Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 75


__ADS_3

Mereka berpelukan cukup lama menguasai rindu yang lama ada tanpa diperdulikan.


"Makasih Fill, Lo mau ketemu gue," ucap Ola masih dengan isak tangisnya.


Filla mengangguk, "Udah lo jangan nangis, gue juga nggak bisa berenti nangis," ucap Filla pira-pura merajuk.


"Lo masih sama," ucap Ola lalu memeluk Filla erat.


"La sesek gue," ucap Filla sambil menepuk Ola bercanda.


Ola tersenyum, ia lega sekarang Filla menerimanya, "Gue seneng banget lo sesehat ini, gue takut banget nggak bisa ketemu lo dan minta maaf," ucap Ola.


Filla tersenyum, "Untung lo sadar," Filla sengaja merubah situasi, ia tak ingin berlarut dalam masalah yang sudah lama dilewatkan.


Ola ikut tertawa dengan celotehan Filla. ia mengusap airmata yang berhasil membuat matanya sedikit bengkak.


"Lo sama siapa disini?" tanya Filla saat dirinya kembali duduk dikursi depan Ola.


"Sebenernya gue pindah ke Bandung 2 bulan yang lalu, nyokap akhirnya pisah sama bokap dan memilih bekerja di Bandung," jelas Ola.


Filla sedikit terkejut dengan kebenaran yang Ola bicarakan, "Sorry La," ucap Filla tidak enak.


Ola tersenyum, "It's okay, gue udah tau ujungnya gini, gue udah siap, lebih baik gini dari pada bertahan dalam masalah diantara mereka," ucap Ola.


"Lo udah dewasa La," ucap Filla sambil tersenyum. "Positifnya kita bisa jalan-jalan bareng lagi," ucap Filla antusias.


Ola mengangguk semangat, "Setelah cari lo kemana-mana, tuhan mempertemukan gue waktu itu sama lo tanpa sengaja, gue nggak nyangka ketemu lo di Bandung," ucap Ola.


Filla mengangguk sambil tersenyum, "Sorry gue selalu ngehindar dari lo," ucap Filla merasa bersalah.


"Lo nggak salah, gue ngerti betapa susahnya lo nerima kehadiran salah satu diantara kami bertiga," ucap Ola menenangkan Filla.


"Gue ketemu Caca 1 bulan yang lalu," ucap Filla ketika mengingatnya.


Ola terkejut, "Serius? Terakhir yang gue tahu dia di Amerika dan nggak pernah pulang," jelas Ola.


"Iya gue ketemu dia, tapi gue juga menghindar."


Ola mengangguk paham.


******


Filla menutup matanya sejak tadi dengan tangan kanannya.


Rangga sekarang dihadapnnya, setelah kepergian Ola beberapa menit lalu, "Sampai kapan mukanya mau ditutup gitu?" tanya Rangga sambil tertawa.

__ADS_1


"Berisik Ngga, lo nggak lihat orang-orang pada liatin gue," ucap Filla kesal. "Cepetan makannya gue mau pulang," ucap Filla.


Rangga tertawa, "Nggak ada yang lihat lo, itu perasaan lo aja."


"Iya sekarang nggak lihat karena gue tutupin, nih lihat," ucap Filla menurunkan tangannya. "Bengkak, malu gue," ucap Filla lalu kembali menutup matanya dengan tangan.


Rangga tertawa, memang benar mata Filla sedikit bengkak setelah acara tangisnya dengan Ola.


"Yaudah yuk," ajak Rangga sambil beranjak dari duduknya.


"Lo udah bayar kan?" tanya Filla.


Rangga mengangguk, "Beres dari tadi, ayo katanya mau cepetan," ucap Rangga yang mulai melangkah.


"Tunggu," ucap Filla lalu bersembunyi didalam jaket Rangga yang berhasil menutupi wajahnya.


"Ngapain?" tanya Rangga sambil menunduk melihat wajah Filla yang sudah menempel didada bidangnya.


"Sembunyi, gue malu," ucap Filla sambil menutup wajahnya dengan jaket Rangga yang dibiarkan dibuka.


Rangga menggeleng walau ia tak bisa menyembunyikan senyumnya karena tingkah Filla, "Makin bikin malu kalau kayak gini, semua orang jadi lihat kita," ucap Rangga.


