
Rencana yang sudah Mama Sukma lakukan sudah mulai berjalan lancar dan dirinya yakin tidak akan lama lagi dirinya bisa menghempaskan menatu yang sangat menyebalkan baginya.
Siapa yang tidak sakit hati, siapa yang tidak terluka dan siapa yang tidak kecewa jika Putra kesayangannya yang selama ini Penurut dan Manja padanya tiba-tiba berubah.
Bukan hanya berubah tapi sangat berubah segalanya, sekarang hanya memikirkan dan menyayangi Istrinya tidak memperdulikan dirinya yang sudah berkorban dengan mengandung sembilan bulan tiba-tiba tidak di perhatikan.
Kehadiran Istrinya yang bernama Vanessa benar-benar telah membuat hatinya terbakar cemburu dimana Putra kebanggaannya lebih menyayangi dan peduli dengan Istrinya daripada padanya.
Bukan hanya itu, keinginan dirinya untuk menjodohkannya dengan Putri temannya pun harus kandas karena sang Putra lebih memilih Wanita yang sudah menjadi bekas Istri orang.
Baik, ramah, sopan memang semua ada padanya tapi satu hal yang tidak ada padanya, hatinya hancur dan sakit ketika menemukan satu benda yang berada di dalam kamar mandi Putranya.
Bagai halilintar menyambar ketika dirinya masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar Putranya untuk mencuci tangan.
Satu Benda laknaaat yang dia temukan meskipun yang dia temukan hanya bekas tempat nya saja, dirinya menemukan Obat Anti hamil, itu artinya Wanita yang dinikahi Putranya bukan Wanita baik dan tulus, dia hanya mempermainkan Putranya saja, sejak itu Api kemarahan yang dirinya coba untuk redaam dan berusaha menerima Wanita pilihan Putranya padam seketika, yang ada kebencian dan dendam.
Sudah cukup dirinya bersabar, saat itu dirinya mencoba untuk menerima dan mengikuti keinginan Putranya yang tergilaa gilaa dengan Wanita bernama Vanessa, mencoba menjadi Mertua yang baik meskipun belum bisa menerima sepenuh hati.
Bagaimana tidak hancur Putra kesayangannya yang sudah dengan susah payah dia besarkan tiba-tiba memilih Wanita bekas istri orang dan ternyata Wanita itu tidak sudih memiliki Anak dari Putranya sehingga diam-diam dirinya selalu meminum obat Anti hamil, bukankah itu suatu kenyataan pahit.
Buat apa menantu seperti itu di pertahankan, Tampan, kaya dan pintar bukankah seharusnya mendapatkan Wanita yang Cantik, dan masih perawan masih segar, tapi kenapa harus bodoh menikahi Wanita yang bekas Istri Orang ditambah Wanita itu sedang hamil dan kenyataan pahit lainnya Wanita itu tidak sudih hamil Anak dari Putranya terbukti dirinya diam-diam meminum obat Anti hamil, bukankah ini sangat menyakitkan dan tidak bisa dia trima lagi.
Tapi mau bagaimana lagi Putranya benar-benar cinta dan tergila-gilaa akan percuma saja dirinya mengadukan semua yang ada Putranya tidak akan percaya, untuk itu dirinya memilih diam dan bersikap dingin pada Menantunya.
Kekecewaan dan perasaan lelah serta putus asa Akhirnya menemukan celah dinding kebahagiaan dimana ternyata Putranya diam-diam juga berselingkuh dan kebetulan dewa keberuntungan berpihak padanya, sehingga tanpa sengaja dirinya mengetahui siapa Wanita selingkuhan Putranya.
Sungguh rencana yang bagus yang dia buat di mana dengan sengaja dirinya menempatkan kedua istri putranya dalam satu atap rumahnya dan dirinya yakin cepat atau lambat dirinya akan bisa membuat menantu yang sangat menyakitkan itu pergi.
Tapi sebelumnya dia juga akan menikmati penderitaan batin yang akan dia berikan sebagai ungkapan balas dendam atas perbuatan menantunya yang diam-diam telah mengonsumsi obat anti hamil.
Mama Sukma tersenyum Miring menyakini semua rencananya akan berjalan dengan lancar dan sakit hati serta rasa kecewanya akan terbalaskan.
Vanessa yang duduk dibangku belakang bersebelahan dengan Arum yang ada di samping kirinya hanya bisa menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan.
Tidak lama kemudian Bara datang dan langsung membuka mobil ketika tidak melihat siapapun di luar itu artinya semua sudah pada masuk Mobil.
Ketika Bara masuk kw dalam Mobil dan duduk Bara terperanjat kaget karena yang ada disampingnya bukan Vanessa Istrinya tapi sang Mama.
__ADS_1
"Mama..! kok Mama duduk disini Nesa mana? "
"Tuh, duduk di belakang, sudah cepat jalan keburu Sore Nanti, tidak masalah kan Mama duduk disini masa iya kamu kamu duduk dengan istri kamu dan Mama mau kamu jadikan obat nyamuk, "
"Issh, Mama bicaranya bisa saja, Sayang pakai sabuk pengamannya jangan lupa. " ucap Bara sambil menengok kebelakang, dimana Vanessa duduk tepat dibelakangnya.
Mama Sukma yang mendengar itu mendelik tidak percaya.
