
Filla menguncir rambutnya sambil berjalan keluar dari kamar mandi, dirinya mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja lalu mendekat pada kasur dan membaringkan diri disana.
Aroma Rangga benar-benar tidak bisa Filla abaikan sejak tadi, Filla memposisikan diri tengkurap lalu memainkan ponselnya, dirinya berselancar di media sosial melihat beberapa postingan sahabat-sahabatnya.
Filla memberikan like hati pada foto Caca dan keluarganya yang muncul pada beranda instagramnya, dirinya tersenyum melihat bertapa bahagianya Caca dan Zaki bersama keponakannya. Diumur sekarang tentu saja Filla iri melihat kehidupan sahabat-sahabatnya, tertinggal jauh rasanya membuat Filla sering merasa tidak nyaman.
Filla menghela napas, lalu keluar dari akun instagramnya, membiarkan ponselnya ikut tengkurap diatas kasur.
Ketukan pintu membuat Filla menoleh.
"Fill, belum tidur kan?" tanya Rangga diluar sana.
Filla beranjak dari kasur lalu mendekati dan membuka pintu, benar saja Rangga berdiri didepan pintu dengan membawa nampan berisi susu dan sepiring nasi goreng.
Filla mengerutkan kening, "Kenapa?" tanya Filla.
Rangga menyodorkan nampan pada Filla, "Kamu nggak bisa tidur kan sebelum minum susu? Dan nasi goreng ini aku bikin karena liat ada bahan di dapur, kalau nggak mau makan juga nggak apa-apa," ucap Rangga lalu ditutup dengan senyuman khasnya.
Filla menatap Rangga, "Gue bisa bikin sendiri kebawah," ucap Filla.
Rangga menghela napas, "Apa susahnya tinggal terima, ini aku buat sendiri, jangan lupa diminum," Rangga berbalik berjalan menuju kamarnya disebelah setelah menempatkan nampan dan susu ke tangan Filla.
Filla menghela napas, sebelum Rangga masuk kedalam kamar dirinya harus berterimakasih setidaknya, "Makasih Ngga," ucap Filla membuat Rangga berbalik lalu tersenyum.
Rangga mengangguk, "Tidur yang nyenyak," ucap Rangga yang hanya meraih anggukan pelan Filla.
Filla masuk kembali kedalam kamar lalu menutup pintu, membawa segelas susu dan nasi goreng tersebut dan meletakkannya dimeja sebelah kasur.
"Dia bisa bikin ginian?" tanya Filla pada dirinya sendiri, karena Filla tahu pasti jika selama ini Rangga bahkan tidak pernah membuat makanan atau minuman sendiri tanpa pertolongan bunda ataupun bibi. Berbeda sekali dengan Rangga yang pintar masak didalam mimpi Filla, bisa Filla akui tidak semua dalam mimpi berjalan sama.
Filla menyendok nasi goreng lalu memakannya, Filla tak bisa menyembunyikan tawanya, dirinya memegang kepala sambil menahan diri agar suaranya tak terdengar.
"Kan, udah pasti nggak beres," ucapnya sambil menatap sepiring nasi goreng dengan mengunyah pelan nasi goreng yang begitu manis didalam mulutnya. Filla tak yakin entah berapa banyak garam yang sudah tertukar dengan gula, karena Filla hanya bisa merasakan manis.
__ADS_1
"Setidaknya habiskan ini, Rangga udah berusaha," Filla mengunyah pelan sambil menahan tawanya. Dirinya meraih segelas susu yang Rangga buat lalu meminumnya. "Seenggaknya susu tetep rasa susu," ucap Filla sambil menatap gelas ditangannya yang menyisakan hampir setengah.
*********
Filla duduk dengan menyenderkan tubuhnya pada senderan kasur, jam dinding di kamar Rangga sudah menunjukkan pukul 11 malam, dirinya masih sibuk mengecek beberapa email pekerjaan yang masuk, sesekali dirinya menguap menandakan semakin larutnya malam dirinya butuh istirahat.
Filla menutup ponselnya lalu merenggangkan tangan.
Tiba-tiba ucapan Rangga tadi terjadi, sekarang ruangan gelap gulita, pemadaman listrik yang Filla pikir tidak jadi ternyata sekarang waktunya.
