
Hari yang mendebarkan bagi Filla dan Rangga akhirnya tiba, hari dimana Filla akhirnya mendapatkan Rangga yang selalu ingin dirinya lupakan, kadang takdir memang bisa berbalik kapan saja, Filla yang berusaha tetap akan kembali jika Rangga memang orangnya.
Acra pernikahan mereka diadakan di salah satu hotel besar di Bandung.
Penghulu mulai membuka suara dengan pengeras suara, membuat suasana menjadi lebih formal.
Filla dan Rangga duduk berdampingan didepan penghulu dengan Ayah dan Papa masing-masing disebelah Rangga dan Filla.
"Saudara Rangga Febian Irmansyah bin Toni Irmansyah, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Filla Agatha binti Prasetyo dengan maskawin berupa emas 24 karat sebesar 12 gram dibayar TUNAI."
"Saya terima nikah dan kawinnya Filla Agatha binti Prasetyo dengan maskawin tersebut, dibayar TUNAI," Rangga mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan napas.
"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu kepada saksi yang berada didekatnya.
"Sah," ucap saksi lalu diikuti pra tamu undangan dengan antusias.
"Alhamdulillah," ucap semua orang dengan senang.
Ada rasa lega yang dipancarkan Rangga ataupun Filla, keduanya saling tatap, lalu sama-sama mengalihkan pandangan karena rasa canggung dan gugup.
Mama mengisyaratkan Filla agar mencium tangan Rangga untuk pertama kalinya, Filla langsung melakukannya membuat Rangga tersenyum, Tanpa diminta Rangga mencium kening Filla membuat wajah Filla untuk kesekian kalinya merona.
********
Setelah ijab kabul pagi tadi, acara resepsi langsung dilanjutkan.
Filla mengerutkan kening saat mendapati baju yang diberikan padanya sangat berbeda dari desain awal.
"Kak Dahlia, kayaknya ini bukan gaun aku deh," ucap Filla.
"Itu baju Mbak Filla kok, Dahlia memastikan gaun ditangan Filla."
"Gimana ini bisa gaunku Kak? Emang sih detail lainnya sama, tapi potongan gaunnya nggak gini, kok serba tertutup, lengannya juga panjang."
"Iya Mbak, ini sudah sesuai dengan permintaan Mas Rangga."
Filla mengerutkan kening, "Rangga?" tanya Filla memastikan.
Dahlia mengangguk, "Iya Mbak, seminggu yang lalu, mas Rangga dan Ibu datang ke butik, dan mas Rangga minta agar gaunnya dirubah."
Filla memijit keningnya, rasa kesalnya memuncak, bagaimana bisa Rangga merubah gaunnya tanpa berbicara, "Aku mau gaun yang lama," ucap Filla sambil mendudukkan diri di kasur.
Dahlia mulai gelisah, "Maaf Mbak Filla, tapi nggak bisa," ucap Dahlia sopan.
__ADS_1
Filla menghela napas, lalu beranjak dari duduknya, bagaimana lagi, semua sudah terjadi, dirinya jadi tidak tega dengan Dahlia, bagaimanapun semua bukan salah Dahlia. "Saya pake ini aja," ucap Filla malas.
Senyum terbit diwajah Dahlia, dirinya begitu lega mendengar ucapan Filla.
*******
Rangga dengan senyumannya menunggu Filla didepan pintu masuk tempat acara resepsi, Rangga tentu saja sangat deg-degan saat melihat Filla yang sangat cantik berjalan kearahnya.
"Kenapa cemberut?" tanya Rangga saat Filla berada disampingnya.
"Jangan pura-pura nggak tahu, lo kan yang ganti desain baju ini?" Filla menatap sebal pada Rangga.
Rangga tersenyum, "Aku kan udah bilang nggak mau membagi kecantikan kamu sama siapapun, apalagi ketika aku tahu, gaun yang kamu pilih malah serba terbuka kayak kekurangan bahan."
"Itu namanya style, bukan kurang bahan seperti yang kamu sebut-sebut."
"Kamu cantik pakai apa aja kok, apalagi tertutup gini, lebih cantik malah," ucap Rangga sambil mencolek dagu Filla.
Filla masih kesal, dirinya lebih baik mendiami Rangga sekarang.
