
Filla dan Reya duduk disalah satu kursi dalam aula kampus, hari ini mereka akan rapat gelobal tentang makrab (malam akrab) yang akan dilaksanakan kampus khusus fakultasnya.
Filla tersenyum saat Vino duduk menempatkan diri disebelahnya, "Udah lama?" tanya Vino.
"Lumayan," jawab Filla.
Reya yang bingung sejak Vino datang, menepuk lengan Filla, "Siapa? Kok lo kenal?" tanya Reya.
"Kak Vino, gue belum cerita, intinya dia salah satu mahasiswa S2 Arsitektur," ucap Filla.
Reya mengangguk, "Haloo Kak Vino, aku Reya sahabat baik Filla," ucap Reya dengan bangga sambil mengulurkan tangannya.
Filla yang berada ditengah seperti penghalang atas salaman yang mereka lakukan.
"Hai, salam kenal," ucap Vino dengan senyuman khasnya yang membuat banyak kaum wanita kebaperan.
Filla memutar bola matanya malas, sepertinya kejadian Reya akan naksir pada Vino akan terulang lagi, dan dia harus menjadi mak comblang.
Setiap tahun masing-masing fakultas selalu membuat acara makrab (malam akrab), seperti namanya malam akrab adalah kegiatan bermalam atau bisa dikatakan berkumpul bersama saling berbagi pengalaman ataupun berkenalan dan membuat beberapa hiburan agar terjalin hubungan yang akrab dan menambah lingkup pertemanan.
"Kak Vino ikut makrab?" tanya Reya yang sudah merubah wajahnya seimut mungkin.
Vino memgangguk, "Lumayan cari temen," ucap Vino seadanya.
"Biasanya kalau udah mahasiswa S2 pada nggak mau lagi ikut-ikutan kayak gini, katanya kekanak-kanakan," ucap Reya tak ingin menyelesaikan obrolannya dengan Vino.
"Nggak semuanya gitu," ucap Vino sambil tertawa.
Reya mencubit gemas tangan Filla, "Yaampun ketawanya kayak ngajakin gue nikah Fill," bisik Reya.
Filla melepas cubitan Reya dari lengannya, "Gemes boleh, tangan gue jangan jadi korban," ucap Filla membalas mencubit Reya.
"Baperan banget sih," Reya menatap Filla kesal, tapi saat menatap Vino, ia kembali tersenyum malu-malu.
Filla memutar bola matanya malas, sampai ia menemukan sosok Rangga yang duduk tidak jauh darinya, Rangga dengan kemeja birunya adalah gambaran keindahan menurut Filla, untuk kesekian kalinya kebodohan itu ada pada dirinya.
Filla menggelengkan kepalanya, ia harus menjauhi Rangga, janjinya entah pada siapa harus ia laksanakan walau terasa berat agar mama tetap sehat bersamanya.
"Kenapa? Kamu sakit Fill?" tanya Vino dengan raut khawatirnya.
Filla menatap Vino lalu tersenyum, "Nggak, nggak apa-apa kok Kak," ucap Filla menenangkan.
Vino masih menatap Filla tak percaya, "Seriusan?" tanya Vino.
__ADS_1
Filla memgangguk meyakinkan masih dengan senyumannya.
Vino mengangguk, Vino meronggoh sesuatu disakunya, "Nih," ucap Vino sambil menyodorkan 2 buah coklat kecil kepada Filla.
Mata Filla berbinar, "Cokelat kesukaanku, beli dimana Kak, kan udah langka banget," ucap Filla antusias sambil mengambil cepat cokelat ditangan Vino.
Vino tersenyum, "Dirumah banyak, makanya mampir," ucap Vino.
Filla mengangguk, "Siap, kalau ada cokelat nggak perlu diingetin, aku bakalan cus kerumah Kakak," ucap Filla antusias.
Vino tertawa lalu mengacak rambut Filla.
******
"Kalian hati-hati, Vino jagain Filla ya," ucap mama saat mereka berdiri dihalaman rumah.
Hari ini Vino dan Filla akan mengikuti kegiatan makrab kampus yang telah direncanakan sejak beberapa minggu lalu. Vino berhasil membujuk mama yang bersikukuh menolak permintaan Filla walau sampai sekarang wajengan dari mama masih saja berulang Filla dan Vino dengar.
"Udah Ma, Mama udah kasih tahu mereka sejak kemarin sore," ucap papa sambil merangkul bahu mama.
"Iya Ma, Filla cuma makrab semalem doang, besok sore juga udah dirumah lagi, lagian Kak Vino bakalan jagain," ucap Filla menenangkan kekhawatiran mama.
Mama mengangguk, "Vino udah janji loh sama Tante," ucap mama.
