Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 84


__ADS_3

Alviro yang tampak sibuk memasak sarapan pagi untuk istrinya itu. Alea yang sedari tadi melarang untuk memasak tidak indahkannya sama sekali.


"mas, udah biar aku aja. Nanti mas telat berangkat ngantornya" ujar Alea.


"gak Leah, aku mau masakin sarapan untuk kamu. lihat, aku lelaki yang begitu romantis bukan?" ucap Alviro.


"tapi aku istri kamu mas, udah kewajiban aku memasak bukan kamu, apalagi kamu udah rapi nanti baju kamu kotor" tukas Alea.


"aku kan udah pakai apron sayang, udah gih kamu duduk manis disana. Nanti aku buatin makanan yang enak untuk kamu" bujuk Alviro.


"cuma kali ini aja ya mas, besok-besok biar aku yang masak" ujar Alea.


"iya sayang" ucap Alviro kemudian melanjutkan aktivitas memasaknya.


Alea beranjak dari tempat duduknya hendak menuju ke halaman belakang rumah.


"kamu mau kemana Leah?" tanya Alviro yang melihat pergerakkan sang istri.


"aku mau jemur pakaian dulu mas. aku gak enak kalau cuma duduk-duduk aja" tukas Alea.


"ya udah, nanti kalau aku udah selesai aku panggil kamu" ucap Alviro.


Alea hanya menganggukan kepalanya seraya berjalan menuju halaman belakang.


.


.


Alviro telah selesai memasak. Ia hendak melangkahkan kakinya untuk memanggil sang istri, namun langkahnya terhenti saat suara bel rumahnya berbunyi.


Alviro pun langsung melangkahkan kakinya membuka pintu. Dilihatnya Roland bersama dengan Abizar yang menjadi tamunya pagi ini.


Roland dan Abizar tampak mengucek matanya berkali-kali.


"ngapain kalian berdua, kelilipan?" tanya Alviro yang tampak bingung dengan keduanya.


Bukannya menjawab, Roland dan Abizar justru memandangi Alviro dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Alviro yang masih bingung mengikuti arah pandang keduanya.


"oh shit!" umpat Alviro yang baru sadar bahwa ia lupa melepas apron yang ada ditubuhnya. Dengan terburu-buru Alviro pun membuka apron tersebut.


"luar biasa, gue sampai kaget" ujar Abizar terkekeh seraya bertepuk tangan


"untung pakai apron, kalau dasteran lo lebih cantik lagi bro" ucap Roland terbahak-bahak.


"sialan lo berdua, ngapain pagi-pagi kesini" tanya Alviro.


"ya mau mampir aja bro, mana nih si Alea. jangan-jangan dia sarungan" ujar Roland terkekeh kemudian nyelonong masuk.


"eh, gue potong ya gaji lu setengahnya" seru Alviro

__ADS_1


"ya udah, gue minta gaji sama Alea aja" ejek Roland.


"wah. .bang kayaknya kita datang diwaktu yang tepat. kebetulan kita belum sarapan" sambung Roland seraya menaik turunkan alisnya.


"ya udah sarapan bareng yuk" ujar Alea yang baru saja muncul.


"eh dapet tawaran langsung dari Nyonya Dirgantara. ayo bang kita makan dulu karena baper itu butuh energi" ujar Roland menarik paksa Abizar yang masih berada dibibir pintu bersama Alviro.


"hey, gue masak spesial buat bini gue bukan buat lo berdua" seru Alviro


"wih bang spesial, mau tau dong rasa masakan spesial dari Tuan Dirgantara" goda Roland.


"gak apa-apa kan Alea?" tanya Roland pada Alea.


"iya gak apa-apa kok" sahut Alea tersenyum.


"tapi sayang itu kan buat kamu" sanggah Alviro.


"gak apa-apa kok mas, mereka udah jauh-jauh loh. Biarin sekali-kali mereka cicip masakan kamu" bujuk Alea.


Alviro pun menyerah, pasrah membiarkan kedua sahabatnya itu merecoki moment romantis yang dihidangkan Alviro.


.


.


.


"sekarang gue tanya lagi. ada tujuan apa kalian kesini?" tanya Abizar.


"gue bermaksud mau ngasih ini" ujar Abizar seraya menyodorkan surat undangan kepada Alviro.


Alviro pun tersenyum kemudian mengangguk paham.


"terus lo kapan ngundangnya?" tanya Alviro terkekeh.


"makanya naikin gaji gue dua kali lipat bos biar cepet halalin si bebeb" tukas Roland.


"oke gue acc permintaan lo" ujar Alviro.


"yang bener bos?"


"hmmm" jawab Alviro.


"yes!" ujar Roland seraya mengepalkan tangannya.


.


.


.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan sarapan, Alviro bersama kedua sahabatnya pun langsung bersiap untuk berangkat bekerja.


Alea menyambar tangan suaminya itu dan mencium punggung tangan Alviro, tak lupa pula Alviro memberikan kecupan singkat dikening Alea.


"aku berangkat dulu ya sayang" ujar Alviro


"iya mas, hati-hati ya" tukas Alea.


"duh, kok gue jadi baper yah ngeliat mereka kayak gitu. jadi pengen cepet-cepet halalin si Melly" ujar Roland pada Abizar.


Abuzar pun menghadiahi sebuah jitakan cantik pada sang adik.


"dasar lo ya. menikah itu harus mampu bertanggung jawab, bukan hanya baper lihat yang kayak begituan" ujar Abizar menceramahi Roland.


"iya. .iya bang" jawab Roland.


"Alea kami berangkat dulu ya" ucap Rolabd dan Abizar.


"iya hati-hati dijalan" ujar Alea.


"terimakasih makanannya" sambung Roland.


Alea pun menanggapinya dengan tersenyum.


Roland dan Alviro masuk ke dalam mobil yang sama, sedangkan Abizar membawa mobilnya sendiri.


Roland dan Abizar pun melajukan mobilnya beriringan.


"lo bilang makasih sama Alea aja nih, sama gue nggak. gue yang masak semuanya" oceh Alviro.


"yang ngizinin makan kan Alea, lo mah dari tadi menghalang-halangi aja" timpal Roland.


"ya udah, gak jadi deh naikin gaji lo" tukas Alviro tiba-tiba.


"masakan lo enak banget deh, serius" bujuk Roland yang tetap fokus pada aktivitas mengemudinya.


Alviro tak menanggapi perkataan Roland dan pura-pura tidak mendengarnya.


"tolong kali ini jangan php bos" ujar Roland dengan suara lantang.


Alviro pun terbahak-bahak melihat wajah kesal sahabatnya itu.


.


.


.


.


Terima kasih sudah membaca, jangan lupa meninggalkan jejak kalian baik itu like, vote, ataupun komentar.

__ADS_1


salam manis RPS😊


__ADS_2