Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 151


__ADS_3

"Filla," teriak ketiga sahabatnya membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Wus, malu diliatin," ucap Filla membuat ketiga sahabatnya menutup mulut lalu membawa Filla duduk.


"Kangen banget gue sama lo," ucap Caca memeluk Filla erat.


"Sama gue juga kangen sama lo Ca, sama kalian semua," ucap Filla sambil tersenyum.


Ola melipat tangan didepan dada, "Bohong, diminta pulang aja susah banget," ucap Ola.


Filla tertawa lalu memeluk leher Ola disebelahnya, "Iya, iya sorry," ucap Filla yang langsung mencium pipi Ola.


Ola memajukan bibir bawahnya lalu tersenyum.


"Senyaman itu ya Milan, sampai lo cuma mau pulang karena rengekan Tita?" ucap Reya sambil menyeruput capuccino miliknya.


Filla tersenyum sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V.


"Iya, bahkan gue nikah pun lo nggak dateng," Caca menepuk pundak Filla sebal.


"Sorry," Filla memeluk leher Caca sebentar, "Gue bukannya nggak mau pulang, kerjaan disana banyak banget," ucap Filla membuat Caca mengangguk. "Tapi walau terlambat, selamet ya, udah jadi istri cie."


Caca tersenyum malu, "Iya nggak apa-apa deh, lo juga udah vidio call gue waktu itu."


"Masih diizinin Zaki Ca, nongkrong bareng kita?" tanya Filla sambil menaikkan kedua alisnya.


Caca tersenyum malu, "Boleh lah, Zaki tu suami pengertian," ucap Caca malu-malu.


"Bohong banget tuh Fill, lo nggak tahu aja gimana susahnya kita ngajak dia kumpul, alasan di rumah mertua lah, padahal mah mau berduaan sama Zaki," ucap Ola membuat Reya mengangguk antusias.


Filla tertawa mendengar celotehan Ola.


"Emang bener kok, makanya nikah biar tahu gimana sibuknya gue," ucap Caca sambil mengibas rambutnya.


"Tapi ada satu berita baik dia nikah, lemotnya perlahan berkurang," ledek Reya membuat Caca menampar bahunya.


Filla tertawa, "Kangen banget gue, bercanda gini sama kalian," ucap Filla.


"Kita juga sama kok," ucap Ola dan Reya berbarengan.


"Apaan sih, kapan bercandanya? Nggak ada tuh," ucap Caca sambil mengerutkan keningnya.


Ola melambaikan tangan, "Gini Rey kalau lo puji dikit, lemotnya keluar lagi," ucap Ola sambil menyenderkan punggungnya pada senderan kursi.


Filla dan Reya hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Ola.


"BTW, Lo seriusan cuma dua minggu disini? Bukannya lo banyak banget tawaran kerja di Indonesia?" ucap Reya.

__ADS_1


Filla menyenderkan tubuhnya pada senderan kursi, "Rencananya gitu," ucap Filla.


Ola menghela napas, "Lo pergi jauh buat ngejer karir kan bukan karena berusaha lupain Rangga?" tanya Ola.


Filla memilih diam, mengelak pun teman-temannya pasti akan mengetahui, Filla menghela napas, "Dua-duanya," ucap Filla memilih jujur.


"Tiga tahun nggak bisa buat lo move on?" tanya Ola tak habis pikir.


"Gue bisa lupain dia tapi nggak bisa ngehapus sepenuhnya perasaan yang ada, udahlah, ngapain bahas hal nggak penting kayak gini," Filla beranjak dari senderannya lalu tersenyum.


Ketiga sahabatnya hanya mengangguk.


"Oiya, kalian dapet salam dari Iren," Filla meminum jus mangga yang tadi ia pesan.


"Kenapa nggak lo ajak ke Bandung aja? Pengen banget ngobrol langsung sama Iren," ucap Reya yang diangguki Ola dan Caca.


"Iya nanti kapan-kapan, kali ini kan dia mau habisin waktu sama keluarga dulu," ucap Filla membuat ketiganya mengangguk. "Oiya, gimana persiapan pernikahan lo La?"


Wajah Ola berseri mendengar pertanyaan Filla, "Kira-kira udah 95 persen, doain ya guys semoga semuanya lancar."


"Pasti kalau itu," ucap Reya.


"Aamiin, semoga lancar ya La, nggak nyangka gue, kalian duluan menempuh hidup baru," ucap Filla sambil tersenyum.


"Lo kapan?" Reya menyenggol bahu Filla.


"Radarnya aja belum kelihatan," ucap Filla membuat mereka semua tertawa. "Lo yang kapan? Bukannya hubungan sama Samuel udah di titik temu?"


