
Filla duduk di ayunan gantung didalam kamarnya, dirinya dengan malas menggulir sosial media miliknya.
Filla menghela napas lalu menjauhkan punggungnya dari senderan ayunan, "Bosen, ajak Kak Vino jalan-jalan deh," ucap Filla pada dirinya sendiri sambil membuka kembali ponselnya.
"Hmm, jangan deh, kaki Kak Vino kan masih di gips," ucap Filla berbicara pada dirinya sendiri.
Filla menjentikkan jari, dirinya membuka obrolan digrub.
Filla
Guys, keluar yuk, bosen gue dirumah.
Caca
Gue ada janji sama Kak Zaki, Sorry.
Ola
Ajak laki lo gih, inikan malem minggu, gue mau kangen-kangenan sama Jiel.
Filla menghela napas saat membaca balasan dari Caca dan Ola.
Filla
Yah, Kak Vino kakinya masih sakit, nggak setia kawan banget kalian huhu.
Reya
Kuy.
Filla tersenyum saat membaca balasan dari Reya.
Filla
Asikkk, jam 7 tempat biasa.
Filla melempar ponselnya keatas kasur lalu langsung berlari menuju walk in closet di kamarnya mencari baju yang akan ia kenakan.
Setelah menghabiskan beberapa puluh menit bersiap, Filla tampak cantik dengan dress peach kesukaannya.
"Beres," Filla berputar didepan kaca yang memperlihatkan seluruh tubuhnya, menyampirkan rambut yang sengaja ia kuncir separuh.
Diambilnya tas yang sudah ia siapkan diatas kasur lalu mengenakannya, tak lupa dirinya meraih ponsel dan menaruhnya didalam tas.
Filla menuruni anak tangga, ia tersenyum saat mendapati semua anggota keluarga berkumpul diruang keluarga.
"Kemana Kak?" tanya papa yang menoleh pada Filla.
Filla tersenyum, "Filla izin jalan-jalan ya Pa? Bosen dirumah," ucap Filla.
"Sama Vino?" tanya mama sambil memakan snack kentang kesukaannya.
Filla menggeleng, "Kaki Kak Vino masih sakit Ma, jadi Filla bareng Reya."
"Yaudah, hati-hati, kamu dianter Pak Mamat kan?"
Filla mengangguk, "Iya Pa, yaudah Filla pergi dulu," ucap Filla sambil menyalami kedua orangtuanya bergantian. "Dek," panggil Filla pada Tita yang fokus dengan kartun tontonannya.
__ADS_1
Tita menoleh lalu mengerutkan kening, "Kapan Akak disini?" tanya Tita polos.
Filla tertawa lalu mengacak rambut Tita, "Fokus banget sih nontonnya," ucap Filla.
Tita cengengesan, "Seru soalnya," ucap Tita membuat papa dan mama ikut tertawa.
"Akak mau keluar, kamu ada yang dipesen nggak?" tanya Filla.
Tita membulatkan matanya lalu menjentikkan jari, "Coklat," ucap Tita.
Filla mengangguk, "Laksanakan."
*******
Cafe yang sering Filla kunjungi masih seperti biasanya, ramai dengan anak muda, apalagi saat malam minggu seperti sekarang.
"Rey," panggil Filla saat melihat Reya yang hampir masuk kedalam cafe.
Reya berbalik lalu melambai.
"Baru nyampe juga?" tanya Filla. "Tumben on time," ledek Filla sambil merangkul Reya.
"Ye, biasanya juga on time," elak Reya.
Mereka memasuki cafe dengan skema warna monokrom, salah satu cafe yang mengusung ke estetikkan.
"Lo emang nggak ada janji keluar?" tanya Filla sambil menarik kursi. Mereka mendapat tempat duduk di bagian tengah.
"Ledek aja terus," ucap Reya.
Reya menggeleng, "Malam minggu gini ortu gue pada tidur."
Filla tertawa, "Rame ya," ucap Filla sambil melihat sekeliling, dapat Filla katakan hanya mereka yang duduk tanpa pasangan.
"Rame pada pacaran, gue jadi insecure," ucap Reya dengan wajah lucunya membuat Filla tertawa.
"Dulu gue juga ngerasain jadi jomblo Rey," ucap Filla mengingat bagaimana kacaunya hidup yang ia jalani dalam urusan percintaan.
"Iya sih, masih malu jadi lo, ngejer Rangga nggak pake dapet," ledek Reya.
