
Hiks ...
Filla menyeka airmatanya, dirinya menyembunyikan wajah di bantal, sejak tadi dirinya sudah seperti orang gila, mulai dari tertawa sendiri, lalu menangis, alasannya tentu saja drama Korea yang sedang ia tonton.
Filla Memang sangat suka drama Korea, dirinya selalu menyempatkan diri menonton saat ada drama-drama keluaran terbaru.
Rangga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya, Rangga sempat melirik pada Filla yang membelakangi dirinya lalu berjalan menuju walk in closet, selang beberapa menit dirinya kembali dengan mengenakan kaos dan celana santai.
Rangga mengerutkan kening saat mendengar isak Filla, "Kamu kenapa?" tanya Rangga khawatir saat sudah berada dihadapan Filla.
Filla masih dengan sisa tangisnya mendonggak menatap Rangga, "Nonton," ucapnya singkat lalu kembali menatap layar laptopnya.
Rangga menggeleng, "Kamu pagi-pagi nangis cuma karena film? Astaga Filla."
"Berisik Ngga, lagi serius ini, hiks."
Rangga tersenyum lalu ikut tengkurap disebelah Filla, "Emang seru banget?" tanya Rangga sambil menghapus air mata Filla.
Filla mengangguk tanpa menoleh.
"Bisa-bisa aku larang kamu nonton, habisnya kamu nangis gini jadi nggak tega," ucap Rangga.
Filla menoleh dan tatapan mereka bertemu, "Awas aja berani ngelarang," ucap Filla memperingatkan.
Rangga tersenyum lalu mengusap puncak kepala Filla, dirinya selalu melakukan itu, seperti sudah menjadi kesenangan dan kebiasaan.
Filla hanya diam tak memperdulikan Rangga berbuat apa terhadap rambutnya, dirinya hanya fokus kedalam cerita yang dirinya tonton.
"Kamu seriusan akan nonton ini? Nanti kalau mata bengkak gimana? Kita kan berangkat jam sepuluh," ucap Rangga.
Filla mendonggak melihat jam yang menempel didinding, "Masih ada waktu," ucap Filla saat mendapati jarum jam menunjukkan pukul enam pagi.
"Pantesan mandi subuh-subuh," Rangga meletakkan kepalanya dipinggang Filla, seolah pinggang Filla adalah bantal.
"Ngga berat," Filla menghentikan sementara film yang terputar lalu melihat kearah Rangga walaupun sulit.
"Bentar, pinjem pinggangnya," ucap Rangga malah membenarkan posisi kepalanya.
"Ada bantal Ngga," Filla melempar bantal hingga mengenai wajah Rangga.
Rangga tidak peduli, dirinya malah memejamkan mata.
"Terserah," Filla akhirnya menyerah, percuma, lebih baik dirinya kembali menonton tanpa memperdulikan Rangga.
Rangga meronggoh ponselnya didalam kantong, membuka instagram miliknya, baru saja menggulir layar sebentar, jarinya berhenti pada postingan Filla.
Rangga beranjak dari baringnya, mendekati Filla, "Apus," ucap Rangga sambil menyodorkan ponselnya pada Filla.
__ADS_1
"Apasih Ngga?" Filla masih fokus pada layar laptopnya tanpa memperdulikan Rangga.
Rangga memegang pipi Filla pelan lalu membawa agar menghadap dirinya.
"Apa?" tanya Filla mulai kesal menatap Rangga tajam.
Rangga kembali memperlihatkan layar ponselnya pada Filla, "Apus postingan ini," pinta Rangga.
Filla mengerutkan kening, postingan yang Rangga maksud adalah fotonya yang mengenakan dress model off shoulder, dimana bagian bahu dan leher terekspos. "Nggak mau," ucap Filla.
"Hapus, aku nggak mau ya, lihat bahu kamu keliatan kayak gitu, ditambah bajunya jauh diatas lutut," ucap Rangga tak mau kalah.
"Yaudah, nggak usah diliat," jawab Filla ketus. "Lagian lihat, likenya banyak."
"Hapus Filla," ucap Rangga pelan namun penuh penekanan.
Filla menghela napas, entah mengapa jika mendengar suara lembut Rangga yang penuh penekanan membuatnya tak bisa berkutik, Filla mengambil ponselnya lalu menghapus postingannya dengan berat hati, "Puas?" tanya Filla geram sambil menunjukkan layar ponselnya.
Rangga tersenyum lalu mengangguk, kembali pada wajah menggemaskan menurut Filla, sangat berbeda dengan Rangga yang orang kenal tanpa ekspresi.
"Gitu kan pinter," ucap Rangga sambil mengacak rambut Filla.
Filla menutup laptopnya lalu beranjak.
"Mau kemana? Nggak lanjut nonton?" tanya Rangga heran.
