Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 170


__ADS_3

Rangga membongkar isi didalam tasnya, tentu saja barang-barang didalam sana basah kuyup, Rangga mengeluarkan semua isi dalam tasnya keatas perahu.


"Cari apa?" tanya Filla heran.


Rangga tak menggubris ucapan Filla, dirinya menatap permukaan danau, "Jangan-jangan disana?" ucap Rangga pelan.


"Rangga! Lo gila mau nyebur lagi?" ucap Filla sambil menahan kuat tangan Rangga.


"Aku harus temuin itu Filla," ucap Rangga dengan tatapan yang sulit Filla artikan.


"Emang sepenting apa sampai lo harus nyebur lagi?" tanya Filla mulai kesal.


"Penting banget, jadi tolong biarin aku cari," ucap Rangga.


"Gue mau balik," ucap Filla tegas.


"Oke, tapi setelah aku temuin barang itu dulu."


"Gue mau sekarang Rangga!" bentak Filla kesal.


Rangga menghela napas, "Oke," Rangga mulai mengayunkan dayung membuat perahu mulai bergerak ketepian.


Tidak memakan waktu lama mereka akhirnya menepi dan kembali ke daratan.


"Aku balik kesana, kamu tunggu disini," ucap Rangga.


"Lo cari apa Rangga? Pake logika, kalau barang yang lo cari bener didalam tas nggak mungkin bisa jatuh saat tas itu dalam keadaan terkunci."


Rangga diam sejenak, mencerna ucapan Filla, dirinya terlalu panik kehilangan barang yang selama ini selalu bersamanya, "Berarti bisa aja jatoh disana," ucap Rangga sambil menunjuk taman bermain.


Filla menghela napas melihat Rangga berlari menuju taman meninggalkan dirinya sendiri.


*********


Filla menatap arloji dipergelangan tangannya, hampir 20 menit Rangga masih sibuk menunduk memperhatikan kebawah.


Filla melipat tangan kedepan dada melihat Rangga yang tidak berhenti mengedarkan pandangannya.


"Kenapa harus terlihat setulus itu Rangga," bisik Filla pada dirinya sendiri. Filla mendekati Rangga yang menunduk dibawah bangku, masih sibuk mencari barang yang sebenarnya Filla tahu. "Lo cari ini?" tanya Filla sambil mengangkat buku catatan yang ia temukan tadi.


Rangga menoleh lalu mengambil buku itu dari Filla, dirinya bernapas lega, "Kenapa kamu nggak bilang dari tadi?" tanya Rangga menoleh pada Filla.


"Stop Ngga, kenapa lo harus terlihat setulus ini?" ucap Filla kesal.

__ADS_1


Rangga menatap Filla dalam, "Aku tahu aku salah sejak awal Fill, berapa kali aku harus minta maaf? Tapi aku serius waktu bilang aku cinta sama kamu, terlepas dari semua ingatan yang pernah hilang, aku salah terlambat menyadari ini," Rangga memegang tangan Filla.


Filla hanya menunduk tanpa mau menatap Rangga, dirinya terlalu sibuk berdebat dengan perasaannya sendiri.


"Aku harus apa Fill biar kita bisa kayak dulu?" tanya Rangga frustasi.


Filla memberanikan diri menatap Rangga, "Tiga tahun Ngga, gue berusaha lupain lo, dan dengan gampangnya lo kembali, kalau lo kembali semua usaha gue sia-sia," ucap Filla lirih.


"Maaf Fill," ucap Rangga menunduk.


"Lo punya banyak kesempatan selama ini tapi kenapa Ngga? Saat gue berhenti kasih kesempatan itu untuk ada lo dateng lagi?"


Rangga hanya diam, dirinya tentu saja merasa bersalah teramat pada Filla, semua ucapan atau tindakannya dimasa lalu terlalu banyak untuk dimaafkan.


Rangga memberanikan diri menatap Filla, "Jika kamu udah nggak bisa kasih kesempatan lagi buat aku, aku akan berusaha menciptakannya sendiri," ucap Rangga yakin.


Filla menatap mata Rangga, tidak ada kebohongan disana, Filla hanya melihat ketulusan namun tak ingin ia percayai sama sekali.


"Kali ini, aku yang akan jatuh cinta tanpa berbalas, sama seperti kamu bertahan dulu, aku akan lebih berusaha, aku akan menggantikan posisi kamu dulu Fill, dan kamu bisa ambil peranku bersikap jahat atau apapun itu, lakukan sesukamu, dan sama seperti aku cinta sama kamu, aku mohon balikin perasaan itu untukku.


