Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 25


__ADS_3

Satu yang ku ketahui sekarang,


kepintaranmu menutupi sikap hangatmu.


~~


"Kak, Ngga, besok ada acara panti di Jakarta dan rencananya beberapa adik panti akan ikut Ayah sama Bunda ke Jakarta. Nah sisanya tinggal Tita, Anton, Rico, sama Rain. Mereka nggak bisa dibawa karena masi kecil-kecil, jadi Bunda titipin sama kalian bisa kan?" tanya bunda membuka pembicaraan.


Filla dan Rangga saling toleh dan memakai bahasa isyarat mata.


"Jadi?" tanya bunda meminta persetujuan.


"Bun, nggak bisa dibawa aja ya? Bunda kan tahu kita berdua mana bisa ngurusin anak kecil kayak mereka," ucap Rangga memberanikan diri.


"Kan ada Filla, kalian bisa kerja sama, berbagi tugas," ucap bunda bersih kukuh.


"Emang balik kerumah jam berapa Bun?" tanya Filla yang sibuk mengunyah tumis pepaya buatan bunda.


"Sekitaran jam 10 malem lah Kak," ucap Bunda santai.


Rangga mengeleng-geleng, "Bun, jangan bercanda deh, malem banget itu, kita bisa tepar jagain mereka," ucap Rangga sambil menunjuk Tita, Anton, dan Rico yang belepotan memakan makanan mereka.


"Bisa Ngga, cuma sebentar doang," ucap bunda yang tak bisa dibantah lagi.


******


"Yaudah, jaga rumah ya Ngga, Kak, sama jagain adek-adeknya," Pesan bunda lalu masuk kedalam mobil panti.


"Hati-hati Bun," Filla melambaikan tangan pada mereka yang sudah duduk rapi didalam mobil.


Bunda dan ayah ikut melambaialkan tangan, sedangkan Rangga masih tidak terima dengan wajah lesunya.


"Udahah Ngga, jalanin aja," Filla menepuk bahu Rangga. lalu masuk kedalam rumah menghampiri balita-balita menggemaskan.


Filla salah, sekarang bukan jadi balita yang menggemaskan lagi. Lihat saja mereka benar-benar berantakan. Rico dengan susu yang tumpah memenuhi bajunya tak lupa juga dengan cake coklat yang memenuhi wajahnya entah darimana ia mendapatkan susu dan cake itu.


Sedangkan Anton sibuk dengan kerayon punya Bagas, dan yang lebih mengejutkan ia mencoretnya dilantai. Disisi lain Tita menumpahkan pot bunga punya bunda yang ada disudut TV, dan Raina ia sudah merangkak menuju kolam renang yang terihat dari jendela kaca.


"Astaga ...!" teriak Filla membuat Rangga berlari menghampirinya.


"Kenapa pake teri-," ucapan Rangga terhenti ketika meihat semua kekacawan ini, "Astaga!" ucap Rangga sambil menarik kasar rambutnya.


"Ngga, gimana ini?" tanya Filla lemas sambil melihat ke Rangga yang juga syok.

__ADS_1


Rangga menangkup wajahnya, "Oke, mau gimana lagi? Kita bakalan hadapin situasi ini sampai jam 10 malem," ucap Rangga juga ikutan lemas.


"Oke, kita pasang formasi, lo jagain Anton sama Rain, gue Tita sama Rico," ucap Rangga mantap.


Filla menggeleng cepat, "Nggak bisa gitu dong Ngga? Masak gue yang susah semua? Pokoknya gue mau Rain sama Tita," ucap Filla mantap.


"Itu enak di lonya dong," bantah Rangga.


"Gue nggak mau tahu, ini udah pas, cewek urus cewek, yang cowok ngurus cowoklah," ucap Filla sambil tersenyum lebar lalu menghampiri Raina yang masih didepan pintu, memukulnya pelan mungkin karena menghalangi tujuannya.


