Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 129


__ADS_3

Vino menyendok soto yang Filla bawa, "Enak," ucap Vino antusias.


Filla tersenyum, "Itu buatanku loh Kak," ucap Filla dengan bangga.


Vino menoleh pada Filla dengan tatapan tak percaya, "Serius? Bukannya bi Surti?" ledek Vino sambil tertawa.


Filla menepuk pelan bahu Vino, "Resek, Aku udah belajar semingguan cuma mau bikinin Kakak soto," Filla melipat tangannya lalu menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi.


Vino tertawa, "Iya, makasih," ucap Vino dengan senyuman khasnya. "Kamu seriusan nggak mau makan?" tanya Vino sambil menyendok nasi.


Filla menggeleng, "Tadi udah makan sama Mama sebelum kesini," ucap Filla.


Vino mengangguk sambil menikmati masakan Filla yang dapat Vino katakan sangat lezat beberapa waktu ini.


Filla membuka akun media sosialnya lalu tertawa saat membuka vidio lucu yang Salsa kirimkan padanya, mereka memang beberapa kali mengobrol via DM, Filla cukup senang mengobrol bersama Salsa beberapa hari terakhir.


"Kenapa senyum-senyum? Chat sama cowok?" tanya Vino sambil menghentikan makannya.


Filla mendonggak mengalihkan pandangannya dari ponsel, "Nggak Kak, lagi chat sama temen baru," ucap Filla.


"Cowok apa cewek?" tanya Vino dengan tatapan menyelidik.


Filla tertawa, "Apaan sih Kak? Sejak kapan posesif?" ledek Filla. "Ini cewek Kak, namanya Salsa," ucap Filla santai sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Vino.


Vino tiba-tiba terbatuk saat mendengar ucapan Filla.


"Kakak, pelan-pelan," ucap Filla yang dengan sigap mengambilkan air minum untuk Vino. "Nih, minum dulu," ucap Filla membantu Vino. "Pasti nggak enak rasanya," ucap Filla saat Vino memencet hidungnya.


"Udah," ucap Vino.


Filla kembali duduk didepan Vino.


"Salsa?" tanya Vino sambil kembali melanjutkan makan siangnya.


Filla mengangguk, "Dia ternyata satu kampus Kak sama kita cuma semester ini dia pindah ke Singapura," ucap Filla antusias.


Vino diam sambil menyesap air putih didalam gelasnya, sesekali memperhatikan Filla, "Kok bisa kontekan?" tanya Vino.


Filla tersenyum, "Jadi beberapa hari yang lalu dia tiba-tiba DM aku, ngajak kenalan gitu, awalnya aku juga agak aneh sih, cuma anaknya asik," ucap Filla. "Oiya Kak, Kakak pernah ketemu kok," ucap Filla.


Vino membulatkan matanya, "Hah, kapan?" tanya Vino.


"Itu yang waktu pertama kali Kakak masuk kampus, dia yang kasih kotak kue ke Kakak, yang langsung Kakak kasih ke aku."


Vino menghela napas, "Oh, lupa Kakak udah lama juga," ucap Vino kembali menyesap air putihnya.


Filla mengangguk, "Iya sih, udah lama," ucap Filla.

__ADS_1


********


Filla meraih tasnya lalu menyampirkannya di bahu.


"Seriusan nggak apa-apa dianter sama Alex?" tanya Vino khawatir.


Filla mengangguk, "Iya Kak, lagian Filla bisa sendiri sebenernya," ucap Filla sambil membenarkan lengan bajunya yang tergulung.


"Itu tambah khawatir Kakak, maaf ya nggak bisa nganter," ucap Vino merasa bersalah.


Filla tersenyum, "Nggak apa-apa Kak, Kakak meeting aja sama klien," ucap Filla tulus.


"Yaudah, hati-hati," ucap Vino sambil mencium puncak kepala Filla. "Dan inget jangan ngobrol banyak sama Alex," ucap Vino mewanti.


Filla tertawa, "Iya tukang cemburuan," ledek Filla membuat Vino ikut tertawa.


Ketukan pintu terdengar membuat Filla dan Vino menoleh.


"Masuk Lex," ucap Vino. "Tolong anterin Filla tapi inget jangan sampai lecet apalagi lo godain," ucap Vino saat Alex berdiri di depannya.


"Nggak percayaan banget lo sama gue, beres, akan gue anter tuan putri lo sampai depan rumah," ucap Alex.


