
"Maaf," ucap Filla dengan wajah merasa bersalah, tidak mengenakkan jika melihat Rangga mendiami dirinya.
Rangga kembali menghadap laptopnya membuat Filla menghela napas.
"Ngga, kan lusa kita liburan, ayolah jangan ngambek, malam ini juga kamu bilang mau ke mal," Filla menyentuh lengan Rangga dengan jari telunjuknya berulang.
Rangga beranjak dari duduknya lalu menutup laptop, "Aku tunggu dibawah, kita ke mal dua puluh menit lagi," ucap Rangga tanpa menoleh pada Filla lalu berjalan keluar dari kamar tak lupa meraih jaketnya.
Senyum terukir di wajah Filla, setidaknya Rangga masih mengeluarkan suara walau terdengar dingin. Filla dengan cepat menuju walk in closet .
Selang beberapa menit Filla menuruni anak tangga menuju lantai bawah, sudah ada Rangga yang duduk di ruang keluarga menunggunya.
"Ngga udah," ucap Filla yang langsung berdiri dihadapan Rangga dengan setelan kaos biru dan celana jeans panjang biru muda.
Rangga menatap sebentar lalu kembali mengalihkan pandangannya dari Filla, dirinya beranjak tanpa berucap.
Filla menghela napas, sepertinya acara membujuk akan jauh lebih lama dan menguras tenaga dari pada perkiraan. Filla mengikuti Rangga dibelakang.
Mereka masuk kedalam mobil dengan situasi yang masih sama, Rangga tetap diam sedangkan Filla melihat setiap pergerakan Rangga.
"Ngga masih marah?" tanya Filla saat Rangga sudah menjalankan mobil membelah jalan raya.
Rangga tak menggubris malah sibuk menatap jalanan.
"Mendingan kamu marah Ngga kalau gini, aku nggak tahu harus ngapain kalau kamu cuma diem," Filla menoleh pada Rangga, tapi tetap sama Rangga mengabaikannya dan malah memasang wajah datar.
Filla menghela napas lalu memilih ikut diam bersama rasa terabaikan.
*******
Rangga memarkirkan mobil di parkiran mal, lalu keluar dari mobil tanpa memperdulikan Filla.
Filla menghela napas, entah sudah berapa kali dirinya menghela napas saat melihat sikap Rangga, Filla berjalan dibelakang Rangga yang bersikap tidak seperti biasanya, Rangga benar-benar menghukumnya dengan hukuman terberat menurut Filla.
"Ngga yang ini aja," ucap Filla sambil menenteng jaket, menunjukkannya pada Rangga saat mereka berada di salah satu dapartemen store dalam mal.
Rangga malah melewati Filla dan mengambil jaket yang tergantung di belakang Filla.
Filla tersenyum miris, entah harus bagaimana lagi dirinya membujuk Rangga. Filla berjalan meninggalkan Rangga dan memilih duduk di kursi tunggu, percuma juga dirinya memberi saran didekat Rangga, tetap saja Rangga mengabaikannya.
Lima belas menit Filla menunggu akhirnya Rangga berjalan mendekatinya.
Filla belum menyerah, dirinya memasang senyum selebar mungkin lalu berdiri saat Rangga berada dihadapannya, "Udah?" tanya Filla antusias.
__ADS_1
"Hmm," Rangga hanya berdehem pelan. "Kamu nggak cari baju?" tanya Rangga sangat dingin tidak seperti biasanya.
Filla menggeleng, "Kamunya marah gini, males cari baju," ucap Filla. "Nonton aja yuk," ajak Filla antusias.
Rangga mengerutkan kening, "Langsung pulang aja," ucap Rangga menolak.
Filla meronggoh ponselnya didalam tas lalu menunjukkan layar ponselnya pada Rangga, "Aku udah beli tiket, film kesukaan kamu juga, mau ya?" tanya Filla penuh harap.
Rangga hanya diam.
"Diam, artinya mau," Filla menarik tangan Rangga untuk mengikutinya menuju bioskop dilantai tiga.
Rangga tanpa memberontak mengikuti tarikkan Filla ditangannya, seulas senyum terpancar diwajahnya tanpa sepengetahuan Filla.
Filla dan Rangga masuk kedalam bioskop, menunggu beberapa menit sebelum pintu teater terbuka. Mereka duduk dikursi tunggu bersama beberapa orang yang akan menonton film yang sama dengan mereka.
"Aku beli pop corn dulu," ucap Rangga yang langsung beranjak dari duduknya saat Filla mengangguk.
