
Filla sejak tadi diam merutuki dirinya memilih menyiapkan tusukan sate untuk acara BBQ malam ini, mereka semua sibuk dengan tugas masing-masing sambil sesekali bercanda gurau membangun keramaian.
Tadi sebenarnya pasangan menusuk paprika dan daging adalah Fida namun sialnya sekarang Rangga yang menggantikan Fida karena Fida harus menyiapkan hal lain.
Akan terasa aneh jika Filla mengganti tugasnya, namun berada didekat Rangga sangat membuat tak nyaman.
"Gimana Kak, masih banyak?" tanya mama ketika lewat disebelah mereka.
Filla menoleh, "Dikit lagi," jawab Filla sekenanya.
Mama mengangguk lalu berjalan menuju kearah papa dan ayah yang menyiapkan panggangan.
"Fill besok ikut nggak acara kumpul-kunpul angkatan?" tanya Rangga.
Filla mendonggak menemukan wajah Rangga yang menatapnya, Filla membuang pandangannya dari Rangga, "Mungkin ikut," jawab Filla sekenanya.
Rangga mengangguk, "Acaranya pasti bakalan rame, angkatan kita kan paling banyak mahasiswanya," sambung Rangga.
Filla hanya mengangguk, "Yaudah Ngga gue bantuin Bunda dulu," ucap Filla sambil melangkah menghampiri bunda yang berkutat dengan menata piring dan kue.
Rangga memilih diam dan menyelesaikan tugasnya.
"Akak," panggil Tita sambil membawa barbie pemberian Filla diikuti Riko dibelakangnya.
Filla berjongkok menyamaratakan tingginya dengan Tita, "Jangan lari-lari Ta, nanti jatoh, bahaya kalau nabrak orang," pesan Filla sambil menatap Tita.
"Maaf Akak," Tita menunduk merasa bersalah.
"Jangan diulangin oke?" Filla menggosok bahu Tita pelan. "Riko juga, jangan lari-lari, nanti jatoh," nasihat Filla pada Riko yang sejak tadi memilih diam.
Riko mengangguk.
"Yaudah sana main lagi," ucap Tita yang meraih angguka Riko dan Tita.
Filla meronggoh ponselnya disaku, pesan dari Reya membuatnya tersenyum, Reya sudah berada dirumahnya sekarang.
"Bun Filla jemput Reya dulu, dia nunggu dirumah," ucap Filla yang meraih anggukan bunda.
Filla berlari kecil masuk kedapur bunda, jalan satu-satunya terbuka untuk keluar karena acara BBQ dilakukan ditaman belakang
Filla tersentak saat tangan kanannya ditahan oleh Rangga, Rangga menariknya menuju depan kulkas.
"Ngapain sih Ngga?" tanya Filla kesal dengan sikap Rangga.
"Fill nggak bisa sehari aja nggak jutek?" tanya Rangga sambil menatap Filla dalam.
Filla menghela napas, "Lo yang mau Ngga, please jangan memperrumit keadaan," Filla melepas genggaman Rangga dari tangannya, namun Rangga malah menggenggamnya lebih kuat.
"Oke, gue akan terus tunggu lo," ucap Rangga sambil menatap intens Filla.
__ADS_1
Filla melepas tangannya dari genggaman Rangga, kali ini Rangga tidak menahannya, "Gue saranin jangan pernah tunggu gue, karena perasaan gue udah mati buat lo," ucap Filla tegas lalu berjalan meninggalkan Rangga.
Rangga tersenyum dalam kesendirian, "Gue yakin rasa itu masih ada," ucap Rangga pelan namun sangat yakin.
******
"Ayo Rey," ucap Filla saat mendapati Reya duduk di ayunan teras rumahnya.
"Jutek amat tu muka, sahabat dateng bukannya disambut dengan senyuman," ucap Reya sambil berdiri menghampiri Filla.
"Iya-iya ni," Filla menarik kedua sudut bibirnya dengan tangan, membentuk senyuman.
Reya tertawa lalu merangkul Filla, "Cuma gue temen lo yang diundang ni?" tanya Reya sambil menaikkan kedua alisnya.
"Banyak, emang lo doang temen gue," ucap Filla lalu berbalik meninggalkan Reya.
"Resek, emang cuman gue," ucap Reya bangga. "Tapi gue juga cuman lo sih temennya," tambah Reya.
Filla tertawa, "Senasip."
