
Mobil Vino dengan kecepatan sedang menerobos hujan yang berubah deras sejak dirinya dan Filla meninggalkan apartemen.
"Kamu nggak kedinginan?" tanya Vino sambil melihat Filla yang berada disebelahnya dengan baju lengan pendek miliknya.
"Dingin," ucap Filla jujur sambil memeluk bahunya.
Vino menepikan mobilnya dipinggir jalan membuat Filla mengerutkan alisnya bingung. Vino menarik tas yang ada di bangku belakang mobilnya, lalu mengambil jaket miliknya.
"Nih," ucap Vino sambil meletakkan jaketnya dipaha Filla.
Filla tersenyum, "Kalau jadi pacar Kakak kayaknya enak banget tuh," ledek Filla sambil memakai jaket yang diberikan Vino.
Vino tersenyum, "Yaudah kamu aja," ucap Vino sambil menjalankan mobilnya kembali.
Filla menoleh sambil mengerutkan alis, "Ngaco," Filla menyenderkan tubuhnya disenderan kursi.
"Kenapa ngaco? Bisa aja kan?" tanya Vino tanpa menoleh kearah Filla.
"Nggak tahu, Kakak ngaco malem-malem," ucap Filla.
Vino tertawa, "Awas loh beneran naksir," goda Vino.
"Idih," Filla menaikkan kedua bahunya lalu tertawa, walau sempat merasa canggung ketika ucapan Ola memenuhi pikirannya.
******
"Kamu sih Kak, hujan-hujanan," ucap mama sambil meletakkan kain kompresan untuk Filla diatas meja.
"Padahal cuma lari dari parkiran ke lobby apartemen Kak Vino," ucap Filla.
Mama membenarkan selimut Filla, "Tetep aja, kamu terobos hujan," ucap mama.
Filla tertawa, "Iya, nggak lagi," Filla menunjukkan jari telunjuk dan tengannya membentuk huruf V.
Mama menyampirkan rambut Filla kebelakang telinga, "Nggak usah kuliah dulu Kak, nanti Mama kasih kabar ke Reya," ucap mama khawatir.
Filla menggeleng, "Filla ada kuis Ma."
Mama akhirnya mengangguk, percuma memaksa Filla karena jawaban Filla sejak semalam tetap sama, "Yaudah, tapi kalau sakit langsung pulang," ucap mama mengingatkan yang meraih anggukan kepala dari Filla.
"Sarapannya dimakan dulu Kak," Mama mengambil nampan berisi makanan yang disiapkan bi Surti.
Filla mendudukan dirinya dan menempatkan nampan diatas pahanya. "Mama sarapan juga gih, Filla udah nggak apa-apa," ucap Filla menyakinkan, membuat mama mengangguk dan ikut bergabung sarapan dengan papa dan Tita dibawah.
******
__ADS_1
Filla dengan atasan blush putih motif bunga yang senada dengan roknya yang berwarna biru pastel duduk dibangku paling depan didalam kelas.
Filla sempat melihat kehadiran Rangga yang datang setelahnya, Rangga duduk sedikit jauh dari Filla.
Filla beberapa kali memegang kepalanya yang terasa pusing, tubuhnya belum benar-benar sembuh sebenarnya, namun kuis matakuliah tersulit mampu membuatnya bertahan dan tetap mengikuti kelas pagi tadi.
Sekarang adalah kelas kedua Filla, Rangga mengambil kelas yang sama sepertinya sekarang, Filla berusaha keras untuk tidak melihat kearah Rangga bagaimanapun caranya, rasanya dulu ia sangat bersemangat masuk kedalam kelas yang sama dengan Rangga, namun sekarang sebaliknya, kehadiran Rangga terasa salah sejak rasa menyerahnya ada.
"Selamat pagi," ucap pak Santo selaku dosen yang akan mengajar mereka.
"Selamat pagi Pak," jawab mereka serentak.
"Maaf Pak, saya telat," ucap Reya yang baru masuk dengan napas terengah.
Pak Santo hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, melihatnya Reya merasa lega dan berjalan mendekati Filla.
"Nggak setia kawan, gue ditinggalin," ucap Reya sambil mengeluarkan tabletnya dari dalam tas.
