
Seorang lelaki mengenakan topi dan berkaca mata hitam. Tidak lupa pula ia menanggalkan masker diwajahnya untuk menutupi wajahnya.
Ia pun langsung memasuki sebuah toko bunga yang biasa ia kunjungi.
"Pesan mawar lagi mas?" tanya salah satu pelayan yang tampaknya sudah hapal dengan keberadaan sosok pria misterius tersebut.
Pria tersebut menjawabnya dengan sebuah anggukan.
"Ini mas.." ujar salah pelayan tersebut seraya memberikan setangkai bunga beserta kartu ucapan.
Pria tersebut meminjam pulpen kepada sang pelayan,dan setelah itu ia mengambil sebuah stiker doraemon yang ada di saku jaketnya.
"Sepertinya pacar mas sangat menyukai animasi doraemon" ujar sang pelayan berbasa-basi, namun pria tersebut tidak menimpalinya sama sekali.
Ia pun mengembalikan pulpen yang dipinjamnya dari pelayan wanita tadi dan langsung pergi begitu saja.
Belum lama kemudian wanita paruh baya masuk seraya membawa sebuah kantong plastik yang dijinjingnya.
"Pagi bu Melly" sapa pelayan itu pada sang pemilik toko bunga tersebut.
"Pagi juga Dini" timpalnya
"Ini saya beli ketoprak untuk sarapan kamu" sambungnya seraya memberikan plastik yang ia tenteng sedari tadi.
"Wah, makasih banyak bu" ujar Dini.
"Sama-sama. Oh ya, tadi siapa yang barusan datang kesini pakai topi sama kaca mata hitam?" tanya Melly.
"Oh, dia setiap pagi sering kesini Bu buat beli mawar. Setiap kesini dia gak pernah memperlihatkan wajahnya Bu" tutur Dini.
"Hati-hati kamu sama orang yang seperti itu" tukas Melly.
"Kenapa Bu?"
"Biasanya dia tampan" ujar Melly seraya terkekeh.
Dini pun ikut tertawa dengan celetukan bosnya itu.
"Oh ya, Vanesha belum mampir kesini?" tanya Melly
__ADS_1
"Belum Bu" timpal Dini.
Melly pun mengangguk paham.
"Ya sudah, kamu sarapan dulu biar saya yang jaga" ucap Melly.
"Baik Bu" ujar Dini.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Pagi ini Aurel melakukan jogging seraya menghirup udara segar dipagi hari. Setelah lama berkeliling, ia pun kembali kerumahnya.
Tepat di depan pintu rumahnya, Aurel kembali menemukan setangkai mawar tergeletak tidak jauh dari pintu.
"Mawar lagi" gumam Aurel.
Ia pun mengambil mawar tersebut dan membuka kartu ucapan yang tertulis disana.
Aku adalah bayangan semu, maka dari itu cukup bagiku untuk mencintaimu dalam diamku
Aurel menghirup aroma mawar tersebut dalam-dalam. Entah siapa sosok pria yang mengiriminya mawar setiap pagi. Stiker yang melekat di kartu ucapan tersebut merupakan suatu ciri khas orang tersebut.
Tringg. .tring. .tring
"Buryam..buryam.." seru sang penjual bubur ayam seraya memukul mangkuk tersebut dengan sendok.
Aurel pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan menghampirinya.
"Mang 3 bungkus, seperti biasa" ujar Aurel pada si penjual bubur.
"Oke neng" ujar si penjual yang paham akan pesanan langganan setianya itu.
"Ini neng" tukas si penjual memberikan pesanan Aurel.
"Wah si neng pagi-pagi udah dapet kiriman bunga dari pacarnya" celetuk penjual bubur tersebut.
"Bukan pacar mang ojak" timpal Aurel.
"Mang Jack neng, nama mamang keren di ubah gitu" tukasnya.
__ADS_1
"Hadeh mang, nama Rojak malah dipanggil Jack dari mana rumusnya" gurau Aurel.
"Jangan buka kartu dong neng" ujar si mamang seraya mengusap tengkuknya.
"Bibi di dalem juga namanya keren mang" ujar Aurel.
"Siapa?"
"Naomi mang" timpal Aurel.
"Nama aslinya?"
"Inem" ujar Aurel terkekeh.
"Udah ah, keburu dingin nih bubur ladenin si mamang"tutur Aurel yang kemudian masuk ke dalam rumah.
Aurel meletakkan bubur yang ia beli tadi diatas meja dapur. Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Dipandanginya lagi mawar dari sosok orang misterius yang ia dapati disetiap pagi hari.
Jika saja sang pengirim tersebut adalah Reyhan, mungkin ia akan beribu kali bersyukur karena pada akhirnya perasaannya terbalaskan. Namun, entahlah saat ini ia masih dilema.
"Semoga saja kelak aku dipertemukan dengan sosok misterius nan romantis ini" gumam Aurel yang kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca jangan lupa untuk like komen dan votenya ya sayang-sayangku 😘
Salam manis Ryn
__ADS_1