
Filla memasuki kamarnya yang masih remang sampai ia menghidupkan lampu, matanya langsung tertuju pada buket bunga lily putih yang berada diatas kasurnya.
Filla mendekat dan meraih buket bunga tersebut, ia menemukan sebuah kertas yang terselip diantara bunga lily.
Filla meletakkan buket tersebut kembali keatas kasur, dengan sedikit penasaran Filla membuka lipatan kertas yang ia temui.
Tidak ada kata-kata, hanya sebuah gambar dreamcatcher, Filla diam memperhatikan gambar tersebut. Rasa penasaran menggerogotinya, Filla mendudukan diri diatas kasurnya. Lalu meletakakn kertas tersebut.
"Dari siapa?" tanya Filla bingung pada dirinya sendiri.
Filla terdiam saat matanya tanpa sengaja melihat dreamcatcher yang menggantung di dekat lemarinya.
Filla bangkit lalu mengambil dreamcatcher tersebut, ia juga meraih kertas yang bergambar dreamcatcher juga.
"Sama," ucapnya pada diri sendiri, ia mengamati tiap desain kedua dreamcatcher tersebut, kerutan dikeningnya mengambarkan rasa penasaran yang mengelilinginya sekarang.
Filla meletakkan keduanya di meja belajarnya, lalu bejalan masuk kedalam kamar mandinya setelah berhasil meraih handuk, mandi adalah cara terbaik mengurangi penasaran yang membuatnya tanpa sadar ikut kesal.
******
Filla menyusuri koridor kampus menuju kelasnya, sesekali ia membenarkan rambutnya yang diterpa angin.
"Filla," panggil seseorang yang tidak Filla kenali.
Pria itu tersenyum sambil menyodorkan kotak bekal pada Filla.
Filla mengerutkan alisnya, "Buat gue?" tanya Filla penasaran.
Pria itu mengangguk, "Sarapan buat lo," ucapnya masih dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. "Gue Jo."
Filla mengangguk, "Gue Filla," jawab Filla seadanya.
"Nih," ucap Jo sambil memberikan kotak bekal pada Filla
Filla dengan tersenyum menerimanya, belum sampai tangannya meraih kotak bekal tersebut, Rangga dengan cepat mengambilnya dan merangkul Filla.
"Makasih, pasti gue makan," ucap Rangga sambil menunjukkan kotak bekal yang telah berada ditangannya sambil membawa Filla menjauh meninggalkan Jo.
Filla melepaskan rangkulan Rangga dipundaknya saat mereka tepat didepan perpustakaan, "Sini, gue kebetulan belum sarapan," ucap Filla meminta kotak bekal yang direbut Rangga tadi.
"Nggak, lo bisa makan dikantin," ucap Rangga santai.
"Itu buat gue," ucap Filla kesal.
"Lo bisa buat sendiri, biasanya lo sering masakin buat gue, ini sebagai ganti lo nggak pernah ngelakuin itu lagi," ucap Rangga.
__ADS_1
Filla melipat tangannya didepan dada, "Lupa kalau makanan yang gue bikin selalu berakhir diperut oranglain?" tanya Filla.
Rangga menaikkan kedua bahunya.
"Balikin," ucap Filla kesal.
Rangga meronggoh sesuatu dalam tasnya, "Nih," ucap Rangga sambil menyodorkan kotak bekal yang berada dalam tasnya.
Filla mengerutkan keningnya heran, "Gue minta yang ditangan lo bukan di dalam tas," ucap Filla.
Rangga menarik tangan Filla dan memaksa Filla menerima kotak bekal darinya, "Gue udah capek-capek masakin, enak aja main terima masakan cowok nggak dikenal," ucap Rangga kesal.
"Apaansih Ngga, nggak jelas."
Rangga menepuk bahu Filla, "Dimakan anak pintar, jangan kasih masuk keperut orang lain ya," ucap Rangga lalu melangkah meninggalkan Filla setelah mengusap puncak kepala Filla.
"Oh tidak, ada cinta yang terbalas nih," teriak Reya yang membuat Filla menoleh.
"Berisik banget lo," ucap Filla kesal.
Reya menarik kotak bekal ditangan Filla, "Dunia mulai terbalik," ucapnya mengolok Filla.
Filla menarik cepat kotak bekal dari Rangga, "Nggak usah resek, cepetan kekelas entar terlambat," ucap Filla sambil mendorong Reya.
Reya menahan dorongan Filla membuat mereka berhenti, "Beneran bakalan jadian?" tanya Reya dengan wajah antusiasnya.
