
Mbak Sri Yang penasaran bertanya kepada Vanessa apakah dirinya merasa Curiga dengan Tuan sehingga memilih mematikan lampu dan tidak menyalakannya dan jawaban Vanessa sangat mengambang dan sedikit mengejutkan di mana dia justru tersenyum tipis dan meminta Mbak Sri untuk segera masuk ke dalam kamarnya.
"Masuklah ke kamarmu Mba, beristirahatlah pasti kamu lelah, bukankah Mama sudah pergi ke Rumah temannya untuk menginap?
" Ya, Non, Nyonya Besar galak sudah pergi sedari sore satu jam setelah Tuan dan Ulet Bulu itu pergi. "
"Kalau begitu Mba Sri istirahat saja, Aku mematikan lampu hanya ingin sambil beristirahat, "
"Oh, Baik, Non, "
Dengan cepat Mba Sri pergi meninggalkan Vanessa seorang diri di Ruang Tamu dalam keadaan lampu tidak di nyalakan.
Sambil membuka pintu Mba Sri bermonolog sendiri.
"Tumben Non Nesa, mau menunggu Tuan Bara ada apa ini apakah benar diam-diam Non Nesa sudah curiga dengan Tuan, tapi jika benar sudah curiga kenapa Non Nesa terlihat biasa saja, tidak marah ataupun kesal pada Tuan Bara, sungguh Aneh, Aku juga mau intiplah penasaran juga, Non Nesa tidak akan tau jika Aku belum tidur dan mengintip nya. "
Mba Sri perlahan-lahan juga segera mematikan lampu penerang kamarnya, kemudian membuka pintu agar dirinya bisa melihat apa yang dilakukan Vanessa di Ruang Tamu.
Beberapa kali Vanessa melirik kearah meja yang ada di depan nya dimana di atas meja terdapat Ponsel hpnya.
"Tidak di jawab sudah satu jam Aku berkirim pesan melalui Watsapp, saat itu pesannya sudah masuk tapi setelah beberapa menit terkirim dan sudah centang dua sampai kini tidak ada balasan, Mas Bara juga tidak menelpon ku, hebat sekali dia kita lihat saja sampai kapan dia akan terus berpura-pura kepadaku."
Vanessa menarik nafas berat dan menghembuskan nya dengan sangat kasar.
Flashback on.
Pertemuan antara Vanessa dan Rendra yang sangat membuat Vanessa kesal karena Rendra telah membawa Putrinya Mikha tanpa izin pergi dan bukannya datang dengan permintaan maaf akan tetapi ikut marah, sehingga terjadilah pertengkaran diantara mereka berdua membuat Vanessa geram terlebih Rendra memberikan ancaman kepadanya, jangan meminta bantuan apapun jika terjadi sesuatu hal yang tidak menyenangkan antara dirinya dan Bara, karena Rendra sudah memperingatkan jika Bara Suami yang brengsek.
Pada awalnya Vanessa tidak mau tau dan peduli, tapi ketika dirinya menunggu Mikha di dalam Mobil, Robi menghubunginya.
Duduk dengan Wajah masam dan dengan perasaan kesal Vanessa memilih memejamkan mata, hingga sebuah panggilan masuk mengganggunya.
Vanessa yang kesal meraih ponsel hpnya dengan malas.
"Halo..!
" Halo, Nesa ini Aku, "
"Robi, dari mana kamu tau Nomor telpon ku? "
Bukannya memberikan jawaban Robi justru tertawa dengan sangat renyah, hal itu membuat Vanessa hanya menggelengkan kepala, sambil menarik napas kesal.
"Ada apa menghubungi Aku, "
"Nes, buka pesan yang kukirimkan kepadamu, Aku mengirimkan foto Suamimu dan rekaman suaranya, bukalah, "
"Apa itu sangat penting Rob, sudahlah Aku pusing dan malas, "
"Nes, sekali ini saja ayolah lihat dan bukalah ini tidak akan memakan Waktu lama, "
"Ya..! tunggu, 'ucap Vanessa dengan malas.
__ADS_1
Dengan perasaan tidak terlalu tertarik dan dengan hati malas-malasan Vanessa membuka pesan dari Robi.
Ketika satu pesan suara dan satu gambar Foto Vanessa buka.
