Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 111


__ADS_3

Filla mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia tidak bisa memungkiri rasa khawatir saat mendengar kabar Vino dari mama.


Filla bergerak gelisah saat mendapati lampu lalu lintas bewarna merah didepannya, detik yang ada diatas terasa sangat lambat sekarang.


Rasa paniknya belum reda saat lampu lalu lintas berubah jadi hijau. Ia beberapa kali mengklakson mobil yang berjalan lambat didepannya, sampai dirinya berhasil memarkirkan mobilnya dititik sesuai lokasi yang di share oleh mama.


Filla menatap sekeliling lalu keningnya berkerut heran, tentu saja siapapun berpikir akan berdiri didepan rumah sakit atau tempat pertolongan pertama atau semacamnya, tapi dirinya malah berdiri di depan sebuah restoran yang cukup besar.


Filla meronggoh ponselnya, lalu menghubungi mama, "Hallo Ma," ucap Filla saat panggilannya terhubung.


"Hallo Fill."


"Ini Filla kok didepan restoran bukan rumah sakit? Mama salah kayaknya," ucap Filla sambil melihat sekeliling.


"Masuk aja dulu, mama didalam," ucap mama lalu mematikan hubungan telepon secara sepihak.


"Ma," panggil Filla, belum hilang rasa khawatir sekarang rasa bingung juga memenuhi kepalanya.


Filla memberanikan diri melangkah memasuki restoran, saat dirinya masuk tentu saja disambut pelayan restoran yang langsung mempersilahkan dirinya masuk tanpa bertanya.


Filla dibawa masuk kedalam, restorannya terlihat sepi tanpa pengunjung, terlihat dari meja yang tidak diisi oleh siapapun.


"Mbak, saya cari mama saya," ucap Filla memberanikan diri daripada terus dilanda kebingungan.


Pelayan tersebut hanya tersenyum, "Mbak silahkan masuk kedalam," ucapnya dengan sopan.


Filla tambah mengerutkan alisnya, namun dirinya tetap berjalan tanpa membantah, sekarang ia tambah bingung dengan ruangan yang sengaja dimatikan lampunya, Filla berbalik namun pelayan yang mengantarnya sudah menghilang, Filla memberanikan diri maju selangkah lagi.


"Ada orang?" ucapnya, namun tidak ada sahutan, sampai dirinya hampir berbalik, sebuah cahaya terang membuat Filla menoleh.


Disebelah kanannya terdapat layar besar yang mengeluarkan cahaya, Filla menghadap layar tersebut, menunggu hal apa yang akan terjadi selanjutnya


Filla mengerutkan kening saat lagu Pink Sweat -At My Worst terdengar didalam ruangan tersebut diiringi foto kecilnya ditampilkan dilayar tersebut. Filla tersenyum saat foto masa kecilnya ditampilkan satu persatu disana, fotonya bersama mama dan papa, fotonya bersama sahabat-sahabatnya bahkan fotonya bersama Tita.


Filla tak menyangka foto-fotonya dikumpulkan dan dijadikan seperti ini, ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya sama sekali.


sampai Filla menutup mulutnya saat fotonya bersama Vino satu persatu muncul, foto saat mereka masih kecil sampai sekarang.


Filla kembali dikejutkan dengan cahaya yang muncul disebelah kirinya, disana Vino duduk didepan piano ditemani cahaya yang hanya menyorot pada dirinya.


Filla tersenyum melihat Vino disana, ia masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi saat ini, namun Filla menikmati.


Filla terkagum saat mendengar musik yang Vino mainkan, Filla tidak pernah tahu Vino juga mahir memainkan piano.


Dan lagi Filla dibuat senang, lagu yang dimainkan Vino adalah lagu kesukaannya.


The Overtune - I Still Love You

__ADS_1


If someday your feet can't touch the ground


Suara lembut Vino terdengar memenuhi ruangan ditemani alunan piano yang ia mainkan. Filla tak bisa pungkiri ia senang Vino melakukan hal romantis yang tidak pernah sama sekali ia bayangkan.