"Isssh, Bara ini keturunan siapa sih, sama Istri perhatiannya besar sekali seingatku Papanya dulu tidak begitu kepadaku, haseem deh ini anak, itu Nesa bisa makin besar kepala di perhatiin begitu dan dia tidak pantas untuk mendapatkan semua itu, tunggu saja Aku akan buat sebentar lagi hari-harimu kelabu, terlebih jika kamu tau Bara juga punya Istri lagi, memangnya kamu pikir Putraku Bodoh hanya akan meniduri kamu, laki-laki sudah biasa pasti akan cari yang seger-seger pula, " gumam Mama Bara sambil tersenyum miring.
"Bara, jalan cepat, dia tidak perlu kamu suruh pasti ngerti sendirilah. "
"Issh, Mama jangan seperti Nenek lampirlah Ma entar banyak yang takut, hahaha, "
"Kau, _
" Buuuugh..!
"Auuw..! Ma..! kenapa Bara di pukul? "
"Sudah jalan, Arum kamu juga jangan lupa pakai sabuk pengaman, "
Bara hanya menggelengkan kepalanya melihat perhatian Mamanya pada Arum dan Bara mulai melajukan Mobilnya ke arah pantai
Bara sengaja memutar arah spion kacanya tepat hanya menghadap ke arah Istrinya dengan sesekali Bara memberikan tatapan melalui kaca.
Awalnya Vanessa tidak mengetahui tapi lama-kelamaan ketika tanpa sengaja Vanessa menatap kedepan pandangan matanya bertemu dengan Bara melalui kaca spion, Bara mengedipkan sebelah matanya membuat Vanessa mendelik sementara Bara hanya senyum senyum saja.
Mama Sukma yang melihat hal itu semakin merssa kesal.
"Ini Anak kelewatan sekali bodohnya ingin rasanya Aku masukan kembali kamu itu ke dalam perut Mama sudah duduk di pisahkan juga masih juga bisa bermesraan dasar Anak bodoh. " geram sang Mama yang kemudian berdeham kecil.
"Ehem, Bara berhenti di depan sebentar kepala Mama pusing. "
"Oh, iya Ma. "
Bara segera menghentikan laju Mobilnya seperti permintaan sang Mama.
__ADS_1
"Ini Bara ada minyak kayu putih jika Mama pusing. "
"Tidak tidak, tidak perlu Mama mau rebahan di belakang saja, "
"Maksudnya Mama apa? "
Tanpa memberikan jawaban apapun Mama Bara segera membuka pintu Mobil dan turun kemudian mengetuk pintu mobil belakang tempat Arum dan Vanessa duduk, dengan cepat Arum membuka Mobilnya.
"Ada apa Tante? "
"Keluar cepat, kamu pindah duduk di depan biar Aku yang duduk di belakang, "
"Oh, baik, Tante, "
Arum segera turun dari Mobil dengan hati bersorak senang ternyata Mama mertuanya sangat pengertian dan cerdas berpura-pura pusing untuk memberikan kesempatan padanya bisa duduk di samping Bara.
"Nesa, keluar kamu! "duduk di sebelah kiri Mama mau yang sebelah kanan."
Seruan Sang Mama Mertua sedikit membuat Vanessa terkejut ternyata selain meminta Arum untuk pindah duduk agar bisa duduk berdampingan dengan Bara Mama Mertuanya juga meminta dirinya untuk pindah duduk di samping kiri.
Dengan sedikit ragu dan perasaan heran Vanessa mengikuti apa yang Mama Mertuanya mau.
Bara yang menyadari maksud dari Mamanya mendelik tidak percaya.
"Issh, Mama liciik juga caranya, berbohong demi membuat Wanita ini bisa duduk disampingku, sial banget tapi tidak apalah kan Aku bisa menatap Nesa lewat kaca spion, " hibur Bara pada perasaan hatinya yang mulai sedikit kesakitan dengan sikap Mamanya.
Arum duduk sambil menyunggingkan senyuman menatap Bara dan Bara memilih membuang muka.
"Sudah cepat pakai sabuk pengaman kamu tidak perlu senyum senyum kayak orang gilaa. "
Arum meneguk ludahnya mendengar perkataan dari Bara yang sangat menyakitkan.
Tidak lama kemudian Bara mulai melajukan Mobilnya dan kembali Bara menatap kearah sepion yang ada di depan sambil tersenyum dan memainkan matanya dan alangkah terkejutnya Bara ketika senyuman termanis nya dan kedipan matanya di balas oleh sang Mama.
"Ciiiiiittt...! "dengan gerakan spontan Bara menginjak Rem karena terkejut, secara mendadak karena terlalu terkejut, ternyata yang ada di belakangnya kini bukan lagi Sang Istri tapi Sang Mama.
" Astaga kok jadi Mama, jaahiil banget sih Mama! gumam Bara yang diambang kebingungan, sementara Mama Sukma tersenyum puuaaas karena telah mampu membuat Anaknya tidak akan lebaayy lagi, dimana-mana maunya pamer keromantisan.
__ADS_1
"Jangan harap kalian bisa bersikap romantis selama Ada Mama disini, "
Sementara Vanessa tertawa gelii melihat ekspresi Suaminya yang terkejutterkejut sudah bisa dia bayangan betapa malunya Suaminya ketika mengedipkan mata dan bermain matamu ternyata sama Mamanya.