" Mas Bara, Arum, ini kan foto saat Mas Bara mengantarkan Arum untuk membeli baju, apanya yang Aneh, ini foto biasa saja Dasar, Robi ada ada saja, Aku tau Robi tidak suka dengan Mas Bara makanya ngasih foto ini biar Aku percaya ucapannya, dasar Robi reseeh tidak pernah berubah dan ini pesan suara apaan tidak masalah Aku mau dengarkan dari pada di tanyakan Robi sudah mendengarkan belum."
Vanessa segera memutar pesan suara yang dikirimkan Robi kepadanya.
"Maaf Pak sekali lagi kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak rasakan tapi lagi-lagi saya harus mengatakan jika pendataan ini cukup perlu dan penting, apakah Bapak pergi dengan Ibu yaitu Istri Bapak atau Bapak pergi dengan, ____
"Sudah tidak perlu dilanjutkan Aku pergi dengan Istriku, bagaimana sudah puuas kamu pikir Aku laki-laki yang suka pergi dengan kupu-kupu malam? " terdengar suara bentakan yang sangat keras, setelah itu pesan suara terhenti.
"Mas Bara mengakui Arum sebagai Istrinya ini kan hal yang Biasa begitu kok Robi risaukan dasar Robi, " gumam Vanessa dalam hati.
"Bagaimana Nes, sudah kamu lihat dan kamu dengarkan belum? "
"Ya, Rob sudah, "
"Tuh kan Suamimu brengsek dia main api dengan Wanita itu, "
"Aduh, Robi begitu kok kamu pikirkan serius sih, Mas Bara itu memang orang nya baik, penyayang Wajar saja dia melakukan itu, dia ngakui Arum di depan kamu karena Mas Bara mau melindunginya itu hal biasa dan Wajar jadi apa salahnya. "
"Ciiiih, Nesaa, bodoh kamu itu karaten sekali, belum kapok dan jera juga kamu itu dulu di tikung EVa juga ngak sadar sekarang Bara bersama siapa itu tadi kamu bilang Arum itu artinya kamu mengenalnya kok gak paham juga sih Nes, "
" Aduuh, Rob Norak kali jika kamu samakan Mas Bara dengan Mas Rendra, Mas Bara itu sangat menyayangi Aku dan yang lebih tau tentangnya itu Aku, jadi jangan coba-coba pengaruhi Aku. "
Terdengar hembusan napas yang sangat keras kelihatannya Robi sudah sangat kesal dengan Vanessa yang susah di buat mengerti.
"Boleh siapa takut, " jawab Vanessa yang tidak kalah dinginya, dia juga ikut merasa kesal.
Kepalanya yang pusing akibat pertengkarannya dengan Rendra dan mengakibatkan Vanessa memilih menunggu di dalam mobil kini semakin pusing dan dengan tambahan masalah yang diberikan Robi kepadanya dengan tiba-tiba, sungguh Vanessa ingin berteriak terhadap dua orang yang masih sangat disayanginya tetapi sama sama sangat menjengkelkan untuk saat ini.
"Kamu mengenal Baik tentang Wanita itu? "
"Maksud kamu Arum? "
"Ya, dia, "
"Tidak, "
"Lalu kamu mengenalnya dimana Nes? "
"Dia dulunya sekertaris Mas Bara sekarang Aku tidak tau tidak pernah melihat dia bekerja lagi, dan sekarang dia berada di Rumah Mama tempat Aku dan Mas Bara saat ini tinggal dan ternyata dia anak dari temannya Mama Mas Bara, "
"Oh, jadi sekarang kalian satu atap, jadi benar dong, ucapan Bara kalau Wanita itu Istrinya. "
"Husss, Kamu itu terlalu paarnoo deh, Rob sudahlah mau nantangin apa kamu cepat Aku sudah pusing gara-gara Bos kamu yang seenaknya membawa Mikha pergi? "
"Rendra membawa kabur Mikha kemana? "
"Beli Es Krim, "
__ADS_1
"Astaga Nes, itu sih bukan membawa pergi cuma ngajak jajaan. "
"Sama saja, "sinis Vanessa yang mulai kesal.
