
Rendra terus mengumpat dan memaki-maki Suami dari Mantan Istrinya, dengan sesekali kedua bola matanya melihat ke pintu.
Dimana lewat pintu itulah Nantinya Suami Vanessa akan datang, Rendra sudah tidak sabar ingin bertemu terbukti sesekali Rendra kakinya antara maju dan mundur mendekati pintu agar dirinya bisa dengan cepat mengetahui kedatangan dari Bara Suami dari Vanessa Mantan Istrinya.
"Kali ini Aku akan buat kamu tamat riwayatmu kamu tidak akan bisa mengelak atau berkelit lagi, Aku sudah sangat tidak sabar ingin melihat reaksi dari dirimu, bagaimana jika Aku sendiri yang mengetahui keburukanmu, Aku sudah mendapatkan bukti dari perselingkuhan kamu dan pastinya kamu tidak bisa menggelak lagi. " geram Rendra bermonolog sendiri sambil masih terus melihat ke arah pintu berharap Bara sudah ada disana dan berjalan mendekatinya.
"Sial, lama sekali sih, " geram Rendra yang masih mondar mandir menunggu kedatangan Bara.
Di dalam Restoran Bara dan Vanessa masih asik menikmati hidangan makanan yang ada di depannya.
"Sayang Suup burung Walet ini gizinya banyak habiskan, "
"Aku sudah kenyang, ngak mau Nanti bisa gendut. "
"Bagus begitu Sayang kalau kamu gendut Aku akan Aman, "
"Aman maksudnya apa? "
"Aman gak ada yang akan melirik kamu, " ucap Bara sambil terkekeh membuat Vanessa mendelik dan memukul kecil lengan tangan Suaminya.
"Kalau Aku jelek kamu seneng bisa cari lagi, "
"Tidak akan Sayang, Aku hanya mencintai kamu tidak ada yang lain, "
"Gombal, "
"Tidak percaya banget sih, seriuslah Sayang, mana pernah Aku membiarkan orang dekat dengan ku, Aku sudah punya istri cantik Aku tidak butuh yang lain lagi, Hmm."
" Smoga ucapan kamu ngak ngombal Mas, Aku tidak mau merasakan penghianatan lagi, '
"Uhuk..uhuk... , "
"Mas pelan-pelan makannya tidak ada yang ngajak berebut juga, "
Bara tersenyum nyengir.
"Mmmm, Sayang..!
" Ya, '
"Apa Aku boleh bertanya sesuatu, '
" Katakan saja Mas, kenapa harus minta izin, "
__ADS_1
"Mmmhh... Apa.. Apa, __
" Apaan sih mau bicara saja susah, ngomong saja Mas yang jelas. "
Lagi-lagi Bara tersenyum nyengir mendengar perkataan Istrinya.
"Maaf permisi, ada yang ingin bertemu dengan Mas, Dia bilang teman lama Dia menunggu di belakang samping tempat parkir. "ucap salah satu pelayanan Restoran yang tiba-tiba datang.
"Siapa? " tanya Bara penasaran sekaligus kesal karena dirinya tidak jadi bisa bicara dengan Vanessa istrinya dikarenakan terganggu dengan kedatangan sang Pelayan Restoran yang tiba-tiba datang dan menyampaikan pesan, jika ada orang yang ingin bertemu dengannya dan orang itu adalah teman lamanya.
"Maaf, Mas. saya tidak tau orang itu tidak menyebutkan namanya dia hanya mengatakan teman lama dari Mas dan Mas bisa melihatnya di belakang samping tempat parkir, orang itu sedang menunggu di sana hanya itu yang dia katakan dan saya hanya menyampaikan pesan saya permisi dulu Mas. "
Bara menganggukan kepala Ketika sang pelayan meminta izin untuk pergi sementara Vanessa menaikkan satu alisnya meminta penjelasan kepada Bara.
" Emangnya kamu ada janji dengan siapa Mas kenapa orang itu mengajak ketemuan di belakang samping tempat parkir Apakah aku juga boleh ikut untuk melihatnya?
"Tidak sayang, kamu tidak usah ikut, kamu tunggu Aku disini, Bukankah orang itu ingin bertemu denganku pasti ada yang penting dan pastilah orang itu ingin hanya bicara dengan aku, jika kamu ikut orang itu pasti tidak akan bisa bicara leluasa lagi sayang, jadi Untuk itu kamu tunggu saja di sini aku akan segera kembali kamu mau kan? "tanya Bara dengan hati harap-harap cemas.
Sungguh Bara merasa sangat khawatir dan was-was apabila yang meminta dirinya untuk menemui dan menggaku Dia adalah teman lama itu adalah Arum.
Dimana beberapa hari ini Arum memang terlihat sangat ingin mengganggu dirinya bahkan mencari-cari Kesempatan agar dia bisa bersama dengan dirinya, bahkan Arum bisa berbuat nekat karena dia merasa juga memiliki hak yang sama dengan Vanessa dan Bara tidak ingin diantara mereka bertemu apalagi jika sampai rahasianya diketahui oleh Vanessa di mana diam-diam Bara sudah menikahi wanita lain.
"Baiklah Aku tunggu disini, jangan lama-lama Mas, "
"Trimakasih Sayang, " ucap Bara dengan hati tersenyum lega Bara menggecuup lembut tangan Istrinya.
"Aku pergi dulu jangan kemana-mana Sayang, tunggu Aku datang, jika ingin makanan tambahan pesan saja dan pakai ini Nanti untuk bayar, Aku pergi dulu sayang, "
"Iya, tapi ini tidak usah, Aku punya uang cash seandainya ingin membeli sesuatu, Mas Bawa saja Aku malas."