"Kita sambut pengantin yang berbahagia hari ini," ucap MC dengan meriah diikuti tepuk tangan menyambut Filla dan Rangga yang berjalan menuju pelaminan.
Semua orang berbahagia dengan hari ini, Filla juga tidak bisa berucap dengan apa yang terjadi dalam hidupnya, ini semua adalah waktu yang dirinya tunggu dan idamkan, walau semuanya berjalan tanpa diminta, untuk kesekian kalinya usahanya gagal untuk melupakan Rangga.
Filla tersenyum saat semua sahabatnya hadir, walau sempat marah karena acara yang mendadak tanpa memberitahu mereka, terlebih Reya yang begitu kesal dengan Filla, bagaimana bisa Filla menikah sebelum dirinya tanpa berbicara.
"Lo hutang cerita sama kita semua," ucap Ola yang diangguki Reya, Caca dan Iren.
"Iya, harus itu, masak nikah tiba-tiba, jangan-jangan -," Caca menatap Rangga penuh curiga membuat Rangga mengerutkan kening bingung. "Lo apain Filla?" tanya Caca.
"Ca, jangan malu-maluin," ucap Reya "Sorry Ngga, biasa ibu hamil," ucap Reya membuat Rangga mengangguk.
"Caca hamil?" tanya Filla terkejut mendengar ucapan Reya.
"Iya," ucap Caca sambil tersenyum.
"Kok nggak ngasih tahu gue? Selamet ya," Filla menarik Caca dalam pelukannya. "Nggak sabar jadi Aunty," ucap Filla antusias.
"Kita juga baru tahu semalem Fill," ucap Ola.
"Intinya selamet deh buat kalian berdua, semoga cepet dapet momongan, biar punya dua keponakan, tiga sama anaknya Ola," ucap Iren antusias.
"Aamiin, tapi dari pada nungguin keponakan dari kita, lo aja dulu nikah," ledek Reya. "Iya, jangan tiba-tiba nikah nih kayak sebelah, kan kaget," Reya menyenggol bahu Filla.
__ADS_1
"Udah kali nyindirnya," ucap Filla membuat yang lain tertawa.
"Mana gaun yang lo sering pamerin ke kita?" tanya Ola sambil menaikkan kedua alisnya, saat memperhatikan gaun yang Filla kenakan.
"Tanya aja sama si penggagal rencana," ucap Filla sambil menyikut Rangga.
"Aduh," Rangga memegangi perutnya membuat yang lain tertawa.
"Sabar Bro," Samuel menepuk pelan bahu Rangga.
"Harus kalau itu, menikah sama Filla harus stok sabar yang banyak," Rangga mencolek dagu Filla membuat Filla menatap tajam padanya.
"Udah, baru juga berapa jam menikah masak udah kayak *Tom and Jerry*," ledek Iren.
"Akhirnya lo nikah juga Ngga, gue pikir nggak akan berjumpa sama ni hari," ledek Putra yang baru datang dan memeluk Rangga.
"Resek banget lo."
Putra tertawa, "Fill, yang sabar ngadepin Rangga, butuh informasi lebih telpon gue aja," ucap Putra.
"Bilang aja lo mau modus sama istri gue, awas aja," ancam Rangga membuat yang lain tertawa. Sedangkan Filla mencubit lengan Rangga.
"Udah Istri aja nih, Aduh sweet," ucap Ola.
Filla menepuk lengan Ola, "Nggak usah resek deh."
"Biarin," Ola menjulurkan lidah meledek Filla.
"Yuk, udah banyak yang antri," ucap Jiel membuat yang lain melihat kebelakang mereka, "Sekali lagi selamet ya Bro, Fill," ucap Jiel.
"Makasih kalian udah sempetin dateng."
"Inget lo utang cerita," Ola masih saja meminta Filla, membuat Filla tak bisa menahan tawanya.
Mereka semua turun dari pelaminan meninggalkan Filla dan Rangga yang masih sibuk menyalami beberapa tamu undangan.
"Maaf ya soal gaun," bisik Rangga.
"Ogah," ucap Filla masih sebal tanpa menatap Rangga, dirinya memasang wajah senyum untuk setiap tamu yang menyalami mereka.
"Maaf," ucap Rangga mencoba lagi, namun masih saja tak digubris oleh Filla sedikitpun.
******
__ADS_1