Filla tertawa pelan, "Makanya belajar," ledek Filla.
"Gue udah belajar, tuh kuis aja nggak ada sopan santun," ucap Reya kesal.
"Baiklah, pada pertemuan kali ini, saya ingin membuat 10 kelompok, dimana setiap kelompok berisi 3-4 orang," ucap pak Santo.
"Baik pak," jawab Filla berbarengan dengan yang lain.
"Filla lo sekolompok sama Rangga, inget jangan baper," ucap Reya was-was.
Filla mengangguk sambil tersenyum.
"Lo pucet banget sih, pulang aja," ucap Reya khawatir.
Filla menggeleng, "Gue nggak apa-apa cuma pilek dikit, bentar lagi juga kelas selesai," ucap Filla.
Reya mengangguk paham.
"Silahkan setiap kelompok mulai berdiskusi," ucap pak Santoso.
Semua mahasiswa mulai sibuk mencari anggota kelompoknya, tekterkecuali Filla, Filla berjalan mendekati Alika dan Indra yang terlebih dahulu melambaikan tangan padanya.
Alika mendudukan diri dikursi, "Kita mulai diskusiin tema yang bakalan kita kembangin," ucap Alika.
Filla mengangguk, "Gue punya ide," ucap Filla sambil memperlihatkan layar ponselnya dan menjelaskan ide pada Alika dan Indra.
Suara tarikan kursi terdengar, Rangga duduk dikursi kosong sebelah Filla, "Sorry telat, tadi gue ketoilet dulu," ucap Rangga sambil melepas tasnya.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, kita juga baru," Indra memperlihatkan senyum khasnya.
"Gue lanjutin ya," ucap Filla sambil menjelaskan kembali beberapa ide yang ia pikirkan untuk tugas mereka kali ini.
"Gue setuju, ide Filla patut dicoba," ucap Alika antusias yang meraih anggukan Indra.
Rangga juga ikut mengangguk setelah mendapat tatapan tanya dari Indra dan Alika, "Gue setuju-setujua aja, cuma menurut gue dari judul lebih baik mengutamakan kebudayaan," ucap Rangga.
Mereka mengangguk mendengar pendapat Rangga termasuk Filla.
"Ide bagus," ucap Filla tanpa menoleh kearah Rangga.
Selang beberapa menit, situasi kelas terasa sunyi, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing termasuk kelompok Filla.
Mereka berkutat dengan laptopnya masing-masing, mengerjakan bagian yang sudah disepakati dibagi dengan adil.
Sesekali Filla meminum air mineral dalam botol yang ia bawa.
"Muka lo pucet banget Fill, lo sakit?" tanya Alika membuat Indra dan Rangga menatap Filla serentak.
"Lagi nggak enak badan aja, tapi nggak apa-apa kok," ucap Filla.
"Muka lo tapi pucet Fill, kalau nggak kuat ke UKS aja," saran Indra.
Filla mengangguk, "Iya setelah bagian gue selesai langsung ke UKS."
Rangga menatap Filla yang ada disampingnya, ia membenarkan ucapan Alika jika wajah Filla benar-benar pucat, bahkan lipstik Filla tak mampu menutup wajah pucat Filla.
Filla menahan hidungnya saat setes darah jatuh diatas bukunya, Filla mendonggak.
"Lo mimisan," ucap Alika panik sambil mendekat kearah Filla dan memberikan tisu.
Filla menutup hidungnya dengan tisu yang diberikan Alika, "Nggak apa-apa kok, tenang aja," ucap Filla meyakinkan.
"Ke UKS aja," ucap Indra.
"Bagian gue belum selesai," ucap Filla.
Rangga mengambil laptop Filla, "Biar gue yang selesein, lo ke UKS aja, satu jam lagi gue balikin laptop lo," ucap Rangga tegas.
Filla mengangguk tanpa berani membantah, ia tahu pasti wajah serius Rangga sekarang sangat tidak aman jika dirinya menolak.
"Yaudah yuk gue anter ke UKS," ucap Alika sambil memapah Filla.
Filla menyampirkan tasnya dibahu lalu melangkah bersama Alika keluar dari dalam kelas setelah sempat menoleh pada Rangga yang sudah mulai mengerjakan bagian tugas milik Filla.
__ADS_1
******