DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 94 Kenangan


__ADS_3

Rendra yang kesal dan sudah mematikan ponsel hp-nya segera berlari ke arah parkiran dan langsung naik ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menembus keramaian jalanan kota Jakarta yang kala itu suasana hari masih siang.


Ada perasaan senang sedih juga kecewa Di mana setelah beberapa tahun lamanya akhirnya Rendra bisa melihat kembali orang yang sangat dia cintai akan tetapi kenyataan pahit dan takdir yang tak bisa membuat mereka bersatu kembali membuat Rendra harus menelan pil kepahitan.


Cinta yang telah lama dia tanam dan dia pupuk kandas sudah karena suatu prasangka buruk dan ketidakjujuran yang mana membuat dirinya marah tak terkendali bahkan demi untuk sebuah kata menyakiti dia rela melakukan perselingkuhan yang sesungguhnya dirinya sendiri tidak menyukai.


Demi balas dendam demi Orang yang dia cintai mengerti betapa sakitnya sebuah rasa penghianatan tapi kini setelah semua prasangka buruk dan kecemburuan ternyata bukan suatu kebenaran yang ada dan tersisa hanyalah sebuah penyesalan.


Rendra tersenyum kecut mengenangkan Nasibnya yang kurang beruntung, mungkin tidak akan ada lagi kebahagiaan hidupnya, tidak bisa hidup bersama dengan orang yang dia cintai tidak bisa juga hidup bersama dengan sang Buah hati, dirinya tidak ingin lagi bersikap egois dan mau menang sendiri.


Meskipun dirinya memiliki hak penuh pada Putrinya dan bisa mengambil alih hak asuh agar dirinya bisa ikut merasakan memberikan kasih sayang pada Putri kandungnya akan tetapi Dirinya tidak ingin melakukan itu.


Bersaing dan bersiteru tentang hak Asuh Anak, dirinya memilih menunggu diberikan kesempatan dan keikhlasan agar bisa ikut merasakan mengasuh Anak kandungnya sendiri dan seandainya tidak diberikan dirinyapun harus ihklas, karena cinta yang sesungguhnya bukan bagaimana mendapatkan kebahagiaan pribadi, tapi tentang bagaimana orang yang kita sayangi bisa bahagia jika kebahagiaan itu dengan orang lain bukan dengan dirinya, sudah seharusnya dia ihklaskan, karena yang terpenting dalam satu Cinta adalah kebahagiaan dari orang yang kita cintai.


Lagi-lagi Rendra tersenyum kecut sambil mengemudikan mobilnya, sesekali dirinya menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


Tigapuluh menit Kemudian mobil pun sudah sampai di depan sebuah toko mainan yang mana sudah terlihat satu orang anak kecil berusia sekitar delapan tahun dengan kedua tangan disilangkan di depan dada, sangat terlihat jelas jika Anak itu sedang ngambek dan marah dan disampinya seorang Wanita cantik dengan rambut srbahu berkulit putih bersih dan berlesung pipi sangat cantik, tapi tidak mampu menggoyahkan hati dan cintanya meskipun setiap hari mendapatkan godaan, mungkin cinta nya telah mati sehingga tidak merespon kehadiran Wanita lain untuk singgah dihatinya dan hal berbeda dia rasakan ketika dirinya bertemu dengan mantan istri.


Hatinya kalut, bingung dan bawaannya ingin selalu dekat dan bersama tapi sayangnya orang yang dia cintai tidak mengerti hal itu, tidak pernah tau jika hanya dia satu-satunya Wanita yang dia sentuh dengan perasaan cinta.


Berselingkuh dengan Eva adik dari istrinya seharusnya dia bisa bahagia dalam kehidupan Ranjangnya tapi yang terjadi dirinya hanya menyentuh satu kali itupun dalam keadaan emosi selebihnya tidak pernah sama sekali, Lagi-lagi Rendra menarik napas panjang, Wajah tampan nya terlihat sayu dan lelah.


Turun dari mobil dengan Bibir tersenyum seolah-olah tiada beban apapun didalam hatinya.


"Papa...!teriak salah satu anak kecil yang melihat Rendra turun dari mobil.


" Hei jagoanku, kenapa tidak mau pulang dengan Om Robi kan Papa sibuk sayang. "


"Sibuk apaan sih Ren? "


Tiba-tiba sebuah suara muncul dari samping toko yang tidak lain adalah Robi.


"Kau, katanya sudah pergi kenapa masih disini, "


"Nemenin Alena dan Arsel Aku mana bisa ninggalin mereka sebelum lo datang, "


"Kalau begitu sekarang pergilah Aku sudah datang. '


" Mana bisa ada hal penting yang ingin Aku bicarakan Aku yakin lo bisa membujuk Anak lo itu, agar dia pulang dengan Naik taksi saja, '

__ADS_1


Maksd lo apa? "


"Ingin taukan makanya urus dulu tuh anak lo, "


"Baiklah, "


Rendra segera mendekati putranya dan tersenyum.


"Nungguin Papa! "


Anak laki-laki itu mengagguk dikala Rendra berdiri didepannya sambil berjongkok dan si Anak yang bernama Arsel langsung memeluk Papanya.


