Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 115


__ADS_3

Filla menatap burger didepannya, terlihat sangat tinggi, ia ragu bisa menggigitnya, sedangkan Vino dengan lahap memakannya.


Filla menekan burgernya berharap agak sedikit menipis.


"Kenapa?" tanya Vino.


Filla tersenyum, "Ketebalan, nggak bisa gigit," ucap Filla jujur.


Vino tertawa, "Sini," Vino mengambil burger Filla lalu memotongnya dengan pisau membaginya jadi beberapa bagian.


Filla menatap Vino yang begitu perhatian, bagaimana Vino tidak dikagumi wanita diluar sana, Filla saja kadang dibuat terkagum-kagum padahal sudah lama mengenal Vino.


"Makan yang banyak," ucap Vino sambil meletakkan burger yang sudah ia potong kedepan Filla.


"Makasih sayang," ucap Filla.


Vino terbelalak, "Apa dek? Kakak nggak salah denger?" tanya Vino.


Wajah Filla memerah, "Jangan gitu, akunya malu," ucap Filla sambil menunduk.


Vino tak bisa menyembunyikan senyumnya, "Iya deh, makasih sayang," ucap Vino.


"Nggak mau lagi panggil Kakak kalau banyak perempuan, Kakak juga jangan panggil adek kalau dikeramaian," ucap Filla.


Vino mengangguk antusias, "Siap tuan putri," ucap Vino, dirinya terlalu senang dengan permintaan Filla.


*******


"Kita sholat magrib dulu," ucap Vino.


Filla mengangguk setuju, mereka baru saja keluar dari toko buku, sudah menjadi kebiasaan saat mereka kencan, toko buku adalah tempat yang tidak pernah absen untuk dikunjungi.


Filla menggulung lengan dressnya yang panjang sebelum masuk kedalam tempat wudhu.


Filla tanpa sengaja melihat Vino berjalan keluar dari tempat wudhu yang agak jauh dari tempat dirinya berdiri.


Seperti kata banyak orang bahwa pria akan meningkat ketampanannya saat selesai berwudhu, dan Filla membuktikannya ucapan itu hari ini, Vino bahkan terlalu tampan untuk hanya dikatakan tampan. Entahlah Filla dibuat kagum banyak oleh Vino setiap harinya.


Filla menggeleng, memfokuskan dirinya lalu masuk kedalam tempat wudhu khusus perempuan.


Hanya butuh waktu 5 menit Filla keluar dari tempat wudhu sambil meraup wajahnya yang basah, dirinya berjinjit berjalan masuk kedalam Mushola.


*******


Filla duduk menunggu Vino pada tangga masuk Mushola, melihat beberapa orang yang selesai sholat dan berjalan keluar.


"Sayang," ucap Vino lalu duduk disebelah Filla.


Filla tersenyum, ia masih belum terbiasa dengan panggilan yang bahkan dirinya sendiri yang mengusulkan.


"Yuk," ucap Vino setelah selesai memakai sepatunya.

__ADS_1


Filla mengangguk, mereka akan melanjutkan kegiatan sesuai rencana yaitu menonton Film kesukaan mereka berdua.


Mereka antri untuk membeli tiket, bioskop cukup ramai pengunjung, mungkin karena memang hari libur.


"Kamu duduk aja sayang, biar Kakak aja yang antri," ucap Vino sambil merangkul Filla.


Filla menggeleng, "Nggak apa-apa Kak, aku juga males sendirian duduk," ucap Filla sambil tersenyum.


"Kamu kurang-kuranginlah senyumnya," ucap Vino.


Filla mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud ucapan Vino, "Maksudnya Kak?" tanya Filla.


"Kakak bisa diabet kalau kamu senyum," ucap Vino membuat wajah Filla memerah. "Dan lagi lihat Kakak nggak suka mereka curi pandang ke kamu," ucap Vino sambil mengisyaratkan menunjuk beberapa pria yang memang mencuri pandang pada Filla padahal menggandeng pasangannya masing-masing.


"Nggak mungkin Kak, mereka punya cewek masing-masing," ucap Filla.


"Gimana dong, mungkin karena cantikan kamu," ucap Vino.


"Kakak belajar gombal dari mana sih? Nggak pernah lo aku denger dari mulut Kakak selama ini," ucap Filla.


"Ada deh," Vino mengusap rambut Filla.


*********


Filla tersenyum cerah saat keluar dari ruang tempat sidangnya berlangsung, tanpa terasa dirinya menyelesaikan sidang skripsinya dengan lancar.


"Gimana?" tanya Reya yang sudah lebih dulu dinyatakan lulus.


