
"Wah, keren banget Ngga," ucap Filla dengan mata berbinar setelah sampai ditempat yang dimaksud Rangga semalam.
Terlihat pemandangan indah dari kawa putih didepan mereka, "Sumpah indah banget, biasanya gue cuma bisa lihat di sosmed karena nggak pernah sempet kesini, dan sekarang gue disini," teriak Filla girang menatap Rangga.
"Iya, sekarang yuk kesana," ucap Rangga sambil menunjuk jembatan yang terlihat kosong.
Filla mengikuti langkah Rangga tanpa henti berdecak kagum.
Rangga duduk ditepi jembatan diikuti Filla disebelahnya, "Keren kan?" tanya Rangga yang meraih anggukan semangat Filla.
"Makasih Ngga udah ajak gue kesini," ucap Filla sambil menatap Rangga lalu tersenyum.
Rangga hanya mengangguk mengiyakan.
"Ngga," panggil seseorang yang berlari dari kejauhan mendekati mereka.
Rangga menyipitkan matanya begitupun Filla. Rangga dengan cepat juga berlari menghampiri perempuan dengan rok diatas lutut bewarna pink senada dengan baju yang dikenakannya.
"Kania?" Rangga dengan cepat memeluk perempuan itu. "Kapan kamu balik?" tanyanya setelah melepaskan pelukannya dari Kania.
Raya menatap mereka dengan mata menyipit, tak biasa ia melihat Rangga selepas itu saat tertawa. Filla bernapas pasrah, entahlah saat ini ada sisi hatinya yang bertanya kenapa ada rasa sakit disana.
"Baru kemaren, aku nyari kamu dari kemaren tapi nggak ketemu. Aku udah ke panti tapi kemaren sepi. Dan ternyata kamu disini," jelas Kania sambil melihat Filla yang ada dibelakang Rangga sambil mempautkan bibirnya.
Rangga mengacak rambut Kania seperti yang sering ia lakukan pada Filla membuat Filla membulatkan matanya, "Maaf, kemarin anak-anak panti dibawa Bunda sama Ayah keluar kota dan aku sama Filla ke toko buku," jelas Rangga yang meraih anggukan dari Kania.
"Filla?" tanya Kania sambil melirik Filla.
Rangga menepuk jidatnya sendiri, "Oiya, aku lupa, ini Filla, dia tinggal dipanti juga sekarang, udah sebulanan," jelas Rangga.
"Oh anak panti juga," jawab Kania dengan nada menyindir sambil melirik Filla yang sibuk menatap mereka yang sedang melepas rindu.
Filla merasakan jelas tatapan tidak suka Kania padanya, padahal ia belum mengenal yang namanya Kania ini, masak sudah dibenci, "Filla," ucap Filla sambil mengulurkan tangannya.
Disambut oleh Kania, "Kania, seneng bertemu sama kamu," ucap Kania sambil tersenyum, terlihat jelas oleh Filla senyuman itu dipaksakan.
__ADS_1
Filla juga melempar senyuman.
"Nah Fill, Kania ini sahabat gue dari kecil, dia juga sering main ke panti dari dulu jadi adek-adek pada kenal sama dia," ucap Rangga memperkenalkan Kania yang meraih anggukan kepala dari Filla.
"Jadi? Kita jadi nggak makan tadi?" tanya Filla menagih janji Rangga karena sudah cukup lama mereka ditempat ini.
"Eh tapi aku mau minta Rangga temenin ke suatu tempat," Kania cepat memotong ucapan Filla.
Rangga menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Fill, kapan-kapan nggak apa-apa ya traktirannya, besok deh," bujuk Rangga dengan wajah polosnya.
Filla menatap Rangga tak percaya, maksud Rangga apa dengan ucapannya? Apakah akan pergi dengan Kania dan mengingkari janjinya, "Jadi lo mau pergi sama Kania?" tanya Filla.
"Iya, gue mau temenin dia, karena udah lama banget gue nggak jalan-jalan sama dia."
"Yaudah, tapi anterin gue pulang dulu kali," Filla melipat tanggannya didada.
Kania dengan cepat merangkul Filla, "Kan Filla bisa pulang sendiri, naik ojek atau taxi, didepan banyak," ucap Kania dengan tersenyum.
