DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 179.Bingung mau kasih judul


__ADS_3

Bara yang melihat istrinya tiba-tiba mau makan merasa Aneh, Diam-diam Bara berpikir mungkin Vanessa sangat lapar tapi dirinya gengsi.


Karena yang ada diatas Nasi hanya lauk telor Bara mengambilkan Ayam bakar untuk istrinya.


"Pakai, lauk ini lebih enak rasanya. "


"Tidak perlu, Aku tidak mau, " tolak Vanessa dengan dingin.


Hal itu membuat Senyum tersunging dari seorang laki-laki yang berada di ujung tempat menuju kamar mandi, entah apa maksudnya laki-laki itu berjalan dengan sangat pelan bahkan terlihat sesekali berhenti dan menoleh ke arah Vanessa yang menunduk menikmati makanan yang ada di depannya, makanan yang sengaja dia ambilkan.


Tanpa laki-laki itu sadari Bara yang kala itu tanpa sengaja membuang muka kesal karena Sikap Istrinya yang begitu dingin berisatap melihat kelakuan dari laki-laki yang ada di ujung sana dimana terlihat jelas laki-laki itu tersenyum kearah Istrinya, merasa heran Bara mulai menatap sinis pada laki-laki itu.


"Hei kamu cepat pergi dan lakukan tugasmu ngapain dari tadi masih disitu? "teriak Bara dengan dingin.


Membuat laki-laki berpakaian compaang camping itu menatapnya dengan pandangan mata sedikit terkejut tapi pada detik berikutnya mengulum senyum, tentu saja hal itu membuat Bara geram.


Dengan cepat Bara bangkit dan berniat mendekati laki-laki berpakaian compaang camping agar segera pergi akan tetapi suara Vanessa menghentikan nya.


"Kamu menyuruh orang untuk makan tapi lihat makanan kamu masih belum tersentuuuh, cepatlah makan dan tidak perlu memikirkan orang yang sedang bekerja, '


" What...? "


Bara mendelik dengan ucapan Istrinya, Bara tidak pernah menyangka jika Istrinya ternyata peduli dengan orang Asing bahkan membalasnya, satu hal yang baru pertama kali Vanessa lakukan, selama ini Vanessa terlihat cuek dan Acuh tidak memperdulikan siapapun tapi hari ini sungguh sangat Aneh.


Pertama perintah untuk makan darinya Vanessa Abaikan dan acuhkan tapi perintah dan permintaan orang Asing tanpa bicara dia dengarkan bahkan dia ikuti tanpa ada penolakan.

__ADS_1


Vanessa ini apa sedang kesambet setan bagaimana bisa dirinya di bandingkan dengan laki-laki yang sangat lusuh, dekiil dengan pakaian compaang camping lebih perhatian.


"Sayang, dia belum bekerja dia baru berjalan tapi berhenti untuk ngeliat kamu bukankah itu kurang ajaaar Namanya. "


"Cuma ngeliat doang tidak niduriin kan? "


"Deg..!


Bara meneguk kasar ludahnya, maksud hati ingin membuat laki-laki Asing yang entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul dan mengaggu Acara makan pagi mereka terlihat buruk tapi yang terjadi justru sebaliknya.


Vanessa justru mengupas keburukannya menggungkit kesalahannya dengan tidur bersama Arum.


"Sayang kenapa kau bicara begitu, kamu terlihat sangat mendukung dan membelanya seolah olah kalian sudah saling kenal saja. "


"Aku malas membahas lanjutkan makanmu Mas, Aku mau bantu orang itu untuk tau tempat kamar mandi nya. "


"Papa ini ada-ada saja dapat orang buluk kayak gitu dimana, sudahlah lebih baik Aku habiskan makanku, biarkan saja Nesa, membantu orang itu karena itu lebih baik dari pada melihatnya marah dan cemberut selalu, Aku juga harus memberitahu Anak buahku agar mengantarkan Mikha ke sekolah dan sepulang sekolah mereka harus membawanya kembali dengan cara ini Nesa, tidak akan berani minta cerai lagi, untuk sementara Vanessa memang harus beradaptasi dengan keadaan yang seperti ini tapi setelah semuanya selesai dan setelah Arum melahirkan anaknya maka aku akan membuat Vanessa kembali ke London aku akan membuatnya bahagia dan kehidupan kami akan bahagia seperti dulu, "


Vanessa yang berjalan dengan cepat menghampiri laki-laki berbaju lusuh yang sepertinya sedikit kebingungan dikarenakan kamar mandi yang berada di ujung belum juga terlihat atau ditemukan olehnya.


"Mari ikuti Aku, akan Aku tunjukkan tempatnya." ucap Vanessa yang tiba-tiba sudah berada di dekat orang yang berbaju Compang camping.