"Astagfirullah, minta jitak ni orang," ucap Filla sambil mengelus dada membuat Reya tertawa.
Setelah memesan makanan dan menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang mereka pesan tersaji diatas meja.
"Kak Vino masih sakit kakinya?" tanya Reya sambil memotong steak-nya.
Filla mengangguk, "Mungkin minggu ini bisa lepas gips."
"Fill, kayaknya kita jadi bahan obrolan orang-orang deh, baru sadar gue jomblo tampak seperti alien kalau nongkrong malem minggu," bisik Reya.
Filla tak bisa menahan tawanya, "Udah sih, kita terlalu cantik mungkin, makanya mereka nggak bisa mengabaikan keberadaan kita," ucap Filla dengan PD-nya.
Reya mengangkat tangannya mengajak Filla tos dan tanpa berfikir panjang Filla menyambutnya, "Ini nih, gue suka gaya lo, PD-nya nggak ketulungan, tapi bagus," ucap Reya sambil tertawa, lalu mengibaskan rambutnya.
"Woy, nggak gitu juga kali," ucap Filla menahan tawanya.
"Angle gue sebelah kiri, biar mereka puas lihat wajah cantik gue," ucap Reya membuat Filla tertawa.
__ADS_1
Mereka berdua menghabiskan waktu mengobrol, sesekali tertawa dengan candaan yang mereka lemparkan, tanpa memperdulikan sekitar yang sering melirik pada mereka.
********
"Gue duluan Fill," ucap Reya sambil cepika-cepiki dengan Filla.
"Hati-hati, lo kan nyetir sendiri," ucap Filla sedikit khawatir karena arloji dipergelangan tangannya menunjukkan jam 10 malam.
Reya menepuk bahu Filla, "Lo lupa gue terbiasa sendiri? Santai, rumah gue kan deket dari sini," ucap Reya.
Filla mengangguk, "Intinya hati-hati, kabarin gue juga kalau udah nyampe," ucap Filla yang langsung meraih anggukan kepala Reya.
"Lo juga hati-hati, yaudah gue balik, sampai ketemu lagi," ucap Reya sambil melambaikan tangan.
Filla melambai saat mobil Reya meninggalkan parkiran cafe, Filla memasuki mobilnya, pak Mamat sudah menunggunya dari tadi.
"Bapak udah lama?" tanya Filla sambil membenarkan posisi duduknya.
"Baru Non," ucap pak Mamat sambil menjalankan mobil meninggalkan cafe. "Kemana lagi Non?" tanya pak Mamat.
"Pulang aja Pak, udah malem, tapi berenti di minimarket deket rumah ya Pak." ucap Filla sopan. "Oiya Papa ada dirumah Pak?" tanya Filla.
Pak Mamat mengangguk, "Ada Non, nggak keluar malam ini," ucap pak Mamat yang meraih anggukan kepala Filla.
CHIIIIIT.......
"Aw," ucap Filla saat kepalanya menabrak kursi. Filla menggosok keningnya, "Ada apa Pak?" tanya Filla sambil melihat kedepan.
"Sepertinya kita dicegat Non," ucap pak Mamat khawatir. "Non tunggu di mobil."
"Keluar!" ucap dua pria menggedor mobil mereka, jalanan memang sedikit sepi membuat suasana mencekam tambah terasa.
"Non jangan keluar dari mobil apapun yang terjadi," ucap pak Mamat sambil membuka pintu.
Filla mengangguk, "Hati-hati Pak."
"Keluar!"
Pak Mamat keluar dari mobil dan mulai saling melempar pukulan dengan kedua orang yang bisa Filla katakan masih muda, salah satu dari pria tersebut membawa balok kayu.
Filla gelisah didalam mobil, dirinya takut terjadi sesuatu dengan pak Mamat, tanpa berpikir panjang, Filla memberanikan keluar dari dalam mobil.
Dan benar saja, pak Mamat terlempar ke mobil oleh pria dengan senyum liciknya.
"Waw, ada cewek cantik, kalem," ucap salah satu pria dengan senyum nakalnya.
"Non, masuk ke mobil!" teriak pak Mamat sambil memegang dadanya.
"Mau kalian apa?" tanya Filla tegas.
Keduanya tertawa, "Tadinya mau uang, tapi sekarang mau kamu," ucap pria dengan kumis tebal, pria tersebut melangkah mendekati Filla.
Dengan sekali pukulan pria tersebut terdorong kebelakang.
"Wow, ngelawan?" ucap pria yang membawa balok kayu ditangannya.
********
__ADS_1