
Arum menatap kepergian Mama Sukma dari balik kelambu jendela dengan tersenyum Miring. Dengan perlahan-lahan Arum kembali menutup kelambu dan masuk ke dalam kamarnya.
"Aku tidak akan membiarkan Wanita itu bicara Pada Mas Bara tentang apa yang lihatnya, Aku harus segera membereskan sebelum Wanita itu pergi ke kamar Mas Bara. " Arum mulai bersiap keluar dari dalam kamarnya hendak menemui Mama Sukma akan tetapi kedua bola Mata Arum membulat seketika ketika dirinya melihat Mama Sukma sudah membuka pintu keluar dari ruang tamu.
"Mama mertua, mau kemana dia, bukankah seharusnya dia pergi ke kamar Suamiku kenapa ini justru langsung pergi keluar, Kira-kira bahaya tidak ya, apakah Mas Bara sudah tau atau belum, bagaimana ini apa yang harus Aku lakukan, "
Arum berdiri di ruang tamu berjalan dengan mondar mandir bagaikan setrika berjalan.
"Aku bingung apa yang harus Aku lakukan, pergi ke kamar Mas Bara untuk mengecek apakah Mas Bara sudah tau kalau Aku tidak hamil ataukah Aku pergi untuk mengejar dan membuntuti Mama Sukma, mana yang lebih baik aku lakukan tidak mungkin keduanya aku harus mengetahui karena aku tidak bisa mengawasi Mama Sukma dan Mas Bara sekaligus, Ah ya kenapa aku harus bingung Aku punya Abang Faisal biar dia yang mengikuti Mama mertua dan Aku mau melihat Mas Bara bagaimana sikapnya kepadaku apakah dia sudah tau jika Aku tidak hamil ataukah tidak. "
Bergegas Arum kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu Kemudian dengan cepat Arum segera menghubungi Abangnya dan mengatakan kepada Abangnya jika dirinya sudah ketahuan oleh Mama mertuanya kalau dirinya tidak hamil dan Arum ingin Mama mertuanya Segera dibereskan, Karena Arum tidak ingin Rahasianya diketahui oleh orang lain.
Terlebih jika Bara suaminya belum mengetahui tentang hal ini dan Arum akan melihat serta masuk ke dalam kamar Bara untuk mengetahui apakah suaminya sudah diberitahu oleh Mama mertuanya jika dirinya tidak hamil atau belum.
Bergegas Arum melangkah masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu setelah itu Arum segera menghubungi Abangnya dan meminta kepada Abangnya untuk segera menggukuti dan membereskan Mama mertuanya.
__ADS_1
Arum tersenyum bahagia ketika Abangnya menyetujui semua yang Arum minta bahkan Abangnya tidak segan-segan memberikan dukungan kepada Arum untuk terus bisa berada di dekat Bara karena dengan berada di dekat Bara membuat dirinya memiliki pohon uang yang tidak perlu bersusah payah dia dapatkan untuk itu Faisal menyetujui semua yang Arum minta.
"Halo Arum kamu tenang saja semua Aman dan beres. "
"Trimakasih Abang, kalau begitu Arum akan pergi ke kamar Mas Bara Arum ingin tahu bagaimana sikapnya kepada Arum, jika mencurigakan itu artinya mas Bara sudah curiga dan mengetahui jika Arum tidak hamil tapi jika sikap Mas Bara tidak mencurigakan dan biasa saja itu artinya Mama masih belum bercerita kepada Mas Bara dan hal itu akan membuat aman rahasia Arum."
"Baiklah Arum cepat kamu sekarang lihat dan pastikan bagaimana keadaan dan Sikap Suamimu kepadamu."
"Baiklah Abang, Aku akan segera pergi ke kamar Mas Bara dan Aku harap Abang bisa segera membereskan Mama, "
Arum segera pergi ke kamar Bara yang kebetulan kamar Bara tidak dikunci dari dalam bahkan dengan kebetulan pula Bara sedang ada dekat pintu, sepertinya Bara berniat untuk pegi.
"Arum ada apa kau kesini? "
Arum yang tadinya merasakan was-was dan cemas kini bisa bernapas dengan lega dengan Bara bertanya dengan sikap biasa saja maka, Arum bisa mengambil kesimpulan jika Mama Sukma belum bicara tentang Rahasianya.
__ADS_1
"Apa Mama Sukma baru saja kesini Mas? 'tanya Arum sedikit ragu dan memberanikan diri.
" Oh, tidak memangnya Mama tidak ada apa kalau kamu mau mencari Mama seharusnya kamu pergi ke dalam kamarnya, "
"Tidak Mas, Aku tidak melihat mama makanya Aku tanya Mas Bara, agar Aku tau dimana Mama berada, "
"Pergilah Mama tidak ada di sini cari saja ke dalam kamarnya. "
Tanpa membantah Arum segera menganggukkan kepala dan pergi dari dalam kamar Bara.
Assalamu'alaikum.
Maaf Upnya sedikit harap Maklum sedikit sibuk, lagi masak-masak, selamat menikmati bulan Maulid Aku do'akan semua Reader Dokter Dingin itu Papaku, sehat dan bahagia selalu Amin
"Apakah, Mama Sukma Akan Mati dan Apakah penantian Bara pada Vanessa yang akan kembali ke Rumah bisa terwujud serta bagaimana keadaan Mikha selanjutnya.
__ADS_1