
Faisal dan Arum akhirnya sudah sampai di halaman rumah nya setelah mobil taksi yang mereka tumpangi berhenti.
"Cepat jalannya jangan kayak siput lelet begitu Aku buru-buru nih, karena hari ini Aku harus balik ke Indonesia. "
"Abang, kalau Abang balik bagaimana dengan Aku, Abang kenapa setuju diberi kompensasi itu, Abang benar-benar tidak memikirkan Aku, apakah Abang tau sikap Abang itu sama halnya dengan menjual kehormatan ku dengan uang Aju tidak mau itu, Ayo Abang kembalikan uang itu Aku mau Pak Bara menikahiku, Aku mencintai nya Abang. "
"Diamlah kau Arum..! sejak kapan Aku mengizinkan kamu untuk mengambil keputusan sendiri, Aku membutuhkan uang ini dan kau juga bisa sedikit longgar tidak perlu mengambil uang gajimu untuk ku, "
"Tapi Bang Bagaimana dengan Nasibku? "
Faisal dan Arum yang sudah berada di dalam rumah terus beradu mulut.
"Kenapa kamu bodoh, bilang saja kamu hamil beres kan?
" Abang ini bagaimana sih, kan Pak Bara sudah bilang jika Aku hamil dia memang akan menikahiku tapi dia meminta uang kompetensi yang dia berikan pada Abang untuk itu mana Abang biar Arum yang pegang uang cek itu karena jika sewaktu waktu Arum hamil Arum bisa langsung memberikan kepada Pak Bara dan Pak Bara akan segera menikahiku, kalau Abang yang bawa Arum khawatir cek itu akan habis, biar Abang Arum kasih uang dari gaji Arum saja. "
"Oh jadi maksud mu uang Cek ini kamu yang bawa dan Aku kamu beri dengan uang jatah gajian kamu begitu? "
Dengan wajah sedikit takut Arum menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Iya, Bang..!
Dengan cepat Faisal berjalan mendekati Arum kemudian mencengkram kuat dagu Arum.
" Kamu pikir Aku bodoh, dan apa kamu pikir Aku akan mendengarkan permintaanmu, uang cek ini milikku selebihnya Aku tidak perduli dengan mu, kamu mau dinikahi atau tidak Aku tidak mau tau, "
"Abang.. Abang tidak berhak mengaturku, Abang tidak berhak bersikap seperti itu Aku ini adikmu kenapa Abang begitu tega dan jahat sama Arum. "
"Hahaha... Adik.. Hahahaha, "
Faisal tertawa menyeringai sambil mencengkram kuat Wajah Arum.
"A-apa Maksud Abang? "
"Gadis bodoh gara-gara menyelamatkan kamu adikku meninggal, demi kehidupan mu Adikku yang jadi korban. "
"A-Abang bicara Apa? "
"Kamu itu bukan Adek Kandung ku Adikku sudah mati dan semua juga gara-gara kau gadis sialan sudah bagus Aku merawat mu dan juga menyekolahkan mu, harus nya kamu berterimakasih padaku dan kamu harus nya sadar hidupmu itu ada ditanganku kamu tidak memiliki hak untuk menentukan segalanya karena semuanya harus atas ijinku apa kau mengerti, "
__ADS_1
Bentak Faisal sambil mendorong tubuh Arum hingga jatuh kelantai.
"Abang... ja-jadi Aku ini anak siapa dan siapa keluarga ku? "
"Mana Aku tau, sekarang diam dan Jangan pernah membantah ku. "
Faisal segera masuk ke dapur dan mengambil minum, entah mengapa setiap mengingat nama adiknya Faisal sangat emosi dan amarahnya semakin menjadi-jadi terlebih ketika melihat orang yang membuat adiknya tiada ada dihadapan nya, tapi apalah daya Adiknya seorang malaikat kecil berjiwa penolong karena sebuah janji Faisal tetap merawat Arum hingga Arum tumbuh dewasa meskipun Faisal sangat kasar dengan Arum akan tetapi Faisal tidak pernah membiarkan Arum dileceehkan siapa pun.
Arum yang mulai bisa mengontrol rasa sedih nya berjalan menuju ke dapur, melihat sosok laki-laki yang ternyata selama ini orang yang telah melindungi dan membesarkan nya itu bukan Abang kandung nya.
"Abang..! maafkan Arum, Abang boleh membawa uang cek itu Abang tidak perlu memikirkan Arum, Arum bisa mengatasi masalah Arum disini dan Arum minta maaf sudah membuat Abang menjadi repot, maafkan Arum Abang, Arum yang tidak bisa membalas budi kebaikan Abang selama ini, "
"Sudah tidak perlu bersandiwara untuk membuat agar Aku bisa bersikap baik padamu karena selama nya Aku benci dengan mu Arum Aku benci kamu dan jika Aku merawat dan membesarkan mu itu semua karena terpaksa jadi jangan harap dengan kamu meminta maaf padaku Aku akan merubah sikap ku padamu, hal itu tidak akan pernah terjadi. "
"Abang.. !
" Sudah..!Aku tidak mau membahas apapun pergi dari hadapanku Aku muak melihat mu, "
Bergegas Arum pergi meninggalkan Faisal seorang diri, Arum tidak ingin membuat Faisal semakin marah pada nya , Arum memilih duduk di ruang tamu dengan derai Air mata, inilah jawabannya mengapa Abangnya selalu bersikap kasar dan semena mena padanya ternyata Faisal bukan Abang kandung nya.
__ADS_1