Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)

Filla Dan Rangga (The Perfect Dream)
Bab 153


__ADS_3

Satu persatu model menampilkan rancangan busana milik Filla dan Iren, rancangan yang mereka persiapkan cukup lama.


"Huh, tenang," ucap Iren sambil mengusap dadanya.


Filla tersenyum lalu merangkul Iren, "Kita udah ngeluarin yang terbaik, gue bangga bisa melakukan fashion show ini sama lo," ucap Filla.


Iren tersenyum, "Sama gue juga bangga sama lo," Iren memeluk Filla erat.


Filla dan Iren berjalan sambil tersenyum di antara model-model yang berjejer, mereka tersenyum sambil melambai pada penonton, Filla dan Iren menerima banyak buket bunga sampai akhirnya turun dari atas panggung, setelah memberi sapaan.


Filla dan Iren tersenyum saat keluarga mereka langsung berjalan mendekat.


"Mama bangga banget sama kalian," ucap mama yang langsung memeluk Filla dan Iren.


Papa mengacungkan jempolnya, "Kerja bagus," ucap papa sambil tersenyum.


"Makasih Ma, Pa."


"Makasih Paman, semua berkat kerjasama yang baik sama Filla," ucap Iren sambil menyenggol Filla membuat Filla dan yang lain tersenyum.


"Mama bangga sama kalian berdua," ucap mama Iren dengan tersenyum.


"Makasih Ma,"


"Makasih Tante," ucap Filla yang langsung menyalami kedua orangtua Iren. "Oiya kenalin Om, Tante, ini orangtuaku," ucap Filla memperkenalkan mama dan papa.


"Udah kenalan kita tadi, terlambat kamu ngenalinnya," canda papa Iren membuat papa dan mama tertawa sambil saling merangkul.


"Wah Fill, kecolongan start ini mah kita," ucap Iren membuat semua tertawa.


"Akak berdua cantik banget, semua model kalah," ucap Tita antusias.


Filla dan Iren tertawa.


"Ah kamu Dek, ngomong suka bener," canda Iren membuat yng lain tertawa.


"Kakak," panggil bunda membuat Filla sedikit terkejut, bunda berjalan mendekatinya dengan ayah dan Rangga.


"Loh, kok ada Bunda juga?" tanya Filla sambil menoleh pada papa yang hanya mengedipkan matanya.


"Kangen banget Bunda sama kamu Kak, bisa-bisanya kamu udah 1 minggu di Indonesia kita baru ketemu," ucap bunda sambil memeluk Filla.


Memang bunda dan ayah melakukan perjalanan bisnis selama dua minggu, membuat Filla tidak bisa menjumpai mereka berdua, tentu saja jika sekarang dirinya merasa terkejut bunda dan ayah datang ke Jakarta.


"Filla juga kangen banget Bun, kapan nyampenya dari Padang?" tanya Filla setelah pelukan mereka terlepas dan Filla menyalami ayah.


"Kemaren Bunda udah di Bandung Kak, tapi Kakaknya di Jakarta," ucap bunda.


Filla tertawa, "Makasih loh, kalian nyempetin dateng," ucap Filla yang diangguki Iren. "Oiya Bun, Yah, ini Iren," ucap Filla.

__ADS_1


"Hallo Tante, Om," ucap Iren sambil menyalami bunda dan ayah.


"Ini si geulis pasti temen seapartemen Filla di Milan kan?" tanya bunda sambil mengusap bahu Iren.


Iren mengangguk sambil tersenyum, dirinya malah gagal fokus setelah melihat Rangga, Iren pernah meremehkan ketampanan Rangga, namun setelah bertemu di bandara dirinya paham mengapa Filla sulit untuk move on.


"Hai Rangga," sapa Iren sambil mengangkat tangannya.


Rangga hanya tersenyum lalu kembali melihat Filla, "Selamet ya atas keberhasilan fashion show-nya," ucap Rangga sambil tersenyum mengulurkan tangannya.


Filla menyambut tangan Rangga, "Makasih," ucap Filla sambil tersenyum, dan lagi getaran itu masih sama saat tangannya bersentuhan dengan Rangga.


"Makasih," ucap Iren, menyambut tangan Rangga saat Rangga mengulurkannya.


"Keren Kak, Bunda nggak nyangka kalian berdua bisa merancang baju sebagus itu," ucap bunda. "Pasti bangga banget kamu Mi," ucap bunda sambil menyenggol mama.


"Iyo dong Ra, anak aku ini," ucap mama dengan bangga.


"Anak aku juga Mi."


"Udah anak kalian berdua kok," ucap Filla menengahi membuat yang lain tertawa.


"Filla, Iren."