"Semoga dia nggak ngambek lagi setelah nonton," ucap Filla pelan saat Rangga sudah berjalan meninggalkannya.
Filla membenarkan rambutnya sambil melihat punggung Rangga yang berjarak cukup jauh dari tempatnya duduk.
"Fill, kamu disini juga?"
Rafael langsung mendudukkan diri disebelah Filla membuat Filla sedikit takut akan membuat Rangga tambah marah nantinya.
"Mau nonton film apa Fill?" tanya Rafael antusias, berharap Filla akan menonton film yang sama dengannya.
Filla tersenyum tipis, sambil menunjukkan tiketnya.
"Yah, beda film," ucap Rafael kecewa.
Filla hanya mengangguk, dirinya sibuk memperhatikan Rangga yang masih sibuk membeli pop corn dan minuman untuk mereka berdua. "Kakak kok masih di Jakarta?" tanya Filla.
Rafael tersenyum, "Aku emang di Jakarta Fill beberapa bulan ini, mungkin bulan depan balik Bandung."
Filla hanya mengangguk, dirinya lebih peduli pada Rangga sekarang.
"Kamu sendirian?" tanya Rafael.
Rangga yang berbalik dengan membawa pop corn dan minuman ditangannya menatap pada Filla dan Rafael.
Filla menatap Rangga, pandangan mereka bertemu, dan Filla sudah bisa pastikan Rangga akan tambah marah padanya.
__ADS_1
Benar saja Rangga memberikan pop corn dan minuman pada sembarang orang lalu berjalan keluar dari bioskop.
Filla langsung beranjak dari duduknya dan berlari mengejar Rangga, panggilan dari Rafael benar-benar dirinya abaikan.
"Rangga," Filla berhasil meraih tangan Rangga, "Mau kemana?" tanya Filla dengan napas terengah.
Rangga berbalik lalu menatap Filla dengan wajah datarnya, "Bukannya kamu mau nonton sama dia?" tanya Rangga.
Filla menghela napas, "Udah jelas-jelas kita berdua yang mau nonton, kenapa malah kamu pergi gitu aja? Aku udah nungguin malah pop corn kamu kasih ke sembarang orang."
"Terus kenapa ada dia? Kamu sengaja?" tanya Rangga.
Filla mengerutkan kening, "Kamu apaansih? Aku udah berusaha ya Ngga, dan kamu nggak ngehargain sama sekali."
"Gimana aku mau ngehargain kamu, saat kamu dengan sengaja mendatangkan dia kesini."
Filla menghela napas, "Kamu mikir aku ini apa Ngga? Ya nggak mungkin aku sengaja ngajak dia gabung sama kita, itu cuma kebetulan, aku juga kaget dia disana."
Rangga melipat kedua tangannya didepan dada, "Gimana aku bisa percaya gitu aja?"
Filla menatap mata Rangga, Lalu menarik tangan Rangga kuat kembali masuk ke dalam bioskop.
Rangga hanya diam mengikuti Filla yang menariknya masuk kembali kedalam bioskop dan menghampiri Rafael.
"Eh Fill, tadi kenapa?" tanya Rafael khawatir.
"Nggak apa-apa kak, Kakak tadi nanya kan aku sama siapa? Aku sama suami aku Kak, Rangga," ucap Filla serius.
Rangga yang mendengar ucapan Filla menoleh dengan terkejut, dirinya tak menyangka ucapan itu bisa keluar dari mulut Filla.
Rafael tentu saja terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Filla, "Suami?" tanya Rafael memastikan. "Kamu udah nikah Fill?" tanya Rafael.
Filla mengangguk, "Iya Kak, maaf banget nggak ngundang kakak waktu itu."
Rafael mengangguk, walau didalam sana terasa tercabik, "Selamet kalau gitu buat kalian berdua."
"Makasih Kak."
Suara pemberitahuan pintu teater 2 dibuka terdengar dipenjuru ruangan, membuat orang-orang yang menunggu beranjak satu persatu masuk kedalam ruangan.
"Yaudah, aku masuk dulu," ucap Rafael, dirinya hanya ingin cepat-cepat menghindar dari Filla dan pria yang ternyata adalah suami dari gadis yang ia sukai sejak lama.
Filla mengangguk. Saat Rafael pergi Filla menghempas tangan Rangga, Lalu berbalik hendak meninggalkan Rangga namun tangannya ditahan oleh Rangga membuat langkahnya juga terhenti.
__ADS_1
********