"Hmmm, sama Rendra segitu bencinya jangan jangan hati lho masih sedalam lautan mencintai nya, "
"Robiii....! bisa ngak sih serius sedikit, "
"Hmmm, Baiklah, begini Nes kan kalian satu atap coba Gunakan CCTV taruh dengan aman di kamarmu, atau di mana saja yang sering membuat Wanita itu bisa bertemu Si brengsek Bara. "
"Kalau begitu di kamar ku, '
" Lho memangnya Arum berani datang ke kamar kamu? "
"Bukan hanya berani tapi sering, '
" Astaga Nes, jangan jangan Aku yang benar lho, si brengsek itu lagi main api di belakang kamu, sudah cepat kamu beli CCTV dan pasang di kamar kamu secepatnya nya klo bisa hari ini juga kita lihat siapa yang benar Aku apa kamu, "
"Besok saja, "
"Tidak bisa harus sekarang Nes Aku sudah yakin setengah hidup ini kamu kok masih santai saja. "
"Baiklah, '
" Ok, kita sepakat ya dan jika Aku yang menang hubungi Aku karena Aku juga mau hadiah darimu, "
"Ya, tapi tidak janji, "
"Ya sudah Nes aku tutup telpon dulu, ingat nomor Aku disimpan. "
"Ya, "
karena permintaan Robi dan juga tantangan dari Robi maka pada hari itu juga Vanessa meminta pada sopir untuk pergi ke sebuah toko untuk membeli CCTV kecil, yang akan dia taruh di dalam kamar dan meminta sopirnya untuk pulang lebih dulu dan menaruh CCTV di dalam kamar, Vanessa meminta pada Sopir segera melakukan disaat Bara tidak berada di dalam kamar, karena Vanessa menghubungi Bara untuk mengajaknya ngobrol luar kamar pada saat itulah sanggup sopir melakukan tugas yang diberikan Vanessa, jika Bara bertanya Vanessa meminta sopir untuk bilang dirinya di minta mengambil sesuatu yang tertinggal, semua berjalan lancar tidak membutuhkan Waktu lama sangat Sopir sudah kembali kesekolah tepat pada saat Mikha baru saja keluar dari sekolah.
CCTV sudah terpasang sempurna sebelum Vanessa kembali ke Rumah dan ketika sampai di Rumah, kurang lebih baru tiga dua jam memergoki Suaminya bersama dengan Mama mertua dan Arum mereka berkumpul di dapur dengan buah mangga di atas meja dapur.
Sempat mendengar kalimat ngidam membuat Vanessa bertanya dan Mamnya langsung menjawab di tipu penjual katanya manis ternyata masam.
Hari itu sudah berlalu dan Vanessa belum berkeinginan untuk melihat CCTV yang sudah terpasang Vanessa mencoba melupakan semua dan tidak menganggap serius karena tidak ada hal yang Aneh hingga hari berganti ketika mereka berada di Ruang makan Arum mual lagi dan lari masuk ke dalam kamar mandi dengan di ikuti Suaminya, kemudian tidak berselang lama Mama mertua meminta Bara untuk mengantarkan ke dokter.
Kesempatan itu Vanessa gunakan untuk melihat CCTV, meskipun hatinya merasa tidak perlu karena Vanessa sangat yakin jika Bara Suaminya tidak akan aneh aneh, Vanessa sangat yakin jika Bara sangat mencintainya dan Vanessa juga sudah memutuskan membuang semua obat yang dia konsumsi untuk mencegah kehamilan Vanessa sudah siap memiliki buah hati lagi dari Bara Suaminya.
Tapi setelah CCTV terputar Jantung Vanessa serasa lepas terlebih ketika melihat Arum masuk ke dalam kamarnya dengan membawa kresek hitam berisi mangga dengan manja meminta Suaminya untuk mengupaskan karena dia sedang hamil dan Vanessa merasa sangat kesal karena Bara tidak menolak bahkan bersikap manis pula mengandeng dan membimbing Arum keluar dari dalam kamarnya.
Meskipun Vanessa tidak tau Arum sedang hamil anak siapa, mungkin yang dikatakan Mba Sri benar Arum hamil dengan pacarnya yang tidak bertanggung jawab dan dirinya sedang merayu Bara agar mau menolongnya dan Bara yang baik tidak tega akan hal itu pasti seperti itu cerita nya sehingga Bara rela dan dengan senang hati menemani Arum.
_______
Flashback off
Duduk dengan lampu temaram yang sudah di padamkan, Vanessa duduk dengan bersilang tangan di depan dada.
__ADS_1
"Aku akan buat kamu tidak bisa berbuat genniit lagi kepada Suamiku, Mas Bara juga kenapa harus memikirkan bayi orang, dia benar-benar bodoh awas saja kali pulang aku akan buat Wanita itu tidak bisa mendekati Suamiku lagi, " geram Vanessa dalam hati.