
Sampai di ruang makan tampak Sang Mama sudah duduk dengan manis di depan meja yang penuh dengan hidangan yang sudah tersaji di atasnya dengan sedikit ragu ragu Vanessa mulai duduk di samping Bara yang kala itu duduk tepat di hadapan sang Mama.
"Nes, panggil turun anakmu untuk makan, "
"Baik, Ma, "
Vanessa bergegas bangkit dari duduknya kemudian melangkah naik ke lantai atas untuk memanggil putrinya dan juga Mbak Sri pengasuh dari Mihka, tidak menunggu Berapa lama akhirnya Mbak Sri bersama dengan Mikha sudah turun dan kini berada di ruang makan, Mikha dengan cepat duduk di samping Bara yang kemudian Mbak Sri juga duduk di samping Mikha akan tetapi ketika Mbak Sri sang pengasuh hendak mendudukkan bokongnya di atas kursi tiba-tiba sang Mama memberikan larangan kepada Mbak Sri untuk duduk Hal itu membuat Vanessa sedikit terkejut Begitu juga dengan Bara.
"Hei, mau apa kau jangan duduk di situ, "
Mbak Sri berpikir jika Mama Bara melarang dirinya untuk duduk di dekat Mikha untuk itu Mbak Sri berpindah duduk di dekat Vanessa dan lagi lagi Mama Bara melarang Mbak Sri untuk duduk.
"Hei, jangan duduk disitu juga, "
Mbak Sri yang dilarang untuk duduk di dekat Vanessa pun menjadi sangat bingung dan heran Begitu juga dengan Vanessa hingga dirinya menatap Bara yang kala itu sedang menatap sang Mama dengan pandangan yang penuh dengan tanda tanya.
"Mama ini kenapa sih, Mbak Sri duduk dimanapun kok tidak boleh, "
Bara yang sudah merasa heran tidak bisa menahan lagi perasaan hatinya hingga dia akhirnya bertanya kepada sang Mama dan dengan tenang sang Mama pun memberikan jawaban yang sangat menyakitkan bagi Mbak Sri, Vanessa dan juga Bara yang tidak pernah memperlakukan pengasuh dengan membeda-bedakan memberi jarak di antara mereka,
"Dia itu pembantu dan seorang pembantu itu kalau makan di belakang bukan satu meja dan satu ruangan dengan majikan jadi seharusnya pembantumu ini sadar diri dan mengerti kenapa dia tiba-tiba mau duduk di situ apa dia tidak sadar Siapa dirinya, "ucap sang Mama dengan penuh penekanan membuat Vanessa yang kala itu mendengarkan perkataan dari sang Mama menjadi merasa sangat sedih dan terluka karena belum pernah Vanessa membeda-bedakan antara dirinya dan juga pengasuh putrinya mereka selalu makan bersama tidak pernah membiarkan sang pengasuh yaitu Mbak Sri untuk makan di dapur seorang diri.
__ADS_1
"Tapi Ma dia itu pengasuh putriku? "ucap Bara membela Mbak Sri sang Pengasuh.
"Tepatnya Putri Istrimu kan? "
"Deg..! "
wajah Vanessa yang tadinya menunduk langsung tengadah menatap sang Mama dengan tak percaya melihat hal itu rupanya Mama Bara memahami situasi dan keadaannya.
"Ada apa Nes, apa kau tersinggung bukankah benar apa yang Aku katakan jika itu hanya anakmu, "sinis sang Mama sambil tersenyum mencibir.
"Mama...! apaan sih bicara begitu, sudah Nes jangan ditangepin, Mama mungkin lagi sakit makanya darahnya sedang Naik. "ucap Bara mencoba menghibur hati istrinya yang sudah pasti sangat sedih dan terluka.
"Bara tidak ngatain Mama gilaa, Bara cuma, ____
" Ya, cuma bilang kalau Mama ini lagi sakit itu sama saja dengan mengatakan kalau Mama itu Gilaa, kurang ajar sekali kamu itu, Mama heran sama kamu bukannya membela Mama justru membela pembntu dan Istrimu itu, sudah tau Istrimu itu tidak mau punya anak darimu masih saja dipertahankan dasar bodoh, sudah kalian makan sendiri Aku mau balik ke kamarku saja, dan kau bawa makanan ke kamar ku, "
"Baik, Nyonya, "
"Ma, jangan. kenapa Mama harus makan di kamar, makan di sini saja mah biar Nesa dan Mbak Sri yang akan makan di dapur."
"Tidak perlu dan tidak usah dirimu coba-coba mencari perhatian Mama Karena Mama tidak akan pernah terpengaruh dengan kata-katamu Mama sangat paham Bagaimana perasaan hatimu yang sebenarnya kepada Putraku, hanya Putraku saja yang bodoh sehingga dia selalu saja menunggumu sudah kalian makan saja jangan pedulikan Aku, "geram Mama yang kemudian berjalan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Vanessa menatap dengan penuh perasaan sedih dan kecewa sungguh dirinya tidak pernah menyangka jika sang Mama mertua masih tidak bisa menerima akan kehadirannya.
Bara yang memahami hal itu menepuk-nepuk pundak istrinya kemudian meminta istrinya untuk segera duduk dan melanjutkan sarapan pagi Akan tetapi karena Vanessa sudah merasa sangat sedih dengan apa yang dikatakan oleh sang Mama membuat Vanessa tidak memiliki seleera makan, sehingga Vanessa menolak sarapan pagi, Bara yang memahami hal itu segera membujuk istrinya untuk makan bahkan lagi lagi Bara tidak malu untuk menyuapi istrinya agar istrinya mau makan sementara Bara juga meminta Mbak Sri untuk menyuapi Mikha kemudian makan sendiri setelahnya.
"Sudah cukup Mas, ini sudah kenyang, "
" Kenyang Bagaimana kamu juga masih baru beberapa suap saja sudah buka mulut kamu Ayo belum makan. "
"Mas jangan dipaksa Aku kenyang, " rengek Vanessa sungguh rasanya Vanessa benar-benar tidak bisa menikmati makanan yang ada meskipun makanan yang ada di depannya terlihat sangat lezat dan nikmat maka tetapi karena sikap sang Mama yang sudah membuatnya sangat sedih sehingga membuat Vanessa tidak memiliki lagi selera untuk menikmati sarapan pagi,
" baiklah kalau kamu tidak mau makan Aku pun tidak akan berangkat kerja Aku akan tinggal di rumah bersama Istriku, Biarkan saja jika Papa marah ataupun ingin menghukumku karena bagiku Aku tidak akan pernah bisa bekerja dengan tenang selagi istriku belum Makan dengan kenyang. "
"Mas kok gitu sih, jangan dong Mas harus berangkat kerja,"
"Tidak mau kalau istrku belum makan., "
"Ya, baiklah Aku makan. "
Vanessa segera menyuapkan makanan ke dalam mulutnya meskipun untuk menelan makanan itu terasa sangat sulit dan susah karena sesungguhnya Vanessa benar-benar lagi tidak menginginkan makan, akan tetapi demi suaminya bisa dan mau kembali bekerja akhirnya mau tidak mau Vanessa harus makan meskipun dengan sedikit memaksakan diri.
Melihat hal itu Bara tersenyum bahagia karena pada Akhirnya istrinya mau makan.
__ADS_1