"Toilet, udah nggak mood, sekalian aja cekin semua postingan aku, abis itu suruh hapus," ucap Filla ketus.
Filla menggenggam tangannya sendiri menahan geram, dirinya mengambil bantal lalu melemparnya kearah Rangga.
"Astagfirullah," ucap Rangga saat bantal mendarat sempurna diwajahnya. "Terus aja Filla, nggak sopan sama suami."
"Siapa suruh jadi suami ngatur," Filla masuk kedalam kamar mandi lalu menutup pintu dengan kencang membuat Rangga tersentak.
"Terus aja," teriak Rangga, berharap Filla dapat mendengar teriakannya dari dalam kamar mandi.
**********
Rangga berdehem berusaha mencairkan suasana yang membeku sejak dirinya menjalankan mobil keluar dari garasi rumah.
Mereka sekarang berangkat dari Jakarta menuju Bogor, sesuai rencana awal mereka akan berlibur selama tiga hari di bogor,
Dibelakang mobil mereka sudah ada mobil milik Samuel, dimana didalamnya ada Semuel, Reya, Ola dan Jiel. Karena alasan pengantin baru akhirnya mereka memisahkan diri dari Rangga dan Filla. Sedangkan Iren akan menyusul sore setelah mengurus masalah butik.
"Masih marah?" tanya Rangga.
"Hmm," ucap Filla hanya berdehem pelan, dirinya memandang jalanan yang tertinggal karena laju mobil, sejak pagi tadi perutnya terasa tidak nyaman karena hari pertama datang bulan. Memang sudah biasa jika hari pertama dirinya akan merasakan sakit yang cukup menganggu.
__ADS_1
Rangga menggaruk tengkuknya yang tak gatal, "Jangan marah lagi, udah aku cek kok, nggak ada postingan yang perlu dihapus lagi."
Dasar Rangga dirinya memang tidak pernah paham suasana, dirinya masih mengira Filla diam karena marah padanya soal postingan instagram.
Filla mengambil boneka yang sengaja ia bawa dikursi belakang, dirinya memeluk boneka tersebut sambil menyenderkan kepalanya pada kaca mobil.
Rangga menghentikan mobilnya dipinggir jalan. lalu melambai pada mobil Samuel dibelakangnya agar terus melanjutkan perjalanan.
Filla menatap kedepan mengedarkan pandangan, "Kenapa berenti?" tanya Filla heran.
"Kamu sakit?" Rangga meletakkan punggung tangannya pada dahi Filla.
Filla menggeleng, "Nggak."
"Terus kenapa pucet?" tanya Rangga khawatir, "Kita kerumah sakit aja kalau gitu," ucap Rangga.
"Nggak perlu, aku cuma sakit perut aja."
"Kenapa nggak bilang? Kita kerumah sakit sekarang, jangan-jangan kamu salah makan tadi pagi, kan aku udah bilang jangan makan sembarangan."
Filla menghela napas, "Aku sakit perut karena dateng bulan, bukan makan sembarangan, udah aku mau istirahat, kamu diem terus lanjut perjalanan," ucap Filla lalu kembali menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi.
Rangga memilih diam mengikuti permintaan Filla, walau dirinya khawatir.
Hanya berjalan beberapa ratus meter, Rangga malah menghentikan kembali mobilnya didepan supermarket.
"Tunggu bentar, aku mau beli sesuatu," ucap Rangga yang langsung turun dari mobil.
Filla hanya mengangguk lalu kembali memejamkan mata.
Hanya butuh sepuluh menit, Rangga kembali dengan menenteng kantong belanjaan ditangan kirinya dan secangkir minuman.
"Fill," panggil Rangga sambil menepuk pelan bahu Filla.
Filla membuka mata lalu mengerutkan keningnya.
"Nih, minum air anget, tadi aku baca diinternet katanya lumayan ngebantu, terus ini juga air anget buat dikompres diperut, tadi aku minta panasin air disitu." ucap Rangga.
Filla menatap Rangga, dirinya belum pernah mendapat perlakuan semanis itu dari siapapun kecuali pria dingin dihadapannya.
"Ini juga ada semangka sama apel, katanya bagus buat ngurangin rasa sakitnya, aku nggak paham sih, tapi coba aja," ucap Rangga sibuk melihat belanjaan yang ia beli.
"Makasih," ucap Filla sambil tersenyum.
Rangga ikut tersenyum, "Sini aku kompresin perutnya," Rangga mengambil botol minuman yang berisi air hangat lalu membungkusnya dengan sapu tangan miliknya dan menempelkannya dibagian perut Filla. "Sakit banget ya?" tanya Rangga.
"Lumayan," ucap Filla sambil melihat bulu mata Rangga yang begitu lentik.
__ADS_1
Seulas senyum terukir diwajah Filla, pria didepannya adalah pria termanis yang pernah ia temui.
*******