If someday your arms can't feel my touch


If someday your eyes can't see my face


I'll carry you be there for you anytime of day


Filla berdiri ditengah-tengah, dimana disebelah kanannya layar masih tetap menampilkan foto-fotonya dan disebelah kirinya Vino dengan indah menyanyikan lagu kesukaannya.


Forever is a long time but I keep my words that I save to you


Together we can go far as long as I'm with you


Cause I will fall for you no matter what


They say, I still love you I still love you


You'll never be alone now look me in


The eyes, I still love you I still love you


Till forever


Forever is a long time but I keep my words that I save to you


Together we can go far as long as you are with me


Cause I will fall for you no matter what


They say, I still love you I still love you


You'll never be alone now look me in


The eyes, I still love you I still love you


Now see me through my skin


Your heart is stays within


I still love you


Vino menyelesaikan lagu kesukaan Filla dengan indah, membuat Filla hanya bisa tersenyum menatap Vino yang juga menatap kearahnya.


Rangga berdiri dibelakang Filla karena terlambat akhirnya ia tidak bisa menjadi bagian dari acara surprise untuk Filla, ia menyaksikan semua yang Vino lakukan untuk membuat Filla tersenyum, dan entah mengapa didalam sana terasa sesak.

__ADS_1


"Surprise," teriak ketiga sahabat Filla, seketika semua lampu dinyalakan, dan Filla baru ketahui ruangan ini sekarang didekorasi sangat meriah.


Filla hanya bisa tersenyum sambil menutup mulutnya, ia tak menyangka sekarang, ia dikelilingi banyak orang, baik keluarga dan teman-temannya, entah siapa yang merencanakan semua ini, Filla hanya dapat mengucapkan terimakasih atas momen yang tercipta.


Mama dan Papa membawa kue ulangtahun indah didepan Filla, "Berdoa dulu," ucap mama.


Filla memejamkan mata, berterimakasih pada pencipta untuk semua kebahagiaan yang ia dapatkan, Filla membuka mata lalu meniup lilinnya membuat tepuk tangan meriah dari semua orang.


"Selamat ulang tahun sayang," ucap Mama sambil mencium Filla.


"Selamat ulang tahun putrinya Papa," ucap papa lalu juga mencium pipi kanan dan kiri Filla.


Lalu Tita juga melakukan hal yang sama.


Setelahnya Ayah dan Bunda juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Filla, Filla tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat hari spesialnya semua orang ada disampingnya, bahkan Filla melupakan hari spesial ini.


Secara bergantian semua orang menghampiri Filla, banyak diantara mereka mendoakan hal-hal baik untuk Filla.


"Udah tua sahabat kita," ucap Ola lalu memeluk Filla diikuti Reya dan Caca.


"Jadi ini alasan kalian ngebohongin gue sampai harus nunggu satu jam?" tanya Filla pura-pura cemberut.


Ketiga sahabatnya hanya tersenyum.


"Maaf, kan buat surprise lo," ucap Reya.


Filla tersenyum, "Makasih banyak," ucap Filla, mereka kembali berpelukan.


"Yang harus dapet makasih pertama dari lo itu Kak Vino, Fill, dia udah siapin ini jauh-jauh hari," ucap Ola yang meraih anggukan antusias Caca.


"Dia bahkan ngumpulin semua foto lo," ucap Caca menambahi.


Filla tersenyum lalu mengangguk, "Aku nggak pernah nyangka," ucap Filla.


"Udah sana, temuin Kak Vino, biar kita makan dulu," ucap Reya membuat Filla tertawa lalu mengangguk.


Rangga menghampiri Filla setelah ketiga sahabat Filla pergi, "Happy Birthday," ucap Rangga sambil menyodorkan kotak kado pada Filla.


Filla menatap kotak kado lalu menatap Rangga, ia meraih kotak kado tersebut, "Makasih Ngga," ucap Filla. "Makasih udah mau repot," ucap Filla sambil tersenyum.


"Fill, gue-," ucapan Rangga terpotong.


"Gue ke sana dulu, makasih," ucap Filla saat mendapati Vino berdiri dibelakang Rangga.


Dan lagi rasa sesak itu ada, Rangga belum paham apa yang sebenarnya ia rasakan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2