"Ah, kita beneran wisuda bareng," ucap Reya langsung memeluk Filla.


"Sayang," ucap Vino yang berdiri dibelakang Reya sambil tersenyum. "Gimana?" tanya Vino.


Filla menghambur ke pelukan Vino, "Lulus dong," ucap Filla bangga dengan dirinya sendiri.


Vino tersenyum sambil mencubit pipi Filla pelan, "Hebat," ucap Vino.


"Udah kali peluk-pelukannya, gue kek perempuan paling sedih sejagat," sindir Reya membuat Filla dan Vino tertawa.


"Makanya cari pacar Rey," ucap Vino.


"Udah Kak, masalahnya nggak ada yang mau," ucap Reya.


Filla menyenggol Reya, "Samuel gimana? Dia udah suka lo dari lama," ucap Filla sambil mengangkat kedua alisnya.


"Cukup Filla, jangan kasih gue harapan palsu, entar kayak yang waktu itu, tebakan lo salah, malu gue ditolak," ucap Reya.


Filla tertawa, "Lupainlah yang kemaren," ucap Filla sambil bergelayut manja pada Reya.


"Udah ah gue mau kabarin emak gue, bilang kalau anaknya bakalan wisuda," ucap Reya.


"Salam sama mama Ira ok?" ucap Filla saat Reya berjalan meninggalkan dirinya dan Vino.

__ADS_1


Ponsel Vino berdering, membuat Vino meronggoh sakunya, "Hallo, ya Van, harus sekarang, yaudah gue kesana," ucap Vino lalu mengakhiri sambungan


"Sayang, kayaknya Kakak harus ke kaprodi dulu, ada yang harus diurus," ucap Vino. "Kamu bawa mobil Kakak aja kalau gitu, nanti Kakak naik taksi aja," ucap Vino sambil memberikan kunci mobil miliknya.


Filla menggeleng, "Aku nunggu aja Kak, nggak bakal lama kan? Sekalian aku ke kantin aja, laper," ucap Filla sambil memegangi perutnya.


Vino tertawa, lalu memegang wajah Filla, "Yaudah kamu makan dulu, Kakak usahain secepetnya, kalau nanti lama, kamu pulang aja oke? Kabarin Kakak," ucap Vino sambil memberikan kunci mobilnya pada Filla.


Filla akhirnya mengangguk, "Yaudah, semangat," ucap Filla.


Vino mengelus kepala Filla, "Kamu hati-hati," ucap Vino lalu meninggalkan Filla.


******


Rangga duduk di bawah pohon yang cukup rindang di halaman kampus. Sambil membaca buku.


"Gila, Filla tuh emang seksi banget ya nggak?" ucap salah satu mahasiswa yang duduk tidak jauh dari Rangga.


Rangga melihat Filla yang duduk sendirian disalah satu kursi yang tidak terlalu jauh dari dirinya.


"Bener, gue udah lama lihat dia, malah makin cantik tuh anak," ucap pria lainnya menambahi.


Rangga mengepal tangannya mendengar ucapan mereka.


"Gimana kalau kita taruhan buat ajak dia ngobrol, kalau berhasil masing-masing taruhan satu juta, atau kalau bisa buat dia tidur sama kita masing-masing 10 juta," ucap pria lainnya sambil tersenyum nakal.


"Siapa takut," ucap mereka.


"Parah sih, tapi patut dicoba."


"Gue duluan," ucap pria yang mengenakan sweeter biru.


Rangga melempar tasnya lalu berjalan mengikuti langkah pria yang mendekati Filla.


BUKKK...


Tanpa berucap Rangga melayangkan satu pukulan keras diwajah pria yang bahkan belum sempat menyapa Filla.


Filla berdiri dari duduknya, syok dengan apa yang terjadi sebenarnya, apalagi melihat Rangga dengan tatapan membunuh menatap pria yang bahkan Filla tak ketahui.


"Woy apa-apaan lo," ucap pria tersebut tak terima.


"Bereng*** lo, berani taruhan atas nama dia, lo berurusan sama gue!" ucap Rangga lalu menarik Filla meninggalkan pria yang mengumpat sambil menghapus darah disudut bibirnya.


"Ngga lepasin," ucap Filla saat mereka berada di lapangan basket.


Rangga melepas genggamannya pada pergelangan tangan Filla, "Lo paham situasi nggak sih? Lo emang mau goda mahasiswa di kampus ini dengan rok pendek lo itu!" bentak Rangga.


Filla mengerutkan kening, "Urusan sama lo apa? Mau gue pakai apa aja bukan urusan lo," bentak Filla tak kalah kuat.


********

__ADS_1


__ADS_2