Laki-laki itu menoleh sekilas kemudian mengagguk.


"Ini kamar mandinya, tapi kemarin Aku baru mengunakan kamar mandi di sini baik-baik saja memangnya apa yang Rusak? "

__ADS_1


"Oh, itu Ah Nona tidak akan mengerti meskipun Aku jelaskan, lebih baik Nona pergi saja biar saya bisa bekerja dengan baik. "


"Oh, begitu baiklah, "


Dengan perasaan sedikit malas Vanessa melangkah pergi meskipun sesekali wajahnya menoleh ke arah kamar mandi yang mana tiba-tiba kamar mandi langsung ditutup oleh laki-laki itu.


"Aneh, masak Mbetulin kamar mandi pakai nutup pintu segala tapi ngapain Aku peduli ku biarkan saja orang itu yang penting Aku tidak perlu lagi berada dekat dengan Mas Bara Aku harus keluar dari Rumah ini Aku mau bertemu dengan Mikha, Aku harus mencari tahu ke mana Masih Bara membawa Mikha pergi aku harus segera mencari dan menemukan Mika agar aku bisa secepatnya bebas dan pergi tanpa melihat dan dimadu oleh Mas bara.


Di dalam dalam kamar mandi tampak laki-laki berpakaian compang-camping sedang meraih ponsel hpnya yang dari tadi bergetar pertanda ada telpon Masuk.


"Halo..! Dengan suara di pelankan laki-laki itu menjawab panggilan telepon yang ada di ponsel hpnya.


" Ren, lama sekali lo jawabnya, gimana kamu sekarang ada dimana? "


"Ada perlu Apa kamu nelpon Aku, bicara cepat kalau tidak ada yang penting Aku akan matikan, "ucap laki-laki berpakaian compaang camping yang tidak llain adalah Rendra.


"Hei, kamu itu ditanya bukannya menjawab tapi justru memberikan pertanyaan lain aku kan sedang bertanya Bagaimana kabar kamu dan kamu sudah sampai di mana, Apakah kamu sudah berada di rumah Bara atau kamu masih berada di jalan, Atau kamu masih berada di rumah sakit dan Kenapa suara kamu Terdengar sangat berat dan lirih, memangnya berada di mana kamu bicara seperti orang yang sedang berbisik keraskan dikit suaramu aku tidak mendengar apa yang kamu tanyakan kepadaku. "


" Di tanya bukannya menjawab malah ceramah Lebih baik aku matikan saja daripada mencurigakan orang yang lewat dan mendengarnya, " ucap Rendra.


"Aku khawatir di dalam kamar mandi ini suaranya terpantul keluar ruangan sehingga mereka yang berada di luar kamar mandi bisa mendengarkan apa yang aku katakan untuk itu lebih baik aku Matikan ponsel hp-nya daripada mendapat Resiko yang merugikan karena di tempat ini aku tidak bisa main-main ataupun bicara sembarangan karena aku tidak tahu apakah kamar ini memiliki CCTV yang bisa dipergunakan untuk memantau siapapun yang ada di dalam kamar mandi ini ataukah tidak, " Gumam laki-laki berpakaian compang-camping dalam hati.


"Hei Ren, apa yang lo lakukan, halo.... haloo...! terdengar suara Robi yang sangat keras dan panik karena tiba-tiba Rendra mematikan panggilan telepon yang dia lakukan sementara Robi yakin jika Rendra masih memiliki banyak kuota di dalam ponsel hp-nya akan tetapi Robbi merasa heran karena Rendra sepertinya tidak mau bicara ataupun menjawab pertanyaannya.


" Busyet Rendra mematikan panggilan telepon Apakah ada sesuatu yang sangat serius di sana sehingga Rendra tiba-tiba mematikan ponsel hp-nya aku menjadi penasaran dan aku menjadi bingung Lebih baik aku datang dan memastikan Apakah Rendra sudah berada di dalam rumah itu ataukah belum, "ucap Robi yang kemudian bergegas naik ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah bara di mana Robi sudah memiliki alamatnya yang dia dapat dari salah satu temannya yang juga memberikan informasi kepada Rendra.

__ADS_1


sementara Rendra di dalam kamar mandi merasa sangat bingung juga resah karena dirinya tidak tahu harus berbuat Apa.


" sekarang apa yang harus aku lakukan sementara di kamar mandi ini tidak ada satupun yang rusak, Haruskah aku hanya duduk dan termenung di dalam kamar mandi Bukankah ini sungguh sangat-sangat membosankan tapi mau bagaimana lagi aku harus menunggu untuk sementara waktu agar mereka tidak curiga jika aku bukanlah seorang tukang yang ditugaskan bekerja untuk memperbaiki kamar mandi mereka.


__ADS_2