"Papa katanya mau belikan mainan baru buat Arsel, "


"Beli Mainannya sama Mama saja ya, hari ini Papa sangat sibuk, Kakek galak sedang meminta Papa untuk datang Arsel tidak mau kan Papa dimarahin Kakek galak, "


Terlihat Anak kecil Arsel wajahnya murung tapi kemudian tersenyum dan mengagguk.


"Baiklah Arsel beli mainannya Nanti saja nunggu Papa kalau sudah tidak sibuk, Papa cepat pergi temuin Kakek galak Nanti Kakek galak marah sama Papa, "


"Anak pintar kalau begitu Arsel pulang sama Mama Naik Taksi saja ya, biar Papa yang pesan. "


"Mas, Nanti pulang makan malam dirumah ya? "


"Aku tidak bisa berjanji tapi Akan Aku usahakan untuk pulang, sekarang pulanglah dan urus anakmu,"


"Mas..!


" Ada apa, apa uang kamu habis? "


"Tidak, '


" Lalu..? "


Terlihat Wanita itu berjalan mendekati Rendra dan dengan cepat memeluk Rendra dengan tiba-tiba, sontak saja hal itu membuat Rendra mendelik seketika Wajahnya yang tadinya biasa saja memerah dengan tiba-tiba, terlihat sangat tidak suka dan Marah, akan tetapi Alena tidak perduli akan hal itu dia yakin Rendra tidak akan berani marah dan membentaknya ditempat umum, terlebih di depan teman dan Putranya untuk itulah Alena sengaja memeluk Rendra di tempat umum karena jika dia lakukan di Rumah sudah pasti akan di dorong jatuh dan di maki-maki Rendra karena situasinya di tempat umum sudah pasti Rendra akan diam saja, memanfaatkan waktu kesempatan dalam kesempitan itu yang kini Alena lakukan.


Entah harus dengan cara apalagi dia bisa memiliki dan mendapatkan hati dari Dokter tampan dan dingin yang membuatnya menjadi tergila-gila setiap saat.


Alena tidak peduli jika Nanti di Rumah Rendra akan marah marah padanya,rupanya keberuntungan sedang berpihak padanya Arsel yang melihat Mamanya memeluk sang Papa dengan riang bahagia Arsel juga langsung melangkah ke arah Papa dan Mamanya ikut bergabung memeluk sang Papa.

__ADS_1


"I love you Papa, " Cicit Arsel sambil memeluk erat pada Papanya.


Mau tidak mau Rendra tersenyum dan membalas pelukan mereka dimana Alena memeluk Rendra kemudian Arsel ikut memeluk yang pada akhirnya Rendra pun menjadi memeluk mereka meskipun hanya beberapa detik karena Rendra langsung melepaskan diri dari pelukan Alena dan Arsel.


"Sudah ini Papa sudah kesiangan Nanti Kakek Galak marah, Papa pergi dulu, Arsel tidak boleh nakal ya, nurut sama Mama , "


"Ya Pa, "


Arsel dan Alena langsung masuk kedalam taksi yang sudah datang sementara Rendra dan Robi memutuskan untuk pergi dengan satu mobil, untuk itu Robi membiarkan mobilnya terparkir ditempat itu dan ikut satu mobil dengan Rendra.


Robi memperhatikan Rendra yang Fokus dalam mengemudikan mobilnya.


"Ren, kenapa lo tidak nikahin saja Alena dia itu cinta banget sama lo, "


"pernikahan itu bukan mainan jadi Aku tidak mau karena Aku tidak mau main-main. "


"Dari dulu kamusnya memang begitu Ren, pernikahan bukan mainan untuk itu kamu nikahin beneran, kasian tuh Anak lo Arsel kalau dia sudah dewasa dan tau jika lo bukan Bapaknya pasti hatinya akan hancur, "


"Apa untungnya menikah jika Aku tidak memiliki cinta, "


"Aduh Ren mau sampai kapan lo nunggu Jandanya Nesa dan asal lo Tau Nesa juga belum tentu mau sama lo lagi, apalagi dia sudah jauh bisa sampai berjengoot lo gak bakalan ketemu dan bersatu dengannya."


"Aku sudah bertemu dengannya, "


"Apa... serius nih, lo sudah ketemu Nesa, gimana kabarnya dan apakah dia masih cantik seperti dulu?


Robi meneguk ludahnya melihat tatapan horor dari Rendra yang ada disampingnya.


"Hei.. Ren Aku kan cuma bertanya kenapa lo mendelik begitu, horor tau, "


"Awas lo berani macem-macem, "


"Iihhhh, Nyolot cuma tanya doang Bos."


"Diamlah sekarang katakan mau apa ngajak Aku gara-gara kamu Aku bohong dengan Arsel jika Aku di panggil Papa. "


"Aku tidak bohong memang Om sedang meminta Aku untuk membawamu kesana Aku tidak tau ada apa yang jelas seperti nya ini sangat penting"


"Baiklah kita pergi sekarang, "

__ADS_1


Rendra segera melajukan mobilnya ke sebuah perusahaan xx yang Ada di kota itu.


__ADS_2