengabaikan gadis yang sedang tiduran di bahunya.


Sesekali Arum melirik pada Bara yang kala itu tidak memperdulikanya, Arumpun memaklumi karena Bara melakukan semua bukan atas dasar cinta tapi Arum yakin suatu saat Bara akan mencintainnya, terlebih Bos tampan yang sebentat lagi akan resmi menjadi Suaminya ini telah menanam benih di rahimnya dan Arum yakin sebentar lagi benih itu akan tumbuh dan terlihat dua minggu kedepan dimana dua minggu itu adalah penentuan dia hamil atau tidak karena pada tanggal tanggal itu dirinya juga akan kedatangan tamu bulanannya jika tamu itu tidak datang sudah bisa dipastikan dia hamil.


Mobil taksi melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah tempat dimana Bara dan Arum akan melangsungkan pernikahan.


Tidak lama kemudian mobil pun sudah berhenti di depan gedung yang sangat mewah dan besar disinilah Bara dan Arum akan melakukan pernikahan meskipun pernikahan mereka hanya akan dilakukan secara Agama menggingat Bara sudah memiliki istri.


Ternyata pernikahan siri juga banyak disukai kalangan para pasangan pengantin yang mana mereka belum siap dengan sebuah keterikatan untuk itu mereka lebih menyukai menikah secara Agama karena jika tidak cocok akan mudah untuk memutuskannya tidak seperti pernikahan resmi pada umumnya yang harus melalui beberapa proses dan tahapan untuk sebuah perceraian.


Bara memilih duduk di tempat yang tidak ramai pengunjung dimana dirinya baru akan masuk setelah di panggil.


Keuntungan yang ada di gedung tempat ini mereka tidak terlalu mengharuskan untuk membawa saksi wali atau siapa wali mereka karena mereka sudah menyiapkan beberapa orang yang akan dijadikan saksi Nantinya dan mereka hanya tinggal menerima beres.


Meskipun untuk hal itu biaya yang dikeluarkan sangat besar dibandingkan dengan di tempat tempat lain bahkan bisa tiga kali lipat mahalnya.


"Mas, Aku berikan dulu daftar nama kita Mas tunggu disini, ingat jangan tinggalkan Aku karena jika Aku kembali Mas Bara tidak ada disini, Aku bisa nekad menuntut hakku dan Aku tidak perduli jika Aku harus mendatangi rumahmu dan bilang terus terang pada istrimu. "


"Kau mengancamku? " geram Bara dengan suara penuh dengan penekanan sangat terlihat sekali Bara sedang berusaha untuk mengontrol emosi nya karena dirinya tau sekarang sedang berada di tempat umum yang mana akan banyak pasang mata yang melihatnya.


Arum tersenyum manis sambil menggelengkan kepala.


"Aku tidak mengancam tapi Aku akan melakukan jika Mas Bara berani pergi dan mundur dari tanggungjawab ini. "


"Kau, ___


" Sssstttt, Mas pelankan suaramu jangan terlalu keras Aku khawatir akan ada yang mendengarkan Nanti. "


Bara mendengus kesal sambil memalingkan muka, Arum yang merasa menang dengan santai berjalan masuk kedalam.

__ADS_1


Setelah mengisi semua persyaratan untuk menikah Arum menyerahkan kemudian kembali keluar ruangan, sampai di depan pintu Arum yang dalam keadaan senang dan bahagia tidak melihat jalan membuat dirinya tanpa sadar menabrak bahu seorang Gadis berkacamata hitam.


"Duuug...!


" Maaf saya tidak sengaja, " ucap Arum dengan cepat sambil menganggukkan kepala.


Gadis itu menatap tajam dan sinis tanpa bicara apa-apa, dirinya langsung masuk ke dalam tanpa memperdulikan gadis yang menabraknya.


"Wah sombong sekali Gadis itu, sudah sedikit Tua masik ke ruang pendaftaran emangnya dia mau menikah juga, ada-ada saja. "sunggut Arum dalam hati sambil berjalan keluar untuk menunggu di luar bersama dengan Bara.


Di dalam ruangan seorang Wanita sedikit tua menyerahkan berkas berkas pendaftaran dan ketika dirinya sedang menaruh berkas tiba-tiba kedua alisnya terangkat ketika membaca satu Nama dari calon pengantin yang akan menikah hari ini.


"Bara Wijaya, " desis Wanita itu yang langsung mengambil kertas pendaftaran untuk memastikan jika dirinya tidak salah membaca.


"Apakah Bara Wijaya Nama ini akan menikah disini? "tanya Wanita itu pada laki-laki yang ada di depan nya dimana laki-laki itulah Nanti nya yang akan menggurus semuanya.


" Benar, dia akan menikah hari ini juga apakah ini berkas dari Nona Herlinda dan Tuan Anton? "


"Kalau begitu silakan Nona tunggu di luar, "


"Apakah laki-laki yang bernama Bara Wijaya juga menunggu di luar? "


"Iya, tentu saja dia juga ada di luar, "


"Baiklah kalau begitu saya juga tunggu diluar. "


Bergegas Gadis itu keluar ketika sampai di luar Gadis itu menggedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang ada di tempat itu,


Gadis itu menggeryitkan dahinya ketika melihat dua pasang kekasih sedang duduk berduaan meskipun dari kejauhan Gadis itu cukup mengenali siapa laki-laki yang sedang duduk di pojok ruangan sana.


"Bara Wijaya, benar ini benar-benar Bara lalu di mana Sukma kenapa Dia tidak terlihat disini, apa dia belum datang dan seingatku Sukma pernah bercerita dan marah-marah pada Putranya karena dia menikah dengan Wanita yang sudah janda, lalu kenapa sekarang Bara ada disini apa Sukma yang memerintahkan Bara untuk menikah lagi, dari pada Aku bingung dan penasaran lebih baik Aku tanya langsung pada Sukma.

__ADS_1


Sejenak Wanita itu langsung mengeluarkan ponsel HPnya setelah mendapatkan tempat untuk duduk.


Tidak lama terdengar suara dari sebrang.


"Halo..!


" Halo Sukma, kamu dimana? "


"Tentu saja Aku dirumah, ada apa Yuli tumben ingat dan telpon Aku, apakah kamu ingin membicarakan tentang Arisan yang kemarin itu?


" Tidak Sukma, Aku cuma ingin tanya, kamu lagi mau meresmikan pernikahan Putramu ya, "


"Pernikahan, pernikahan bagaimana Aku tidak paham dengan pembicaraanmu, "


"Jadi kamu tidak tau kalau Putramu menikah, "


"Sejak dulu kan sudah Aku bilang Aku tidak tau, dan dia memang Sudah menikah kenapa apa kamu sedang melihat Putramu bersama dengan istrinya? "


"Bukan Aku melihat Putramu bersama dengan seorang Wanita tapi dia berada di gedung xx dimana disini adalah tempat untuk orang yang akan meresmikan pernikahan dan dia baru menyerahkan berkas pendaftaran untuk pernikahannya, "


"Serius, Apa kamu tidak sedang bercanda, "


"Tentu saja serius, "


"Tunggu Aku mau melihat sendiri apa benar dia Putraku karena hari ini Putraku memang akan balik ke Jakarta. "


"Tentu saja benar Aku itu belum pikun Aku hafal dengan Wajah putramu, "


"Baiklah tunggu Aku akan kesana secepatnya, "


Mama Bara langsung mematikan ponsel hpnya dan bergegas menyambar tas berwarna hitam yang tergeletak di sofa dimana tas itu baru saja ditaruh nya setelah dia barbaru saja pulang dari Mall.

__ADS_1


__ADS_2