
"Tita, jangan gitu Ta, Kakak susah mandiinnya," ucap Rangga dari dalam kamar mandi. "Aduh Ta, Kakak mohon deh," ucap Rangga lagi.
Filla yang dari luar kamar mendengar teriakan Rangga yang sepertinya kewalahan menangani Tita. Setelah berhasil mengurus Anton, sekarang sepertinya Rangga harus dibantu kalau semua mau cepat selesai. Filla masuk kedalam kamar Rangga, baru kali ini ia masuk kekamar Rangga, ternyata kamar ini dibagi dua, tentu saja karena ada Aza juga yang tidur dikamar ini. Filla langsung masuk kekamar mandi.
Terlihat Rangga yang sudah basah dan penuh dengan sabun sedang kewalahan memandikan Tita, "Yaampun Ngga, ini Tita yang kamu mandiin? Apa kamu yang dimandiin Tita?" ledek Filla membuat Rangga menoleh sebal.
"Makanya bantuin, lihat, kaki Tita nggak mau diem," ucap Rangga sambil memonyongkan bibirnya menunjuk kaki Tita yang sibuk memainkan air sambil tertawa.
"Tita," panggil Filla lembut. "Lo salah Ngga, harusnya mandiin balita itu badannya dibaringin gini," ucap Filla sambil membaringkan Tita, lalu menggosok badan Tita dengan sabun. "Lo sampoin Tita, gue yang nyabunin," pinta Filla yang meraih anggukan kepada Rangga.
Rangga menyampoi Tita dengan serius.
"Ngga itu bukan sampo bayi, astaga Ngga," teriak Filla yang membuat Rangga menghentikan kegiatannya.
"Mana gue tahu," ucap Rangga sambil mengangkat kedua bahunya.
"Nggak tahu semua Ngga," ucap Filla kesal. "Nih, untung gue tadi lupa simpen sampo abis mandiin Rico," ucap Filla sambil mengeluarkan sampo dari kantongnya.
"Bilang aja pikun," celetuk Rangga.
"Lo ya," teriak Filla sambil mencipratkan air pada Rangga.
"Oh, nyari masalah?" ucap Rangga yang juga ikutan mencipratkan air pada Filla, mereka saling menahan tangan lawan masing-masing, berakhir keduanya terdiam karena tangan mereka saling menggenggam. Tak ada kata diantara keduanya, mereka hanya menatap manik mata orang didepan mereka masing-masing.
Entah mengapa jantung Filla tiba-tiba berdetak cepat. Sampai Filla refeleks menarik tangannya dari genggaman Rangga, "Nyabuninnya itu gini," ucap Filla mengalihkan situasi dengan mengajari Rangga menyabuni Tita.
"Oh ..., gitu, gue tadi nggak konek," ucap Rangga gugup.
"Udah selesai, sekarang kita pakaiin baju buat dia," ucap Filla sambil mengangkat Tita dari bak mandi. "Ambilin handuknya Ngga," pinta Filla.
"Oh ini," ucap Rangga masih gugup, sebenarnya Filla juga, hanya saja ia lebih bisa menutupinya ketimbang Rangga.
Mereka memakaikan baju Tita dengan susah payah, Tita yang banyak gerak menambah kesusahan Filla dan Rangga.
"Ampun deh, sehari urus mereka udah kayak dineraka," celetuk Rangga sebal melihat Tita yang sangat cepat bergerak.
__ADS_1
"Ngga, pegangin kakinya," Filla kewalahan memasang celana Tita karena kakinya terus menendang-nendang.
Akhirnya dengan keringat yang menganak diwajah, mereka berdua berhasil memasang baju Tita.
"Ayo kebawah, kita ninggalin yang lain kayaknya udah terlalu lama deh," ucap Filla sambil menepuk jidatnya saat mengingat yang lain masih dibawah. Dengan berlari Filla menuju lantai bawah. Untung masih terkondisikan. Anton yang menonton Tv sambil menghisap lolipop.
Rain yang sudah tidur, dan Rico yang masih melihat gambar dibuku dongeng. Filla menghela napas lega, "Untung pada nurut," ucapnya sambil tersenyum. "Makasih Bunda, penyelamat," ucap Filla sambil tersenyum.
Rangga dengan mengendong Tita turun dari lantai atas menghampiri Filla yang sudah duduk disebelah Anton.
Melihatnya Filla tertawa, "Ngga, lo bedakin apa, lo tabur sih?" ledek Filla saat melihat Tita yang penuh dengan bedak diwajahnya.
"Syukur gue bedakin, ni anak nakalnya minta ampun," Rangga duduk disebelah Filla.