Filla mengerutkan kening, lalu menatap kedua sahabatnya yang hanya mengedipkan kedua mata, mengisyaratkan agar Filla menunggu penjelasan dari mereka berdua aja.


"Udah sih, biarin mereka berdua nikah dulu, kita nikmatin hidup," ucap Filla sambil merangkul Reya. "Lagian gue entar nggak punya temen kalau lo nikah juga," Filla memajukan bibir bawahnya lalu tersenyum.


"Oiya gimana persiapan buat acara jakarta fashion week?" tanya Ola ketika teringat tujuan utama Filla datang ke Indonesia.


Filla mengangguk sambil menyesap jusnya yang tinggal setengah, "Tinggal tunggu hari-H aja."


"Keren banget sahabat gue jadi salah satu Designer diacara bergensi kayak gitu, bangga banget," ucap Reya.


Filla tersenyum, "Makasih."


"Kita bakalan sempetin dateng tenang aja, sekalian ketemuan sama Iren," ucap Ola yang diangguki ketiga sahabatnya.


Filla mengangguk antusias.


"Akhirnya lo ambil tawaran kali ini, gue kesel banget waktu denger kabar lo nolak setahun yang lalu, padahal gue udah seneng banget buat ketemu sama lo," ucap Reya.


Filla tersenyum, "Setahun yang lalu gue belum berani Rey, masih banyak hal yang harus gue pelajari, kali ini gue beraniin diri, sekalian pulang buat acara ultah Tita sama pernikahan Ola dan Jiel."

__ADS_1


"Setelah itu lo bakal pulang? Lo nggak mau pertimbangin lagi buat berkarir di Jakarta aja?" tanya Caca.


Filla menggeleng, "Sebenernya prospek kedepannya sama-sama bagus, tapi gue lebih nyaman disana," Filla meyampirkan rambutnya kebelakang telinga.


Caca mengangguk, "Lo tahu yang mana yang terbaik buat hidup lo, kita selalu dukung," ucap Ola membuat Reya dan Filla mengangguk.


"Udah, kita kok malah bahas gue, baru juga gue sampe di Bandung, masak bahas Milan mulu," ledek Filla sambil tertawa.


*********


Filla melihat arloji di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 9 malam.


"Gue duluan ya," ucap Caca sambil cepika-cepiki dengan ketiga sahabatnya. "Kalian hati-hati dijalan," ucap Caca sambil melambaikan tangan dan masuk kedalam mobil dimana Zaki sudah membukakan pintu untuknya.


"Ki, jagain Caca selamet sampai rumah," teriak Ola, dirinya memang sengaja meledek Zaki.


"Pastilah, yang lo suruh jagain Istri gue," ucap Zaki sambil tersenyum.


"Sopan kah didepan jomblo gitu?" ucap Ola sambil menunjuk Reya, membuat Zaki tertawa.


Reya menatap Ola dengan tatapan sebal, "Kampret, nggak usah dipertegas juga kali, biar gue lupa sebentar kalau gue jomblo."


Filla tertawa sambil merangkul Reya, "Ada gue, tenang," ucap Filla menyemangati.


"Gue sama Caca balik dulu ya," ucap Zaki lalu masuk kedalam mobil dan perlahan berjalan meninggalkan cafe setelah meraih anggukan Filla dan yang lain.


"Nah, calon suami gue dateng," ucap Ola sengaja memanasi Reya saat mobil Jiel terparkir didepan mereka.


"Sana pulang lo, gue sumpahin langgeng," ucap Reya dengan wajah kesalnya.


"Makasih lo, doanya," Ola mencolek dagu Reya. "Gue balik ya, kalian hati-hati," ucap Ola lalu masuk kedalam mobil.


"Kita duluan ya Rey, Fill," ucap Jiel dari jendela mobil."


"Kalian hati-hati," ucap Filla yang diangguki Ola dan Jiel.


Mobil Jiel perlahan meninggalkan halaman cafe.


"Fill, lo pulang duluan nggak apa-apa kok, paling bentar lagi sopir gue dateng," ucap Reya.


Filla menggeleng, "Gue gampang, mau nemenin lo aja dulu," ucap Filla lalu duduk di bangku yang disediakan didepan cafe.


Reya ikut duduk disebelah Filla. "Lo penasaran kan tentang gue dan Samuel?" tanya Reya.


"Dikit, tapi lo nggak perlu cerita juga kok," Filla menatap bintang di atas sana, terlihat lebih sedikit malam ini.


"Gue putus sama Samuel, alasannya dia pengen cepet-cepet nikah tapi gue belum siap banyak hal yang perlu gue gapai Fill."

__ADS_1


Fila mengangguk mengerti ucapan Reya karena dirinya pernah berada di umur Reya yang tentunya punya banyak hal yang perlu dilakukan.


********


__ADS_2