"Iya Fill," Rangga menyetujui usul Kania.
Filla tak habis pikir dengan jalan pikiran Rangga, mengajaknya ketempat ini lalu menyuruhnya pulang sendiri, ini semua memuakkan, "Ngga yang bener aja? Gue bukan udah lama disini," keluh Filla menatap Rangga kesal.
"Apa-apaan sih Rangga? Dia yang buat janji, dia yang ngingkarin, dasar cowok nggak tepat janji, awas aja," Filla menghentak-hentakkan kakinya, tak peduli banyak orang yang menatapnya bingung.
Filla memegangi dadanya yang terasa sesak, ia berusaha menghirup oksigen tapi tetap sesak yang ia rasa. "Ini Kenapa?" ucap Filla pelan hampir tak terdengar.
Filla duduk disalah satu kursi dan mencoba mengatur napas, masih saja terasa berat, dan kali ini kepalanya juga terasa pusing.
Cukup lama Filla terdiam, untung napasnya kembali normal, "Tadi kenapa? Aku nggak pernah ada riwayat asma perasaan," ucapnya pada diri sendiri.
Filla meninggalkan kursi dan memilih pulang, keadaan tadi benar-benar membuatnya panik untuk sesaat.
******
Filla masih sebal dengan kelakuan Rangga, sampai ia harus pulang menggunakan Taxi. Tak memakan waktu lama Filla sampai di Panti, terdengar jelas dari luar kalau Rangga dan Kania ada didalam, Filla bernapas geram mendengar suara mereka berdua yang meninggalkannya dan ternyata pulang ke Panti.
__ADS_1
"Eh Kak, dari mana aja atuh?" tanya Bunda melihat kedatangan Filla.
"Dari luar Bun," ucap Filla.
Rangga dan Kania duduk diruang keluarga bersama bunda dan beberapa adik lainnya.
"Oh, eh bukannya tadi bareng Rangga?" tanya Bunda penasaran
"Iya Bun, cuma pulangnya nggak barengan," ucap Filla malas sambil menyalami bunda. "Yaudah Bun, Filla kekamar ya, Filla mau belajar buat ujian." Filla mengusap pelan puncak kepala Rain yang ada digendongan bunda.
"Kakak kok pucet?" tanya bunda, terdengar jelas nada khawatir.
"Kurang enak badan aja Bun, istirahat bentar juga sembuh," ucap Filla tidak ingin bunda khawatir, apalagi jika sampai tahu apa yang ia alami tadi setelah ditinggal Rangga.
"Yaudah, jangan lupa minum obat, belajarnya nanti aja kak kalau udah enakan badannya," ucap bunda.
Filla mengangguk, lalu dengan cepat mencium Rain yang ada digendongan bunda, "Kangen banget Kakak sama kamu," ucapnya masih mencium Rain.
Rangga bangkit mengambil air minum, "Keluar lagi lebaynya, baru juga pagi tadi nyiumin Rain nggak pake berenti," ucapnya ketus.
Filla memilih diam, tak menggubris ucapan Rangga sedikitpun.
"Yaudah kak, sana istirahat," ucap bunda sambil mengusap pelan puncak kepala Filla.
Filla mengangguk dan memilih berjalan menuju kamarnya.
"Eh iya Kania, ini Rain, dia baru disini," ucap bunda saat melihat Kania yang tak lepas menatap pada Rain yang berada digendongannya.
"Oh, i-iya Bunda," ucap Kania gelagapan karena ketahuan bunda menatap Rain.
filla hanya mendengar percakapan itu dan memilih tidak memusingkannya, lagian tidak ada urusan dengan dirinya.
Rangga kembali duduk disebelah Kania, "Fill, beneran belajar jangan main tiktok mulu," teriak Rangga dengan nada dengan nada mengejek.
Filla masuk kedalam kamar dan menutup pintunya, ia tahu apa yang diucapkan Rangga, tapi menggubris Rangga sama saja dengan membuang-buang waktu.
__ADS_1
Rangga diam mendapati sikap Filla yang tidak seperti biasanya, ia paham jika Filla tentu saja mendiaminya gara-gara keputusannya tadi.
******