Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 86


__ADS_3

6 tahun kemudian


.


.


.


Alea yang tampak sibuk mengemasi beberapa keperluannya. Alviro pun bersiap-siap untuk hal yang serupa.


"mas, kamu udah telepon Roland? katanya dia mau ikut" tanya Alea.


"udah sayang, dia bilang bentar lagi nyampe" ujar Alviro.


"Melly ikut?" tanya Alea lagi.


"iya ikut, mana mungkin Melly mau ditinggal. apalagi tujuannya ke pantai" timpal Alviro.


"tapi Melly kan lagi hamil mas"ucap Alea.


"mama. . papa. ." teriak gadis yang berusia 6 tahun berlarian kecil menghampiri Alea dan Alviro.


"Aurel jangan lari-larian nak" tegur Alea.


Aurelya Cassandra Dirgantara, seorang putri yang cantik berusia 5 tahun, yang merupakan hasil buah cinta Alea dan Alviro. Sudah 6 tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga dan dikaruniai seorang putri yang cantik.


"udah ditungguin sama om Roland di depan" ucap Aurel seraya menunjuk ke arah depan.


Alviro pun langsung menuju ke depan sembari membawa barang yang dikemas oleh istrinya tersebut, sedangkan Alea mengikuti langkah Alviro seraya menggandeng tangan putrinya.


.


.


"ayo kita berangkat" ujar Alviro kepada yang lainnya.


"ayo. ." seru yang lainnya tampak bersemangat.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


"kamu gak apa-apa mel ikutan juga?" tanya Melly seraya mengarahkan pandangannya ke perut Melly yang belum terlalu membuncit.


"gak apa-apa Alea, dedeknya jagoan kok" ujar Melly seraya mengusap perutnya.


"ini juga kemauan Melly, dia ngidamnya yang aneh-aneh" sambung Roland seraya memegang setir.


Alea pun mengangguk tanda mengerti.


"si Aurel belum dikasih dedek nih Leah? mbak Irsya sama bang Abizar aja udah mau dua" goda Melly.


"masih dalam proses Mell" timpal Alviro seraya terkekeh.


"apaan sih mas" ujar Alea yang menahan malu.


"Aurel mau adek?" tanya Melly.


"iya tante"


"bilangin sama mama tuh" ujar Melly terkekeh.


"ma. . Aurel minta adek" rengek gadis kecil tersebut.


"Aurel minta berapa?" tanya sang papa.


Gadis kecil tersebut tampak kebingungan, ia pun mulai menghitung menggunakan jemarinya.

__ADS_1


"minta tujuh pa" ucap Aurel polos.


Mendengar ucapan Aurel, sontak saja membuat yang lainnya tertawa terbahak-bahak.


"busyet dah, dikira anak kucing apa" celetuk Roland.


"iya, nanti papa sama mama kerja keras ngasih kamu adek" ujar Alviro terkekeh.


.


.


.


Mereka pun telah sampai ditempat tujuan, Alea menghirup rakus aroma pantai dalam-dalam. Tempat ini membuatnya rindu dengan keluarganya.


"Aurel, jangan lari-larian sayang. nanti kamu jatuh" seru Alea yang melihat sang anak tampak berlari kesana kemari.


"mama. . tante. . ayo" rengek Aurel seraya menarik tangan Melly dan Alea.


Alea dan Melly pun mau tak mau mengikuti langkah gadis tersebut.


"Mama sama tante main pasir bareng aku, aku mau buat apartemen" ujar Aurel.


Aurel pun menyapu pasir menggunakan tangannya mengumpulkan sedikit demi sedikit.


"ayo ma, mama sama tante buat juga" ucapnya lagi.


Alea dan Melly pun menurutinya.


"papa sama om roland tadi kemana?" tanya Alea pada anaknya itu.


Aurel pun meletakkan telunjuk didekat keningnya seraya mengingat-ingat.


"mama tunggu sini, Aurel cari papa" ujar Aurel.


"mama sama tante istirahat disini aja sambil buatin Aurel apartemen yang besar" ucap Aurel seraya merentangkan tangannya lalu kemudian berlari mencari sang papa.


🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆🔆


Alviro dan Roland tampak sedang bercengkrama dengan dua orang wanita.


"apakah kau single?" tanya Roland


"single parent" timpal salah satu wanita tersebut.


"wow janda bohay" ujar Roland terkekeh, namun pandangannya beralih pada gadis kecil yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.


"anak lo bro" tukas Roland seraya menyenggol lengan Alviro.


"kenapa sayang?" tanya Alviro.


"papa sama om dicariin mama" tutur Aurel.


"bilangin papa sama om lagi sibuk" timpal Roland.


Aurel pun mengangguk, kemudian berlari menuju Alea dan Melly berada.


.


.


.


"mama kata om Roland papa sama om lagi sibuk" ucap Aurel.

__ADS_1


"sibuk? sibuk apa mereka?" tanya Melly.


"janda bohay, Aurel tadi gak sengaja dengar itu dari om Roland" ucapnya polos.


Alea pun langsung berdiri dengan wajah yang menahan emosi, begitu juga dengan Melly.


"ayo Mell kita susul" ucap Alea yang nampak berapi-api.


"Aurel tunjukin tempatnya" ujar Alea.


Aurel pun mengambil langkah terlebih dahulu seraya berlarian kecil. Aurel pun menunjuk Alviro dan Roland yang sedang asik bercengkrama.


"itu ma" ucapnya seraya mengarahkan jari telunjuknya.


Alea dan Melly bergegas kesana langsung menghampiri keduanya.


"bagus ya" ujar Melly.


Roland dan Alviro pun terkejut.


"ehh babe, ini gak seperti yang kalian bayangkan" tutur Roland.


"dasar buaya kamu mas" ucap Alea.


"sayang gak kok, aku cuma main-main doang" timpal Alviro.


"ayo Mell" ajak Alea tiba-tiba.


"kemana Leah?" tanya Melly.


"kita cari berondong yang lebih menawan" ucap Alea.


"ayo" timpal Melly.


"mama cari berondong? aku ikut. .aku ikut. ." rengek Aurel.


"gak usah ikut-ikutan mama nak, mama marah sama papa" bujuk Alviro.


"papa. . aku mau berondong, berondong itu manis" timpal ai kecil.


"ayo nak" ujar Alea seraya mengambil putrinya dari Alviro.


"disini ada jualan berondong ya ma?" tanya Aurel lagi.


"disini gak ada nak, nanti mama beliin ditempat lain" ujar Alea.


Drrrttt. .


Belum lama kemudian ponsel Melly bergetar, Melly pun meraba ponsel yang ada disakunya dan menjawab panggilan tersebut.


"halo. . ada apa bang?" tanya Melly.


"baiklah kami akan segera kesana" timpal Melly yang kemudian menutup panggilan tersebut.


"Leah, ayo kita pulang. mbak Irsya mau lahiran" ujar Melly.


"ya udah ayo kita kesana" tukas Alea.





terimakasih sudah membaca😊 jgn lupa vote, like, dan komennya😊

__ADS_1


salam manis RPS😊


__ADS_2