
Abizar menunggu Alea tepat didepan gang rumah Alea. Abizar mengirimi Alea sebuah pesan singkat memberitahukannya bahwa ia telah menunggunya didepan.
Belum lama kemudian Alea pun menampakkan dirinya, hanya dengan memakai baju kaos dan dipadukan dengan rok jeans wanita yang dihadapannya ini sudah sangat cantik dimata Abizar. Alea memiliki memiliki wajah dengan kecantikan yang alami.
"mas ayo kita berangkat" ujar Alea yang membuyarkan lamunan Abizar.
Abizar pun langsung mempersilahkan Alea untuk masuk ke mobil dan melajukan kendaraannya menuju pantai.
Mereka pun telah tiba dipantai disambut dengan semilir angin yang menggelitik diwajah.
Alea langsung turun dari mobil dan melepaskan sepatunya dan menginjakkan kakinya ke pasir.
Alea berlari kecil sambil menikmati kakinya yang menapak ke pasir, kemudian ia pun berbalik ke arah Abizar.
"mas Abi. ." seru Alea sambil melambaikan tangannya.
Abizar pun tersenyum dan membalas lambaian tangan Alea.
Abizar yang mengalungkan kamera sesekali memotret apa yang menarik perhatiannya.
l
Abizar dahulunya bercita-cita untuk menjadi fotografer, namun pada saat ia menginjak kelas 3 SMP ia pun mengurungkan niatnya menjadi fotografer dan ingin menjadi dokter dikarenakan saat itu ibunya mengidap sebuah penyakit yang cukup serius dan berharap kelak Abizar dapat menyembuhkan penyakit ibunya.
Namun Tuhan berkehendak lain, ibunya menghembuskan nafas terakhirnya ketika ia menginjak SMA akan tetapi hal tersebut tidak mengurungkan niatnya untuk menjadi dokter.
Abizar terfokus pada Alea yang tampak dengan nyamannya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Ia pun langsung memotret ciptaan Tuhan yang terindah menurutnya itu.
__ADS_1
Abizar tersenyum melihat gambar yang ia ambil tadi sangatlah indah.
Abizar pun langsung menghampiri wanita yang sedari tadi tampak begitu tenang.
"kamu suka disini?" tanya Abizar
"iya mas, aku suka. Udah lama banget aku gak pernah ke pantai" ujar Alea tersenyum tampak terdapat guratan sedih diwajahnya.
"kamu tau mas, sebelum keluargaku meninggal kami berencana untuk pergi ke pantai namun sebelum tiba disini mereka mengalami sebuah kecelakaan, dan sebagai gantinya Arfan lah yang sering mengajakku kesini dan setelah Arfan tiada baru kali ini aku menginjakkan kakiku lagi di pasir pantai" lanjut Alea tersenyum perih.
"maafkan aku Leah, aku salah memilih tempat dan mengingatkan semuanya"ujar Abizar.
"tidak apa-apa mas, aku justru senang bisa kesini lagi" ucap Alea.
"Leah. ." panggil Abizar
Abizar beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil sebuah ranting dan membuat sebuah lingkaran yang cukup besar.
Alea berdiri dari tempat duduknya dan memperhatikan Abizar yang sedang membuat sebuah lingkaran tersebut, Alea tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Abizar.
Kemudian Abizar masuk ke dalam lingkaran yang dibuatnya tadi.
"Leah. . maafkan aku yang dengan tidak sopannya memiliki rasa yang besar kepadamu, selama ini aku berharap rasa ini akan hilang dengan sendirinya, akan tetapi aku dibuat gila oleh rasaku yang tak pernah ku utarakan. Sudah sejak lama aku memendam rasa ini. Aku sangat mencintaimu Leah. Aku ibgin menghapus semua sedihmu dan selalu membuatmu bahagia." ucap Abizar.
"sejak kapan mas?" tanya Alea.
"disaat aku melihatmu sering melewati tempat biasa aku berlatih basket dengan mengenakan pakaian SMA" ujar Abizar.
__ADS_1
"disaat tanpa sengaja tembakanku meleset dan mengenai kepalamu namun kamu bilang tidak sakit karena kamu mengagumiku" lanjut Abizar tersenyum.
"namun saat itu aku terlalu naif dan mengesampingkan perasaanku, akan tetapi aku terlambat karena sahabatku lebih dulu mencuri hatimu. sekarang kamu bukanlah pacar orang ataupun istri orang maka dari itu aku mengutarakan semua isi hatiku." tukas Abizar.
Alea menatap Abizar dengan mata yang berkaca-kaca.
"jika kamu menerimaku masuklah ke dalam lingkaran ini bersamaku dan tetap disisiku" ujar Abizar.
"namun jika kamu menolakku sadarkan aku, tarik diriku keluar dari lingkaran rasa yang berlebihan ini" lanjut Abizar menghembuskan nafasbya dengan kasar.
"kamu itu istimewa mas, maafkan aku mas" tukas Alea kemudian menarik tangan Abizar keluar dari lingkaran tersebut.
Abizar pun langsung terkejut
"keistimewaan itu memiliki porsi yang berbeda dan kamu adalah sahabat teristimwa yang ku miliki mas, maafkan aku" ujar Alea.
Abizar hanya mematung, bagaimana tidak wanita yang dihadapannya ini baru saja menolaknya.
kecewa?
tentu hal itu lh yang dirasakannya. wanita yang dihadapkannya ini baru saja menolak dirinya.
kini harapannya untuk memiliki pun telah pupus.
bonus pict;
__ADS_1
ikuti terus kisah selanjutnya ya😊
salam manis RPS😊😊