
"Mau kemana?" tanya Rangga.
"Pulang," jawab Filla ketus, dirinya benar-benar sebal dengan sikap Rangga hari ini.
Rangga mengerutkan kening, "Kan mau nonton?"
"Percuma, udah nggak mood, lagian kamu juga udah kasih pop corn dan minumannya ke orang lain kan? Yaudah sekalian aja nggak jadi nonton!" Filla berusaha melepas pergelangan tangannya dari genggaman Rangga.
"Yaudah beli lagi, aku beliin," ucap Rangga.
Filla menghentak tangannya kuat membuat tangan Rangga terlepas dari pergelangan tangannya, "Beli dan nonton aja sendiri, aku mau pulang!" Filla berjalan cepat meninggalkan Rangga.
"Yaudah kita pulang," ucap Rangga kembali memegang tangan Filla. Dan sekali lagi tangannya terlepas dari pergelangan tangan Filla karena hentakan kuat Filla.
"Aku mau pulang sendiri!"
Rangga mengacak rambutnya sendiri, kalau sudah begini tentu saja akan sangat sulit membujuk seorang Filla, "Filla ayolah, aku minta maaf," ucap Rangga memelas.
Filla tak menggubris malah mempercepat langkahnya, Filla berjalan keluar dari mal, dirinya memberhentikan taxi yang kebetulan baru saja menurunkan orang sebelumnya.
Filla membuka pintu taxi, namun tangannya ditahan Rangga.
"Maaf Pak, tidak jadi," ucap Rangga sopan membuat sopir taxi didalamnya mengangguk paham.
"Mau kamu apasih Ngga?" bentak Filla.
Rangga menghela napas, dirinya terkejut saat melihat setetes airmata jatuh dipipi Filla. Rangga menyalahkan dirinya sendiri karena membuat Filla menangis sekarang.
"Fill jangan nangis, aku minta maaf," ucap Rangga lirik sambil menghapus airmata Filla namun dengan cepat tangannya ditepis kuat oleh Filla.
"Kamu tahu, aku dapetin tiket tadi susah, cari kesana-kesini, tapi kamu malah bersikap kayak tadi, aku juga udah nurunin ego dengan minta maaf sama kamu berkali-kali walau nggak digubris, tapi sikap kamu bener-bener nggak menghargai usaha aku buat minta maaf," Filla menghapus air matanya sendiri.
"Iya aku salah, aku minta maaf," ucap Rangga penuh harap. "Pulang bareng aku oke? Aku bakalan lakukan apapun agar kamu bisa maafin aku, tapi please pulang sama aku, aku nggak tenang kalau kamu naik taxi."
Filla tak menggubris saat Rangga menarik pelan tangannya menuju parkiran. Dirinya masuk kedalam mobil tanpa kata, hanya rasa sebal yang memuncak sekarang yang dirinya rasakan. Rangga benar-benar membuatnya naik darah malam ini.
"Filla maaf," ucap Rangga sambil menjalankan mobil menuju rumah.
Filla masih saja diam tak menggubris, benar-benar kebalikannya sekarang, saat pergi tadi Rangga yang mendiami Filla sekarang malah sebaliknya.
__ADS_1
Rangga mengacak rambutnya sendiri, dirinya benar-benar merasa bersalah saat melihat Filla menangis, rasa cemburunya membuat semuanya jadi kacau.
Mereka sampai di halaman rumah, Rangga memarkirkan mobil didalam garasi.
Filla tanpa kata meninggalkan Rangga, dirinya turun terlebih dahulu lalu berjalan cepat masuk kekamar.
Rangga menghela napas, sekarang malah dirinya yang dipusingkan dengan Filla yang sepertinya benar-benar marah padanya.
*********
"Sayang, jangan marah lagi," Rangga masuk kedalam selimut yang menyelimuti tubuh Filla lalu memeluk tubuh Filla dari belakang.
Tentu saja Filla tersentak, namun rasa kesalnya masih bisa mengalahkan rasa deg-degannya sekarang. Bagaimana bisa Rangga mengejutkannya dua kali, dengan memanggil sayang untuk pertama kalinya dan memeluknya. Filla diam tak menggubris, berusaha tetap pada pendiriannya.
Rangga menyusup dilekukkan leher Filla, membuat bulu kuduk Filla meremang.
"Apaansih Ngga?" Filla memajukan tubuhnya, menjauh dari Rangga.
