
Perasaan lapar bercampur dengan perasaan senang dan haru dimana meskipun kini dirinya tidak bisa bertemu dengan sang Istri tercinta, bukan sang istri akan tetapi mantan istri akan tetapi Rendra tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika kini kehadiran dari Wanita yang telah menolong nya membuat rasa rindu dan kesalnya terbayarkan.
Meskipun jika harus jujur Rendra menyadari dan mengakui dirinya bukanlah laki-laki yang baik di mana dengan Lancang dan berani bahkan dengan sangat sengaja mencium rambut dari wanita yang ada di sampingnya, bau parfum dan bau shampoo yang sama membuat Rendra khilaf, Rendra sungguh tidak bisa menahan Perasaan hati yang mana sedang dilanda rindu dan manalah mungkin menyia-nyiakan suatu kesempatan yang sangat berharga baginya di mana bau parfum dan bau shampo rambut dari wanita yang ada di depannya benar-benar sama dengan milik Venessa.
"Tok..
" Tok
Sebuah ketukan pelan terdengar dari luar dimana Rendra yakin itu ketukan dari Bapak Satpam yang dimintai tolong untuk memerankan makanan padanya.
Dengan cepat dan dengan langkah yang sangat pelan Rendra melangkah ke pintu.
"Ini pak pesanannya, "
"Trimakasih, "
Rendra segera mengambil beberapa lembar uang merah dan diserahkan nya pada Satpam.
"Tidak usah Tuan, uang yang Tuan kasih kemarin masih ada, "
"Tidak apa-apa ambilah, angap saja ini uang dari rasa ucapan terimakasih Saya pada Bapak karena telah membantu saya."
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Pak satpam menerima uluran uang lembaran merah yang diberikan Rendra kepadaNya setelah mengucapkan terima kasih sambil menganggukkan kepala sebagai tanda hormat dan santun bapak satpam itu pun akhirnya pamit pergi Rendra segera membawa nampan berisi dua porsi makanan dan minuman.
Karena merasa sangat lapar Rendra tidak menunggu wanita yang ada di sampingnya bagun untuk makan, dengan hati-hati Rendra mulai melahap makanan yang dia pesan.
Aroma khas dari sate dengan bumbu yang mengoda membuat makan Rendra semakin lahap.
Aroma sate yang harum menusuk hidung membuat Vanessa yang lelah dan ketiduran akhirnya terbangun.
"Kok, bau sate, apakah di dalam kamar ini ada yang makan, "Vanessa bergumam dalam hati perlahan-lahan Vanessa membuka kedua bola matanya dan melihat di depan nya Ranjang sudah kosong, hal itu membuat Vanessa panik hingga dengan gerakan spontan bangkit mencari sambil berseru memanggil.
" Mas Rendra kamu dimana..?"teriak Vanessa menatap ke sekeliling, Rendra yang kala itu sedang menikmati makan juga ikut terkejut karena Wanita yang ada di belakang nya mengenal Namanya.
Posisi yang saling membelakangi membuat Vanessa tidak melihat di belakang nya ada orang, sementara Rendra yang juga duduk menghadap meja kecil yang ada di dalam kamar itu juga dalam posisi membelakangi Vanessa sehingga keduanya tidak saling berhadapan.
"Nona, mengenal Nama Saya? "
Mendengar suara berat di belakang nya, Vanessa sangat terkejut terlebih suara itu tidak mengenalinya, untuk itu Vanessa tidak segera membalikkan badan, jantung nya berdegup dengan begitu kencang, lidahnya terasa kelu.
"Mas Rendra belum tau ini Aku, sekarang Aku harus bagaimana, " gumam Vanessa bingung.
"Nona, apa Nona mengenal Saya, Oh ya ini saya pesan dua porsi makanan mari silakan makan, Saya mau mengucapkan terimakasih karena Nona sudah menolong Saya. "ucap Rendra sambil menunggu wanita yang ada di depan nya membalikkan badan.
Karena yang diajak bicara kini diam saja dan terasa aneh sikap nya dimana tadi Rendra sangat melihat jelas jika wanita itu sangat mencemaskan dirinya, berteriak-teriak mencari dan memanggil namanya akan tetapi kini tiba-tiba wanita itu diam bagaikan patung tidak membalikkan badan sama sekali tidak juga bicara apapun lagi.
__ADS_1
"Nona..! kenapa kau diam, ada apa dengan mu Apa kamu baik-baik saja. "
Lagi-lagi pertanyaan Rendra tidak mendapatkan jawaban, hal itu membuat Rendra sedikit cemas.
"Apakah Wanita ini mengalami kebisuan mendadak, kenapa dia diam saja. " Rendra bergumam dalam hati. " Coba Aku tanya lagi.
Rendra bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Wanita yang berdiri membelakangi nya dengan jarak yang cukup jauh sekitar empat meter.
Suara langkah kaki yang terdengar semakin mendekat membuat jantung Vanessa semakin berpacu lebih cepat, bingung dan tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Melihat wanita di depan nya masih tidak bergeming perlahan-lahan Rendra mulai meraih tangan Vanessa dan dengan perlahan-lahan menepuknya.
"Nona apa kamu baik-baik saja? "
"I-iya, Aku baik, maaf Aku harus pergi, smoga Mas, cepat sehat , " ucap Vanessa buru-buru melangkah akan tetap tetap dengan cara membelakangi semua dia lakukan agar Rendra tidak melihat nya.
"Nona, tunggu..!