"Oke tenang," ucap Filla sambil mencari apapun didalam ruangan yang mengeluarkan cahaya, namun nihil, ruangan benar-benar gelap, sejak kecil Filla memang takut dengan ruangan yang gelap, setidaknya ia hanya butuh satu titik cahaya saja agar merasa tenang.
Filla pasrah, keringat sudah mengucur deras dikeningnya, dirinya memilih menarik selimut dan memejamkan mata, setidaknya tidak terlalu seram dengan gelap karena sengaja memejamkan mata.
"Fill," panggil Rangga dari luar. "Aku masuk ya," ucap Rangga yang langsung membuka kamar Filla tanpa menunggu jawaban.
Filla mendengar ucapan Rangga namun dirinya masih memilih bersembunyi dibawah selimut.
"Fill," Rangga menggoyangkan tubuh Filla lalu menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Filla. "Udah, buka mata, aku bawa lampu," ucap Rangga sambil mengarahkan cahaya senter kearah Filla.
Rangga ikut duduk dipinggiran kasur, "Belom, kan bakalan mati lampu, nggak kebayang kalau gue tidur abis itu lo ngejerit sampai ngebangunin seisi rumah," ledek Rangga.
"Nggak tuh, dari tadi gue nggak ada ngejerit," ucap Filla membela diri.
"Iya sih, tapi nyembunyiin diri di bawah selimut juga bisa mati kahabisan napas, abis itu nyusahin orang rumah."
"Resek," Filla menampar pelan lengan Rangga membuat Rangga tertawa.
Rangga mengarahkan senter ke segala arah, lalu berhenti pada meja disebelah tempat tidur, "Kenapa nggak dimakan?" tanya Rangga sedikit kecewa sambil menyorot cahaha senter pada nasi goreng yang masih penuh diatas piring.
Filla memasang senyumnya, "Mau gue jujur atau bohong?" ucap Filla balik bertanya.
Rangga mengerutkan kening lalu menatap Filla dengan tatapan penuh tanya.
__ADS_1
"Nasi gorengnya terlalu manis," ucap Filla pelan.
Rangga membulatkan mata, "Manis?" Rangga mengambil nasi goreng tersebut lalu memakannya, dirinya mengunyah nasi goreng didalam mulut dengan pelan sambil menatap Filla, lalu tertawa membuat Filla ikut tertawa.
"Tapi gue makan kok, sesendok," ucap Filla sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
Rangga tambah tertawa, "Kayaknya aku salah kasih bumbu," ucap Rangga.
"Bukan salah cuma ketuker antara gula dan garam."
"Sama aja," Rangga menekan pelan puncak kepala Filla dengan gemas.
Mata mereka bertemu tatap membuat rasa canggung mulai tercipta, Rangga melepas tangannya di kepala Filla.
"Sorry," ucap Rangga pelan nyaris tak terdengar.
Filla berdehem pelan, "Makasih, udah dibuatin nasi goreng," ucap Filla mencoba mencairkan suasana.
"Kayaknya setelah bangun dari koma, aku nggak jago masak lagi," ucap Rangga sambil tertawa membuat Filla ikut tertawa.
"Patut dipertanyakan sih, kemana skill masak lo sekarang," ledek Filla membuat Rangga tertawa.
"Oya, pemadaman listriknya cuma 1 jam kalau nggak ada kendala apa-apa," Rangga menoleh pada Filla.
Sekarang Filla yang mengangguk, "Semoga cepet nyala."
"Kamu mau aku tetep disini atau gimana?" tanya Rangga
Filla hanya diam, dirinya ingin mengatakan iya namun terlalu gengsi, "Nggak apa-apa kalau lo mau balik ke kamar," ucap Filla akhirnya.
Rangga tersenyum, "Berarti aku harus temenin kamu disini kan?" Rangga beranjak dari duduknya lalu meletakkan senter diatas lemari, setelahnya Rangga berjalan mendekati sofa dan mendudukkan diri disana, "Aku temenin kamu disini, setelah listriknya nyala, aku balik ke kamar Aza," ucap Rangga.
Filla hanya mengangguk, Rangga tahu betul apa yang Filla inginkan sejak tadi. Membuat Filla tersenyum dalam diam.
__ADS_1
*********