Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 113


__ADS_3

Filla menuruni anak tangga menuju lantai bawah, "Dek, kamu nggak sekolah?" tanya Filla saat mendapati Tita duduk sambil menonton televisi diruang keluarga.


Tita berbalik, lalu tersenyum, "Libur Kak, guru disekolah Tita lagi rapat," ucap Tita. "Oiya Kak, kata Mama, Kak Vino tadi pagi dateng," ucap Tita.


Filla mengangguk, "Kak Vino udah ambil jasnya?" tanya Filla sambil menguap, dirinya baru saja terbagun tepat saat jam menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Udah, sekalian cek seberapa kebonya Kakak kalau tidur," ledek Tita sambil tertawa.


"Mulai resek ya adik Kakak," Filla mendekati Tita lalu menggelitiknya.


"Ampun Akak," ucap Tita.


"Makanya jangan resek," ucap Filla lalu mencium pipi Tita.


Tita membalas ciuman Filla, "Akak bau banget," ucap Tita sambil menutup hidung.


"Nikmati aja sih dek," ucap Filla.


Tita tertawa, "Mandi Akak," ucap Tita sambil mendorong Filla. "Awas lo kalau Mama pulang, Akak belum mandi," ucap Tita menakuti Filla.


"Iya, Iya, makanya jangan dikasih tau," Filla beranjak kembali ke kamarnya, benar kata Tita ia harus mandi sebelum mama pulang jika tidak mau mendengar omelan khas ibu-ibu.


******


Bi Surti terlihat sedang menyiapkan beberapa bahan untuk memasak saat Filla masuk kedalam dapur.


"Masak apa Bi?" tanya Filla saat berdiri tepat disebelah bi Surti.


Bi Surti menoleh lalu tersenyum, "Sop ayam Fill."


"Filla bantuin ya? Filla mau bikin makan siang buat kak Vino di kantor," ucap Filla sambil mengambil kentang didalam keranjang.


Bi Surti tersenyum, "Latihan jadi istri yang baik nih?" ledek bi Surti.


Filla tertawa, "Bibi ada-ada aja, Filla masih muda Bibi," ucap Filla sambil mengupas kentang lalu merendamnya didalam air agar tidak menghitam.


"Udah cukup itu Fill, Bibi aja nikahnya pas umur 24 tahun, kayak umur kamu sekarang," ucap bi Surti sambil tertawa.


"Please deh Bi, Filla masih muda," Filla tertawa.


"Filla mau bikin apa lagi?" tanya bi Surti. "Masak cuma Sop doang, Bibi masak lauk lain juga tapi setahu Bibi Vino nggak suka," ucap bi Surti sambil mencuci ayam yang sudah ia potong.


Filla berpikir sejenak, "Dikulkas ada apa aja emangnya Bi?" Filla berjalan lalu membuka kulkas. "Aku mau buat Chicken Katsu aja," ucap Filla lalu kembali menutup kulkas.


Filla sangat bersemangat untuk membuatkan Vino masakan, Vino belum pernah mencoba masakan buatannya sekalipun karena sudah jelas, Filla sangat jarang memasak kecuali hanya membantu memotong sayur atau mencucinya.


Sesekali Filla ingin memberikan kejutan untuk Vino dengan masakannya yang ala kadar, mengingat Vino sangat sering memasakkan makanan untuk dirinya.

__ADS_1


"Perlu Bibi bantu bikinnya," tanya Bi Surti setelah menyelesaikan masakannya, mereka memang sudah berkutat di dapur sekitar satu jam.


Filla masih menggoreng ayam buatannya, karena tadi dimasukan freezer hampir 30 menit, "Nggak usah Bi, cuma goreng-goreng doang, Bibi istirahat gih, lumayan satu jam sebelum makan siang."


Bi Surti mengangguk lalu meninggalkan Filla menyelesaikan masakannya.


*******


Filla tampak cantik seperti biasanya dengan sweter abu-abu dan celana jins biru muda. Ia biarkan rambut sepunggungnya menggerai indah dengan sedikit Curly di bagian bawah.


Tiga puluh menit lagi adalah waktunya makan siang, Filla melihat arloji dipergelangan tangannya sambil berjalan menghampiri resepsionis di kantor Vino.


"Permisi mbak," ucap Filla menyapa.


"Ya, ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya resepsionis perempuan didepan Filla.


"Saya mau ketemu Pak Vino," ucap Filla sopan.


"Maaf mbak, apakah sudah membuat janji?" tanya resepsionis tersebut.


Filla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Belum mbak," ucap Filla jujur.


"Maaf mbak, saya tidak bisa mengizinkan orang yang tidak berkepentingan bertemu dengan Pak Vino, mbak bisa menghubungi Pak Vino terlebih dahulu atau menunggu sampai beliau keluar untuk makan siang," ucap resepsionis tersebut.