Filla dan Iren langsung merentangkan tangan ketika Ola, dan Reya berlari mendekati mereka dengan membawa buket bunga ditangan masing-masing.


Mereka tertawa sambil melepas pelukan satu sama lain, "Keren parah, bangga gue," ucap Reya.


"Bener banget, parah," ucap Ola.


"Makasih kalian berdua."


"Ren, jadi dong teraktir," ucap Ola sambil merangkul Iren.


"Gampang," ucap Iren membuat mereka tertawa.


"Assalamualaikum," ucap salah satu wartawa sambil tersenyum.


"Waalaikumsalam," jawab mereka serentak.


"Permisi, Mbak Filla sama Mbak Iren apakah bisa meminta waktunya sebentar untuk interview," tanya wartawan itu dengan sopan.


"Iya bisa mbak," ucap Iren yang diangguki Filla.


"Sebentar ya semua, kita kesana dulu," ucap Filla sambil tersenyum, diangguki semua orang dengan senang hati.


********


"Hai Mbak Filla dan Mbak Iren, apa kabar?" sapa wartawan yang Filla dan Iren baru ketahui bernama Salma.

__ADS_1


"Hallo mbak Salma dan semuanya, Alhamdulillah baik." ucap Filla dan Iren beriringan sambil tersenyum.


"Wah, saya beruntung sekali bisa berkesempatan berbicara dengan dua Designer muda berbakat kali ini," ucap Salma antusias didepan kamera.


"Kita juga terimakasih sekali," ucap Iren diangguki Filla.


Salma mengangguk, "Tadi saya dan tim sudah melihat semua rancangan yang kalian buat, dan bagus-bagus sekali."


"Alhamdulillah, kali ini kami memfokuskan memakai kain-kain dari Indonesia, agar baik kaum urban, generasi muda, atau berumur pun tertarik dan tetap memakai kain-kain tersebut yang merupakan warisan budaya paling berharga," ucap Filla.


"Kami mengangkat beberapa kain-kain Indonesia seperti tenun Ikat dan songket dari berbagai daerah. Ada beberapa daerah yang terpencil, dimana kain-kain tersebut sangatlah indah namun belum tereksplor, kami ingin memberikan citra kain Indonesia juga bisa bersaing di dunia fashion masa kini." tambah Iren.


Dari kejauhan Rangga menatap Filla, dirinya tersenyum saat melihat Filla dengan antusias menjawab semua pertanyaan.


"Wah sangat menarik sekali, dari 200 designer kalian menjadi salah satu diantara mereka bagaimana perasaannya?"


"Pastinya senang sekali, karena tujuan utama kami tercapai untuk menampilkan ciri khas setiap rancangan yang kami buat, kebanyakan bilang unik dan menarik, rasanya kerja keras selama ini terbayar jika mendengar banyak orang yang menyukai," ucap Iren.


Filla mengangguk, "Dan lagi, ini fashion show kami yang pertama di Indonesia, seneng banget, banyak yang minta undangan, pengen dateng, semua antusias banget bikin jadi terharu, semoga rancangan ini bisa terkenal di Indonesia bahkan di negara luar juga," ucap Filla.


"Fashion show pertama kalian di Indonesia bagus banget, banyak banget yang suka," ucap Salma antusias.


"Wah terimakasih sekali," ucap Iren yang diangguki Filla.


"Kalian juga beberapa kali ikut menampilkan rancangan kalian di Milan dan New York, apa yang membuat kalian tertarik akhirnya juga ikut di Jakarta Fashion Week?"


Iren tersenyum, "Tentu aja karena pengen banget memperkenalkan budaya kita sendiri pada masyarakat Indonesia, agar selalu diangkat dan dikenal."


"Wah terimakasih sekali Filla dan Iren sudah mau berbagi cerita hari ini, sukses terus," ucap Salma.


"Terimakasih kembali."


Kameraman menurunkan kamera lalu mengangkat jempolnya.


"Makasih mbak Filla dan mbak Iren untuk hari ini," ucap Salma sambil mengulurkan tangan. "Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Salma yang diangguki Filla dan Iren sambil tersenyum.


"Keren juga lo gue liat-liat," ucap Iren sambil merangkul Filla.


Filla tertawa, "Lo juga, tapi kerenan gue."


"Nyesel gua puji lo," ucap Iren.


"Wah, terkenal nih sahabat-sahabat gue," ledek Ola yang menghampiri mereka berdua bersama Reya.


"Emang udah terkenal dari lahir gue mah," ucap Filla sambil mengibaskan rambutnya.


"Huuu..," ketiga sahabatnya menyoraki Filla dengan sebal membuat Filla tertawa lalu merangkul mereka.


*******

__ADS_1


__ADS_2