Filla menoleh jalan ketika klakson mobil yang ia kenal terparkir didepan rumahnya, Filla menyipitkan mata meyakinkan penglihatannya.
"Kak Rafael," ucap Filla terkejut saat Rafael berjalan menuju kearah mereka.
"Hay, belum mulai kan? Sorry telat," ucap Rafael dengan senyuman khasnya yang membuat siapa saja meleleh.
Filla mengangguk, tak tahu kata apa yang harusnya ia ucapkan.
Filla menatap sengit Reya mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, sedangkan Reya hanya tersenyum penuh kemenangan. Filla merutuki diri berniat mengundang Reya.
"Assalamualaikum," ucap Reya antusias menghampiri para orangtua yang mengobrol.
"Waalaikumsalam, Rey ayo sini," ucap mama yang sudah kenal dekat dengan Rey.
Reya yang menjadi sahabat Filla beberapa bulan menjadikan Reya dikenal baik oleh mama dan papa.
Rangga menatap datar kehadiran Reya dan Rafael.
"Apa kabar Ma, Pa, om, tante," ucap Reya satu-satu sambil mencium tangan semuanya dikuti Rafael dibelakangnya.
"Kalau ini siapa?" tanya Mama sambil tersenyum saat bersalaman dengan Rafael. "Pacar kamu Rey," tanya mama gamblang.
"Semoga sih Ma," ucap Reya sambil tersenyum antusias, membuat semua orang tertawa.
"Lucu banget temen kamu Fill," ucap bunda.
"Seriusan Rey pacar kamu?" tanya mama masih penasaran.
"Udah-udah Mama," ucap Filla menengahi.
__ADS_1
semua tertawa mendengar ucapan Filla.
"Kan Mama penasaran Kak, masak kamu nggak punya gitu?" celetuk mama tambah membuat semua orang tertawa.
"Filla nggak punya Tan? Sama saya aja siap," teriak Putra salah satu teman Rangga yang memang suka bercanda.
"Boleh tuh," ucap mama membalas membuat suasana tambah riuh dengan lemparan candaan dari mereka.
"Yaudah yuk duduk dulu, itu gabung sama temen Rangga juga," ucap bunda menunjuk meja yang telah dipenuhi teman-teman Rangga.
Rafael, Reya dan Filla berjalan dan memilih bergabung dengan rombongan Rangga. Sifat Rafael yang humble membuatnya cepat akrab dengan teman-teman Rangga.
Filla menatap layar ponsel yang diperlihatkan Reya, Reya memperlihatkan chatannya dengan Rafael.
Filla membelalakkan mata saat hanya namanya yang jadi topik utama pembicaraan chat tersebut.
Reya menaikkan kedua alisnya.
"Lo beneran resek," ucapnya pelan pada Reya.
"Kalian ngapain seru amat?" tanya Samuel.
Filla mendonggak, "Nggak," jawab Filla sekenanya.
"Fill seriusan nggak punya pacar?" tanya Putra antusias.
"Kenapa bahas itu lagi sih, lo mau ngatain gue?" tanya Filla dengan nada bercandanya membuat Putra tertawa.
"Seriusan Jomblo dengan tampang secantik ini?" tanya Putra menyelidik.
"Lo ngatain gue atau muji sih?" tanya Filla.
"Muji sih sambil ngegombalin lo."
Reya mengangkat kedua bahunya, "Geli banget, masih jaman tuh?" ucap Reya.
"Resek bat lu Rey," ucap Putra kesal. Sedangkan yang lain tertawa dengan celotehan mereka.
"Udah, makan aja entar dingin," ucap Rangga menengahi saat beberapa makanan sudah tersaji dimeja mereka.
Filla terdiam saat Rafael mengambilkan daging dan beberapa sosis untuknya, "Makasih kak," ucap Filla sambil menikmati makanannya.
"Kalau mau lagi kasih tau aja biar kakak yang ambilin," bisik Rafael ditelinga Filla.
Filla terdiam, sikap Rafael membuatnya salah tingkah sekarang.
"Bisa kali ambil sendiri tuh makanan, gue kan jadi kacang," ucap Reya pelan ditelinga Filla.
Filla menampar paha Reya, "Resek," ucap Filla lalu kembali menikmati makanannya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari mata Rangga tak berhenti menatap perhatian Rafael pada Filla, Rangga mengepal tangannya dibawah meja.
******