Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 48. Cuek Tapi Butuh


__ADS_3

Flashback on:


"Kemari kau!" bentak pria paruh baya.


Irene beringsut mendekati pria yang mengadopsinya itu. Seragam sekolah yang dikenakannya sudah sangat berantakan, begitu pula dengan rambutnya.


"Kau pikir aku membiayai sekolahmu dengan cuma-cuma hah?! harusnya kau sadar diri, aku memungutmu agar aku bisa memanfaatkanmu" serunya sembari menoyor kepala Irene.


"Maafkan aku, Tuan. Aku akan melakukan pekerjaan apapun yang kau perintahkan tapi tidak dengan menyerahkan diriku" gumam Irene dengan suara bergetar.


"Cihhh.. kau merasa dirimu sangat suci hingga kau berkata seperti itu? Haruskah aku memulainya terlebih dahulu sebelum kau kuserahkan pada pria lain?" bisiknya tepat ditelinga Irene.


Gadis itu pun memberontak, namun tangan pria paruh baya itu menahannya dengan kuat.


"Tolong jangan sakiti aku" ujarnya tersedu-sedu.


Pria itu kemudian melepas ikat pinggangnya dengan sebelah tangannya, dan tangan sebelahnya lagi digunakan untuk menahan tangan Irene.


Pria itu kemudian mencambuk Irene dengan ikat pinggang tersebut, hingga meninggalkan luka lebam disekujur tubuh gadis itu. Saat itu juga Irene pun hanya terkulai lemas.


Hingga pria itu mencoba mengelucuti pakaiannya, namun dengan cepat Irene meraih pisau cutter yang tak jauh darinya dan kemudian menusuk kaki pria yang mencoba melecehkannya.


Pria paruh baya itu pun menjerit kesakitan sembari memegang kakinya yang banyak mengeluarkan darah.


Irene memanfaatkan waktu tersebut untuk keluar dari ruangan itu. Ia pun menuju ke kamarnya dan mengunci pintunya. Dengan cepat mengemasi beberapa pakaian dan dimasukkannya ke dalam tas sekolahnya.


Irene panik saat pintu kamarnya dipukul dengan keras. Gadis itu pun menatap ke luar jendela, dan berusaha untuk keluar melalui jalur tersebut meskipun kamarnya lumayan tinggi.


Tanpa pikir panjang gadis itu segera melompat dari jendela. Saat dirinya sudah sampai didasar tanah, Irene merasakan kakinya sangat sakit karena terjun dari tempat yang cukup tinggi itu.


Irene pun bergegas melarikan diri sembari menyeret kakinya yang pincang.


Hari hujan turun dengan derasnya disertai suara gemuruh yang menggelegar. Irene meringkuk memeluk lututnya sembari bersembunyi ditempat yang gelap dan jauh dari rumah tuannya tadi.

__ADS_1


Gadis itu menangis sesegukkan, merasa sangat ketakutan dengan hal yang dialaminya barusan.


Flashback Off.


Cahaya mentari masuk melalui celah jendela. Irene terbangun dari tidurnya. Gadis itu berusaha menggeliat namun ia merasa sebuah beban cukup berat yang ada di pinggangnya.


Benar saja, Reyhan memeluknya dari belakang. Sontak Irene pun terkejut. Ia melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya. Dan gadis itu pun memukuli Reyhan dengan bantal.


Reyhan pun terkejut langsung terbangun dari tidurnya saat gadis itu memukulinya.


"Hey apa yang kau lakukan!" seru Reyhan.


"Dasar kau pria mesum, bukankah aku sudah membuat pembatas diantara kita. Mengapa kau melewatinya" tukas Irene kesal.


Benar tebakan Reyhan semalam, bahwa gadis ini akan melupakan semuanya di keesokan harinya. Jika semalam ia bersikap manis seakan menyerahkan dirinya saat itu juga, namun keesokan harinya istrinya itu bak orang kesetanan hanya karena Reyhan memeluknya saat tidur. Terkadang rasanya Reyhan ingin meruqiah istrinya saat itu juga.


"Maafkan aku, lagi pula aku dalam keadaan tertidur jadi bukanlah suatu kesengajaan. Kau juga pernah memelukku namun aku tak berbuat seheboh dirimu" ucap Reyhan sembari mengucek matanya.


"Tidak usah dipikirkan lagi karena kau terlalu mudah untuk melupakan semuanya. Lebih baik bersihkan dirimu" titah Reyhan.


"Kau saja dulu" ucap Irene yang merasa tidak enak.


"Aku tidak ingin jariku diamputasi nantinya, karena gigimu itu sangatlah berbisa" tukas Reyhan mengingat kejadian kemarin.


Irene pun melangkah menuju ke kamar mandi, ia pun menatap Reyhan sebelum dirinya benar-benar masuk ditempat tersebut.


Reyhan berusaha keras menahan tawanya melihat ekspresi lucu dari wajah Irene. Gadis itu semakin hari semakin membuatnya gemas saja.


....


Reyhan dan Irene tengah menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Bik Lastri.


"Mungkin lusa aku akan pergi ke luar kota" ujar Reyhan membuka suara.

__ADS_1


"Kau sendiri?" tanya Irene.


"Tidak, berdua dengan sekertaris ku" timpal Reyhan seraya menyendokkan makanannya.


"Oh" ucap Irene singkat namun ekspresi wajahnya berubah seketika.


"Apa kau ingin ikut?" ajak Reyhan yang melihat perubahan raut wajah Irene.


Gadis itu pun segera mengangguk. Kini ekspresinya kembali seperti semula.


"Apa kau cemburu jika aku berdua saja dengan sekertarisku?" pancing Reyhan.


"Haha untuk apa aku cemburu denganmu, lagi pula kau tidak terlalu tampan untuk jadi rebutan" celoteh Irene yang kemudian menyambar gelas yang berisi air putih dan meneguknya hingga tandas.


Reyhan berusaha keras untuk menahan tawanya saat melihat tingkah istrinya itu. Cuek tapi butuh adalah kata yang cocok menggambarkan Irene saat ini.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya melalui like, komen, dan vote.


Oh iya sekalian mau promo nih😂 sah-sah aja ya promo di naskah🤣. Buat kalian yang suka genre misteri, yuk mampir juga ceritaku yang judulnya Lingkaran Maut.


Kalau udah mampir jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya ya🥰



Follow ig ayasakaryn24 untuk informasi updatenya 🤗

__ADS_1


__ADS_2