"Rain, nakal banget sih," ucap Filla lembut sambil mencubit gemas pipi bakpau Rain. "Sini, Kembali ke tempatmu," ucap Filla sambil mengendong Rain menuju box bayi. "Tunggu disini ya," ucap Filla lalu menghampiri Tita yang penuh dengan tanah. "Ini satu, nakal banget sih Tita," celetuk Filla sambil mengangkat Tita agar berdiri dan mengibaskan tanah yang melekat ditubuh Tita.


Tita malah hanya cengengesan dinasehati Filla, "Atu jatoh," ucapnya sambil memasang wajah imut banget menurut Filla.


"Yaudah, nanti jangan gitu lagi ya, Bunda nanti marah lo," nasihat Filla mencubit gemas pipi Tita. "Sekarang kayaknya harus ganti baju deh," ucap Filla setelah melihat baju Tita yang masih terlihat kotor karena tanah dalam pot.


"Fill ini gimana?" tanya Rangga yang sibuk mengambil kerayon Rico tapi Rico malah menangis histeris karena acara mainnya diganggu Rangga.


"Yaampun Ngga, jangan ditarik gitu," ucap Filla sambil menggandeng Tita. "Nih, gendong Tita," Filla memberikan Tita pada Rangga. "Aduh Ico, ini nggak boleh, nanti dimarahi Bunda, Ico kan anak baik, kerayonnya taruh dulu ya," bujuk Filla sambil mengambil pelan kerayon yang ada ditangan Rico. Sepertinya tak ada perlawanan.


"Nah sekarang Ico ikut Kakak yuk, Kita mandi biar ganteng," ucap Filla sambil memegang tangan Rico.


"Iar anteng Kak Illa ya?" tanya Rico dengan logat anak khasnya.


"Iya, Ico harus anteng Kak, ayo andi," ucap Rico antusias. "Avi nggak anteng kan Kak?" tanya Rico, sudah pasti Filla harus mengangguk walau ia tidak tahu bagaimana bentuknya Ravi. Dasar anak-anak selalu ingin jadi yang terbaik.


"Ngga, lo jaga dulu Tita sama Anton, kalau Rain kayaknya udah tidur di Box karena udah aku kasih musik tidur," ucap Filla sambil meihat box Rain yang sudah sepi.


Rangga hanya mengangguk. Meihat Filla yang peduli membuat Rangga bangga, setidaknya ada sisi Filla yang tak manja dan lebay pikir Rangga sambil tersenyum, lalu mencium Tita yang ada digendongannya.


"Abang, angan di cium Tita dak suka," Tita mengerucutkan bibirnya membuat Rangga tertawa melihatnya.


"Iya deh," ucap Rangga mengalah. "Eh Anton, jangan makan terus Ton, entar tambah gendut," ucap Rangga saat teringat dengan Anton, ia menghampiri Anton yang masih sibuk meminum susunya.


"Anton laper Bang," celetuk Anton.


"Lo mah laper terus. Dasar gentong," Rangga mengambil makanan Anton yang mengakibatkan Anton berteriak histeris lalu menangis sekencang-kencangnya. "Eh, eh, jangan nangis Ton," ucap Rangga kewalahan.


Anton membanting sendok yang penuh dengan coklat, tentu saja berakibat ceceran penuh diantai. Rangga kembali frustrasi, "Abang, jahat," ucap Anton sambil melempar Rangga dengan mainan Tita. "Abang, jahat, waaaa," Anton menangis hebat sekarang membuat telinga siapapun mendengarnya terasa mau pecah.


Filla dengan membawa Rico yang sudah mandi dan berganti baju sambil berlari, "Kenapa lagi Ngga?" teriak Filla kesal mendengar Anton histeris.


"Gue juga nggak tahu Filla, dianya aja yang ngeselin," teriak Rangga kesal.