Semua orang memang menatap mereka dan beberapa ada yang tersenyum malu-malu melihat keuwuan yang tanpa sengaja Filla dan Rangga perlihatkan.


Rangga akhirnya menurut dan membawa Filla keluar dari tempat makan masih dengan posisi Filla bersembunyi didalam jaket yang ia pakai.


Fila langsung menjauh dari Rangga saat mereka berhasil keluar dari sana.


"Seriusan nggak mau sembunyi lagi? Nih dada bidang gue mampu jadi tempat persembunyian," olok Rangga sambil merentangkan tangan.


"Gila lo?" ucap Filla yang malu dengan wajah merahnya meninggalkan Rangga.


Filla terkejut saat jaket Rangga tersampir dari arah belakang pada tubuhnya.


"Dingin, lo aja yang pake," ucap Rangga lalu mmenaiki motornya.


Filla mengulum senyumnya berkat perbuatan Rangga, rasanya Rangga benar-benar dalam mode romantis saat ini.


Filla menarik jaket Rangga yang menyelimuti tubuhnya saat mereka sampai dihalaman rumah Filla.


"Gimana tadi, lega?" tanya Rangga sambil membuka kaca helemnya.


"Lega, makasih Ngga, kalau bukan karena lo gue nggak akan pernah tahu seberat apa hari yang dilalui Ola, gue selalu merasa sebagai korban padahal mereka juga kesulitan," ucap Filla.


Rangga menarik Filla kedalam pelukannya, "Pinter," ucap Rangga sambil mengusap kepala Filla

__ADS_1


Filla terdiam, perbuatan Rangga tidak aman untuk jantungnya, Filla melepas pelukan Rangga, "Gue masuk dulu, makasih," ucap Filla masuk dan menutup pagar dengan cepat.


Rangga tersenyum melihat Filla yang salah tingkah karena perbuatannya.


"Non, Ngapain?" tanya pak Hafidz security yang menjaga rumah Filla.


Filla tersenyum kikuk, "Nggak apa-apa Pak, yaudah Filla masuk dulu," ucap Filla sambil berlari membuat pak Hafidz tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


*****


Filla memasuki rumah dan melangkah menuju kamarnya dilantai atas, ia masih dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.


"Kak, udah pulang?" tanya mama yang duduk diruang keluarga.


Filla menyempatkan diri menghampiri mama, lalu menyalaminya, "Udah Ma, cuma jalan-jalan abis itu makan," jawab Filla sekenanya.


Filla duduk disebelah mama yang sedang menonton sinetron kesukaannya.


"Kak, Tita bakalan pentas drama lo, dia jadi putri salju," ucap mama dengan bangga.


Filla tersenyum, "Serius, hebat bener Tita."


"Iya tadi dia sibuk latihan padahal pentasnya masih sebulan, tapi die happy banget."


"Nggak sabar nonton, semoga nggak ada kelas," ucap Filla. "Oiya Ma, Filla tadi ketemu Ola."


Raut wajah mama berubah saat nama Ola terdengar, "Dia mau apa?" tanya mama sambil memegang tangan Filla.


Filla menceritakan semuanya pada mama, tanpa melewatkan satu hal pun, terlihat mama mulai menerima pembicaraan yang Filla lontarkan.


"Filla nggak nyangka, yang Ola laluin sama beratnya, Filla ngerasa bersalah pernah menolak bertemu sama dia," ucap Filla sambil menunduk.


"Bukan salah kamu Kak, bagaimanapun itu ambil pelajarannya, alhamdulillah kalau sekarang hubungan Kakak sama Ola sudah baik-baik saja, untuk yang lain Kakak doain semoga dalam keadaan baik," ucap mama sambil mengusap punggung Filla.


Filla tersenyum, mama memang orang dengan hati lembut yang pernah Filla temui dalam hidup. "Yaudah Filla keatas ya, mau mandi, udah bau banget," ucap Filla sambil membaui dirinya membuat mama tertawa sambil mengangguk.


"Oiya Kak, ada kiriman bunga buat kamu," ucap mama membuat Filla menoleh.


"Dari siapa Ma?" tanya Filla penasaran.


"Nggak ada nama pengirimnya Kak, Mama juga penasaran tadi, jangan-jangan penggemarmu lagi," ucap mama dengan nada mengolok.


Filla tertawa, "Yaudah Filla keatas," pamit Filla.


******

__ADS_1


__ADS_2