Filla melepas tangannya dari genggaman Rangga, "Jangan berharap lebih, gue bukan Filla yang dulu, yang dengan gampangnya bersikap sama setelah banyak rasa sakit yang ada."


Filla menghela napas, "Kita selesein project ini, setelahnya, kita kembali pada situasi dimana semua ini emang udah berakhir," ucap Filla tegas, lalu meninggalkan Rangga.


********


Filla benar-benar meninggalkan Rangga tadi, dirinya mengeluarkan semua ucapan yang selalu ia pendam, namun bukannya merasa lega, entah mengapa Filla malah merasakan sakit seolah dicampakkan padahal dirinya yang mencampakkan Rangga.


"Menyedihkan," ucap Filla sambil tersenyum sinis, dirinya menertawai diri sendiri, betapa menyedihkan hidupnya.


Filla berjalan menuju kasurnya, lalu merebahkan diri disana, "Filla ayolah, jangan berharap lagi, ucapan Rangga tadi cuma ilusi," ucap Filla pada dirinya sendiri, Filla menangkup wajahnya kesal.


Notifikasi pesan diponsel membuat dirinya menoleh pada ponsel yang tergeletak diatas meja.


Filla berusaha meraihnya.


From Pawang Beo


Aku minta maaf soal tadi, aku janji akan bersikap profesional tentang pekerjaan, tapi aku serius dengan semua ucapanku tadi, gimanapun kamu menolak, aku akan berusaha keras untuk mendapatkan posisi itu lagi dihati kamu.


Filla menghela napas lalu mengusap wajahnya.


From Reya

__ADS_1


Fill, gue butuh temen curhat, Ola sama Caca nggak asik, diajakin malah pamer kemesraan sama lakinya.


Filla tersenyum membaca pesan dari Reya, setidaknya dirinya sedikit lupa tentang masalah Rangga.


To Reya


Iya gue mau, lo chat aja kapan dan dimana, gue otw sekarang.


From Reya


Asyikkk, lo jangan nikah dulu ya Fill, kan enak kalau gini.


Filla menggeleng, benar jika disituasi seperti ini, dirinya butuh teman untuk berbagi, sepertinya Reya pilihan yang tepat untuk saat ini.


Filla turun kelantai bawah, diruang keluarga Filla mendapati tv yang menyala tanpa ada yang menonton, Filla langsung berjalan menuju dapur.


"Ma," panggil Filla saat mendapati mama sedang sibuk memotong bawang.


"Iya Kak, Mama pikir tidur," ucap mama sambil berjalan menuju wastafel dan mencuci tangannya.


Filla berjalan mendekati mama, "Tita mana Ma? Kok tumben tv nggak nampilin kartun jam segini?" tanya Filla heran karena biasanya tv akan dikuasai Tita.


"Tita sama Papa ke supermarket Kak, Mama minta beliin bahan-bahan buat bikin sup bakso."


Filla mengangguk, "Oiya Ma, kayaknya Filla nggak makan malem dirumah nggak apa-apa ya? Soalnya Reya ngajakin ketemuan."


"Kalian berdua aja? Biasanya sama yang lain."


"Biasa Ma, pada sibuk sama keluarga masing-masing."


"Oiya Mama lupa, kalian tinggal berdua ya, kasian anak Mama," ucap mama meledek.


"Ngeledek aja terus," ucap Filla sambil berjalan mendekati kulkas.


Mama tertawa, "Makanya nyusul sana, ini pacar aja nggak punya."


"Makanya cariin Filla pacar dong Ma, bosen juga jomblo akut," ucap Filla sambil menuangkan air putih dalam gelasnya.


"Cari sendiri masak nggak bisa? Mama punya sih rekomendasi," ucap mama sambil menaikkan kedua alisnya berulang.


Filla tertawa, "Aneh nih ujung-ujungnya pasti, ralat deh nggak jadi minta tolong sama Mama," Filla mencium kilat pipi mama. "Filla siap-siap dulu," ucap Filla sambil berlari keluar dari dapur.


"Beneran nggak mau denger dulu Kak? Calon yang Mama rekomendasiin?" tanya mama sedikit berteriak.

__ADS_1


"Nggak mau," ucap Filla ikut berteriak lalu tertawa.


********


__ADS_2