Filla tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Yaudah ayo Filla," ucap Alex sambil membukakan pintu untuk Filla.


"Inget pesen gue Lex," ucap Vino sekali lagi saat Filla berjalan keluar dari ruangannya.


Alex tersenyum, "Asal pacar lo sibuk, gue mah aman," ucap Alex bercanda sambil tertawa membuat Filla ikut tertawa.


Mereka berjalan menuju parkiran. Filla masuk kedalam mobil Alex lalu duduk disebelah kursi pengemudi.


Alex ikut masuk, "Panas banget nih hari," ucap Alex yang langsung menyetel AC mobil.


Filla berdehem, "Bener banget," ucap Filla sambil memakai sabuk pengaman.


Alex menjalankan mobilnya keluar dari parkiran, "Lo tahu? Vino selalu ceritain lo kapan pun dan dimana pun," ucap Alex sambil tersenyum. "Gue sampe hapal dan secara nggak langsung kenal sama lo tanpa ketemu," ucap Alex sambil tertawa.


Filla tersenyum, "Kak Vino emang pria terbaik yang pernah gue kenal," ucap Filla.


Alex diam sambil mengangguk.


"Lo kenal Kak Vino udah lama?" tanya Filla penasaran, melihat betapa akrabnya mereka berdua saat bersama.


Alex mengangguk, "Sejak SMA," ucap Alex. "Kalau kalian?" tanya Alex sambil menoleh kearah Filla.


"Dari kecil, Kak Vino tetangga gue, cuma waktu masuk SMA dia pindah sekeluarga ke Paris."

__ADS_1


Alex mengangguk, "Lama benget berarti, menurut lo Vino tuh orangnya gimana?" tanya Alex.


Filla berpikir sejenak, "Seperti yang lo bilang, Kak Vino baik banget, pengertian, perhatian sama orang-orang disekelilingnya," ucap Filla sambil mengangguk-angguk.


Vino mengangguk, "Semoga dia selalu bisa jaga hati buat lo," ucap Alex pelan.


Filla tersenyum, "Gue percaya Kak Vino lebih dari siapapun, dia orang yang baik, bahkan gue yang takut bakalan nyakitin dia," ucap Filla jujur.


Alex mengangguk lalu memilih diam, kagum dengan jawaban Filla.


*******


Selang beberapa menit mobil yang Alex kendarai terparkir di halaman rumah Filla.


"Lo nggak mau masuk?" tanya Filla sambil melepas sabuk pengamannya.


"Kapan-kapan deh, bisa diamukin Vino gue, kalau ngapel di rumah pacarnya," canda Alex sambil tertawa.


"Ngaco," ucap Filla lalu tertawa, "Makasih kalau gitu," ucap Filla.


Alex mengangguk, "Salam aja buat ortu lo."


Filla mengangguk, "Hati-hati dijalan," ucap Filla lalu keluar dari mobil Alex saat meraih anggukan.


Alex melambaikan tangan saat mobilnya keluar dari halaman rumah Filla.


Filla membetulkan tasnya yang tersampir di bahu.


Suara motor Rangga membuat Filla menoleh, Rangga dengan setelan kemeja kotak-kotak sepertinya baru pulang.


"Fill tunggu," teriak Rangga yang melepas helemnya lalu berlari menghampiri Filla.


Filla mengerutkan alisnya namun tetap berdiri melihat pergerakan Rangga.


"Nih," Rangga menyodorkan sebuah map pada Filla. "Dari bu Mia," ucap Rangga sedikit terengah.


Filla menoleh pada Rangga, Rangga cukup dekat dengannya sampai aroma mint yang menjadi ciri khas Rangga memenuhi Indra penciuman Filla, "Makasih Ngga," ucap Filla. "Tapi kok bisa dititipin ke lo?" tanya Filla penasaran.


Rangga mengangguk, "Tadi kebetulan gue lagi keruangan Pak Salman, pas lihat gue bu Mia langsung inisiatif minta bantuan," ucap Rangga jujur.


Filla mengangguk, "Makasih Ngga kalau gitu," ucap Filla.


"Yaudah gue balik," ucap Rangga.


Filla mengangguk, "Salam buat bunda."


"Oke," Rangga berjalan meninggalkan Filla yang masih manatap punggungnya.

__ADS_1


Bahkan sampai detik ini rasa itu masih ada, batin Filla.


*********


__ADS_2