
Mikha yang kesal karena Mamanya meminta dirinya untuk masuk dan makan di dalam sementara hatinya merasa kesal dan kecewa dengan apa yang dikatakan Omanya, melepaskan genggaman tangan Mamanya yang kala itu berjalan dengan mengandeng dirinya.
"Iiii iih, Mama lepas Mikha mau minta Oma pikuuun itu mengingat semuanya. "teriak Mikha dengan sangat keras.
Vanessa sedikit heran dengan sikap putrinya hari ini dirinya terlihat sangat kasar dan keras, tidak seperti biasanya yang selalu menurut dan diam, entah apa yang terjadi dengan Putri nya Vanessa sedikit ngeeri, sikap Mikha benar-benar Mirip dengan sikap Rendra kala marah.
Vanessa yakin pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Putrinya sehingga dirinya kini begitu berani.
"Mikha kamu mau kemana Nak, hei tunggu..! "
Mikha yang tidak mau mendengar terus berlari kembali ke Ruang Tamu, Vanessa yang hendak mengejar Mikha menggurungkan Niatnya dikarenakan di Ruang tamu ada Bara dan Arum dia orang yang kini sangat dibencinya.
"Lebih baik Aku tunggu di dalam kamar saja, namanya juga anak-anak pasti cuma marah sedikit kemudian akan kembali lagi.
" Oma,..! teriak Mikha ketika sampai di Ruang tamu dan tidak mendapati Omanya yang ada hanya Papa dan Wanita yang menyebalkan menurutnya.
Karena Wanita itu juga berani bicara dan membentaknya.
"Sayang duduk sama Papa kita makan disini, '
" Oma, Mana? "tanya Mikha yang tidak mau lagi berbasa-basi.
"Mengapa mencari Oma Hem, Oma ada di dalam kamarnya, "
Tanpa bicara lagi Mikha langsung berlari masuk ke dalam kamar Omanya sambil berteriak.
"Omaaaa.. Omaaaa! "
Mama Sukma yang kala itu sedang membetulkan riasan di wajahnya, mendengus kesal setelah menoleh dan melihat siapa yang datang memanggilnya.
"Kamu, mau apa mencariku, pergi jangan ganggu Aku, "
"Oma..!
Karena Omanya bersikap cuek dan dingin yang mana kemudian memfokuskan diri untuk melanjutkan merias wajahnya dengan kasaar Mikha mengambil dan melemparkan bedak dan parfum yang ada di depan Omanya.
" Pyaaaarrr.. ! parfum yang berada di dalam botol kaca pecah.
Melihat hal itu Wajah Mama Sukma merah padam dengan cepat bangkit berdiri dan langsung berkacak pinggang.
"Hei, anak pungut beraninya kamu menghancurkan parfum ku dasar Anak sial. "
"Oma...! Mikha sudah berusaha diam Oma bersikap tidak baik sama Mikha tapi Mikha tidak terima Oma mengatakan jika Papa Bukan Papa Mikha, "
"Ohoo..! jadi kamu mau bagaimana karena kenyataannya kamu itu cuma Anak pungut dan Papa yang kamu anggap Papamu dia hanya menolong mu, kamu itu pasti anak laki-laki bajingaaan yang kemudian kabur meninggalkan kamu dan Mamamu, beruntung kamu itu di pungut keluarga ini jadi diam dan jangan macam-macam karena kamu bukan bagian dari keluarga ini, "
"Bohong, Oma bohong Oma sengaja berkata begitu karena Oma tidak suka dengan Mikha,"
"Hahaha, Anak bodoh untuk apa Aku berbohong kamu itu cuma Anak sampaaah yang kebetulan di pungut Putraku, "
__ADS_1
"Omaaaa jahaaat...!
Mikha yang kesal berteriak sambil mendekati Mama Sukma yang kemudian dengan cepat Mikha menggigit tangan Mama Sukma.
" Auuuuwww... Anak sialan, " geram Mama Sukma yang kemudian menggangkat tinggi tangannya dan siap dia layangkan ke wajah Mikha akan tetapi disaat yang bersamaan tangan Bara memahaminya.
"Mama, apa yang mau Mama lakukan, " teriak Bara kemudian melepaskan tangan Mamanya dan berjalan mendekati Mikha yang wajahnya sudah merah dan menangis.
"Sayang kamu tidak apa-apa?
Bara yang berusaha meraih Mikha dengan cepat Mikha mundur kemudian berlari keluar dari dalam kamar Oma nya berlari masuk ke dalam kamar nya.
Vanessa merasa terkejut mendapati Putrinya datang sambil menangis.
" Hei Sayang kamu kenapa? "
"Oma... Oma jahat Oma jahat Ma, Mikha dikatakan anak sampaah, Anak pungut bukan anak Papa Bara katakan Ma Oma salah dan berbohong kan? Mikha Anak Mama dan Papa kan? Mikha bukan Anak pungut dan anak sampaah. "
Vanessa sungguh terkejut dengan apa yang dikatakan Putrinya, rasanya perih dan sakit ketika mendengar Anaknya dikatakan Anak sampaah.
