DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab.98.Dia Wanita Yang Baik


__ADS_3

Dengan kecepatan sedang mobil yang dikendarai oleh Mama Bara beserta dengan teman arisannya yaitu Yuli melintasi jalan dengan kecepatan rata-rata, di mana mereka tidak melajukan mobilnya dengan terlalu kencang juga tidak dengan terlalu lambat karena sesekali Mama Bara Harus melihat rute dari jalan yang diberikan oleh David kepadanya.


Tidak jauh berbeda dengan Mama Bara, Yuli sebagai pengemudi mobil melajukan mobilnya dengan penuh hati-hati dikarenakan dia juga khawatir jika jalan yang mereka lewati salah dikarenakan ini adalah kali pertama Yuli membantu Sukma temannya untuk mencari sebuah alamat yang mana alamat itu sudah pasti tidak mudah untuk dia temukan, meskipun hati dan juga perasaan dari Yuli sangat berat dan merasa malas untuk mengikuti dan menerima ajakan dari tawaran Sukma sahabatnya, akan tetapi Yuli tidak memiliki pilihan lain selain menerima dan menuruti karena dirinya juga tidak bisa dan tidak tega jika harus menolak keinginan dari Sukma Karena bagaimanapun juga Sukma pada masa-masa dirinya sedang sulit di kota Jakarta sukmalah yang membantu dan menolongnya, jadi untuk saat ini Yuli tidak mau menolak dikarenakan dia tidak ingin mengecewakan sahabatnya.


Beberapa kali Sukma menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kedua bola matanya nanar menata ponsel hp yang mana di dalamnya tertera sebuah petunjuk jalan menuju ke sebuah alamat yang dia minta.


"Yuli melirik sahabatnya yang sedang konsentrasi dan sangat fokus terhadap ponsel hp-nya diam-diam mengulum senyum.


" Diperhatikan yang benar Sukma Jangan sampai salah karena Kalau salah kita akan nyasar berdua, "


Mendengar perkataan dari Yuli yang sedikit membuat telinganya panas, Sukma langsung menoleh ke arah Yuli menatapnya dengan tetapan yang sangat tajam sebelum kemudian mendengus kesal, kemudian kembali lagi fokus terhadap ponsel hp-nya yang ada di genggaman tangannya.


Yuli yang melihat sikap Sukma terkekeh kecil karena dia merasa gemas melihat temannya benar-benar kali ini begitu serius dan begitu antusias ingin melakukan suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu penting baginya.


"Tugasmu mengemudikan mobil dengan baik dan benar jadi jangan mengagguku Miss Yuli, karena jika Aku salah membaca dan memahami rute jalan yang diberikan keponakan sialanku itu, maka kita berdua Nanti yang akan nyasar. " ucap Mama Bara dengan sangat tegas dan penuh penekanan, dia berharap sahabatnya akan berhenti bicara dan membiarkan dirinya untuk bisa berkonsentrasi tentang alamat yang sudah terkirim dan tertera di ponsel hp-nya, meskipun terlihat mudah ternyata juga sangat rumit di mana berapa kali mobil Yuli harus berbelok ke kanan dan ke kiri bahkan terkadang harus balik lagi dikarenakan jalanan buntu.


kurang lebih hampir 1 jam perjalanan mobil Yuli Akhirnya bisa menemukan satu alamat yang tepat dan benar Sama persis dengan apa yang sudah tertera pada ponsel hp Sukma yaitu Mama Bara mereka saling berpandangan sebelum kemudian menyunggingkan sebuah senyuman.


"Bagaimana, itu Rumahnya bukan? " tanya Yuli kepada Mama Bara yang mana terlihat sedikit syok karena dia berdiri tertegun seperti orang yang terhipnotis dengan sesuatu membuat Mama Bara menatap tak berkedip sebuah bangunan Rumah yang ada di depannya.

__ADS_1


"Ya, itu Rumahnya Sungguh Aku tidak percaya ini suatu hal yang sangat luar biasa dia tidak seperti para madu lainnya ini terlihat sangat luar biasa. "


"Apa maksud dari ucapan kamu Sukma, Aku benar-benar tidak mengerti. "


"Semua madu pasti akan sangat suka dan senang membeli dan menempati Rumah yang sangat mewah dan megah tapi istri keduanya Bara sungguh sangat santun dan biasa saja dia membeli Rumah di tempat yang juga sdikit jauh dari perkotaan selain itu dia juga bisa dan nyaman tinggal di Rumah uang terbilang biasa saja, pasti dia Wanita yang sangat baik. " puji Mama Bara pada Yuli temannya.


"Benarkah seperti itu, Aku rasa tidak, Sukma mungkin karena dia cuma ingin perhatian saja makanya memilih Rumah yang biasa saja atau mungkin putramu pelit tidak memberi uang lebih sehingga dia membeli Rumah yang sederhana. "


"Mana mungkin Putraku pelit dia sosok laki-laki yang sangat mudah memberikan apapun pada pasangannya, putraku laki-laki yang bertanggungjawab. "


"Ya.. ya... ya.. tapi faktanya istri kedua Putramu tidak membeli Rumah yang megah dan besar kan, "


"Ya.. ya.. ya baik dia Wanita baik, sekarang apa yang akan kamu lakukan? "


Yuli yang merasa telinganya terasa panas karena Sahabatnya memuji-muji Wanita yang menjadi Istri kedua dari Putra sahabatnya memilih menggalah dan mengiyakan saja, dari pada berdebat meskipun di dalam hati Yuli berpikiran.


"Mana ada Wanita baik menjadi istri kedua kalau dia Wanita baik-baik sudah pasti akan mengalah dan tidak akan menuntut seorang laki-laki untuk menikahinya, terlebih laki-laki itu sudah jelas-jelas memiliki seorang Istri dan jika ada yang mau menjadi Istri kedua itu Artinya dia bukan Wanita baik-baik." gumam Yuli dalam hati.


"Aku akan masuk kamu tunggu disini, ingat jangan tinggalkan Aku, "

__ADS_1


"Kamu mau masuk kesana? "Yuli semakin dibuat bingung dan heran oleh sahabatnya.


"Ya, memangnya kenapa? "


Wajah Mama Bara terlihat berbinar senang dan bahagia.


"Serius kamu mau kesana, mau ngapain? "


"Itu rahasia sudah kamu diam disini dulu, Aku masuk kesana, ingat jangan pergi kemana-mana ya tunggu Aku datang, "


"Ya, cepat jangan lama-lama, "


"Beres, "


Dengan cepat Mama Bara langsung mendekati pintu Rumah yang tertutup didepannya, sementara Yuli langsung memundurkan mobilnya mencari tempat yang nyaman untuk menunggu sahabatnya, meskipun sebenarnya hati Yuli juga sedikit penasaran dengan apa yang akan dilakukan sahabatnya, yang jelas dia datang bukan untuk marah-marah, terlihat beberapa kali sahabatnya justru memuji Wanita yang ada di dalam Rumah itu.


Mama Bara yang membunyikan bel Rumah dan Tidak lama kemudian pintu Rumah pun dibuka dari dalam, tampak seorang Wanita membukakan pintu dengan Wajah berbinar senang akan tetapi setelah mengetahui siapa yang datang Wajahnya berubah masam.


"Mas Bara...! seru Wanita itu ketika membukakan pintu dan senyumnya langsung menghilang ketika mengetahui yang datang bukan orang yang diharapkannya

__ADS_1


" A-Anda siapa? "Tanya Wanita itu yang tidak lain adalah Arum.


__ADS_2