__ADS_1


"Yaampun Ngga, sama anak-anak juga kamu ajak berantem," Filla mengeleng kepala sebal. Ditaruhnya Rico di box balita dan diambilnya buku dongeng kesenengan Rico. "Nah, Ico liat binatangnya ya, nanti Kakak tanyain loh, Avi juga gitu dirumah," ucap Filla.


"Avi uga?" tanya Rico.


"Iya dong, makanya Rico jadi anak baik, diem liat gambarnya, nanti kasih tahu Kak Filla ya, Avi juga sama," ucap Filla membuat Rico mengangguk.


"Ote Kak, Avi asti kalah," celetuk Rico yakin.


Filla hanya tertawa lalu mengacak rambut Rico yang masih basah, Filla jadi tak bisa menahan tawa melihat wajah Rico yang penuh bedak, bagaimana tidak? Mendengar Anton berteriak Filla jadi tak fokus membedaki Rico, jadinya asal-asalan.


Melihat Rico yang nurut, Filla kembali melihat ke Rangga yang sibuk dilempari kelereng oleh Anton. Filla benar-benar tak bisa menahan tawa. Sekarang Rangga terihat bapak-bapak yang dianiaya anak. Filla mendekat ke arah Anton, "Stop!" ucap Filla sambil menahan tangan Anton yang melempar Rangga. "Anton nggak boeh gitu ya, kasian Adik Tita kalau kena lempar," ucap Filla yang meraih tatapan dari Anton yang penuh coklat.


"Adik?" tanyanya.


"Iya, Tita nanti sakit kalau kena kelereng," ucap Filla sambil menunjuk Tita yang berada digendongan Rangga.


Anton mengangguk, "Tapi benci Abang," teriaknya lalu melempar Rangga dibagian kaki, Filla tak bisa menahan tawa lagi, cukup pintar anak ini pikir Filla, dilarang lepar kena Tita ia malah melempar Rangga bagian bawah yang pasti tak akan mengenai Tita.


"Malah ketawa, Heh Fill bantuin ngapa?" pinta Rangga kesal.


Filla menahan tawanya, "Oke, oke," ucap Fila sambil menahan mulutnya dengan tangan.


"Duh, Kakak punya apa ya?" ucap Filla sambil meronggoh sakunya membuat perhatian Anton teralihkan padanya. "Eh, permen," ucap Filla cepat. Untung ia tadi sempat memberi permen lolipop di tukang keliling yang lewat didepan rumah.


"Anton mau." Anton memasang wajah super berharap.


Filla memasang wajah berfikir keras, "Gimana ya? Anton nakal sih, jadi Kakak nggak niat nih kasih ke Anton," sindir Filla.


Anton dengan cepat menggeleng, "Nggak nakal kok," ucapnya berubah lembut, Filla dengan keras harus menahan tawa melihat bocah kecil ini merayu.


"Oke, kalau gitu, Anton harus mandi kayak Rico tadi, biar bersih dan wangi, baru Kakak kasih permen," ucap Filla yang meraih anggukan cepat Anton. "Anak pinter," ucap Filla sambil mengosok kepala Anton. "Yaudah Ngga, lo mandiin Tita, gue temenin Anton mandi," ucap Filla.


"Mana bisa gue mandiin Tita?" ucap Rangga cepat.


"Masak gue semua Ngga, pasti bisa, gue juga baru belajar tadi," ucap Filla tak peduli pada Rangga dan menenteng Anton menuju kamar mandi.


Rangga dengan terpaksa membawa Tita kekamar mandi dikamarnya, setidaknya ia harus berusaha seperti Filla, "Semangat Ngga, lo bisa," ucapnya menyemangati diri sendiri.


Tita yang melihat Rangga, tertawa gemas.


"Ini kenapa ketawa?" tanya Rangga gemas lalu mengelitiki Tita dengan gemas.


******

__ADS_1


__ADS_2