Vanessa berjongkok kemudian menghapus buliran bening Air mata yang membasahi pipi putrinya,"
"Sudah Mikha tidak perlu memikirkan itu, " hibur Vanessa pada Putrinya.
"Tidak, Mau tau Apakah yang Oma katakan itu benar Jawab Ma...!
Karena Vanessa diam saja Mikha mengguncang guncangkan tubuh Mamanya.
Dengan susah payah Vanessa meneguk ludahnya.
"Sayang kamu tenang ya, tidak perlu memikirkan itu, "
"Jawab MaMa. .?Mikha butuh jawaban, Apa benar Mikha ini bukan Anak Papa Bara? "
"Sayang, Itu tidak benar tentu saja kamu Anak Papa, " jawab Bara yang kala itu ikut berlari mengejar Mikha yang lari masuk kedalam kamarnya.
"Mikha tidak butuh jawaban Papa Mikha butuh jawaban Mama, ayo Ma katakan apa Mikha bukan Anak Papa Bara jawab Mama...? "
Bara menatap Vanessa dengan menggelengkan kepalanya berharap Vanessa tidak mengatakan kejujuran pada Putrinya.
Vanessa menarik napas panjang kemudian menatap Mikha dengan bibir tersenyum.
"Sayang, Oma kamu benar. '
" Duaaaarrr... !
Bukan hanya Mikha yang terkejut Bara pun terkejut dirinya tidak menyangka jika Vanessa akan bicara kebenaran.
"Nesa, apa yang kamu katakan?
__ADS_1
Buru-buru Bara mendekati putrinya.
" Sayang kamu jangan dengarkan apa yang dikatakan Mama itu tidak benar, Papa ini Papa kamu, "
Bara yang mencoba menggengam tangan Mikha dengan cepat Mikha hempaskan, sungguh apa yang dilakukan Mikha benar-benar diluar dugaan Vanessa, sifat Mikha yang kasar dan keras ketika marah benar-benar sama persis dengan sikap Rendra.
"Ma jika Mikha bukan Anak Papa Bara lalu Mikha anak siapa, apa benar Mikha anak laki-laki bajinggaaaan dan brengsek yang seperti Oma katakan, "
"Mikha...!
" Jawab Ma..!
"Sayang kamu tenang, jangan berteriak-teriak begini, Mikha tidak perlu memikirkan ini, "
"Mama kamu benar Sayang apapun kamu Papa sayang padamu Nak," ucap Bara yang lagi-lagi mencoba meraih tangan putrinya dan untuk kedua kalinya Mikha menghempaskan tangan Bara.
"Kamu bukan Papaku, jangan sentuuh Aku, "teriak Mikha dengan kedua mata mendelik kearah Papanya.
"Deg...!
Vanessa benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan Putrinya, anak sekecil itu, Anak yang baru berusia 11 tahun kata-kata nya benar-benar sangat kasar dan keras.
Selama ini Mikha sangat santun dan tidak pernah bicara kasar lalu dari mana Mikha belajar kalimat kalimat yang buruk ini.
"Apakah selama Mikha dekat dengan Mas Rendra Mikha di ajarin bicara buruk dan kasaar tapi bagaimana cara mengajarinya sedangkan bertemu Mikha hanya sesaat saja, apakah ini yang namanya darah lebih kental dari pada Air, Mikha memiliki sifat yang sama dengan Mas Rendra meskipun diantara mereka tidak selalu bertemu dan tidak bersama.
Bara yang juga terkejut menatap Vanessa yang kala itu hanya menaikan bahunya sebagai tanda tidak mengerti.
Bara berusaha tersenyum kemudian kembali bicara dengan lembut.
"Sayang tidak boleh bicara kasar dan buruk sama Papa bukankah selama ini Papa sudah baik dengan memberikan semua yang Mikha mau, "
"Oh, Papa tidak ihklas Papa mau minta ganti rugi, baik Nanti kalau Mikha sudah besar sudah bekerja Mikha akan menganti semuanya. "
"Mikha, jaga bicaranya Nak, tidak boleh bicara tidak sopan pada Papamu, "
"Dia, bukan Papaku Ma dan Mikha mau hari ini kita pergi dari sini, "
"Mikha...?
" Ayo Ma kita pergi..!
Mikha yang emosi menarik-narik tangan Mamanya.
"Baik, baik ayo...!
" Nes, kamu tidak bisa pergi begitu saja kamu, ___
"Diam, dan tunggu disini kita akan bicarakan semua ini Nanti, Aku akan bawa Mikha pada Mba Sri agar dirinya tenang, jadi diam dan tunggu disini, " jawab Vanessa yang kemudian membawa Mikha keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Bara yang kesal berkali-kali mengusap kasar wajahnya.
"Araaaaaggg.... Apalagi ini, Mama bikin masalah makin parah saja, namanya juga Anak Rendra pasti keras kepala dan sikapnya tidak akan jauh berbeda."geram Bara kesal.