Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 25


__ADS_3

maafkan typo manjha yang bertebaran 😅🙏🙏🙏


happy reading 😉


.


.


.


.


Alea mengobrak-abrik kamarnya. semua baju berserakan diatas kasur.


"yang ini terlalu santai, yang ini gak cocok deh, terlalu mencolok"


"duh. . kok susah banget cari baju yang cocok" Alea yang sedari tadi mencoba satu persatu baju yang ada di lemarinya.


Alea hanya ingin tampil semaksimal mungkin karena bisa dibilang pertama kalinya ia diajak suaminya keluar, anggaplah pertama kalinya berkencan dengan suaminya.


( meskipun kelak mampirnya cuma di warteg😂😂. becanda dingg author tak sejahat itu😂😂).


.


.


Alviro yang sudah dari tadi menunggu Alea, namun yang ditunggu belum memperlihatkan batang hidungnya.


Drrttt. .


ponsel Alviro bergetar, dilihatnya panggilan dari Clara.


Alviro langsung menonaktifkan ponselnya dan kembali memasukan benda tersebut ke sakunya.


untuk kali ini ia sedang tidak ingin di usik oleh siapa pun. malam ini ia berencana mengajak istrinya itu keluar sambil menikmati keindahan kota pada malam hari.


ceklekk. .


pintu kamar Alea terbuka. dilihatnya Alea dengan seksama. betapa cantiknya Alea dengan dress berwarna putih yang sopan dan tidak terlalu mencolok. serta dandanan yang minimalis namun terlihat sangat cantik dan natural.


Alviro pun seakan terhipnotis dengan penampilan Alea yang bisa dikatakan berbeda dari biasanya.


"ehmmm. . mas kita jadi berangkat ?" tanya Alea.


Alviro pun langsung tersadar.


"oh iya jadi, ayo kita berangkat sekarang" ujar Alviro.


.


diperjalanan Alviro dan Alea hanya diam. Alviro hendak mendengarkan musik.


Alviro hendak menekan tape radio namun secara bersamaan Alea pun juga melakukan hal tersebut.

__ADS_1


mereka menatap satu sama lain ketika kulit tangan mereka bersentuhan, mereka merasa seperti ada aliran listrik disaat kulit mereka bersentuhan.


secara spontan Alea langsung menarik tangannya.


"maaf" ujar Alea tertunduk.


" kita mau makan dimana" ujar Alviro mengusir kecanggungan diantara mereka.


"terserah mas saja, saya ikut saja mas" ucap Alea yang masih terlihat agak gugup.


karena kostum mereka sudah seperti ini, Alviro tau tempat yang cocok untuk mereka. Alviro pun menambah kecepatannya membelah jalanan.


.


.


.


Alviro pun memarkirkan mobilnya didepan X Resto. sebuah restoran yang cukup terkenal yang menghidangkan berbagai sajian menu Italia.


"ayo masuk" ajak Alviro


Alea hanya mengekor dibelakangnya.


mereka memasuki restoran tersebut dan disambut hangat oleh pelayan resto.


Alea awalnya cukup kaget dengan daftar harga yang tertera dibuku menu.


Alea sempat bingung apa yang harus dipesannya. dan akhirnya Alviro memesan makanan yang sama dengan yang dipesannya tadi.


"kalau kita kesana, semua orang akan mengira kita salah kostum. lain kali kalau saya ajak makan keluar kamu pakai baju sepantasnya aja dan gak usah dandan. " ujar Alviro.


Alea membenarkan kata Alviro. ia juga menyadari bahwa ia akan mempermalukan dirinya sendiri.


belum lama kemudian makanan yang mereka pesan pun telah tersaji, mereka berdua menyantap makanan tersebut tanpa mengeluarkan suara.


.


Alviro dan Alea telah menyelesaikan makan malamnya. mereka pun kembali memasuki mobil.


"Leah. . gak apa-apa kan kalau kita jalan-jalan dulu" ujar Alviro sambil memasang safety belt.


"ya mas gak apa-apa kok justru aku sangat senang" ujar Alea jujur.


Alviro langsung memacu mobilnya membelah jalanan.


.


Alea terkesima dengan pemandangan yang ada dihadapannya, sebuah taman nan indah dihiasi lampu kerlap-kerlip dan jejeran air mancur yang sangat indah yang terkadang air tersebut membentuk seperti bergelombang, dan banyak bentuk lainnya.


dan ditaman itu pun cukup ramai kaum muda-mudi yang bercengkrama.


Alviro menghampiri Alea dengan membawa dua kaleng minuman

__ADS_1


"mas sering nongkrong disini ?" tanya Alea.


"iya. tapi itu dulu" ujar Alviro menyodorkan minuman yang ada ditangannya


"sama Clara ya ?" ujar Alea asal.


Alviro sejenak terdiam dan kemudian menganggukan kepalanya membenarkan perkataan Alea tadi.


ada sedikit rasa kecewa melingkupi dirinya.


"apakah kamu belum pernah kesini? ini tempat nongkrong favorit yang banyak digemari" tukas Alviro.


"belum pernah mas" ujar Alea.


"lantas kamu sering diajak kemana saja sama pacar kamu?"pancing Alviro yang ingin tau.


"kami berdua hanya sibuk bekerja mas dan jarang ada waktu untuk keluar, walaupun hari libur biasanya kami berdua membuat kegiatan seperti memancing dan berkemah bersama keluarganya" jawab Alea.


Alviro pun ber Oh tanda mengerti.


"kamu cukup dekat dengan keluarga pacar kamu, kenapa kamu terima tawaran perjodohan kita" lanjut Alviro yang sedikit bingung.


"Lelaki itu meninggalkan aku disaat hari pernikahanku" ujar Alea dengan tatapan sendu.


"maaf aku seharusnya tidak membahas ini yang hanya akan menimbulkan sakit hatimu bertambah parah untuk lelaki yang tidak bertanggung jawab" ujar Alviro merasa tak seharusnya menanyakan hal tersebut


"tidak mas. dia lelaki yang sangat baik hanya saja kami belum berjodoh" ujar Alea.


namun Alviro tampaknya belum mengerti dengan apa yang diucapkan Alea barusan.


"dan mungkin sekarang dia ada diantara bintang-bintang itu dan menatapku dengan tersenyum" ujar Alea sambil menunjuk bintang yang ada dilangit.


"dia pergi hanya untuk berpulang tepat dihari pernikahan kami akan dilangsungkan" tambah Alea lirih.


Alviro baru mengetahui hal tersebut. selama ini ia hanya tau bahwa keluarga Alea meninggal dalam sebuah kecelakaan.


entah mengapa ia merasa teriris dengan apa yang baru saja didengarnya dari istrinya itu.


betapa malang hidup Alea, dan kini ia pun terpaksa harus menikah dengan Alviro yang sedikitpun tidak pernah mencintainya dan selalu memperlakukannya dengan kasar.


"sungguh malang nasibmu Leah" ujar Alviro didalam hati.


.


.


.


Terimakasih sudah setia membaca novel ini.


jangan lupa like dan komennya yah😆😆


lanjut ke episode berikutnya

__ADS_1


salam manis RPS😊


__ADS_2