Filla akhirnya mengangguk, "Baiklah, terimakasih mbak, saya menunggu saja," ucap Filla, mengingat ia hanya perlu menunggu 30 menit.


Filla menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi, sudah 30 menit dirinya menunggu, namun belum ada tanda-tanda Vino keluar dari ruangannya.


"Dek?"


Filla tersenyum, akhirnya Vino berada dihadapannya.


"Akhirnya," ucap Filla lega.


"Kamu nunggu dari tadi?" tanya Vino.


Filla mengangguk, "Aku pengen anterin Kakak makan siang, tapi lupa bawa ponsel, jadi nunggu deh," ucap Filla sambil menunjuk kotak bekalnya.


"Maksudnya kamu disuruh nunggu?" tanya Vino dengan wajah kesal.


Filla mengangguk, "Iya katanya Kakak bisa ditemuin kalau udah bikin janji, salah aku juga kok nggak kasih tahu Kakak," ucap Filla.


Vino menggenggam tangan Filla lalu berjalan menghampiri resepsionis yang dengan sigap menunduk memberi hormat.


"Kamu kenapa nggak izinkan dia masuk, atau menunggu didalam ruangan saya saja?" tanya Vino dengan nada tegas.


Filla yang ada disebelahnya hanya bisa melihat rahang Vino mengeras, Filla mengusap tangan Vino, "Salah aku Kak, jangan marah ke mbaknya," ucap Filla menenangkan.

__ADS_1


Resepsionis tersebut menunduk terdiam, merasa bersalah atas apa yang dirinya lakukan, "Maaf Pak."


"Ingat, dia pacar saya, sekali lagi kamu biarkan dia duduk menunggu disana, kamu berhadapan sama saya," ucap Vino lalu membawa Filla menuju lift meninggalkan resepsionis tersebut yang sangat merasa bersalah.


Tidak ada yang membuka suara saat berada didalam lift, Filla masih terkejut melihat Vino setegas itu apalagi didepan karyawannya.


"Kak, maaf ya, Kakak jadi marah-marah, harusnya aku kasih tahu aja kalau aku dateng," ucap Filla merasa bersalah.


Vino mengangkat dagu Filla, "Kakak yang harusnya minta maaf, kamu nunggu lama disana, bahkan nggak diizinkan masuk di kantor Kakak sendiri," ucap Vino.


"Nggak apa-apa Kak, aku juga nunggunya nggak lama kok," ucap Filla.


"Kakak masih kesel," ucap Vino.


Filla tersenyum lalu menyender pada tangan Vino, "Masak aku udah buatin masakan buat Kakak, malah dapet muka cemberut Kakak sih," bujuk Filla.


Vino memegang wajah Filla, "Iya," ucap Vino sambil tersenyum. "Makasih," ucap Vino.


Filla ersenyum, "Makan dulu, baru nanti makasihnya," ucap Filla.


Mereka masuk kedalam ruangan kerja Vino, Ruangan yang sangat luas dengan fasilitas lengkap, "Kantor Kakak bagus banget, dan nyaman," ucap Filla sambil mendudukkan diri di sofa.


Vino tersenyum lalu duduk disebelah Filla, "Kamu yang masak?" tanya Vino saat melihat makanan yang dibawa Filla.


Filla mengangguk antusias, "Tapi yang ini, cuma potongin kentang sama wartel doang," ucap Filla sambil menunjuk sup buatan bi Surti.


"Bagus potongannya," ucap Vino sambil tertawa.


"Jangan ngeledek," ucap Filla membuat Vino tambah tertawa. "Tapi ini bener-bener buatan ku," ucap Filla sambil membuka kotak bekal berisi chicken katsu buatannya.


"Waw, kelihatannya enak," ucap Vino sambil mengambil garpu.


Filla menahan tangan Vino, membuat Vino menatap heran, "Jangan berekspetasi tinggi ya Kak," ucap Filla sambil tersenyum.


Vino tertawa lalu mengangguk, satu suapan masuk kedalam mulutnya, Vino diam dan Filla menunggu reaksinya.


"Nggak enak ya?" tanya Filla dengan wajah khawatir. "Lepehin aja, nggak apa-apa Kak, soalnya aku sebenernya belum terlalu bisa masak," ucap Filla jujur.


Vino tertawa, "Enak sayang," ucap Vino.


Filla menghela napas lega, "Seriusan kan?" tanya Filla, akhirnya Filla juga mencoba sesuap masakannya. "Beneran enak, aku emang hebat," ucap Filla bangga.


"Iya kamu paling hebat," ucap Vino sambil menatap Filla.


"Jangan gitu liatnya, aku salting," ucap Filla membuat Vino tertawa.


Selalu saja Filla punya cara membuat Vino tertawa dan Vino selalu punya cara membuat Filla merasa istimewa.

__ADS_1


*******


__ADS_2