Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 40. Momen Berharga


__ADS_3

Arya termenung sembari menatap sebuah kotak cincin yang ada di tangannya. Cincin yang ingin ia berikan pada gadis yang sangat dicintainya. Namun semua itu hanyalah angan belaka.


Ia pun mengambil cincin tersebut dari kotaknya dan menatapnya dengan lekat. Matanya berkaca-kaca kala membayangkan semuanya, namun semakin jauh khayalannya semakin hancur juga hatinya.


"Beribu-ribu wanita yang ada di bumi ini, kenapa harus dia wanita yang tak boleh ku cintai" lirih Arya.


Ia menatap ke arah luar jendela, hujan yang masih saja turun sedari tadi belum reda juga. Seolah langit mengerti suasana hati pria itu tidaklah baik.


"Mengapa takdir begitu kejam padaku" gumam Arya yang masih lekat menatap ke luar jendela.


...****************...


Irene tengah memandangi beberapa potret yang terpampang di ruang tengah. Sesekali ia pun mengambil salah satu dari bingkai potret tersebut.


"Kau sedang apa?" tanya suara berat milik suaminya itu.


Irene pun meletakkan kembali bingkai foto yang ada ditangannya. Ia pun tersenyum sembari menatap Reyhan.


"Aku hanya menatap semua foto-foto itu dan membayangkan betapa senangnya jika memiliki sebuah keluarga" ujar Irene.


Reyhan hanya terdiam sembari melipat kedua tangannya ke depan dan menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Aku bahkan sempat merasa iri padamu, kau memiliki kenangan masa kecil bersama kedua orang tuamu dan di abadikan dengan potret ini, sedangkan aku.. bahkan aku tidak mengetahui siapa orang tuaku, dan momen masa kecilku terlalu suram untuk di abadikan" tutur Irene dengan nada sendu.


Reyhan pun mendekati istrinya itu.


"Jika kau ingin menangis, menangis lah. Bahuku sangat lebar jika kepalamu yang kecil itu butuh tempat untuk bersandar" ucap Reyhan.


Irene mendengar ucapan Reyhan dengan sedikit kalimat ejekan itu membuat gadis itu tertawa sembari menangis. Namun ia pun menyingkirkan gengsinya pada suami yang menyebalkan itu, Irene pun mendekati Reyhan dan memeluk suaminya sembari menangis.


"Pinjamkan bahumu sebentar untukku, setelah itu aku akan membunuhmu karena telah mengejekku. hiks..hiks. " ujar Irene seraya sesegukkan.


Reyhan tersenyum melihat tingkah konyol Irene. Tangannya pun tergerak untuk mengelus rambut istrinya itu.


"Kau anak yang kuat, siapapun pasti akan bangga jika memilikimu" ucap Reyhan tulus.


"Apakah kau merasa bangga telah memiliki ku?" tanya Irene mendongakkan kepalanya menunggu jawaban dari Reyhan.


Reyhan pun terkejut dengan pertanyaan Irene seperti itu.


"Iii..iya.. aku bangga memilikimu" timpalnya sedikit gugup.


"Benarkah?" tanya Irene lagi memastikan jawaban dari suaminya itu.


"Tentu saja aku bangga bahkan sangat bangga" ucap Reyhan.


Irene tersenyum mendengar ucapan Reyhan tersebut.


"Aku bangga memiliki istri yang sangat multitalenta, bisa menangis dan tertawa disaat yang bersamaan, dan banyak kegilaan yang lainnya yang tentunya tidak bisa aku sebutkan satu persatu" jelas Reyhan dengan entengnya.


Irene pun mencubit lengan Reyhan hingga pria itu meringis kesakitan. Setelah itu, keduanya pun langsung tertawa bersamaan. Tanpa disadari bahwa pertengkaran diantara mereka kemarin membuat keduanya semakin dekat. Bahkan mereka pun melupakan perjanjian awal yang mereka buat yaitu tidak boleh bersentuhan.

__ADS_1


Diam-diam Bi Lastri mengambil foto Reyhan dan Irene. Ia pun mengirimkan foto tersebut pada nyonya besarnya.


"Manis sekali" gumam bi Lastri saat melihat hasil fotonya, dimana Reyhan dan Irene tampak tengah bersenda gurau.


...****************...


"Kau mau kemana?" tanya Irene saat melihat suaminya itu sudah tampak rapi.


"Ke rumah Abang" sahut Rasya sembari merapikan rambutnya.


"Ada acara kah? pakaianmu sangat formal" ucap Irene.


"Kau akan mengetahuinya nanti, sekarang kau bersiaplah. Aku meletakkan milikmu di atas tempat tidur, kenakanlah pakaian itu. Aku menunggumu di mobil" titah Reyhan yang kemudian melangkah pergi.