Filla langsung mengambil Tita dari gendongan Rangga, "Yaampun Ta," ucap Filla tertawa sambil membenarkan bedak Tita yang benar-benar ancur. Kemudian dibaringkannya Tita disebelah Anton. "Ngga, kita harus bikin mereka semua tidur, baru bisa beresin rumah." ucap Filla sambil menunjuk betapa berantakannya rumah karena ulah Tita, Anton, dan Rico.
"Harus. Nggak bisa kalau mereka masih sadar, kita nggak bisa gerak," ucap Rangga.
"Oke, kita bagi tugas, lo bacain dongeng buat Tita sama Anton, dan gue bacain buat Rico. Jadi semuanya tidur," ucap Filla yang meraih anggukan kepala Rangga.
"Akhirnya kelar," ucap Rangga senang.
"Iya, gue bener-bener pusing ngurus mereka," Adu Filla. "Tapi kita masih ada satu tugas, bersihin kekacawan yang mereka buat," ucap Filla menunjuk betapa kotornya ruang keluarga ini.
"Oke, cepet selelsai lebih baik, Lo urus ulah Tita, gue bia urus uah Rico sama Anton," ucap Rangga.
Filla menatap Rangga dengan heran, "Tumben baik?" tanyanya dengan tatapan meyakinkan.
"Ye, ditolongin bukannya makasih malah curiga, gue kasian aja liat lo ngurus semuanya tadi, jadi apa salahnya gue bantuin bagian beres-beres," ucap Rangga sambil mengalihkan pandangannya.
"Bisa dipercaya, oke deh, mulai," ucap Filla sambil mengambil sapu dan tong sampah. "Tita, Tita, ada aja ulah kamu," Filla menyapu tanah dan pecahan pot akibat ulah Tita.
Setelah 1 jam membersihkan ulah anak-anak, akhirnya mereka terkapar disebelah Tita dan Anton yang masih terlelap.
"Capek banget," celetuk Rangga yang berbaring disebelah Filla. Mereka berdua sekarang penuh dengan keringat. "Sekarang gue tahu Fill, gimana susahnya Bunda ngerawat kita semua " curhat Rangga.
__ADS_1
"Makanya jangan pernah bentak Bunda ya Ngga," ucap Filla sambil menoleh ke Rangga.
Dengan cepat Rangga bangkit dari baringnya dan menatap Filla, "Lo nguping ya semalem?" tanya Rangga dengan nada menyelidik.
"Gue nggak nguping, kedengeran aja," elak Filla.
"Bilang aja nguping," celetuk Rangga tak mau kalah.
"Gimana nggak kedengeran coba? Lo bentak Bunda kenceng banget, gue sampai kaget. Tapi apa bedanya gue sama lo? Gue sok nasehatin lo," Filla tersenyum getir.
"Maksud lo?" tanya Rangga heran dengan perubahan mimik wajah Filla.
Filla menghembuskan napas pasrah. Sambil mengangkat kedua bahunya, "Gue juga sama kayak lo Ngga, bahkan lebih. Selalu bentak Nyokap sama Bokap gue seenaknya, makanya Ngga, selama Bunda dan Ayah masih ada jangan jadi gue ya, lo bakalan nyesel kalau ada dititik gue sekarang," ucap Filla menatap Rangga.
Rangga mengusap pundak Filla, "Gue yakin Bokap sama Nyokap lo udah maafin lo kok," Hibur Rangga. "Sekarang lo harus tunjukin penyesalan lo," lanjut Rangga.
Filla mengangguk, "Makasih Ngga," ucap Filla.
"KAK ILLA," teriak Rico dari box bayi membuat Filla dan Rangga terlonjak kaget. Filla langsung menghampiri Rico yang terus berteriak.
"Kenapa Ico?" tanya Filla.
"Katanya mau anya Ico, api kok dak anya-anya?" tanya Rico masih dengan suara khas orang bangun tidur.
"Tidur aja sih Co, jangan ngerengek terus," celetuk Rangga yang ikut menghampiri dan berdiri dibelakang Filla.
Rico mengerucutkan bibir menahan tangis.
"Eh, jangan nangis Ico, masak nggak malu sama Avi, Avi nggak pernah nangis lo," bujuk Filla.
"Lo sih Ngga, jangan gitu, susah tahu dieminnya," gerutu Filla.
"Makanya gue nggak mau kalau Bunda nitipin mereka, lo sih sok sangupin," elak Rangga sambil melipat tangan didepan dada.
"Mau gimana? Kalau Bunda bisa bawa mereka pasti Bunda juga ngajak mereka Ngga," ucap Filla. "Yaudah Ico tidur aja dulu, entar malem Kakak tes deh, sama Avi juga," bujuk Filla sambil menggosok perut Rico.
__ADS_1
TBC....