Vanessa yang sudah berdiri di depan pintu terpaksa berhenti karena tangan Rendra mengenggam nya.
" Bawa makanan ini, tadi saya sengaja pesan untuk kita disini, "
Vanessa meneguk ludahnya dengan terpaksa mau tidak mau Vanessa menerima uluran tangan Rendra yang memberikan bungkusan padanya.
"Nona, apa saya sangat menakutkan sehingga Nona tidak ingin melihat saya."
"Lalu kenapa Nona tidak mau melihat ku, "
"Maaf, saya buru-buru, "
Vanessa sudah berniat pergi dan melangkah keluar, akan tetapi gerakan Rendra rupanya lebih cepat, menarik dengan sedikit keras hingga tubuh Vanessa jatuh dalam pelukan dada bidang Rendra.
"Mengapa, mau pergi? Apa kamu pikir Aku tidak bisa mengenalimu? "
"Deg..!
"Jadi....
"Aku sudah tau ini kamu, tidak ada orang yang mampu merawat luka dengan sempurna jika dia tidak memiliki pengalaman, mana ada bau parfum yang tiba-tiba sama pada orang yang tidak memiliki pengalaman merawat seorang pasien lalu siapa lagi jika itu bukan kamu, Aku belum melihat Wajahmu tapi Aku yakin itu adalah kamu. "ucap Rendra sambil tersenyum miring setelah menghempaskn Vanessa jatuh diatas Ranjang.
Rendra segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
" Kemudian bersilang dada menatap tajam pada Vanessa yang ada di depan nya.
"Makanlah pasti kamu juga belum makan, " ucap Rendra pada Akhirnya yang kemudian duduk di depan meja.
__ADS_1
"Aku tidak lapar dan Maaf Aku harus pergi, "
"Kenapa buru-buru ada banyak pertanyaan yang harus kamu jawab Nona Vanessa.? "
"Mas Rendra ingat, Aku ini istri orang jangan lagi kau mengagguku.! "
Rendra tergelak tawanya pecah mendengar perkataan dari Mantan istrinya.
"Tenang, Aku tau batasan ku Nona, Aku hanya ingin mengatakan Mikha itu juga putriku jadi jangan coba-coba pisahkan Aku dengan anakku, jika kau berani melakukan, Aku bisa membawa nya pergi jauh darimu, Aku tau kamu sengaja tidak datang ke Butik, agar Aku tidak bisa bertemu dengan Anakku kan? Aku tidak menyangka kamu sanggup melakukan itu, Besok Aku mau kamu bawa Mikha kesini, Aku ingin bertemu dengan putriku, sekarang pergilah..!urus Suami tercinta mu, "geram Rendra dengan suara keras.
Vanessa meneguk ludahnya hatinya terasa sakit mendengar Rendra membentaknya dengan kasar.
" Dasar brengsek,sudah di tolong bukan nya berterimakasih tapi justru main ancam dan bentak bentak saja." crocos Vanessa yang merasa kesal.
Rendra yang mendengar clotehan mantan istri nya dengan cepat menarik tangan Vanessa hingga tubuh Vanessa kembali masuk dalam dekapan nya.
"Mas Rendra, lepas, apa apaan sih, Aku ini, ___
" Istri orang, benar begitu bukan? Aku tidak mau apa-apa Aku cuma mau memberikan yang kamu minta setelah kamu menolong ku, "
"Ap, ___
Vanessa yang hendak bicara dengan mulut sudah terbuka langsung terdiam ketika bibir Rendra sudah lebih dulu meluumaatnya, sedetik dua detik semua masih biasa tapi pada detik berikutnya tanpa sadar Vanessa pun membalas Pangutan Rendra, sungguh Vanessa pun di buat terlena.
Dalam hati Rendra tersenyum miring.
" Ternyata masih tidak sanggup menahan jika Aku yang mengoda."gumam Rendra dalam hati yang merasa puaas karena hati Vanessa masih milik nya.
Perlahan lahan Rendra melepaskan panutannya.
menatap sayu pada wanita yang ada di depan nya sementara Vanessa menundukkan kepala dia merasa sangat malu karena dengan sengaja justru menerima dan membalas ciuuman mantan suaminya.
Memahami Vanessa merasa malu dn tak memiliki harga diri, Rendra segera menariynya masuk kedalam dekapannya.
"Aku malu, " lirih Vanessa sambil menenggelamkan wajahnya pada Dada bidang Rendra.
"" Mengapa harus malu, tidak ada yang salah dengan cinta kan? kau masih mencintai ku kan? '
Rendra bertanya sambil menangkup Wajah Vanessa yang kedua pipinya sudah bersemu merah.
"Aku ini istri orang dan Apa yang kita lakukan ini tidak benar. "
"Aku tau, sayang, apa yang kita lakukan memang tidak benar Aku menunggumu tinggalkan Bara dan kembali lah padaku, Aku sangat mencintai mu, "ucap Rendra sambil menciuum pucuk rambut Vanessa.
Mendengar nama Bara buru-buru Vanessa melepaskan pelukan dan dekapan mantan suaminya.
__ADS_1
" Tidak, Mas, Aku tidak akan meninggalkan orang yang sudah sangat baik dan menyayangiku, mana Aku bisa berbuat sejahat itu, tidak Mas Rendra lupakan saja apa yang baru saja terjadi anggap tidak ada apapun, Aku akan berikan kesempatan kamu untuk bertemu dengan putrimu, sekali lupakan semuanya,
Setelah mengatakan itu Vanessa segera berlari ke arah pintu dan keluar sambil berlari.