" Baiklah, "
Bara memilih menuruti apa yang Vanessa mau dimana dia tidak ingin membantah atau berdebat dikarenakan jika dirinya semakin lama tidak segera datang menemui orang yang menunggunya Bara khawatir orang itu akan menghampiri dirinya dan Vanessa dan hal itu semakin membuat Bara akan kerepotan jika sampai Arum datang menemui dirinya, untuk itu tanpa membantah Bara langsung memasukkan card miliknya kemudian melangkah pergi meninggalkan Vanessa.
Seperti apa yang sudah dikatakan oleh sang pelayan restoran Bara diminta untuk pergi ke belakang di tempat samping parkir karena di sanalah teman lama Bara sedang menunggu.
"Sial, maunya Arum itu apa sih apa tidak bisa dia membiarkan Aku sedikit saja bernapas lega bisa menghirup udara luar dengan Istriku, ini malah masih ngikutin saja dasar Wanita tidak punya malu, Mana dia? kenapa Aku tidak melihat nya, apa jangan-jangan Arum sengaja mau mengajak Aku main petak umpeet, mungkin dia pikir Aku akan mencari dan menemukannya, iiiih, ogah sekali, jika dia tau betapa Aku menyesal sudah menyentuhnya sungguh bodohnya Aku."
"Kau memang Bodoh..!
" Buuugh..!
"Buuugh..!
__ADS_1
"Buuugh..!
" Auuuuww... auuww..! Siapa kau beraninya memukulku secara pengecuut..! "teriak Bara yang tidak menyangka jika tiba-tiba tubuhnya dipukul dari belakang.
"Apa? Aku pengecut, Hahaha, kamu itu yang pengecut dasar laki-laki brengsek, bajiin ggan kau.! "
"Buuugh..Buugh..!
Sekali lagi sebuah pukulan keras melayang kepunggung Bara
Karena Bara posisi tidak siap dengan apa yang akan terjadi pada dirinya maka pukulan demi pukulan mendarat dengan sempurna ke tubuhnya.
" Astaga, siapa sih orang ini dia benar-benar tidak waraas main pukul sembarangan akan Aku balas kau, " geram Bara dalam hati yang mana langsung membalikkan badan menghadap orang yang telah berani dan lancaaang memukuli dirinya.
Tangan Bara sudah terangkat tinggi keatas akan tetapi tidak jadi Bara Ayunkan ketika melihat dan mengetahui siapa orang yang telah berani memukuli dirinya seperti orang kesetaanaan.
"Kau, mau apa kau memukuli Aku Dokter Gilaa, benar-benar kamu sudah tidak waraas, kau benar-benar pengecuut gelar kamu saja yang bagus seorang Dokter tapi prilaku dan caramu tidak lebih baik dari preemaan. "bentak Bara dengan suara keras karena emosi.
"Diam, kau, pengecuut, kamu itu yang pengecuut, sudah berbuat liciik dengan membawa kabur Istri orang, menikahinya kini dengan muda juga kau mengkhianatinya dasar laki-laki brengsek dan bajiii nggan kau..!" Seru Rendra yang tidak kalah tingginya suaranya.
" Hei...! jaga ucapanmu Dokter jangan kau main fitnah sembarangan, kamu itu yang penghianat, jangan salahkan Aku salahkan dirimu sendiri yang Bodoh tidak bisa membahagiakan sehingga dia kabur denganku. "cibir Bara yang merasa berasa diatas angin posisi nya.
"Dia tidak kabur dengan mu Bodoh, tapi kamu yang membawanya kabuur brengsek kau, "
"Hahahaha, itu Artinya Dia lebih menyukai Aku dari pada menyukai laki-laki tidak berperasaan seperti dirimu, "
"Brengsek kau, ___
Amarah Rendra sudah tidak bisa tertahan lagi dengan cepat Rendra kembali melayangkan pukulan ke arah Bara dan kali ini Bara juga tidak tinggal diam dengan cepat membalas dan menangkis semua pukulan dari Rendra berikan.
Beberapa pasang mata yang kebetulan lewat ditempat itu menatap ngeri melihat dua orang laki-laki bertubuh tinggi tegap berkulit bersih sedang saling pukul, Wajah Tampan dari keduanya sungguh membuat beberapa orang merasa heran, orang orang berwajah Tampan saling pukul saling serang berebut apa sementara ada yang ingin memisahkan tapi karena terlihat seru justru mereka berdiri menjadi penonton saja bahkan ada yang jahiiil dengan merekam perguulatan mereka.
"Ini baru seru kalau Aku sebar pasti Aku akan mendapatkan like dan komentar yang banyak bahkan bisa ribuan jarang-jarang ada pemain Tampan Tampan dalam bertarung biasanya pada dekiil, hitam gendut, botak pokoknya jeleek, ini sih kinclong banget pasti larisss, dan bisa dapat like sekebooon, "lirih seorang pemuda yang ikut menjadi penonton di tempat samping parkir.
" Sruuuut..!
Sebuah tangan kekar menyambar ponsel HP milik dari salah satu penonton yang sedang merekam pergerakan Rendra dan Bara yang sedang bertengkar.
Tentu saja hal itu membuat laki-laki itu sangat terkejut dan terlonjak kaget karena ponsel hp-nya lepas dari genggaman tangannya.
"Woi, kembalikan ponsel hpku? " seru laki-laki itu yang tidak di gubris laki-laki bertubuh tinggi kekar dengan raut Wajah yang juga cukup Tampan meskipun kulit nya tidak putih bersih akan tetapi kuning langsat.
"
__ADS_1