"Woy tunggu, baperan amat lo," ucap Reya sambil mengejar Filla yang sudah jauh meninggalkannya.
******
Filla masih betah dengan buku bacaannya, ia sekarang berada diperpustakaan, jika dulu perpustakaan adalah tempat paling tidak nyaman, sekarang kebalikannya, perpustakaan adalah tempat ternyaman yang pernah ia temui.
"Filla," panggil seseorang pelan, hampir berbisik.
Filla menoleh, "Ola? Bisa disini?" tanya Filla penasaran.
Ola tersenyum, "Gue ada acara pertemuan himpunan," ucap Ola yang sudah menempatkan diri duduk didepan Filla
"Gabung sama banyak universitas?" tanya Filla.
Ola mengangguk, "Ia 8 universitas kalo nggak salah, baik swasta ataupun negeri," jawab Ola.
Sekarang Filla yang mengangguk, "Hinpunan prodi gue juga sering ngadain kayak gitu katanya, cuma gue belum pernah ikutan, mungkin tahun ini," ucap Filla.
"Lumayan, nambah ilmu," Ola membuka buku yang sempat ia ambil tadi. "Perpustakaan kalian bagus banget."
__ADS_1
"Lumayan, yang penting cari referensi dan bahan makalah teratasi," canda Filla.
Ola tertawa pelan, "Bisa dibilang emang nyaman sih, secara sejak kapan seorang Filla si anti buku, masuk ketempat penuh rak ini," olok Ola sambil mengedipkan matanya.
"Resek lo, gue rajin dari dulu," ucap Filla sambil tertawa. "Lo juga sama, sejak kapan seorang Ola tertarik duduk dilerpustakaan dan membuka buku?" balas Filla.
Ola tertawa, "Sepertinya tumbuh dewasa membuat kita rajin," celetuk Ola.
Filla tertawa pelan, "Oiya La, jalan bareng yuk kapan-kapan, atau kumpul dirumah gue, nanti gue kenalin sama temen gue, kita bisa nongkrong bareng," ajak Filla antusias.
"Boleh banget, gue nggak ada temen nongkrong selama disini," ucap Ola ikut antusias.
"Sabtu ini ada acara? Rencananya gue mau nonton ada film keluaran terbaru yang bikin gue penasaran abis," ucap Filla.
Ola mengangguk setuju, mereka akhirnya bercerita banyak, tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama, membuat ada banyak sekali cerita yang ingin mereka lontarkan masing-masing.
******
"Lo ngapain ikut sih Ngga? Ini acara cewek-cewek," ucap Reya kesal saat Rangga sudah berjalan beriringan dengan mereka bertiga.
Mereka sekarang berada di salah satu Mal dibandung, sesuai rencana Filla, Ola dan Reya akan menghabiskan hari dengan menonton dan jalan-jalan santai, setelah melewati kecanggungan dan rasa tidak enak Ola pada mama dan papa akhirnya mereka bertiga bisa akrab seperti teman lama.
"Sewot banget lo Rey, suka-suka gue mau ikut kemana, ini juga bukan Mal punya lo," ucap Rangga, memang jika Reya dan Rangga dipadukan hanya akan ada perang diantara mereka.
Filla dan Ola yang berada ditengah-tengah hanya saling pandang dan tertawa mendengar celotehan Rangga dan Reya.
"Percuma ngomong sama orang dimabuk cinta," ucap Reya sambil melipat tangan didepan dada dan tak lupa wajah kesalnya karena Rangga akan ikut bersama mereka untuk beberapa jam kedepan.
Rangga hanya mengangkat kedua bahunya tak memperdulikan celotehan Reya.
"Makan dulu yuk, gue laper," ucap Ola saat mereka melewati restoran sushi.
"Boleh gue juga laper," ucap Reya cepat sambil menggandeng tangan Ola yang berada disebelahnya. terlihat akrab walau baru bertemu 2 jam yang lalu.
Mereka memasuki restoran tersebut dan memilih duduk disalah satu meja di bagian pojok kiri.
"Pesen apa?" tanya Ola saat ia membuka buku menu.
"Lo aja yang pilih La," ucap Filla sambil membuka ponselnya, melihat beberapa chat dari teman-teman kelasnya.
Ola mengangguk paham, "Kalau lo Ngga?" tanya Ola sambil melihat kearah Rangga yang juga sibuk memlerhatikan Filla dan sesekali mencuri pandang pada layar ponsel Filla.
Rangga tersentak, "Eh, samain aja," ucap Rangga.
Ola tak bisa menyembunyikan senyumnya melihat Rangga yang begitu kepo dengan apa yang Filla lakukan.
__ADS_1
******