Irene pun memeriksa pakaian miliknya yang disiapkan oleh Reyhan. Sebuah dress berwarna brown yang memiliki warna yang sama dengan pakaian yang dikenakan Reyhan tadi. Tanpa menunggu lama, Irene pun bergegas mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pergi ke rumah kakak iparnya.


...


Hampir 20 menit lamanya Reyhan menunggu Irene di dalam mobil. Tak lama kemudian, istrinya itu pun keluar dengan mengenakan pakaian yang disiapkan olehnya tadi.


Polesan make up yang minimalis namun mampu membuat Reyhan tak henti-hentinya memandangi istrinya itu.


Irene pun masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman, gadis itu pun tersadar jika sedari tadi Reyhan tak berkedip menatapnya.


"Mengapa kau melihatku seperti itu? aku tahu aku cantik" ucap Irene mengibaskan sedikit rambutnya hanya untuk menyombongkan dirinya.


Reyhan pun segera sadar dan berusaha untuk mencari alasan lain.


"Bukan seperti itu, hanya saja.." pria itu pun semakin mendekat dengan Irene.


PLAKKK..


Seketika Irene terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Reyhan.


"Apa yang kau lakukan?!" seru Irene sembari mengelus keningnya.


"Ada nyamuk di kening mu" ujar Reyhan dengan santai, dan tak lama kemudian ia melajukan mobilnya.


Irene hanya bisa mendengus kesal karena ulah Reyhan barusan, gadis itu meniup anak rambut yang ada dikeningnya.


...


Sesampainya di kediaman Rasya, Irene melihat orang-orang disana tampak berpakaian rapi. Bukan karena ada acara atau mengundang seorang tamu, melainkan orang yang berada dirumah itu semuanya mengenakan pakaian formal.


"Sebenarnya ini ada apa?" tanya Irene yang masih belum mendapatkan jawaban sama sekali.


"Nanti kau akan mengetahuinya sendiri" hanya jawaban inilah yang sedari tadi Reyhan lontarkan pada istrinya itu.


Namun selang beberapa lama kemudian, David pun datang dengan membawa sebuah kamera yang ada ditangannya.


"David.." gumam Irene.

__ADS_1


"Hai Irene,Long time no see" ujar David menyapa Irene.


"Hai.." ucap Irene membalas sapaan dari mantan bosnya dulu.


"Apakah semuanya sudah siap?" tanya David pada Reyhan.


"Tentu saja" timpal Reyhan.


Irene yang masih bingung pun segera menarik tangan suaminya itu.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Irene bercampur kesal.


"Anggap saja kita sedang mengadakan sebuah sesi foto keluarga di acara besar selain acara pernikahan kita. Jadikan ini sebuah momen berharga dihidupmu. Kau adalah bagian dari keluarga kami Aku akan menyuruhnya mengambil banyak gambar untuk nantinya dipajang di ruang tengah" ucap Reyhan sembari menunjuk David.


"Ayo, mereka sudah menunggu kita" sambung Reyhan mengajak Irene.


Irene yang berjalan dibelakang Reyhan menyunggingkan senyumnya, matanya sedikit berkaca-kaca karena Reyhan sudah melakukan sejauh ini hanya untuk dirinya.


Reyhan, Irene, dan keluarga lainnya pun memasang banyak pose yang berbeda. Suara jepretan kamera serta tawa pun mengisi ruangan tersebut, menggambarkan sebuah kebahagian dan arti dari makna sebuah keluarga yang sesungguhnya.


Setelah melakukan pemotretan serta menyantap hidangan yang disuguhkan oleh Aurel, Irene dan Reyhan pun berjalan-jalan halaman belakang rumah Rasya hanya untuk mencari udara segar.


Dan keduanya pun memilih untuk duduk disebuah bangku yang berada di taman halaman belakang tersebut.


"Terima kasih" ucap Irene yang membuka suara.


"Untuk apa?" tanya Reyhan.


"Untuk semuanya" sahut Irene singkat.


Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Irene. Namun tak lama kemudian ia pun dikejutkan dengan Irene yang tiba-tiba saja memberikan sebuah ciuman tepat di pipi kanannya.


Reyhan yang baru saja mendapatkan hal tersebut hanya mematung sembari memegang pipi kanannya. Sementara Irene pun bergegas masuk ke dalam dengan semburat wajah yang memerah setelah memberikan sebuah kecupan singkat untuk suaminya itu.


Reyhan menganga bak kehilangan akal, hingga akhirnya suara ponsel pun mengembalikan kesadarannya.


"Ada apa?" tanya Reyhan pada lawan bicaranya ditelepon.


"Bos kami menemukan informasi terbaru mengenai nona Irene" ujar suara dari seberang telepon.


"Cepat katakan" tukas Reyhan.


Reyhan pun terkejut dan membulatkan matanya seketika saat mendengar informasi dari anak buahnya itu.


.


.


.


Bersambung ..

__ADS_1


Terimakasih untuk semua dukungannya❤️


Follow ig; ayasakaryn24


__ADS_2