Rangga mendekatkan diri lagi pada Filla, dirinya benar-benar tidak ingin menciptakan jarak sedikitpun, "Maaf, aku tahu kalau aku salah, aku cemburu banget waktu dia datang tadi siang, terlebih tadi waktu aku lihat kamu senyum kearah dia, padahal ke aku sulit banget," ucap Rangga jujur.
Kali ini Filla tak menghindar, tapi dirinya tetap diam, entah bagaimana rasanya dipeluk oleh Rangga benar-benar nyaman.
"Dia cuma kating waktu dikampus, dan kamu tahu itu, aku bahkan nggak nganggep lebih, dan kamu bilang kamu mau gantiin posisiku, lihat sekarang bahkan aku cuma ngundang dia aja kamu marah, padahal dulu kamu selalu nyakitin aku saat bersama Kania ataupun Vebi," ucap Filla masih dalam posisi yang sama seperti sebelumnya, memunggungi Rangga.
Rangga diam, ada benarnya ucapan Filla, bahkan dirinya menyakiti Filla lebih dari ini, "Aku minta maaf, aku emang bodoh," ucap Rangga.
"Emang udah dari dulu, bodoh, nggak peka, dingin, jahat, sombong, angkuh_," ucapan Filla terhenti.
"Udah dong, nggak habis-habis kalau disebut," ucap Rangga sambil tertawa. "Jadi kita baikan kan?" tanya Rangga penuh harap.
"Nanti masih dipikirin dulu, sekarang lepas aku gerah," ucap Filla berusaha melepas pelukan Rangga.
Rangga menghela napas, "Nanti kamu pasti akan kangen pelukan aku," ucap Rangga sambil melepas pelukannya dari tubuh Filla.
"Ngarep," ledek Filla membuat Rangga tersenyum.
*********
"Sayang, bangun," ucap Rangga pelan sambil mengusap pipi Filla.
__ADS_1
Filla mengerjabkan matanya, lalu terbelalak saat wajah Rangga berada tepat didepannya.
Plak..
Tamparan melayang diwajah putih Rangga, meninggalkan bekas kemerahan karena ulah Filla.
"Astagfirullah," Rangga memegang pipinya.
Filla menutup mulutnya sendiri, "Maaf, abisnya lo ngagetin, gue buka mata langsung muka lo," ucap Filla sambil memundurkan tubuhnya.
Rangga menghela napas, menatap sebal pada Filla, "Udah nampar, bicara pake lo-gue, mulai nggak sopan sama suami, kamu perlu diberi hukuman," Rangga menarik tengkuk Filla lalu mencium pipi Filla berulang tanpa ampun.
"Rangga! Dasar mesum," Filla berusaha menjauhkan bibir Rangga yang terus menciumi wajahnya. "Rangga...!" Filla berteriak kencang sambil mendorong Rangga.
Rangga akhirnya melepas tubuh Filla, "Masih mau?" tanya Rangga dengan napas terengah karena menahan tubuh Filla yang memberontak.
Filla menatap Rangga dengan tatapan geram, "Dasar mesum!" jerit Filla sambil mengusap wajahnya berulang, seperti berusaha menghapus jejak ciuman dari Rangga.
"Biarin, mesum sama istri sendiri, awas aja kalau kamu masih bicara nggak sopan, walau kita hampir seumuran aku tetep lebih tua dari kamu, dan aku suami kamu."
"Bilang aja ambil kesempatan dalam kesempitan, dasar cowok!"
"Emang aku cowok, kapan aku bilang aku cewek?" tanya Rangga.
"Terserah," Filla membuang wajahnya dari Rangga sambil melipat kedua tangan.
"Istriku kalau ngambek tambah cantik," ucap Rangga sambil mencolek dagu Filla gemas.
Filla mengibas dagunya.
Rangga mengusap puncak kepala Filla, "Sana mandi, aku tunggu satu jam dari sekarang, kita ke mal."
"Mau ngapain?" tanya Filla masih ketus.
"Udah ikut aja," ucap Rangga lalu mencium puncak kepala Filla, membuat Filla menciut karena perlakuannya. "Aku tunggu diluar," Rangga melangkah meninggalkan Filla sendiri didalam kamar.
Senyum diwajah Filla mengembang tanpa ia sadari, perlakuan Rangga benar-benar membuat hatinya berbunga.
Filla memegang kepalanya sendiri sambil tersenyum, "Apaansih, sadar Filla," Filla menampar wajahnya sendiri saat menyadari kesenangan yang dirinya rasakan.
__ADS_1
********