Vino tertawa, "Siap Tante," ucap Vino.
Filla tersenyum, "Emmm, jangan nakal ya," ucap Filla saat Tita sudah didalam pelukannya.
"Siap, Akak hati-hati," ucap Tita lalu mencium pipi kanan dan kiri Filla.
Filla juga mengikuti perbuatan Tita, mencium Tita balik, aroma Tita adalah aroma yang sangat Filla sukai apalagi berada dilekukan bahu Tita terasa sangat nyaman bagi Filla.
"Udah nanti Kakaknya telat," ucap papa yang langsung menggendong Tita.
Filla dan Vino meninggalkan rumah setelah banyaknya kata perpisahan yang terlontar dengan Papa, Mama dan juga Tita.
"Keliatan banget Fill, keluarga kamu sayang sama kamu," ucap Vino memecahkan kesunyian yang tercipta sejak mereka didalam mobil.
Filla tersenyum, "Iya Kak, apalagi sejak ada Tita, rumah terasa rame banget, mama juga sering dirumah," ucap Filla.
Vino tersenyum, "Syukurlah," ucapnya sambil menatap lurus jalanan.
"Makasih loh Kak, kalau nggak ada Kakak mana bisa aku ikut makrab, tahun lalu aja aku nggak ikut gara-gara mama udah bilang nggak dari awal," curhat Filla.
__ADS_1
"Nah sekarang manfaatin buat seneng-seneng oke? Jangan sedih-sedih mulu," ucap Vino dengan nada mengejeknya.
Fia ikut tertawa.
******
Sekarang Filla dan Reya berdiri dengan rombongan prodinya, mendengarkan beberapa arahan tentang keamanan dan kegiatan yang akan mereka lakukan hari ini sampai besok.
"Seneng banget gue, bisa liat kating yang pada ganteng," ucap Reya.
"Berisik banget sih Re dari tadi, malu gue," ucap Filla yang merasakan sekeliling menatap mereka karena suara Reya yang cukup terdengar.
Reya menatap Filla kesal, "Nggak bisa kali biarin orang bahagia," celetuk Reya lalu kembali menatap rombongan kating yang menjadi panitia.
Setelah membagi beberapa wilayah pembangunan tenda, Filla dan rombongannya mulai mengerjakan beberapa hal untuk keperluan acara nanti malam.
Filla dan Reya berada dirombongan yang sama, termasuk Rangga yang juga tanpa sengaja berada di robongan yang sama dengan mereka sedangkan Vino berada dirombongan lain.
"Baiklah, disini kita akan mendirikan 4 tenda, 2 untuk mahasiswi dan 2 untuk mahasiswa, dibutuhkan kerjasama disini jadi akan saya bagikan kelompok untuk pembangunan tenda," ucap Panji sebagai panitia.
Filla merutuki keadaan, saat ingin jauh dari Rangga malah semesta sepertinya mengujinya, sekarang Rangga berada dikelompok yang sama dengannya, dan lebih menyesakkan lagi Rangga berdiri disebelahnya masih dengan tatapan tak sukanya.
"Filla, seneng banget kita sekelompok," ucap Intan saat dirinya berdiri disebelah Filla.
Filla tersenyum sambil mengangguk, "Iya gue juga seneng."
"Oke, sekarang," Panji melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya. "Kita bikin tenda, usahain selesai 1 jam dari sekarang, sekarang pukul 09.00 jadi jam 10.00 selesai," ucap Panji yang meraih anggukan kepala dari yang lain.
Mereka mulai mengerjakan tugas mereka masing-masing, Filla menyusun perlengkapan memasak bersama Intan dan Kenzi, sedangkan Rangga, Ifan dan Bima bertugas membangun tenda.
"Filla bisa tolong kasih ini ke Rangga? Gue dipanggil Kak Panji," ucap Bima sambil memberikan tali pada Filla.
Filla mengangguk, "Oke Bim."
Filla berjalan menuju tenda yang terlihat hampir selesai, Rangga dengan keringatnya terlihat menawan dimata Filla.
Filla berdehem saat berada disamping Rangga yang sibuk memasang besi pada atap tenda, "Rangga, ini dari Bima," ucap Filla.
"Taruh disana," ucap Rangga masih dengan sikap dinginnya.
Filla mengangguk lalu meletakkan talinya diatas meja, Filla berdiri diam melihat pekerjaan yang Rangga lakukan.
Rangga menatap Filla, "Udah kan? Ngapain lagi?" tanya Rangga.
__ADS_1
Filla kelabakan, "Ah, nggak ini mau jalan," ucap Filla lalu berjalan meninggalkan Rangga yang hanya menggeleng melihat tingkahnya.
******